
Najwa tersenyum sumringah menatap Brian yang terlihat menggemaskan dengan seragam TK warna Oren nya . Brian pun tak kalah senang nya . Dia terus tersenyum dan selalu merapikan seragam nya.
" mamah . .Brian ganteng kan . . ! "
" iya Donk . . jagoan mamah gitu loh . .yuk kita sarapan dulu . . ! " Najwa menggandeng tangan Brian ke meja makan . melihat Najwa masuk ke ruang makan , Sarah lalu memanggil trio bunglon . Setelah semua berkumpul mereka memulai sarapan nya .
S
k
I
p
" Hay perkenalkan , nama ku Brian Avricho . salam kenal semua . . .begitu kan mah ?? " kata Brian berlatih untuk perkenalan di kelas nanti . Saat ini mereka sedang dalam perjalanan menuju sekolah Taman kanak-kanak dimana Brian akan mulai sekolah .
" Pinter anak mamah . . nanti kalau di kelas Brian gak boleh nakal ya , sayang . dengerin apa kata guru nanti .! " kata Najwa sambil masih fokus menyetir .
" Iya mah . . ! "
Mobil Najwa berhenti di depan sebuah bangunan sekolah yang di cat warna warni , di halaman nya tersedia berbagai permainan anak-anak sebagai ciri khas Taman Kanak-kanak . Wajah Brian tampak berbinar saat melihat sekolahan nya .
" ayo . . ! " Najwa menggandeng tangan Brian setelah memakai masker ,mereka memasuki halaman yang sudah lumayan ramai oleh anak-anak dan ibu-ibu yang mengantar anak nya sekolah . Brian tampak antusias .
" Mah , Brian boleh main kan ?? "
" Boleh sayang . tapi harus hati-hati ya , gak boleh berantem sama teman-teman nya . . ! " nasehat Brian .
" Iya mah . . ! "
Brian langsung berlari bergabung dengan teman-teman baru nya . Najwa tersenyum melihat Brian berjabat tangan dengan beberapa anak lain nya . Mereka bermain dengan akur , bermain ayunan , bermain perosotan , saat mereka bermain lempar bola , Brian tak bisa menangkap bola hingga bola itu mengenai seorang anak di belakang Brian .
" Maaf . . ! " kata Brian .
" Gak apa-apa . . aku Daniel . kamu siapa ?? "
" Aku Brian . . ! " Mereka berjabat tangan sambil tersenyum . Tapi seorang wanita muda tiba-tiba menghampiri mereka dan melepas jabatan tangan mereka dengan kasar .
" Gak usah pegang-pegang tangan anak saya . . nanti ketularan virus . . ! " bentak wanita itu . Brian sedikit tersentak karena bentakan itu , dengan cepat Najwa menghampiri Brian .
" Sayang . . ! " kata Najwa merangkul Brian .
" eh mbak , anak nya gak usah di suruh-suruh dekatin anak saya ya . . Saya tahu Kalian dari keluarga gak mampu , jadi jangan jadiin anak kamu sebagai alat untuk modusin kami demi mencari keuntungan dari keluarga pengusaha kami . ngerti kamu . . !! " kata wanita itu dengan angkuh .
" Maaf ya orang kaya . Walau pun kami dari keluarga kurang mampu , sedikit pun kami gak pernah mencari keuntungan dari orang lain . Wajar jika mereka berkenalan karena mereka baru bertemu, dan mereka akan lebih sering bertemu dan bermain bersama . . !! " kaya Najwa tak terima .
" Halah . . modus ya modus . . gak usah ngelak . . eh dengar ya . .bilangin anak kamu , hak usah dekat-dekat anak saya . . saya gak suka . . !! "
" Mah , kenapa sih Daniel gak boleh bermain dengan mereka ?? Daniel kan juga pengen punya banyak teman . . ! "
" Daniel , mami kan sudah sering bilang , jangan sembarangan milih teman . . mami gak mau nanti kamu di manfaatin sama mereka . . ! "
" astaghfirullah . . Bu mereka cuma anak-anak , mana ngerti mereka dengan memanfaatkan orang lain . .! " kata Najwa heran dengan wanita itu .
