
" Tidak , , , saya tidak hamil .Bagaimana saya bisa meminum susu itu . . ! " kata Ratna mundur dan hendak berlari . Tapi dengan cepat Damar menarik tangan Ratna dengan cukup kuat Dan langsung memiting kedua tangan Ratna ke belakang .
" minum sendiri atau di bantu . " kata Najwa Dengan nada dingin .
" Ampun , nyonya . . Ampun . .saya janji saya tidak akan mengulang kesalahan saya lagi , ampun . .huhuuu . . " ratap Ratna menangis .
" Memang kesalahan apa yang kau buat . .? " kata Najwa menyandarkan punggung nya .
" Saya , , hiks , saya sudah lancang mendahului bibi untuk membuatkan susu untuk nyonya . hiks , hiks , ke depan nya saya tidak akan berani lagi . Tolong ampuni saya ,nyonya . hiks hiks . . ! " kata Ratna .
" Masih tidak mau jujur ternyata . Bibi , cepat minumkan susu itu . . ! " kata Damar sudah habis kesabaran .
" Ampun , Nyonya . amp . . mmmph , ,mmmph .. uhuk uhuk uhuk , Hoek , ,Hoek . . . ! ". Ratna tak bisa Lagi melanjutkan kalimat nya karena dengan cepat bi Sarmi memencet hidung Ratna dan meminumkan susu yang sudah bercampur dengan obat aborsi itu . Mau tak mau Ratna menelan susu itu agar bisa bernafas , Sampai-sampai dia terbatuk dan mual .
Damar melepaskan tangan Ratna dengan kasar dan menarik beberapa lembar tisu di atas meja lalu mengelap tangan nya dengan jijik . Najwa melihat bi Sarmi menghampiri Ratna dan mengira jika akan membantu Ratna yang tampak menyedihkan . Tapi Najwa terbelalak saat melihat bi Sarmi yang biasa nya selalu terlihat ramah dan lembut kini dengan kasar menarik rambut panjang Ratna hingga Ratna mendongak dengan menjerit kesakitan .
" Apa yang telah kamu campur dengan susu itu , haa ??! " bentak bi Sarmi .
" Dasar nenek tua .Lepaskan rambut ku , sialan ..!! " teriak Ratna . Bukan nya melepaskan jambakan nya bi Sarmi malah menariknya semakin kuat hingga Ratna menjerit semakin kencang .
" Heey , aku ini hanya nenek tua , tenaga ku tidak lah seberapa . Kenapa kamu menjerit seperti di kuliti , hee . ??! " ledek bi Sarmi terkekeh .
" Lepaskan sialan . .Jangan ikut campur urusan orang . . !! " teriak Ratna dengan wajah memerah
" Aku tidak tahu apa yang kau campurkan ke dalam susu itu . Tapi aku yakin jika kau ingin mencelakai nyonya dan majikan kecilku , jadi ini menjadi urusan ku karena tugas ku bukan hanya melayani keluarga Smith tapi juga menjaga mereka . Katakan , kenapa kau ingin mencelakai keluarga Smith , , jawab dengan jujur atau kau akan merasakan goresan cinta dari koleksi pisau kesayangan ku di dapur . . katakan. . !! " bentak bi Sarmi dengan wajah garang . Mendengar ancaman bi Sarmi , Ratna tertawa mengejek pada bi Sarmi . Saat Ratna ingin membalas ancaman bi Sarmi , suara Ratna terpotong oleh suara ponsel nya yang tersimpan di saku celana nya . Dengan cepat Damar menghampiri Ratna dan mengambil ponsel nya . Dia melirik Najwa dan langsung mengangkat telpon setelah mendapat anggukan sebagai tanda mendapat izin dari Najwa .
Tut
" halo , Ratna . Bagaimana apa kau sudah memberikan obat aborsi itu pada wanita sialan itu ? "
__ADS_1
Ratna hendak memberitahukan masalah yang sedang dia hadapi , tapi saat melihat bi Sarmi mengeluarkan pisau lipat dari saku nya membuat nyali Ratna menciut .
" Pancing dia untuk menyebut nama nyonya . . " bisik bi Sarmi pada Ratna .
