JANGAN REMEHKAN WANITA GENDUT

JANGAN REMEHKAN WANITA GENDUT
BAB 33 SEDIKIT GANGGUAN.


__ADS_3

Dirumah sakit , Abel menangis dan meronta saat dokter berusaha mengeluarkan benda yang ada di hidung nya. Andi memeluk Abel yang meronta sambil mengusap punggung nya. Sedangkan Cindy terisak melihat anak nya kesakitan. Setelah berusaha cukup lama , akhir nya manik itu bisa di keluarkan dengan meninggalkan luka kecil di pinggiran hidung Abel. Abel tersedu-sedu di pelukan papah nya . Setelah mengurus administrasi mereka lalu pulang.


Sesampainya di rumah Cindy menidurkan Abel di box nya.


" Lain kali awasi dengan teliti saat Abel bermain . Aku tidak mau hal ini terulang lagi. . ?! " kata Andi mengelus rambut Abel .


Mereka lalu keluar dari kamar Abel . Andi menuju kamar nya untuk membersihkan tubuh nya yang lengket ,sedangkan Cindy menuju dapur. Dia menata hidangan makan malam. Tak berselang lama Andi masuk ke ruang makan dan mereka memulai makan malam nya.


Setelah makan malam, Andi duduk di ruang tamu sambil nonton tv . Cindy mendekati Andi . setelah meletakkan cangkir berisi kopi , dia duduk dan menempel manja pada Andi.


" Sayang , jadi kan aku beli baju sama sepatu ?? " kata Cindy manja.


" Cindy , baju-baju kamu di lemari itu masih bagus semua, bahkan merk nya aja belum terlepas. sepatu kamu juga , perasaan udah hampir tu 2 lemari kaca . Jadi untuk apa beli lagi ?!! "


" Tapi Andi , aku mau beli baju sama sepatu keluaran terbaru . Lagian kan 2 Minggu lagi kita akan menghadiri pesta keluarga Sanjaya . Masa aku pakai baju model lama . Kamu mau penampilan istri kamu ketinggalan zaman ??? Aku mau belanja baju itu biar penampilan aku cantik , fresh , biar gak malu-maluin kamu. . .??!! " rayu Cindy. Andi menghela nafas .


" ya sudah , besok aku transfer . . !! " kata Andi menyesap kopi nya.


" Yeee , makasih sayang . . . ?! " kata Cindy memeluk Andi .


_____________


Pagi ini Najwa dan Brian sarapan di warung bubur ayam langganan nya . Mereka menyantap bubur itu dengan lahap . Brian mengambil lagi sate telur puyuh kesukaan nya . Di seberang meja panjang di depan Najwa , seorang pria berumur sekitar 40 tahun tengah memperhatikan nya tanpa Najwa sadari .


Dua orang wanita muda masuk ke warung bubur ayam dan memesan . Dia duduk di bangku panjang yang sama dengan pria di depan Najwa .


" Eh mbak Wawa sama Brian juga sarapan disini . .uuh makin montok aja nih dedek Brian . . ?! " kata Bu Susan mencubit pipi Brian yang cubby.


" Iya Bu Susan . itu teman nya siapa ?? " kata Najwa


" ini adik ipar saya , nama nya Shiren , . . ?! " kata Bu Susan . mereka saling melempar senyum sebagai tanda perkenalan.


" Mah , minum . . ?! " kata Brian . Najwa mengambil gelas lalu mengisi nya dan memberikan nya pada Brian.


" Mbak , saya perhatiin setiap kali kalian makan disini pasti cuma berdua . Emang suami nya kemana ?? " kata pria yang duduk di seberang Najwa .


" Kenapa ?? Mau kenalan sama suami saya ?? " kata Najwa kurang senang dengan pertanyaan pria itu .


" Ya kali aja mbak janda . Siapa tahu saya bisa kenalan terus main ke tempat mbak . . ?! " kata pria itu cengengesan .


" Eh bang Jamal , ingat umur , noh istri di rumah lagi Bun**ng . Gak bisa lihat yang beningan aja langsung di incar . . . ?! " kata Bu susan


" Tahu nih , mentang-mentang juragan tanah , ngincar cewek mulu . . ??!! " kata Shiren . Namun belum sempat Jamal menjawab , seorang wanita hamil masuk ke warung buryam.


" Bang Jamal, sarapan buryam gak ngajak-ngajak. ?! " kata nya langsung duduk di sebelah Jamal. Pesanan dua wanita tadi datang . istri Jamal pun ikut memesan buryam.