" Iya anak-anak nya yang gak ngerti , tapi orang tua nya yang berperan penting dalam perilaku anak nya . . ! " kata wanita itu semakin kencang .
" Iya , ibu benar . . anak adalah cerminan perilaku dan ajaran dari orang tua nya . . contoh nya Daniel . Wajah Daniel terlihat lelah dan tertekan . Entah seberat apa beban yang dia pikul . . ayo Brian , bentar lagi bel masuk . . ! " kata Najwa menarik Brian menjauh . wanita tadi yang masih termenung mencerna ucapan Brian . Sedangkan ibu-ibu yang lain nya memperhatikan " salam perkenalan " Najwa dan wanita tadi .
" Hey , , apa maksud kamu . . ?? " teriak wanita tadi setelah tersadar . Najwa membalik badan nya .
" Anda adalah orang tua Daniel , jadi anda lebih tahu apa yang saya maksud . . ! " Najwa kembali melanjutkan langkah nya menuju bangku panjang yang berada di bawah pohon yang cukup rindang . Najwa tersenyum pada ibu-ibu yang sudah duduk duluan di bangku .
" Boleh saya duduk Bu . . ?? " kata Najwa berbasa basi .
__ADS_1
" Silahkan Bu . . Bu tadi kenapa , kok bisa ribut sama Bu Veronika . . ?? " kata ibu yang duduk di sebelah Najwa .
" gak tahu bu , tiba-tiba dia kasar sama anak saya gara-gara berjabat tangan sama anak nya . Padahal bagi saya kan wajar kalau anak-anak berkenalan . . ! " kata Najwa masih kesal . Dia mengambil tisu basah yang selalu dia bawa di tas nya , lalu mengelap tangan Brian yang sedikit kotor .
" Bu Veronika memang suka begitu Bu . Dia melarang anak nya bermain dengan anak yang gak selevel sama derajat sosialita nya . . maklum suami nya kan pengusaha kaya di komplek dekat sini . . oh iya kenalkan saya Ambar . . ! "
" saya Wawa . . memang apa hubungan nya sama profesi suami nya ?? " kata Najwa bingung .
" Bu Veronika merasa keluarga mereka paling kaya di komplek mereka tinggal , maka nya dia milih-milih dalam berteman . coba lihat , dia hanya berkumpul ibu-ibu yang sekelas sama dia . . ! " kata Bu Ambar memajukan bibir nya menunjuk tiga wanita yang berpakaian glamor . Najwa melirik sekilas .
" Biarkan saja Bu . asal jangan mengganggu anak-anak lagi . ! " kata Najwa .
" oh iya , sama Bu Wawa tadi ya ?? "
" Iya , ini anak saya Brian . . salain Tante Ambar nak . ! " Brian mencium punggung tangan Ambar .
" Ini Tania . . Ayo kenalan . . ! "
" Brian
" Tania
" nama Bu Wawa sama kayak nama fotomodel yang lagi naik daun itu ya . . ! " kata Bu Ambar .
tring tring Tring
Bel tanda masuk berbunyi . ibu-ibu mengantar anak-anak nya ke depan kelas . Kelas di bagi menjadi 3 ruangan , kelas A , B , dan C . Di depan kelas masing-masing sudah menunggu seorang guru .
" selamat pagi anak-anak . . ! "
" Pagi buuu . . !
" waah ,ceria sekali anak-anak ibu . . Baiklah , sebelum masuk ke kelas , kita akan membagi kelas dulu ya . .
" Maaf ibu , nama-nama murid sudah di bagi ke dalam tiga kelompok . Kami tidak membandingkan latar belakang dari seorang siswa . kami memilih secara acak agar semua nya adil .. saya harap ibu mengerti dengan keputusan para guru . . ! " kata guru dengan tegas .
