
" bangun . . . bangun . . . !! ". kata Bu Rita menarik bahu Bima hingga Bima berdiri . Najwa menatap Laura dengan iba saat melihat Laura diam tertunduk .
" Bu , dengerin Bima dulu . .Bima . .
PUUUKH . . . .
Najwa tercengang saat Rita menepuk pantat Bima , seperti waktu mereka kecil dulu jika berbuat salah . Begitu juga dengan Bima , wajah nya tampak memerah menahan malu .
" dan , kamu , sini kamu . . . ! " panggil Rita melambaikan tangan nya pada Laura . Dengan sedikit takut Laura mendekati Bima dan Rita .
PUUUKH
Rita juga menepuk pantat Laura. Membuat Najwa semakin terbengong melihat nya . Yongki juga tampak bingung .
" Dasar anak-anak nakal . kenapa kalian baru menemui ibu , haa. . kamu juga , Bima , kenapa baru sekarang kamu ngenalin Laura sama ibu . . Udah tahu orang tua kayak hampir stress mikirin jodoh kamu , kamu malah diam-diam menyembunyikan seorang gadis . .Dasar anak nakal . Mau ibu selepet pake sendal jepit kesayangan ibu , haa . . ! " kata Rita mencak-mencak . Yongki tersenyum seraya menggelengkan kepala nya . Sedangkan Najwa terlihat cengo .
" Bu , , jadi ibu merestui hubungan kami . . ?? " kata Bima penuh harap .
" masih nanya lagi . . benar-benar nih anak . eh Bima , kamu itu udah gak muda lagi . Lihat , adik mu Najwa aja udah mau punya anak dua . Lah kamu sampe sekarang masih bujangan . . !! " kata Rita menggebu-gebu . sedangkan Najwa menunduk menahan malu karena ucapan Rita yang gamblang menyinggung masalah anak kedua .
" Ibu masih ingat , dulu sebelum Najwa nikah lagi , Najwa pernah bilang apa sama kamu. . ? " kata Rita
" eeh , , eeh , , Najwa minta Bima untuk mencari pasangan dan hidup bahagia . . " jawab Bima pelan .
" nah , tuh masih ingat . . Lalu apa lagi sekarang. . ? " kata Rita
" betul tuh , Najwa setuju apa kata ibu. . ! " timpal Najwa seketika berubah semangat.
" maksud ibu . . ? " kata Bima bingung .
" ck . . dasar anak bodoh . Tentu saja menikah . Kamu udah janji akan mencari pasangan , dan sekarang kamu udah bawa Laura ke hadapan ibu dan ayah . lalu kalau bukan nikah apalagi . . ??! " kata Rita mengacak rambut Bima dengan wajah sumringah .
" jadi , , jadi ibu sama ayah merestui Bima sama Laura . . ??! x kata Bima belum pasti .
" astaga , , kenapa anak mu jadi lemot sekali , ayah . . ! " kata Rita menoleh Yongki . Yongki melirik Bima dan Laura dengan tatapan aneh .
" Jadi , , , , , ,
" jadi apa yah . . ? " kata Bima tak sabar saat Yongki terdiam cukup lama .
" Jadi , , kapan kalian nikah. Ingat niat baik jangan terlalu lama di tunda. . ? " kata Yongki .
Bima tampak berbinar , dia langsung menjatuhkan lutut nya di lantai dan memeluk Yongki . Yongki menepuk-nepuk punggung Bima pelan . Sedangkan Laura terlihat menunduk , dia masih tidak percaya jika hubungan mereka bisa mendapat restu semudah ini . Lamunan Laura buyar saat sebuah rangkulan hangat di punggung nya . Laura menoleh siapa yang merangkul nya .
" kenapa , nak . . ? apa ada sesuatu yang mengganjal di hati mu . . ? " kata Rita lembut . berbeda dengan cara bicara nya yang tadi . Laura tak bisa bersuara , dia langsung memeluk Rita .
Najwa ikut terharu dengan adegan di depan nya . Rasa haru dan bahagia menjadi satu , membuat wajah Najwa terlihat sedikit memerah . Alan menggengam tangan Najwa dan tersenyum .