" Tika, kamu kan lagi hamil kenapa mesti datang ke sini ?? kan bisa telpon Abang biar Abang beliin . . ?! " kata Jamal dengan wajah tidak suka. Dia memperhatikan wajah Najwa yang memerah . Dia kira Najwa tidak suka dengan kedatangan istri nya. Tapi Jamal salah paham . Najwa justru ingin marah pada Jamal yang berani menggoda wanita lain disaat istri nya lagi hamil. setelah menghabiskan sarapan nya Najwa dan Brian beranjak peri setelah membayar nya. Jamal memperhatikan Najwa yang semakin jauh.


" Abang lihatin perempuan itu ya ?? ayo ngaku . . ?! " kata Tika keras.


" apa-apaan sih , , udah gue mau pergi . elo pulang sendirian aja . Gue mau ketemu klien yang mau beli tanah . . ?! " kata Jamal pergi. Tika menatap suaminya yang semakin menjauh.


" Berani-beraninya perempuan itu godain bang Jamal . awas ya , gue bakal bikin perhitungan sama dia . . ?! " kata Tika kesal


" Eh Tika , seb Lum ngambil keputusan elo harus tahu fakta sebenarnya. Wanita yang tadi gak pernah godain Jamal. yang ada Jamal yang keganjenan . Gak tahu lihat yang bening aja langsung di Pepet . . ?! " omel Bu Susan.


" Gak mungkin bang Jamal godain dia duluan . Pasti perempuan itu yang main mata duluan . Bang Jamal kan kaya , dia pasti godain bang Jamal karena mau duit nya. . ?!! " kata Tika tak mau kalah.


" eh Tika , elo pikir semua perempuan sama kayak elo yang rela ngejebak laki-laki demi hidup enak . Asal elo tahu ya , walau Wawa seorang janda , dia gak pernah berulah selama dia tinggal disini. . ?! " kata Bu Susan sengit .


" Ya selama disini . tapi kalian tahu gak kelakuan dia di luar ?? gak kan ?? " kata Tika


" Emang elo tahu , haa ?? " kata Bu Susan makin sengit. Dia yang mengenal Najwa baik tidak terima jika Najwa di hina.


" Kalian gak tahu kan kalau sering ada cowok pake mobil yang main ke rumah nya . Apalagi anak nya akrab banget sama cowok itu. Kalian tahu anak nya manggil apa ?? dia manggil cowok itu dengan sebutan uncle . hee , belum nikah aja udah panggil uncle uncle. . ?!!!! " kata Tika d Ngan wajah puas.


Bu Susan dan Shiren saling pandang dengan wajah yang heran. Membuat Tika merasa menang.


" Hee , kenapa ?? kalian kaget dengan kelakuan perempuan itu ?? " kata Tika dengan wajah angkuh.


Bukan nya menjawab, Shiren malah tertawa terpingkal-pingkal Sampai mata nya berair. Sedangkan Bu Susan tampak menggelengkan kepala nya .


" Eh Tika , elo tahu artinya uncle itu apa ?? " kata Shiren sambil mengelap sisa airmata nya.


" Panggilan gaul untuk ayah kan ??! udah lah . Gue juga tahu . . ?! " kata Tika


" Tika , Tika . . nih gue bilangin ya . kita semua juga tahu kalau tu cowok sering main ke rumah Wawa . dan uncle itu arti nya paman bukan ayah . hhh . Jadi cowok yang elo maksud itu adalah Abang nya Wawa . Paham ???? " kata Bu Susan .


" Ah udah lah mbak . Dia mah gak bakal ngerti . . Yuk pulang . .?! " ajak Shireen . Setelah membayar makanan nya mereka lalu pulang meninggalkan Tika yang wajah nya memerah menahan malu.


* * * * *

__ADS_1


Burung-burung berkicau menyambut pagi , sang mentari pun tak mau ketinggalan , perlahan sinar nya memancar menghangatkan suasana pagi yang indah.


pagi ini setelah menyapu halaman , seperti biasa Najwa dan Brian sarapan buryam di warung mang Madun.


" Halo Brian , , ?! " kata mang Madun . Brian tersenyum manis.


" mang seperti biasa ya . . ?! " kata Najwa . mang Madun mengangguk. Tak berapa lama pesanan mereka datang. Brian mulai memakan sarapan nya . Namun sedang asyik sarapan , Jamal datang dan langsung duduk di sebelah Najwa menyisakan jarak beberapa centimeter. Najwa terkejut dan langsung menggeser duduk nya cukup jauh .


