JANGAN REMEHKAN WANITA GENDUT

JANGAN REMEHKAN WANITA GENDUT
BAB 45 Berkah Di Balik Penindasan


__ADS_3

Tiba-tiba mereka di kejutkan dengan klakson keras dari sebuah mobil pribadi berwarna putih . Tak lama seorang laki-laki yang sangat di kenal Najwa turun dan membuka pintu pagar lebar-lebar . Karena saking kaget nya Najwa hanya terdiam saat melihat mobil itu masuk ke halaman rumah nya di ikuti mobil truk .


" Andi , ngapain kamu kesini ?? " kata Najwa saat menyadari sesuatu yang janggal .


" Ngapain kesini ?? kami akan tinggal disini . . ?!!! " kata Cindy dengan senyum puas .


" Tinggal disini ?? maksud kalian ?? " kata Najwa dengan jantung yang berdebar-debar .


" Ya , mulai sekarang rumah ini adalah rumah kami. Dan kami akan tinggal disini . . ?! " kata Andi tertawa licik .


" Kenapa kalian harus tinggal disini ?? gak , aku gak izinin kalian ikut tinggal disini . . ?! " kata Najwa tegas .


" hehehe . . Najwa , Najwa . . kamu gak ada hak lagi atas rumah ini. Mulai sekarang rumah ini kembali pada ku . karena . . . . . ?! " Andi menunjukkan sertifikat yang Najwa cari kemarin . Tanpa mereka sadari Bu Ida dan beberapa warga yang mendengar keributan di halaman rumah Najwa berkumpul di depan pagar rumah Najwa . Sebuah mobil sport merah berhenti di depan pagar .


" Jadi . . jadi kamu yang nyuri sertifikat rumah ku . . Andi balikin sertifikat rumah itu . . ?! " kata Najwa geram .


" Aku akan balikin sertifikat ini. Asal . . . ?! " kata Andi dengan senyum licik.


" Asal apa ?? " kata Najwa tidak sabar .


" Asal kamu memberikan Brian pada ku . . ?! " kata Andi .


" Jangan mimpi , Andi . . Sampai kapan pun aku gak akan pernah menyerahkan Brian sama kamu . . ?! " sengit Najwa seraya memeluk Brian erat .


" Ok . Kalau begitu kamu cepat pergi dari sini . . ?! " usir Cindy penuh kemenangan . Najwa menatap Andi dan Cindy tajam .


" dasar manusia l*knat . . Kalian menggunakan cara licik untuk merampas milik orang lain . Ok . aku akan pergi . Kalian jangan pernah masuk ke rumah sebelum semua barang-barang ku di angkut keluar . . ?! " kata Najwa .


" Ada apa ini mbak Wawa ?? " kata pak RT menghampiri Najwa dan Brian .


" pak RT , saya . .


" Bapak RT disini ?? kebetulan saya membawa sertifikat rumah ini . Jadi mulai sekarang rumah ini milik saya . Dan saya akan tinggal disini hari ini juga . . ?! " kata Andi memotong ucapan Najwa .


" Mbak Wawa memberikan sertifikat ini pada mas ini ?? " kata pak RT .


" Saya gak pernah ngasih sertifikat ini pada dia pak . Saya juga gak tahu kenapa ini ada sama dia . padahal beberapa hari yang lalu saya mencari sertifikat ini , tapi tidak menemukan nya di lemari saya . dan tahu-tahu hari ini laki-laki b4j1ngan ini menunjukkan nya pada saya dan mengkalim menjadi milik nya . . ?! " kata Najwa serak menahan tangis nya .


" Najwa , jangan sekali-kali kamu menuduh saya mencuri sertifikat ini . Apa kamu gak sadar , kamu yang memberikan nya pada ku waktu itu . . ?! " kata Andi sangat meyakinkan .


" Kapan aku memberikan nya pada mu , ha ?? apa saat aku ke kamar mandi waktu itu ?? " kata Najwa kesal .


" Mah . mamah jangan berantem . Brian gak mau lihat mamah nangis . . ?! " kata Brian memeluk paha Najwa .


