
Najwa menatap mansion mewah di depan nya . Tuan dan nyonya Smith sudah menunggu mereka di depan pintu . Rubi menarik tangan Brian dan berlari menuju pintu .
" Oma , opa . . !! " teriak Rubi menghambur ke pelukkan Oma nya . Brian hanya menatap kemesraan Rubi dan keluarga nya dengan sedikit iri . opa melihat tatapan Brian yang sendu , lalu mendekati Brian dan menggendong nya .
" Selamat datang cucu opa yang ganteng. . Mulai sekarang Brian dan mamah akan tinggal di sini bersama kita . Brian bisa panggil opa dan Oma , Sama kayak Rubi , ya . .! " kata opa lembut.
" Benarkah ? " kata Brian berbinar .
" Iya Donk . ayo masuk, Oma juga sudah menyiapkan kamar untuk Brian . Kamar nya bersebelahan dengan Rubi . ayo , ayo . . ! " kata Sundari
Najwa sedikit terhibur melihat perlakuan mertua nya pada Brian . Alan terkesiap melihat senyum Najwa , Dia memalingkan muka nya menenangkan jantung nya yang berdegup kencang .
" ayo masuk . . ! " kata Alan mendahului Najwa . Najwa mengikuti Alan masuk .
"" gue gak boleh baper sama yang nama nya perempuan . Semua perempuan sama saja , sama-sama munafik . Aku yakin sebentar lagi topeng perempuan ini pasti akan terkuak . ! " batin Alan .
Alan masih trauma dengan pengkhianatan istri nya , beberapa bulan setelah dia melahirkan Rubi . Istri yang sangat dia cintai ternyata berselingkuh dengan asisten kepercayaan nya sendiri . Dia tidak percaya dengan apa yang dia dengar dari omongan orang tentang kebersamaa istri dan asisten nya dulu , karena dia menganggap itu wajar karena Alan memang sering meminta asistennya untuk menjemput sang istri dari lokasi syuting , karena memang istri Alan seorang artis yang cukup terkenal . Tapi di hari itu , saat dia dalam perjalanan ke butik , dia lupa membawa buku desain nya yang dia simpan di meja kerja nya .Dia lalu putar balik ke rumah yang dia beli untuk istri nya sebagai kado pernikahan mereka . setelah menghentikan mobil nya , Alan langsung masuk karena dia tahu istri nya , Leni Marlina , pasti sedang sibuk mengurus bayi cantik mereka , karena Alan tidak percaya dengan baby sitter . Jadi Alan meminta Leni untuk merawat sendiri bayi mereka . Setelah mengambil buku desain nya , dia berniat ke kamar Rubi hanya sekedar untuk mencium sang buah hati . Tapi saat akan membuka pintu Alan mendengar suara erangan dari kamar nya . Karena takut terjadi sesuatu dengan Leni , Alan langsung berlari dan menerobos masuk ke kamar . Tapi pemandangan yang dia lihat di kamar tidur mereka , membuatkan dunia Alan hancur berkeping-keping . Dimana sang istri tengah di gagahi oleh sang asisten kepercayaan nya . Bukan nya merasa berdosa , kedua makhluk hina itu justru melanjutkan kegiatan mereka tanpa menghiraukan tatapan marah dan kecewa dari Alan . Dengan perasaan yang hancur Alan melangkah ke lemari nya lalu mengambil buku nikah mereka . Setelah itu dia langsung menjatuhkan talak tiga pada istri nya dan memecat asisten nya yang masih asyik dengan kegiatan panas mereka . Dia langsung menuju kamar Rubi dan membawa nya pergi ke rumah orang tua nya .
Setelah itu dia sangat menghindari yang nama nya kontak dengan perempuan kecuali Rubi dan mamah nya . Dia berubah dingin setelah kejadian itu . Yang membuat dia semakin kecewa , sampai sekarang Leni tidak pernah menemui Rubi selaku ibu kandung nya . Akhir nya dia pun menutup hati nya untuk makhluk yang berjenis perempuan akibat masa lalu nya yang kelam .