" makasih ayah , ibu . . ! " kata Bima . Rita mengajak Laura duduk . Sedangkan Bima di tari oleh Yongki agar duduk di sebelah nya .
" jangan berterima kasih , nak . kalian adalah anak-anak ayah dan ibu . Kebahagian kalian adalah kebahagiaan kami juga . Bima , ayah harap kalian jangan terlalu lama menunda waktu jika kalian sudah mantap dengan niat kalian . . ! " nasehat Yongki .
" Iya , Bima . Ibu harap juga begitu. Supaya ibu dan ayah merasa semakin tenang jika kamu sudah memiliki teman hidup . . ! " sambung Rita .
" Bima akan mencari waktu yang tepat . Bima akan usahakan dalam waktu dekat ini. . ! " kata Bima .
" ayah , ibu . .kalau Najwa boleh saran , gimana kalau setelah ayah dan ibu pindah ke kota , kita langsung menyusun semua persiapan untuk pernikahan Abang sama Laura . . ? " kata Najwa .
" nanti kita pikirkan lagi ya . oh iya , Brian sama Ruby kemana kok gak ikut . . ? " kata Yongki .
__ADS_1
" Brian sama Ruby di ajak liburan ke Paris sama mamah sama papah . . ! " kata Alan .
" ooh , pantesan gak kelihatan . . ! " kata Rita .
" gimana usaha rumah makan kamu , wa .? "
" alhamdulilah , semua nya lancar , ayah. . ! "
" Syukurlah . . oh iya , Wawa . kebetulan kamu pulang , tadi pagi uwak Rima nelpon , kalau mereka sudah dalam perjalanan menuju kesini. .! " kata Yongki. wajah Najwa seketika berubah masam .
" ngapain uwak Rima kembali kesini . . ? " kata Najwa tak suka .
" ayah sama ibu belum tahu . Tapi kata nya mereka mau menginap disini sementara waktu . . ! " kata Yongki .
Najwa terlihat semakin kesal . Bayangan beberapa tahun silam kembali terbayang , saat uwak Rima , Kakak tiri Mustapa dan Yongki , mendorong ibu Najwa sampai kepala nya terluka akibat membentur sudut meja di teras rumah . Umpatan dan sumpah serapah uwak Rima pada ibu Najwa , masih terngiang di telinga Najwa . Seingat Najwa saat itu yang masih sekolah SMP , Pagi itu uwak Rima datang bersama anak nya yang bernama Vera yang seumuran dengan Najwa.
Flashback
" Mustapa , bagi uang , Donk . Vera mau berangkat sekolah gak ada ongkos . . ! " kata uwak Rima santai . Sedangkan Vera menatap Najwa dengan tatapan angkuh .
" ya udah berangkat bareng Najwa aja. . ! " kata Mustapa , ayah kandung Najwa .
" males lah paman , naik motor butut kayak gini . Bikin malu aja . .! " kata Vera angkuh .
" Ya udah , kalau gak mau . Jalan kaki aja . . ! " timpal Najwa pelan .
" Hee , sopan dikit kalau bicara sama Vera . Vera itu lebih tua dari kamu . . ! " kata uwak Rima sengit .
" Cuma selisih beberapa bulan juga . . ! " lirih Najwa .
" Rima , jangan bentak anak ku . . ! " kata Ani tidak terima Najwa di bentak . Walau Rima lebih tua dari Mustapa , tapi Mustapa dan Ani tidak memanggil dia kakak . Karena dia hanya anak tiri dari ayah Mustapa , kakek kandung Najwa .
" kamu gak udah sok nasehat saya ya , Rima . urus saja anak kesayangan mu itu . .untuk masalah uang , maaf kami belum bisa bantu . . ! " tukas Ani tegas .
" Aku minta sama Mustapa , bukan sama kamu . .cepat mana uang nya , Mus . .! " kata Risma tak sabar .
" Tahu nih paman , aku bisa telat ke sekolah nya . . ! " Vera ikut nimbrung
" Ani yang pegang semua uang , dan dia yang punya kendali penuh dalam keuangan rumah kami . jadi minta lah sama Ani. . ! " kata Mustapa bangkit dari kursi dan masuk ke rumah .