" Wawa , Brian . . ?! " Wawa menoleh ke arah sumber suara .


" Alex . . kenapa kamu kesini ?? " kata Najwa sedikit lega seperti kedatangan seorang penolong.


" ada apa ini ?? " kata Alex menghampiri Najwa dan menyodorkan tas hitam milik Najwa yang ketinggalan semalam .


" Makasih , Alex . . ?! " kata Najwa menerima tas nya . Sekilas Najwa menangkap sorot kekaguman dari mata Cindy yang menatap Alex .


" Di lihat dari penampilan nya , seperti nya laki-laki ini tajir . Tapi kenapa Najwa bisa mengenal dia ?? Sepertinya aku harus mendekati dia jika ada kesempatan nanti . . ?! " batin Cindy .


" Begini mas ,


pak rt menjelaskan duduk permasalahan antara Najwa dan Andi . Alex menatap Andi tajam , membuat Andi sedikit gemetar .


" Jadi , apa yang kau inginkan sekarang Wawa ?? " kata Alex .


" hhh . . Baiklah , lebih baik aku kehilangan rumah ini daripada harus kehilangan Brian . . ?! " kata Najwa mengambil keputusan .


" Nah , gitu Donk . Gak usah ribet jadi orang . . ?! " kata Cindy penuh kemenangan .


" huuu . dasar tak tahu malu . . ?! " sorak warga yang menyaksikan kejadian itu .


" Hati-hati tertawa di atas kesusahan orang , karma datang nya cepat loh . . ?! Seru seorang ibu-ibu .


" Sudah lah ibu-ibu . Maaf sebelum nya , bisakah saya meminta bantuan kalian ?? " kata Najwa .


" Kami siap membantu , Wa . Apa yang harus kami lakukan ?? " kata Susan .


" Saya minta tolong untuk mengangkut barang-barang saya keluar . apa bisa ?? "


" Tentu saja bisa . Ayo bapak-bapak , kita angkut barang-barang mbak Wawa . . ?! " kata mang Madun .


Serentak bapak-bapak yang di pimpin oleh pak RT mulai mengangkut barang seperti sofa , tv , kasur dan barang-barang lain nya . Sedangkan ibu-ibu di pimpin oleh Bu RT mulai mengemas alat-alat dapur kedalam sebuah kardus besar . baju-baju Najwa dan Brian disusun ke dalam koper dan beberapa kardus berukuran besar . Setelah semua alat-alat berukuran kecil di kemas , bapak-bapak mulai mengangkut lemari baju Najwa dan Brian serta bufet dan kasur .


kini barang-barang rumah tangga Najwa sudah berpindah semua dan bertumpuk di halaman . Rumah itu menjadi kosong .


" bapak-bapak , ibu-ibu . Terima kasih telah membantu saya . Berhubung saya butuh uang untuk mencari tempat tinggal yang baru , saya ingin menjual semua perabot rumah tangga ini . Silahkan bagi yang berminat , saya akan menjual nya dengan setengah harga dari pembelian awal . kalau gak ada , saya akan menjualnya melalui jasa pelelangan barang bekas . . ?! " kata Najwa .


Seorang wanita muda memfoto lemari pakaian milik Najwa yang terlihat sederhana , namun tiba-tiba mata nya melotot .


" OMG . mbak Wawa , saya mau lemari pakaian ini . . ?! " seru wanita tadi .


" kok kamu teriak gitu Jum . Ada apa ?? " kata istri mang Madun .

__ADS_1


" Kalian tahu ?? Semua perabotan rumah tangga milik Najwa ini , merupakan merk terkenal dan kualitas yang sangat bagus. Sayang Donk kalau barang bagus di jual setengah harga di lewatkan . .?! " seru Jumiati .


ibu-ibu mulai memilih barang perabot yang mereka butuhkan . Tak butuh lama , semua perabot berpindah tangan . Kecuali baju dan mainan Brian . Setelah di hitung-hitung , dari hasil penjualan itu Najwa mengumpulkan uang sebesar 1,5 M . Cindy dan Andi menelan Saliva dengan keras mendengar Najwa menghitung uang yang di transfer oleh para ibu-ibu .