" Gak bisa gitu donk Bu . kelas orang terpandang dengan kelas bawahan itu jauh berbeda . Gak bisa di satukan dalam satu wadah . .iya kan Bu Sinta , Bu Mona . . ! " kata Bu Veronika meminta pembelaan .
" Di sekolah TK Al Munawaroh , kami tidak memandang latar belakang Bu , di sini kami memberikan pelajaran yang sama dan setara pada anak-anak yang sudah masuk ke sini . Jadi jika ibu tetap keberatan dengan keputusan pihak sekolah , silahkan ibu cari sekolah yang sesuai dengan keinginan ibu . . saya rasa semua sekolah akan satu prinsip dengan hal itu . ! " Bu Veronika tampak tidak puas dengan keputusan sekolah .
" baik lah anak-anak , nama-nama yang ibu panggil maju ya . . Adiba , Bella , Bagas , Rio . Brian , Tania , Eva . . . ! beberapa nama lain nya terus di panggil hingga cukup ramai . Nama-nama tadi ajak oleh seorang guru ke dalam kelas A . Untung nya Daniel dan kedua anak orang kaya tadi berbeda kelas dengan Brian membuat Najwa sedikit bernafas lega . Pembagian murid di lanjukan kembali hingga semua nya mendapat kelas .
Ibu-ibu mulai merapat ke kelas dimana anak nya di tempatkan . Tak ke tinggalan Najwa yang tampak antusias memperhatikan putra yang berinteraksi dengan lingkungan baru nya . Mereka di minta untuk memperkenalkan diri masing-masing . Satu persatu anak-anak Mai maju ke depan . Tepuk tangan riuh terdengar setiap anak-anak selesai memperkenalkan diri nya . Kini tiba giliran Brian , Brian maju dengan gagah , wajah nya tampak gugup . Saat Brian melirik nya , Najwa mengacung kan dua jempol nya dan tersenyum manis memberikan semangat pada sang putra . Brian tampak tersenyum lalu mengangguk keras .
" hy teman-teman , perkenalkan nama ku Brian Avricho . Umur ku 5 tahun. Salam kenal ya . . ! "
Tepuk tangan kembali terdengar riuh . Setelah semua nya mengenalkan diri . Wali kelas Brian yang bernama ibu Salwa , mengajak anak-anak bernyanyi bersama . mereka tampak bersemangat .
Tak terasa bel istirahat berbunyi , anak-anak berlarian keluar setelah di beritahu oleh Bu Susi kalau mereka bisa bermain di luar . Para ibu-ibu menyambut putra putri mereka .
" mamah . . ! " Najwa tampak ceria .
" gimana , senang gak sekolah disini ?? " kata Najwa mengelap keringat di dahi Brian .
" Senang banget mah , Brian punya banyak teman , dan bisa main ramai-ramai . . ! " kata Brian bersemangat .
" biar enak main nya , Brian harus makan bekal nya dulu . Bru bisa main . yuk . ! " Najwa mengajak Brian duduk ,dia bergabung dengan Bu Ambar . Najwa mengeluarkan kotak bekal Brian , mie goreng di lengkapi dengan sosis goreng , nugget , dan dadar telur . Najwa juga memasukkan potongan buah apel dan susu botolan yang sudah di fermentasi kan .
" Waah , masakan mamah selalu enak . . . ! " kata Brian , dia makan dengan lahap .
" Waah , bekal Brian kayak nya enak banget . . ! " kata Tania yang duduk tak jauh dari Brian . Brian menoleh . Tampak Tania juga memegang kotak bekal nya yang berisi kentang goreng , omelet yang sudah di potong , dan sepotong paha ayam goreng , di lengkapi dengan saus tomat .
" kami mau ?? " kata Brian menyodorkan kotak bekal nya .