" eh , Ani . cepat mana uang nya. . ! " kata uwak Rima tak malu .
" Maaf , keuangan kami lagi sulit . Kami habis beli sawah nya pak bakti , ,! " kata Ani tenang .
" uang kalian kan banyak , masa 50 ribu aja gak punya . Jangan pelit kamu . ingat ya , yang cari uang itu adik saya . Jadi saya juga berhak atas uang nya . . ! " kata uwak Rima semakin tak sadar diri .
" Apa , hak ? sejak kapan saudara tiri punya hak atas keringat saudara tiri lain nya . ? Yongki yang adik kandung mas Mustapa aja gak pernah minta uang buat belanja anak nya , , kamu cuma saudara tiri ngaku-ngaku punya hak . . ! " sengit Ani . Ani sudah lama menahan kekesalan nya pada kakak ipar tiri nya itu. Jika ada kekurangan dia pasti akan meminta pada Mustapa . jika meminta secara wajar , mungkin Ani tidak akan keberatan . Tapi uwak Rima selalu meminta dengan cara yang kasar dan memaksa . Padahal suami nya , uwak Didi , selalu menegur nya jika dia bersikap kurang baik pada Mustapa sekeluarga .
" ya wajar Donk aku minta uang pada Mustapa . Dia adik tiri ku , tapi bapak memberikan sawah dan tanah kavling yang cukup luas ini sebagai warisan pada Mustapa . Yongki juga dapat tanah di tempat lain yang cukup luas. Tapi bapak hanya memberikan aku tanah sekavling . Itu gak adil buat aku . Jadi anggap saja mereka menghidupi kami sekeluarga sebagai berbagi warisan . . ! " kata Rima sengit .
" hahahaha , , , Rima , Rima . . Otak mu kau tinggalkan dimana sih , Rima . . kau hanya anak tiri bapak , ya wajar Donk kalau bapak mewariskan semua harta nya pada anak kandung nya . Semestinya kamu itu bersyukur , walau anak tiri kamu masih dapat warisan walau hanya tanah sekavling . . . ! " kata Ani merasa lucu .
" Tetap saja , di dalam keluarga bapak , aku anak tertua dan aku anak perempuan satu-satunya . Jadi seharus nya aku yang lebih berhak mendapatkan warisan yang lebih banyak dari Mustapa dan Yongki . . ! " kata Rima tak mau kalah .
" Walau pun begitu , tapi tetap saja kamu tidak ada nasab dalam keluarga bapak . Lagian bapak juga udah gak ada , jadi jangan usik ketenangan bapak dengan mengungkit peninggalan nya . . sudahlah , aku tidak bisa membantu , sayang , ,berangkat gih udah siang , nanti kamu telat . . ! " kata Ani pada Najwa remaja . Mustapa keluar dari pintu belakang , dia terlihat sudah siap berangkat ke sawah .
" Ooh , , jadi kamu menganggap aku mengganggu ketenangan bapak di dalam kubur nya , begitu . Baik , aku akan lakukan sesuai keinginan kamu . Aku akan bongkar kuburan bapak dan akan ku bawa tulang belulang ke hadapan mu , Di depan tulang belulang nya aku akan menuntut atas ketidak Adilan nya pada ku . . ! " kata Rima terlihat penuh amarah .
" Dasar gila . . kalau kau menginginkan harta warisan yang banyak . cari lah bapak kandung mu dan tuntut harta nya sebagai warisan mu . . sedikit saja kau mengganggu makam bapak , maka aku tidak akan tinggal diam . . ! " kata Ani menunjuk wajah Rima dengan marah . Tanpa di duga Rima dengan keras mendorong tubuh Ani hingga mundur kebelakang , karena tidak siap kaki Ani tersandung batu hingga . . .
__ADS_1
brrukh
BRAAKH
" Ibu . . .
" Ani . . . .
" astaghfirullah . . .
Najwa yang sudah duduk di motor , langsung turun dan berlari menghampiri Ani di ikuti Mustapa . Ani tampak meringis menahan sakit seraya memegang belakang kepala nya .