" maaf nyonya Leni , wanita mana yang nyonya maksud . . ? " kata Ratna mencoba menetralkan suara nya .
" Dasar goblok , siapa lagi kalau bukan si Najwa istri baru Alan itu . Jangan bilang kalau elo belum menjalankan perintah gue . . "
" Maaf , nyonya . . sebenarnya . . .
" Gue gak mau tahu ya , kalau sampai rencana ini gagal elo harus bayar semua hutang-hutang elo sama gue . Atau elo bakal gue jual ke mami Dolly biar elo jadi pe***r . . !! "
" jangan nyonya Leni , ampun . . Baiklah saya akan segera melakukan nya . . Tolong jangan jual saya . . " ratap Ratna .
" Baiklah , segera elo laksanakan rencana ini biar Najwa dan bayi nya segera mati dan gue bisa ambil kesempatan buat ngejebak Alan biar dia nikahin gue lagi . Gue udah bosan hidup melarat sepeti ini . Elo masih ingat kan sama janji gue. Kalau gue berhasil kembali jadi nyonya Alan lagi . Elo bakal gue kasih gaji yang gede . Sudah sana cepat kerjakan . . ! "
" Tapi nyonya , saya takut nanti saya ketahuan , bisa mati saya di tangan tuan Alan . . "
" Baik nyonya Leni . .kalau begitu saya akan segera melaksanakan perintah nyonya . . " kata Ratna dengan mata memerah .
" Hmm , ingat hati-hati jangan sampai ketahuan . Kalau sampai elo ketahuan dan elo bawa-bawa nama gue . Habis elo di tangan gue. . !"
Tut
Sambungan telpon terputus . Ratna terdiam dengan pandangan yang kosong . Najwa menatap Ratna yang tampak tertekan .
" Rekaman ini akan menjadi barang bukti . Dimana elo simpan sisa obat aborsi itu . ? " kata Damar
" Di saku . . " kata Ratna pelan . Bi Sarmi segera merogoh saku baju Ratna dan menemukan sebuah bungkusan kertas dan langsung memberikan nya pada Damar .
__ADS_1
" Ratna , saya hargai kejujuran mu .Tapi sebuah kesalahan harus tetap mendapat hukuman . . " kata Najwa menyesali perbuatan Ratna .
" Saya , , hiks , ,saya akan menerima hukuman saya , nyonya . Tolong maafkan saya . Saya benar-benar menyesal atas niat jahat saya barusan . tolong maafkan saya nyonya . hiks hiks hiks . ." Ratna menangis sesegukan .
" Sayang . . . "
mereka serentak menoleh pada Alan yang masuk dengan tergesa-gesa . Najwa tersenyum pada Alan untuk menenangkan sang suami.
" Sayang , kamu udah pulang . ? " kata Najwa .
" Kamu gak apa-apa kan .? " kata Alan khawatir .
" Aku gak apa-apa kok . . " kata Najwa . Alan bernafas lega , lalu perhatian nya beralih pada Damar dan Ratna bergantian .
" Tuan , kita sudah mendapatkan barang bukti atas tindak kejahatan orang yang bernama Leni yang ingin mencelakai nyonya . . " kata Damar menunjukkan barang bukti .
" Leni . ? jadi benar kau adalah mata-mata Leni . ?! " kata Alan tajam . Najwa langsung mengusap lengan Alan untuk menenangkan nya .
" Jangan marah . Si kembar jadi takut kalau Daddy marah . . " bujuk Najwa . Alan mengatur nafas nya untuk menetralkan amarah nya .
" Tuan muda , sebaiknya kita segera melaporkan kasus ini . . " kata bi Sarmi .
" Damar , ayo kita ke kantor polisi . Bawa perempuan ini . .! " kata Alan .
" Baik , tuan . . "
" Sayang , aku sama Damar pergi dulu . Bi jaga istri ku . . " kata Alan mencium kening Najwa .
" Baik tuan muda . . "
__ADS_1
" Hati-hati , sayang . . " kata Najwa . Alan dan damar pun pergi dengan membawa barang bukti berupa sisa obat aborsi dan rekaman percakapan antara Ratna dan Leni tadi . Tak lupa Damar juga menyeret Ratna membawa nya ke kantor polisi . .
BERSAMBUNG