" Wawa , mamah dan papah ucapkan selamat datang di mansion keluarga Smith . Mulai sekarang kamu dan Brian adalah anggota keluarga Smith . Mamah harap kamu bisa merawat dan menjaga Rubi dan Alan . Mamah sudah tenang sekarang karena sudah ada yang akan menemani Alan dan Rubi sekarang . Semoga kamu betah tinggal di sini , ya. mamah harap kamu sabar menghadapi sikap Alan yang dingin kayak balok es itu, ! " kata Sundari memeluk Najwa .
" terima kasih mah , pah atas sambutan nya . Najwa akan berusaha memenuhi harapan mamah . Maaf jika kekurangan Najwa akan membebani mamah keluarga ini . .! " kata Najwa
" Setiap manusia pasti memiliki kekurangan dan kelebihan , Wawa . Jadilah suami istri yang saling melengkapi . Kalau kamu punya keluhan , sampaikan pada Alan , atau sampaikan langsung pada mamah atau papah . Kita cari solusi nya sama-sama . . ! " kata tuan Smith .
" Baik pah . Sekali lagi terima kasih . . ! " kata Najwa terharu dengan sikap baik kedua mertua nya . Padahal dia sempat takut jika perlakuan mertua nya akan sama dengan mantan ibu mertua nya dulu .
" Alan , bawa Wawa ke kamar , dia pasti capek . . mamah mau mengurus persiapan untuk tahlilan Alex malam ini . . ! " kata Sundari . Najwa tersentak , dia menatap Sundari lekat .
" Ada apa , Wawa . . ? " kata Sundari .
" Mah , kalau di izinkan , Wawa ikut bantu-bantu mamah ?? "
" Tapi kamu harus istirahat , sayang . Nanti kamu drop . . ! " kata Sundari lembut .
" Wawa kuat kok , mah . . ! "
" Bawa aja lah mah , kan dia yang mau bukan kita yang minta . . ! " kata Alan ketus . Di mata nya Najwa bersikap seperti itu hanya untuk menarik perhatian nya dan orang tua nya .
" Alan , tolong sedikit rubah sikap kamu nak . Coba lah untuk menerima Wawa . mamah tahu ini bukan keinginan kalian . Tapi kamu juga harus mengingat pesan Alex . Adik kamu tidak pernah meminta apapun dari kita . Ini permintaan pertama dan terakhir dari Alex . . Alan mamah tahu kamu masih trauma . . .
__ADS_1
" cukup mah . Jangan paksa Alan untuk menerima dia sebagai istri ku . Aku menikahi dia hanya karena permintaan Alex . Jadi sudah cukup , dan Alan minta jangan ungkit masalah itu lagi . . ! " kata Alan sedikit keras lalu pergi menaiki tangga menuju kamar nya . Najwa mengernyitkan alis nya melihat sikap Alan yang seperti menghindari sesuatu .
" Wawa , maafin sikap Alan ya .Ini yang mamah maksud. agar kamu sabar menghadapi nya . . ! " kata Sundari sendu .
" Wawa akan berusaha mah . . ! " kata Najwa pesimis sambil menggengam tangan Sundari .
" Wawa , papah sangat berharap kamu bisa merubah sikap Alan kembali hangat seperti dulu lagi sebelum dia trauma . . ! " kata tuan Smith mengusap kepala Najwa lembut .
" akan aku coba , pah . . ! " kata Najwa bimbang .
" Ya sudah , ayo mamah antar ke kamar Alan . . ! "
Najwa mengikuti Sundari menaiki tangga . Mereka berhenti di depan sebuah pintu yang menjulang tinggi .
" Wawa , semua keperluan kamu sudah di siapkan di walk in closed . Kamu tinggal pakai aja . Semua nya milik kamu , ya . ! "
" Terima kasih mah . Tapi kapan mamah menyiapkan nya ? kan aku tinggal di sini tanpa di duga ! " kata Najwa bingung . Sundari tersenyum melihat kebingungan Najwa .