" neng , kok jauh amat duduk nya . . ?! " kata Jamal tanpa merasa bersalah. Najwa hanya diam dan memakan bubur nya dengan cepat.


" Brian , makan nya yang cepat ya , mamah ingat kalau kompor belum dimatiin tadi . .?!! " kata Najwa beralasan. Sungguh dia merasa risih dengan sikap Jamal . Setelah Brian selesai Najwa buru-buru membayar makanan nya dan menggendong Najwa lalu pergi. Namun baru saja keluar dari warung buryam Najwa hampir terjatuh karena tangan nya di cekal kuat oleh Jamal.


" Tolong jaga sikap anda dan Tolong lepaskan tangan saya . . . ?! " kata Najwa dengan tatapan tajam .


" Gak usah terlalu sombong neng . Abang tahu kamu mulai tertarik dengan Abang kan ? bukti nya kemarin kamu kelihatan kesal waktu Tika duduk di dekat aku. udah gak usah malu-malu . ?! " kata Jamal . Najwa menatap Jamal jijik.


" Lepaskan tangan saya . . . ?! " kata Najwa menarik paksa tangan nya.


" Jamal , lepaskan tangan mbak Wawa . kamu gak malu apa udah punya istri masih aja ganggu perempuan lain. . ?!!! " kata mang Madun geram.


" Gak usah ikut campur ya . Atau saya hancurkan warung kecil mu ini . . ?! " kata Jamal


" mau tak mau saya harus ikut campur karena kamu telah membuat gaduh di warung saya . Sekarang lepaskan tangan Najwa atau saya akan panggil pak RT . . ?! " kata mang Madun.


" Silakan panggil pak RT . Jadi saya bisa meminta langsung pada pak RT untuk menikahkan kami . . ?! " kata Jamal semakin ngelantur.


" Dasar gila . . tolooong tolooooong . . . ?!!!!! " teriak Najwa kencang


BUUKH


Sebuah pukulan mendarat di wajah Jamal hingga tanpa sengaja Najwa tertarik ke depan oleh pegangan Jamal yang tersentak. Namun seseorang menarik Najwa hingga Najwa dan Brian tidak terjatuh ke tanah , tapi jatuh ke dalam pelukan orang yang menariknya (😁). Najwa menoleh orang di belakang nya .


" David . . . !! "


" kalian gak apa-apa ?? Siapa dia ?? " kata David dengan menatap tajam Jamal yang sudah kembali mendekati Najwa .


" kami gak apa-apa . Aku gak tahu . Tiba-tiba dia menarik tangan ku . . ?! " kata Najwa . David bisa merasakan tubuh Najwa gemetar . Dia menatap Jamal yang juga menatap nya tajam.


" Bang Jamal . . . . ada apa ini ?? kata Tika yang baru datang.


" mbak tolong nasehati suami nya. Jangan ganggu perempuan lain kalau sudah punya istri . . ?! " kata David menatap Tika yang tengah menatap nya dengan tatapan memuja.


" Terserah elo mau mendekati perempuan mana pun . Tapi gue peringatin elo , jangan ganggu Wawa lagi . Atau gue bikin hidup elo gak tenang . . . !!!! " kata David dengan aura intimidasi nya.


" Eh yang ganjen itu perempuan itu bukan bang Jamal. Bang Jamal gak akan godain dia kalau dia gak mancingin bang Jamal lebih dulu. . . ?! " kata Tika


" Eh Tika , gue bilangin ya . Yang duluan bikin ulah itu Jamal. mbak Wawa sekalipun gak pernah godain Jamal . Suami elo aja yang gak tau diri. Udah punya istri masih aja godain perempuan lain. Salahin suami elo suka perempuan bening tapi istri gak di modalin. . ?! " kata mang Madun geram dengan pasutri itu.


" Gue peringatin sekali lagi. Kalau elo masih gangguin Wawa , elo tanggung akibat nya . . ?! " kata David . Dia membalik badan nya menghadap Najwa lalu mengambil Brian dari gendongan nya lalu membawa mereka pergi. Jamal menatap kepergian mereka dengan tatapan geram.


Sesampai nya di rumah Najwa , David menurunkan Brian dari gendongan nya dan masuk ke dapur . Tak lama dia kembali dengan membawa segelas air putih Dan menyerahkan nya pada Najwa .


" Makasih David , . ?!! kata Najwa dengan tangan masih bergetar . David duduk di sebelah Najwa dan meraih tangan Najwa dan memijit nya . Najwa terkesiap.


" Apa dia udah sering gangguin kamu ?? " kata David .


memijit punggung dan telapak tangan Najwa dengan lembut.