" Baiklah , karena semua sudah beres . saya akan pergi dari rumah ini . Oh ya ibu-ibu , kalian bisa mengangkut semua pot bunga yang ada di halaman ini . Karena semua bunga ini saya yang beli . Silahkan jangan sungkan-sungkan . Anggap aja bonus untuk kalian karena sudah membeli semua perabotan saya . . ?! " kata Najwa tersenyum puas .


Para ibu-ibu kocar kacir mengambil pot-pot bunga yang tersusun rapi .


" Kalian gak bisa ambil pot yang ada di rak ini semua nya sudah jadi milik saya . .?!!! " teriak Bu RT memeluk rak yang penuh dengan pot bunga ya g tertata rapi .


" hey , hentikan . kalian gak bisa ambil bunga-bunga ini . . halaman ini akan jadi kosong . . hentikan . . ?! " teriak Cindy marah . Namun mereka tak menggubris teriakan Cindy . Hingga dalam hitungan menit , halaman yang biasa nya asri dan berwarna-warni , kini tampak kosong dan berantakan .


" pak RT , seperti nya pohon jambu ini sudah terlalu rimbun , sebaik nya di tebang aja biar halaman nya jadi sedikit terang . Oh iya pohon mangga nya juga sudah terlalu rimbun , kalau sudah terlalu rimbun kan susah untuk berbuah . Sebaik nya di tebang juga sebagian . di halaman belakang seperti nya ada gergaji . ?! " kata Najwa tersenyum pada pak RT . Pak RT pun langsung menangkap maksud ucapan Najwa . Sedangkan Alex , tersenyum miring mengetahui sifat Najwa yang pendendam .


" Semakin menarik . ?! " batin Alex .


" Najwa , kamu jangan keterlaluan ya . Jangan merusak halaman rumah ini . . ?! " kata Andi sengit .


" Aku tidak merusak halaman ini kok , aku hanya membantu menata ulang . . ?! " kata Najwa santai .


" Mah , mamah . . ayo kita pergi dari sini . . Brian gak nyaman . . ?! " kata Brian menarik tangan Najwa . Najwa tersenyum dan menggendong Brian .


" Sebentar lagi ya sayang . . . ?! " kata Najwa mencubit pipi Brian yang gembul . .


Tak lama beberapa bapak-bapak membawa gergaji dan parang , mereka mulai memangkas cabang-cabang pohon jambu dan mangga .


" Hentikan semua nya . pergi . . pergi kalian semua . . ?! " usir Andi .


" Huuuu . . ?! " sorak para warga .


" bapak-bapak , ibu-ibu . . Makasih ya atas bantuan nya . Kalau begitu saya pamit dulu . . ?! " kata Najwa .


" terus kamu bakal tinggal dimana Wa ?? " kata Susan sendu .


" Insha Allah saya akan tinggal di sekitaran sini kok . . ?! " kata Najwa mengusap bahu Susan .


" Nanti kabarin lagi ya . . ?! " kata Susan .


" Iya , kalau begitu kita pamit dulu , ya . mari . . ?! " Najwa keluar sambil menggendong Brian ,tangan nya menarik koper nya , sedangkan kardus mainan dan baju-baju mereka sudah di masukkan ke bagasi mobil Alex , tak ketinggalan motor dan sepeda kesayangan Brian . Sedangkan motor matic Najwa , di titipkan di rumah pak RT .


" Alex maaf merepotkan . . ?! " kata Najwa tidak enak .


" Gak ngerepotin kok . Setelah ini kamu akan tinggal kemana . . ???! " kata Alex .


" Sebentar . . ?! " Najwa mengambil ponsel nya dan menghubungi seseorang.


" So ??? " kata Alex .


" Kita ke rumah mas Arman , aku tunjukin jalan nya . ?! "


" Arman ?? siapa ?? " kata Alex dengan wajah datar .


" Nanti kamu bakal tahu , lurus kekiri ya. . ?! "


mobil Alex melaju sesuai arahan Najwa . Tak berapa lama , mereka berhenti di depan sebuah rumah mewah bernuansa white-gold .