__ADS_1
" Mau , kita tukeran yuk . . ! " kata Tania . mereka melahap bekal nya dengan di selingi canda dan tawa .
Di sisi lain , Veronika and the geng memperhatikan interaksi Najwa dan ibu-ibu lain nya yang tampak akrab , Veronika menatap tak suka pada rombongan ibu-ibu yang tengah tertawa seakan-akan mereka sudah lama kenal , sedangkan mereka hanya bertiga . Tatapan nya terkunci pada seorang wanita yang memakai masker yang berada di dalam kumpulan para emak-emak . walau dia tidak bisa melihat wajah keseluruhan nya , dia yakin jika wanita yang sempat beradu mulut dengan nya tadi memiliki wajah yang cantik dan kulit yang putih mulus , membuat dia tidak suka . apalagi saat melihat body Najwa yang aduhai , semakin membuat nya tidak suka pada Najwa . Veronika tidak suka jika ada yang menyaingi nya . Diam-diam tanpa dia sadari dia telah memasukkan nama Wawa ke dalam daftar saingan nya .
" Hee , mau bersaing dengan Veronika , nyonya terkaya di kompleks . jangan harap bisa menang. . ! " batin Veronika .
s
k
i
p
Anak-anak kembali berhamburan keluar kelas setelah menyalami guru nya dan di persilahkan pulang . Brian dan Tania berlari beriringan menuju mamah nya .
" Mamah . . . ! " teriak Brian
hap
Najwa menangkap tubuh Brian dan menggendong nya . Dia mencium pipi cubby Brian dengan gemas . Dia menurunkan Brian kembali dan mengusap keringat nya .
" Brian , jangan lari-lari lagi ya , nanti kami jatuh terus terluka , kan sakit . . ! " kata Najwa .
" Maaf mah . . mah besok Brian sekolah lagi kan ?? " kata Brian
" Iya Donk . Brian akan terus sekolah kecuali hari Minggu. . ! "
" Yee . .besok sekolah lagi . . Tania , Raka , besok kita main lagi yaa . . ! " kata Brian bersemangat .
" iya , Brian , besok kita tukeran bekal lagi ya . . bekal kamu enak banget . . ! " puji Raka .
" ok . . ! " kata Brian .
Mereka berjalan keluar dari halaman sekolah , suasana nya cukup ramai karena juga ada bangunan sekolah dasar yang hanya berjarak 3 rumah dari TK Al Munawaroh . Najwa memegang erat tangan Brian agar tidak terlepas . Saat akan menuju mobil nya , Najwa di kejutkan dengan sebuah mobil j**e yang hampir saja menyerempet nya .
" Eh orang miskin , kalau jalan tu lihat-lihat Donk . Masa mobil sebagus ini mau lewat gak kelihatan . Kamu pasti mau nyari kesempatan untuk minta ganti rugi saat mobil saya gak sengaja nyerempet kamu , iya Kan . . !! " sengit Veronika dari dalam mobil nya .
" Astaghfirullah , emang saya punya salah apa sih sama situ , sampai suka banget ganggu saya . . . ! " kata Najwa mencoba menahan emosi nya .
" Kamu jangan sok kecantikan ya sama saya . . ! " bentak Veronika semakin memanas .
" yang sok kecantikan itu siapa ?? Anda jangan asal bicara ya . Jangan-jangan Anda tidak suka sama saya karena body saya lebih semok dari situ yang udah kayak batang pisang . ! " kata Najwa mulai terpancing . Wajah Veronika memerah mendengar Najwa mengatai nya body batang pisang . Lurus aja gak ada lekukan nya . Dia buru-buru menancap gas meninggalkan Najwa dengan wajah yang memerah . Setelah mobil itu pergi ,Najwa mendekati mobil nya , membantu Brian masuk ke mobil . Setelah itu mobil Najwa melaju dengan kecepatan sedang .
B
E
R
S
A
M
B
U
N
G
__ADS_1