" kemarin-kemarin dia gangguin aku cuma sekedar omongan aja . Tapi aku gak peduliin. Dan Baru kali ini dia berani terang-terangan menganggu aku . . ?! " kata Najwa sudah sedikit tenang.


David menatap wajah Najwa yang masih sedikit pucat akibat kejadian tadi .


" Lain kali kalau dia masih mencoba gangguin kamu . Kamu pukul aja dia . Gak usah takut . soal hukum urusan belakangan. . ?!! " kata David .


" Semoga aja dia gak ganggu aku lagi . Oh iya Dav , apa ada sesuatu yang membuat kamu datang ke sini ?? " kata Najwa .


" Oh iya , aku datang kesini karena mau ngasih tahu kamu . Ada mau nawarin sesuatu sama kamu. . ?! " kata David mengeluarkan sebuah selembaran yang berisi foto-foto Najwa .


" Maksud kamu ?? " kata Najwa kurang mengerti.


" Jadi gini . Kemarin di agency yang di naungi oleh perusahaan Angga ada pendaftaran model , Jadi aku iseng masukin foto kamu . Dan ternyata mereka tertarik . Jadi aku datang kesini membawa formulir pendaftaran . Kalau kamu setuju kamu langsung isi biar aku yang masukin formulir nya. . ?! " kata David bersemangat .


" Apa ?? pendaftaran model ?? kamu gak salah Dav ? " kata Najwa


" Kenapa ?? apa ada yang salah ?? " kata David .


" Dav , coba kamu lihat aku . Seorang model seharusnya memiliki tubuh yang ramping dan ideal , berpendidikan tinggi dan berpenampilan menarik . Sedangkan aku ?? heheh kamu bisa lihat sendiri . . ?! " kata Najwa minder.


" Wawa , seorang model memiliki kriteria dan keunikan mereka tersendiri . tidak semua model harus sama . semua orang bisa menjadi model. Contoh nya kamu . Kamu merasa kalau penampilan dan fisik kamu tidak akan bisa jadi model . Tapi mereka yang sudah berpengalaman bisa melihat potensi dan keunikan dari seseorang yang akan bisa menjadi model . Mereka belum bertemu dan melihat kamu secara langsung . Mereka langsung bisa tertarik dengan mu hanya dari beberapa foto kamu . Itu menandakan kalau kamu berbakat . Wawa tidak ada salah nya jika mencoba. Kita tidak tahu takdir seseorang dalam waktu yang akan datang. Namun kita bisa mengubah nasib kita bukan ???? " kata David lembut. Najwa menatap mata David yang meyakinkan nya . Dia menghela nafas lalu menatap formulir di tangan nya .


" Baiklah . aku akan coba . . ?! " kata Najwa . Dia langsung mengisi formulir itu. David tersenyum senang. Setelah selesai dia menyerahkan kembali formulir itu pada David .

__ADS_1


" ok . sekarang tinggal mengambil beberapa foto kamu . . ?! " kata David memeriksa kamera nya .


" Ngambil foto ?? kan itu sudah ada . . ?! " kata Najwa .


" Wawa , aku ingin ambil foto kamu dengan pakaian santai seperti ini . Kamu gak keberatan kan ?? " kata David . Akhirnya Najwa mengalah . David lalu menindai ruangan itu , dia lalu mengatur sofa berwarna merah itu agar lebih mepet ke dinding yang berwarna putih. Dia melihat ke sekeliling nya lalu dia mendekati kipas angin menggesernya lebih dekat ke sofa lalu meminta Najwa u tuk mulai berpose di atas sofa . David menyalakan kipas angin dengan kekuatan penuh .


" Rambut kamu tolong di gerai aja ya . . ?! " kata David . Najwa melepas kunciran nya lalu sedikit mengacak rambut nya agar terlihat mengembang.


" ok. .mulai . . ?! " kata David mulai membidikkan kamera nya .


" Tapi , David . kalau aku salah ambil pose kamu jangan bentak-bentak ya ???! " kata Najwa takut-takut. David tertawa pelan lalu mendekati Najwa .


" Maaf ya aku kemarin bentak-bentak kamu . Ok . kamu bisa berpose seperti kemarin ya . . . . Ok . . . mulai . . ?! " kata David kembali ke posisi nya .