" Saat kalian masih di rumah mu tadi mamah sudah menyuruh orang-orang mamah untuk menyiapkan semua keperluan kamu . Sana masuk . . ! " kata Sundari membukakan pintu kamar Alan .
" Tapi mah , , aku takut nanti Alan marah . . ! " kata Najwa enggan .
" Gak apa-apa kalau aku balik marah sama Alan . ? " kata Najwa bingung .
" gak apa-apa . sana masuk . kalau dia gak terima kamu masuk ke kamar kalian , kamu kasih tahu mamah biar mamah yang marahin dia ! " kata Sundari menahan tawa melihat wajah Najwa yang tampak tertekan .
Najwa masuk ke kamar Alan yang gelap lalu menutup pintu kembali . Dia mencari saklar dan menekan nya . Kamar itu kini menjadi terang . Najwa memperhatikan setiap interior kamar yang luas itu . kamar bernuansa hijau putih itu tampak rapi dan menyejukkan . Najwa melihat tempat tidur masih kosong , dia menajamkan pendengaran ke kamar mandi , kamar mandi juga sepi . Dia memberanikan diri membuka pintu kamar mandi , ternyata memang kosong .
" Mungkin dia ke kamar lain . . Sebaik nya aku mandi dan bersiap .! " kata Najwa masuk ke kamar mandi .Dia melakukan ritual bersih-bersih nya dengan tenang .
* * *
Alan yang berada di ruang kerja nya melirik jam di tangan nya . Ternyata sudah sore dia lalu menyudahi aktivitas nya lalu keluar dari ruang kerja menuju kamar nya . Saat membuka pintu kamar , dia terkejut karena kamar nya terlihat terang . Dia melihat seorang wanita memakai gamis putih dengan jilbab panjang yang senada , tengah duduk termenung ditepi ranjang . Alan merasakan sebuah ketenangan saat melihat wajah sendu itu . Tanpa sadar dia melangkahkan kaki nya mendekati wanita yang kini menjadi istri nya . Najwa tersadar dari lamunan nya dan sontak mendongakkan kepala nya saat mendengar suara langkah kaki mendekati nya . Saat melihat laki-laki yang berdiri di depan nya , repleks Najwa kembali menunduk karena segan saat mata nya beradu pandang dengan mata tajam itu . Melihat Najwa menunduk , repleks Alan mengangkat tangan nya dan menyentuh ubun-ubun Najwa sambil membacakan doa yang biasa di bacakan oleh mempelai laki-laki setelah akad nikah pada istri nya . Najwa tanpa sadar memejamkan mata nya meresapi doa yang di bacakan Alan .Hati kedua nya terasa sejuk , dan . .
cup
Tanpa di duga Alan mencium kening Najwa membuat Najwa terkejut dan langsung menatap Alan . Saat melihat mata Najwa yang jernih , Alan tersentak . Dia langsung pergi ke kamar mandi tanpa menghiraukan tatapan Najwa .
" Astaga , kenapa aku sampai tidak sadar apa yang telah aku lakukan tadi . . . tapi setidaknya aku telah melakukan apa yang harus aku lakukan . . ! " batin Alan .
Setelah menyelesaikan mandi nya , Alan keluar dari kamar mandi , saat masuk ke walk in closed , Dia terkejut dengan perubahan yang terjadi dalam ruang pribadi nya . Ruang yang biasa nya hanya berisi barang-barang pribadi nya Kini bertambah dengan beberapa lemari dan rak yang berisi keperluan wanita , Dia bisa menebak jika itu adalah keperluan Najwa . Tapi dia tidak percaya , hanya dalam waktu singkat semua keperluan Najwa sudah di sediakan .
__ADS_1
" Ini pasti kerjaan mamah . . ! " gumam Alan .
Dia semakin terkejut saat melihat pakaian ganti nya sudah di siapkan . Entah kenapa hati nya merasa sedikit senang , tapi dia tetap membatasi perasaan nya .