" Ini rumah siapa Wa ?? " kata Alex .


" Rumah mas Arman . ?! "


mereka turun dari mobil. seorang satpam datang menghampiri mereka .


" Selamat siang , cari siapa ya ?? tanya satpam sopan .


" Saya cari mas Arman , apa ada dirumah ?? "


" apa benar dengan Bu Wawa ?? " kata satpam


" Benar pak ..?! " jawab Najwa .


" Wawa , eh ada teman nya , kenalkan saya Arman . . ?! " kata Arman yang baru saja datang .


" Alex . .


" Ayo masuk . . ?! "


mereka memasuki rumah mewah itu , seperti biasa Brian berlari dengan riang memasuki rumah itu . Saat memasuki ruang tamu sudah hadir seorang pria yang berpakaian formal .


" silahkan duduk . Kenalkan. ini pak Samsul , dia notaris yang mengurus dokumen rumah ini .


" Wawa . .


" Samsul


" Alex .


" Brian, jangan lari-lari , nanti jatuh . . ?! " kata Najwa . Brian menurut lalu duduk di dekat Najwa . Tak berapa lama keluar lah seorang wanita berumur sekitar 35 tahun dengan membawa baki berisi minuman dan camilan .

__ADS_1


" semua surat-surat nya sudah siap mbak , silahkan di periksa dulu . . ?! " Arman menyodorkan map pada Najwa . Najwa membuka map itu dan memeriksa nya.


" Bisa periksa untuk ku ?? siapa tahu aku melewatkan sesuatu ?? " pinta Najwa pada Alex . Alex menerima map itu , membaca nya sebentar kalau mengangguk setelah tahu maksud kedatangan Najwa ke rumah mewah ini .


" Semua nya ok . . ?! " kata Alex .


" baiklah , karena semua nya sudah sepakat . Bisa ibu Najwa tunjukan bukti transfer nya , ? supaya bisa tanda tangan di atas materai ini . ?! " kata Samsul .


" Sebentar . . ?! " Najwa mengotak atik ponsel nya .


" Ini silahkan di lihat . . ?! " Najwa memperlihatkan bukti transfer di layar ponsel nya .


" ok , semua nya sudah deal . Silahkan tanda tangan . . ?!! "


Arman dan Najwa membubuhkan tanda tangan nya di atas materai . Setelah semua proses selesai . Arman dan Najwa berjabat tangan sebagai tanda penyerahan dokumen. Najwa menitikan airmata bahagia saat memegang sertifikat rumah dengan tangan bergetar .


" mamah , kenapa nangis ?? " kata Brian .


" Gak sayang , mamah bahagia karena rumah ini menjadi milik Brian sekarang . Dan Brian bisa bermain sepuasnya di rumah ini . . ?! " kata Najwa mengusap rambut Brian .


" Beneran mah . ?? waah asyik . . ?! " Brian berlari menyusuri ruang tamu itu .


" Baiklah. kalau begitu saya pamit dulu mbak Wawa . Semoga betah ya . . dan terima kasih berkat mbak Wawa , istri saya bisa menjalankan operasi dalam waktu dekat . oh iya hampir lupa , Sarah dan pak Jupri sudah saya bayar gaji nya untuk 6 bulan ke depan , besok pak Jupri baru masuk kerja , karena anak nya sakit . ?! " kata Arman .


"waah terima kasih mas Arman . Semoga mbakyu cepat sembuh ya . . ?; "


" Amin . terima kasih . . ?; "


" Mari saya antar ke depan . . ?! " mereka berjalan menuju pintu utama .


" Pak Jupri , mulai sekarang rumah ini sudah menjadi milik Wawa Bekerja lah seperti biasa dan tolong jaga Wawa dan Brian . Mereka sudah saya anggap sebagai keluarga kami .. ?! " pesan Arman


" Baik pak . dan terima kasih atas kebaikan bapak selama ini pada saya . . ?! " kata pak Jupri dengan mata memerah . Arman memeluk pak Jupri , terlihat bahu satpam itu bergetar . Arman menepuk-nepuk bahu pak Jupri , laki-laki yang sudah bekerja pada nya selama hampir 10 tahun itu . Najwa juga mendengar isakan kecil di belakang nya , dia menoleh kebelakang nya dan ternyata Sarah . Setelah sesi perpisahan nya selesai, Mobil Arman dan pak Samsul satu persatu pergi meninggalkan halaman yang cukup luas itu . pak Jupri menutup gerbang . Najwa tersenyum puas memperhatikan setiap sudut halaman .