Najwa memperhatikan pakaian yang dia pakai . Lalu dia mulai mengambil pose santai , setelah beberapa saat dia mengambil pose lain dan tersenyum dengan nakal membuat dia terlihat imut. David mengambil foto Najwa dengan tersenyum . Entah kenapa dia merasakan perasaan nyaman saat dia sedang menatap Najwa . Setelah hampir 30 menit , David menyudahi kegiatan mereka . Dia tersenyum puas melihat foto-foto Najwa .


" ok . nanti aku kabari lagi . . Kalau begitu aku pamit dulu ya . . Brian , uncle pamit dulu ya . . ?! " kata David mengacak rambut Brian.


" Sekali lagi makasih ya Dav , udah ngerepotin kamu . . ?! " kata Najwa tak enak hati .


" It's ok . ingat jika laki-laki itu menganggu kamu lagi. Kamu pukul aja dia . . ?! " kata David .Najwa tersenyum dan mengangguk. Setelah melihat mobil David pergi . Najwa mengunci lagi pintu pagar lalu masuk ke rumah nya .


_____________


Waktu berjalan dengan cepat . Hari ini Bima menjemput Najwa dan Brian. Bima memarkirkan mobil nya di tepi jalan di depan rumah Najwa . Dia tidak melihat Najwa dan Brian di halaman , jadi dia memutuskan langsung masuk.


" Najwa , Brian . . . ?! " panggil Bima sambil menggeser pintu pagar . Namun tidak ada sahutan . Dia berjalan menuju pintu utama. Namun sayup-sayup dia mendengar suara musik yang berasal dari halaman belakang. Bima memutar langkah nya kesamping rumah menuju halaman belakang. Semakin mendekat semakin jelas suara musik yang berdentum cukup keras itu. Bima melihat pemandangan yang cukup menghibur . Di halaman belakang , tampak Najwa sedang melakukan gerakan senam dengan lincah . Bima tertawa geli melihat Brian yang ikut meniru gerakan Najwa dengan lucu nya. Diam-diam dia mengambil ponsel nya dan merekam kegiatan ibu dan anak itu. Dia bertepuk tangan setelah musik berhenti . Najwa dan Brian menoleh ke arah suara tepukan .


" Abang . .


" uncle


Bima menghampiri adik dan keponakan nya itu . kening Brian berkemilauan saat sinar matahari menerpa wajah nya yang berkeringat .


" pinter banget Brian senam. Boleh Donk ajarin Uncle . . ?! " goda Bima.


" Boleh . . kapan uncle mau belajar . . ?! " kata Brian semangat .


" bagaimana kalau besok ?? kan Brian bakal nginap di rumah eyang ??! " kata Bima mengelap keringat Brian dengan handuk yang sudah di sediakan oleh Najwa . Brian mengangguk.


" Abang udah lama nyampe ?? " kata Najwa .


" Baru aja nyampe . . ?! " kata Bima .


" Ya udah kalau gitu Abang masuk dulu , aku sama Brian mau siap-siap. . ?! "


Mereka langsung masuk lewat pintu belakang . Bima duduk di ruang tamu setelah membuka pintu depan . Sambil menunggu Najwa dan Brian , dia melihat buku-buku yang tersusun di kolong meja . Mata nya tertuju pada sebuah katalog pakaian. dia mengambil katalog itu dan mulai membuka nya . Dia memperhatikan wajah yang tampak familiar . Bima tersenyum setelah mengetahui orang yang ada di katalog itu. Dia kembali membolak balik seraya mengangguk-angguk . Dia menoleh saat terdengar suara langkah turun dari tangga. tampak Najwa dan Brian sudah rapi dan juga membawa tas pakaian.


" Diam-diam ternyata kalian menjadi model ya . . ?! " goda Bima. Najwa melirik katalog yang di pegang Bima.


" Itu gak sengaja kok bang. Awal nya cuma Brian yang jadi akan jadi model di butik Selin . Aku cuma gantiin model yang cedera. Kebetulan dia menampilkan kategori untuk pakaian Ukuran XL. . . ?! " kata Najwa .


" Emang kamu pernah ikut lomba model ?? " kata Bima .


" Gak . itu pertama kali nya aku tampil . . !!? " kata Najwa jujur.


" Oh ya ?? tapi dilihat dari foto kamu , sepertinya kamu sudah senior ?? " kata Bima . Najwa hanya menggeleng.


" ok. semua siap . . !! "" kata Najwa .


Bima lalu membawa tas Najwa . mereka berjalan beriringan. Sesampainya di luar . Najwa izin ke rumah Bu RT untuk berpamitan . Setelah berpamitan mereka langsung berangkat menuju mansion. .


B


E


R


S


A


M


B


U


N


G

__ADS_1


__ADS_2