JANGAN REMEHKAN WANITA GENDUT

JANGAN REMEHKAN WANITA GENDUT
BAB 91 Bakat Terpendam


__ADS_3

Setelah mengetahui hasil vonis dokter , Alan lebih banyak diam di kamar . Dia lebih memilih mengurung diri karena merasa minder . Dia akan keluar ketika hanya waktu makan tiba . saat ini dia tengah duduk di sofa di balkon kamar nya dengan pandangan kosong .


Ceklek


" Al , lihat siapa yang datang . . ! " kata Najwa langsung menghampiri alam di balkon dengan derap langkah yang mengikuti Alan .


" Bagaimana aku melihatnya ,sedangkan mata ku buta ,. ! " jawab Alan seperti putus asa .


" Al , maaf , bukan maksud aku seperti itu . .aku . .


" Alan . .! " panggil sebuah suara membuat Alan repleks menolehkan kepala nya .


" Mamah . . ! " kata Alan lirih .


grep


Alan merasakan sebuah pelukkan hangat yang mampu menenangkan hatinya . Tanpa sadar Alan menangis dalam pelukkan Sundari . Sundari menepuk-nepuk punggung Alan pelan untuk menenangkan nya .


" Mah , , mata ku , , ,mataku buta mah . . Aku harus apa untuk mempersiapkan masa depan anak-anak . hiks , aku sekarang cacat mah . .hiks hiks . . ! "


" Alan , jangan meratapi musibah seperti ini . Ada banyak jalan keluar untuk setiap masalah . .berpikirlah dengan kepala dingin ,nak .! " nasehat Sundari bijak .


" Alan , mamah benar . Bukankah dokter Amira juga mengatakan kalau kamu bisa pulih kembali dengan jalan operasi . kita tinggal menunggu untuk mendapatkan donor mata . . kamu sabar , ya. . . ! " kata Najwa ikut memberi semangat .


" ingat , kamu sekarang adalah kepala rumah tangga . kamu harus kuat agar anak dan istri kamu ikut kuat . kalau kamu lemah seperti ini , bagaimana kamu akan melindungi keluarga mu . . ? kamu masih ingat saat butik kesayangan papah terbakar akibat ulah rival nya . ? " tanya Sundari . Alan mengangguk .


" Kamu pasti masih ingat bagaimana tabah nya papah menghadapi masalah yang menghantam kita setelah usaha papah hancur . walau papah hanya seorang anak yatim piatu , tapi dia masih terus berusaha untuk mendapatkan pekerjaan , bahkan papah rela menjadi seorang penyapu jalanan demi memenuhi semua kebutuhan kita . Dan sekarang , kau merasa putus asa padahal mamah dan papah masih hidup ? Bahkan sekarang kau juga memiliki seorang istri yang dengan sabar merawat dan memenuhi kebutuhan mu di saat kamu sakit seperti ini . Kau seharusnya bersyukur , nak . Kau hanya mengalami kebutaan , dan masih bisa berkumpul dengan keluarga mu . . ! "


Alan terdiam mendengar nasehat mamah nya . Dia menegakkan kepala nya , tangan nya meraba mencari tangan sang mamah . Sundari langsung menyambut tangan Alan . Alan meletakkan tangan mamah nya ke pipi nya .


" Maafin Alan , mah . . Alan terlalu sedih karena kebutaan ini , Alan jadi tidak bisa melakukan pekerjaan Alan sebagai desainer ..! " kata Alan . Sundari tersenyum .


" Al , aku rasa itu tidak menjadi penghalang , kau masih bisa merancang busana sesuai ide mu walau kau tak bisa menggambarnya .Tapi kau bisa memberi arahan pada ku dan aku yang akan memvisualkan nya . .! " kata Najwa . Alan sedikit memiringkan kepala nya mendengar ide Najwa .


" Wawa benar . mamah setuju dengan ide Najwa . Jadi kalian bisa bekerja sama dalam merancang busana . kalau begitu ayo kita temui papah di ruang tamu , kita coba saran Wawa , dan biarkan papah yang menilainya . . ! " kata Sundari semangat . Alan mengangguk lalu bangkit , dia berjalan menuju ruang tamu di bantu Wawa .

__ADS_1


skip


Alan mulai memberi instruksi atau gambaran pada Najwa dengan tema busana pesta , dengan cekatan Najwa mulai menggoreskan pensil di kertas . Dengan penuh konsentrasi Najwa terus mengukir di kertas putih itu sesuai dengan arahan Alan . Tapi hasil Awal nya gambar Najwa tidak terlalu jelas , Dengan ragu serta menahan malu Najwa memperlihatkan hasil tangan nya pada sang papah mertua .


" apa kau sedang menggambar tanah yang di cakar ayam yang sedang mencari makan , Wawa . . ?? " kata tuan Smith judes . Wawa terlihat gugup . Tanpa ada yang menyadari , Alan tersenyum tipis saat melihat hasil gambar tangan najwa , sangat tipis hingga hanya dia yang tahu kalau dia tengah tersenyum . Najwa juga mengakui kegagalan nya . Tapi setelah Najwa memperhatikan lukisan nya yang amburadul dengan seksama , dia mulai memahami garis demi garis yang di maksud Alan .