" Selamat ya , kamu membeli rumah ini dengan hasil jerih payah kamu . Aku salut sama kamu . . ?! " puji Alex .


" Tidak sepenuh nya jerih payah ku Al , ada sedikit pembagian hak dari keluarga Sanjaya . . ?! " kata Najwa .


" Ya ,ya . Setidak nya sekarang kamu sudah tenang untuk masalah tempat tinggal . Ok karena urusan kamu sudah selesai , aku pamit dulu . . ?! " kata Alex . Najwa meminta tolong pada pak Jupri untuk menurunkan barang-barang dari bagasi mobil Alex . Setelah selesai Alex berpamitan.


" Gak makan siang dulu Al ?? " tawar Najwa . Alex tersenyum dengan dada yang bergemuruh saat mendengar panggilan Najwa yang terasa spesial bagi Alex .


" Lain kali aja , aku akan makan siang di sini . Ada urusan yang harus aku selesaikan . Salam sama Brian . ?! "


"ok . hati-hati ya . . ?! " Alex membunyikan klakson lalu melajukan mobil nya .


" pak Jupri , tolong bawa kardus-kardus ini ke dalam ya . .?! " Pinta Najwa


" Baik Bu . . ?! "


Najwa lalu masuk sambil menarik koper nya . Di ikuti pak Jupri yang mengangkat kardus besar . Saat melewati ruang tamu , tampak Sarah menemani Brian ya g sedang menonton . Melihat Najwa dan pak Jupri membawa koper dan kardus , dia bangkit dan menghampiri Najwa .


" Biar saya yang bawa koper nya Bu . . ?! " kata Sarah .


" Biar saya aja . Sebaik nya kamu ambil koper dan kardus Brian , lalu bawa dan bereskan ke kamar Brian . . ?! "


" Baik Bu . . ?! " Sarah lalu mengerjakan ucapan Najwa .


" Mah ,kamar Brian dimana ?? " kata Brian menghampiri Najwa .


" Yuk kita lihat-lihat kamar nya . .?! " ajak Najwa . Mereka menaiki lantai dua . setelah melihat semua kamar yang berada di lantai dua yang l berjumlah 3 kamar , Najwa memilih kamar yang langsung terhubung ke balkon , sama seperti kamar nya di rumah yang di rebut oleh Andi . Namun kamar nya yang sekarang lebih luas dan mewah . Najwa sempat berpikir , kenapa Arman menjual rumah mewah beserta isi nya dengan harga yang sedikit rendah . Namun pikiran itu hanya sejenak , Najwa bersyukur atas nikmat yang sedang dia rasakan sekarang .


Sedangkan Brian memilih kamar yang bersebelahan dengan kamar mamah nya . Najwa kini disibukan dengan menyusun baju-baju nya kedalam lemari pakaian dan barang-barang kebutuhan nya . Begitu pula di kamar Brian ,Sarah juga sibuk menyusun dan menata kamar Brian . Setelah selesai , Sarah memindahkan Brian yang tertidur di lantai ke atas kasur nya yang besar . Setelah itu Sarah pergi ke dapur untuk menyiapkan makan siang . .


**Keadaan Najwa dan Brian sekarang lebih tenang dan nyaman . Lalu bagaimana dengan keadaan Andi dan Cindy menempati rumah rampasan itu ?? tunggu kisah selanjut nya . . .


B


E


R


S


A


M


B


U


N


G


HAY HAY HAY . . KETEMU LAGI BARENG AUTHOR . . SETELAH DI BACA , JANGAN LUPA DI LIKE YA , DI TUNGGU SARAN DAN KRITIK NYA 🙏🙏🙏. BYEEE . . ♥️♥️♥️♥️**

__ADS_1


__ADS_2