" Ayah , , ibu terluka , tangan ibu berdarah . . ! " jerit Najwa saat melihat tangan Ani berlumuran darah .
" Bu Ani , ,ya Allah Bu . pak Mustapa ayo bawa Bu Ani ke klinik . . ! " kata Bu Cici , Bu RT yang kebetulan lewat . Dengan sigap Mustapa langsung menggendong Ani ala bridal .
" paman tunggu , mana uang nya , aku udah telat ini . . !! " teriak Vera saat melihat Mustapa berjalan cepat keluar halaman . Bu Cici yang tadi nya hendak ikut ke klinik , menghentikan langkah nya dan menatap Vera dan uwak Risma lekat.
plaakk . .
Sebuah tamparan mendarat di pipi kiri Vera .
" KELUAR . . .KELUAR DARI SINI ATAU KALIAN AKU LAPORKAN KE POLISI . . ! " teriak Najwa dengan wajah garang .
" Dasar anak kurang ajar . Berani-beraninya kamu menampar Vera . . sini kamu , aku pukul juga kamu . . ! " teriak uwak Rima mengangkat tangan nya dan berusaha meraih rambut panjang Najwa .Tapi dengan cepat Najwa menangkap tangan uwak Rima dan menghempaskan nya dengan kuat . Karena mendengar suara teriakan , beberapa tetangga datang melihat apa yang terjadi di pekarangan rumah Mustapa .
" Kalian yang kurang ajar . Datang-datang minta uang secara paksa . Jika ibu ku tidak bisa memberi kalian uang , itu wajar . Kalian selalu meminta uang pada ayah dan ibu dengan paksa . seolah-olah ayah mempunyai hutang pada kalian . memang kalian siapa haaa . Kalau mau uang kerja sana . Jangan cuma bisa nya minta-minta doank . . !! " teriak Najwa dengan penuh emosi .
" Wajar . . .
" Tidak ada yang wajar jika meminta pada orang lain secara paksa . Apalagi kalian tidak punya hubungan darah pada kakek . Pergi kalian dari sini . . Atau aku akan langsung melaporkan kalian pada pak RT karena telah melukai ibu ku . . .PERGIII . . . !!! " jerit Najwa melengking . Uwak Rima dan Vera pergi dengan mendengus kesal . Dengan langkah lebar Najwa masuk ke rumah . Dia mengunci semua pintu lalu naik ke motor nya .
" Najwa , tunggu .kamu mau ke klinik kan . . ? " kata Bu Cici .
" Iya Bu . ibu mau pulang ? ayo naik bareng Najwa . . ! " tawar Najwa .
" Saya mau ikut ke klinik . . ! " kata Bu Cici .
Setelah Bu Cici naik , motor Najwa melaju dengan kecepatan sedang . hanya beberapa menit mereka tiba di klinik . Mereka langsung mencari Bu Ani . Ternyata luka Bu Ani harus di jahit sebanyak dua jahitan , Najwa terlihat sedih melihat wajah ibu nya pucat .
" Najwa , kok kamu masih di sini , udah jam berapa sekarang . . ! " kata Mustapa melihat Najwa .
" walau Najwa berangkat sekarang juga bakal telat , yah . Najwa mau disini aja mau nemenin ibu . . ! " kata Najwa menatap ibu nya sendu .
" Ibu gak apa-apa , sayang . walau kamu telat tapi kan masih bisa ikut pelajaran . . ! " bujuk Ani .
" Percuma juga walau Najwa ikut belajar di kelas Bu , kalau Najwa selalu kepikiran sama ibu . Mending Najwa bolos aja hari ini daripada pikiran Najwa bercabang-cabang . . ! " kata Najwa .
" Ya sudah , mana handphone kamu , biar ayah telpon wali kelas kamu . . ! " kata Mustapa mengusap rambut Najwa . Najwa mengambil ponsel nya dan memberikan nya pada ayah nya . Mustapa sedikit menjauh untuk menelpon wali kelas Najwa .
S
k
i
p
Setelah kejadian itu , uwak Rima tak pernah lagi datang ke rumah Najwa . Dan beberapa Minggu setelah kejadian itu terdengar kabar kalau mereka pindah ke daerah lain .
__ADS_1
End