" pah , boleh aku minta waktu sebentar untuk memperbaiki gambar ini . . ? " kata Najwa .


" Silahkan . . . . entah apa yang akan dia gambar kali ini . . ! " omel tuan Smith . Najwa tersenyum kecil mendengar Omelan mertua nya . Alan duduk di samping tuan Smith , Sundari duduk di sofa samping tuan Smith . sedangkan Najwa duduk di sofa yang berseberangan dengan Alan dan tuan Smith , membuat Alan dengan leluasa memperhatikan gerak-gerik dan ekspresi Najwa . Di tambah dia memakai kacamata hitam , tidak ada yang akan memperhatikan gerakan bola mata nya . Alan sedikit terpesona saat melihat wajah Najwa yang serius . Dengan senyum yang mengembang dan penuh percaya diri , Najwa memberikan kertas yang tadi dia gambar . Hasilnya , membuat tuan Smith tercengang . Begitu juga dengan Alan yang melirik kertas di tangan tuan Smith .



" dia , , dia menggambarkan ide ku dengan sempurna ..sungguh multitalenta ..! " sorak Alan dalam hati .


" Hmm , , sepertinya kau juga memiliki bakat terpendam . Sungguh multitalenta , bukan hanya sekedar bisa menjadi model , ternyata kau juga bisa menggambar sketsa . . ! " puji tuan Smith hampir sama dengan Alan .


" apa hasil nya bagus , pah . ? " tanya akan pura-pura penasaran .


" Lumayan , . ! " kata tuan Smith menoleh Alan .


" Wawa , coba kau buat satu sketsa lagi , tapi dengan ide mu sendiri terserah mau tema apa . .! " kata tuan Smith .


" baiklah , akan aku coba . .! " kata Najwa mengambil kertas baru dan pensil . Dia mulai mencoret-coret kertas sana sini , dia tampak sangat konsentrasi dengan kegiatan nya . hingga memakan waktu cukup lama , Najwa menyerahkan kertas sketsa nya pada tuan Smith. Lagi-lagi tuan Smith takjub dengan pertunjukkan Najwa , begitu pula dengan Sundari dan Alan . karena kali ini Najwa memakai pensil warna hingga hingga hasil gambar nya terlihat sangat indah



" Waaaw , , bagus banget . .kamu memang berbakat , sayang . . ! " puji Sundari . Tuan Smith mengangguk puas untuk menunjukkan pujian nya . Tapi Alan , hampir saja melupakan sandiwara buta nya saat melihat sketsa buatan Najwa .


" benar-benar berbakat . .!! " sorak Alan dalam hati


" baiklah , seperti ya kalian bisa bekerja sama . dan menurut prediksi papah , butik Alan pasti akan semakin maju dengan rancangan kalian berdua . Satukan ide dan bakat kalian . . Dan untuk dua sketsa ini , ini bisa menjadi permulaan kalian . . ! " kata tuan Smith tersenyum .


" Oh iya , Wawa . Brian sekarang sedang libur kan ..? " kata Sundari .


" iya mah . ! "

__ADS_1


" Mamah sama papah mau ngajak Brian dan Ruby untuk liburan ke negara P . Bukan kami meremehkan kalian , tapi mamah merasa kalau kalian butuh waktu untuk berdua . Apalagi sekarang alan akan mencoba untuk kembali berkarya . Alan pasti membutuhkan kamu di samping nya . Maka dari itu biarkan Brian dan Ruby tinggal bersama kami selama libur . Supaya kalian gak was-was saat bekerja , bagaimana . ? " kata Sundari penuh harap . Najwa menatap Alan seolah meminta persetujuan .


" Kalau aku sih setuju aja mah . Mereka pasti senang liburan ke luar negeri . untuk saat ini memang aku belum bisa memenuhi keinginan mereka untuk mengajak mereka jalan-jalan . Apa kamu gak keberatan , wa . . ? " kata Alan .


" apa tidak merepotkan kalian nanti nya ,mah ,pah . Anak-anak sekarang lagi aktif-aktif nya . ! " kata Wawa .


" Gak kok . . kami gak akan kerepotan justru kami merasa senang karena bisa menghabiskan waktu dengan cucu-cucu kami . .bagaimana boleh ya. .? " kata si dari dengan berbinar .


" Boleh aja sih mah .Tapi biarkan Sandy juga ikut untuk membantu menjaga mereka , ya . .?? !


" Siapa Sandy . . ? " tanya tuan Smith .


" Sandy adalah orang yang di tugaskan oleh bang Bima untuk menjaga dan melindungi Brian sejak kecil . .! "


" oh. .baiklah kalau begitu . . ! " kata Sundari terlihat senang .


B


E


R


S


A


M


B


U


N


G

__ADS_1


__ADS_2