Setelah memakai pakaian nya dia langsung turun ke lantai bawah . Di ruang tamu semua keluarga nya sudah berkumpul . Alan menatap Rubi yang tengah duduk manis di samping Najwa .
" Sudah siap semua nya ? " kata Alan
" Sudah , semua persiapan di rumah Alex juga sudah selesai . Ayo berangkat . . ! " kata Sundari . mereka beranjak dari tempat masing-masing menuju mobil . Najwa membantu Rubi dan Brian naik ke mobil Alan . Tapi dia sekarang bingung , apa harus naik mobil Alan , atau naik mobil nya sendiri .
Tin
Najwa tersentak saat klakson mobil Alan berbunyi dengan nyaring .
" Hey , kau mau pergi atau tidak . . ??! " kata Alan keras . Dengan ragu Najwa langsung membuka pintu depan lalu masuk .
" Lelet banget sih jadi perempuan . . ! " kata Alan dengan tajam . Najwa hanya menunduk dengan menahan perasaan sesak di dada nya .
" Om , jangan marahi mamah . . ! " kata Brian berani . Alan menoleh Brian , rasa bersalah menyusup di hati nya saat melihat wajah sendu kedua ibu dan anak itu .
" om bukan nya marah , tapi om cuma takut telat kalau mamah Brian gak juga masuk . .! " kaya Alan lembut .
" kok kak Brian manggil om ? kan tadi Oma udah bilang , panggil Daddy sama kayak Rubi . .! " protes Rubi pada Brian . Brian hanya menunduk tanpa menjawab . Najwa menoleh ke belakang . Dada nya semakin sesak saat melihat Brian yang tertunduk . Najwa tahu apa yang di rasakan Brian . Tanpa berkata apapun dia langsung turun dari mobil dan berpindah duduk di bangku belakang . Setelah menutup pintu dia langsung memeluk Brian dengan erat . Tanpa dia sadari airmata nya jatuh melintasi pipi nya yang mulus . Begitu juga dengan Brian , saat merasa dekapan hangat sang mamah , dia langsung menangis kencang hingga membuat Najwa ikut menangis .
" Sabar ya , sayang . Brian jangan sedih , ada mamah di sini . . ! " kata Najwa serak .
" huwaa , ,maafin Brian mah ,hiks , hiks , Brian belum bisa melindungi mamah . hiks , hiks . Brian terlalu kecil untuk melawan orang yang menyakiti mamah . . huhuuu. . ! "
" sstt , , sudah jangan nangis. Brian kan anak yang kuat . mamah percaya kok kalau Brian besar nanti Brian pasti bisa melindungi mamah . .iya kan . . !!? " kata Najwa menangkup wajah Brian dan mencium kening nya lalu tersenyum . Brian mengangguk lalu kembali memeluk Najwa . Rubi yang duduk di samping Brian mendelik pada Alan .
" Semua gara-gara Daddy , kalau Daddy gak bentak mamah , mamah sama kakak gak akan nangis kayak gini . . . Daddy jahat . . ! " teriak Rubi pada Alan yang hanya diam memperhatikan interaksi di belakang sambil mengemudi .
" ssst , sayang , gak boleh ngomong kayak gitu sama Daddy . mamah sama kakak nangis karena ingat sama om Alex . . Rubi minta maaf ya sama Daddy . . ! " kata Najwa lembut mengusap kepala Rubi .
" Maaf Daddy . . ! " kata Rubi menunduk .
" Maafin Daddy juga ya , Daddy juga salah . Brian maafin Daddy ya . . . Wawa . . .
" Sini peluk mamah ,sayang . . . uuh anak-anak mamah pinter semua . . muach. muach. . ! " Najwa langsung memotong ucapan Alan , Alan melirik Najwa dari kaca spion tengah . Sebuah kehangatan menyusup di hati nya kala melihat Rubi yang tampak tersenyum bahagia dalam pelukan Najwa . Senyum yang selama ini belum pernah di tampakkan oleh Rubi di depan nya .
BERSAMBUNG .
__ADS_1