
Pagi yang cerah , burung - burung berkicau menyambut sang mentari yang memulai tugas nya menyinari bumi. Di setiap sudut kota , tampak seluruh manusia akan memulai aktivitas nya masing - masing. Tak ketinggalan pula dengan Najwa yang sudah bangun bersama putra nya. Mereka tampak menikmati paparan sinar mentari pagi yang masuk dari balik dinding kaca ruangan itu. . Baby Brian tampak menggeliat seperti meregangkan otot kecil di tubuh nya karena di bedong semalaman . Dengan gemas Najwa menoel pipi merah putra nya .
" Najwa , sarapan dulu nak, baby Brian biar sama ibu dulu. . !? " kata Bu Rita dengan membawa semangkok bubur ayam.
" Yang lain pada kemana Bu ?? " kata Najwa sambil menyerah kan putra nya ke dekapan Bu Rita.
" Ayah sama Abang kamu masih sarapan di kantin , kalau suami mu tadi subuh udah pamit . Kata nya dia harus ke kantor. Nanti dia kesini lagi . . ?! " jelas Bu Rita.
Najwa hanya mengangguk. Dia memulai sarapan nya. Bu Rita tampak asyik menggoda Brian dengan menoel - Noel pipi nya. Najwa meletakkan mangkok yang sudah kosong dan meraih gelas di meja, menenggak nya hingga setengah. Setelah nya dia mengambil obat yang di berikan perawat kemarin lalu menelan nya di susul dengan air di gelas tadi.
" Najwa , apa hubungan kamu sama Andi baik - baik aja ? ? ' tanya Bu Rita saat melihat Najwa yang tampak melamun.
" Entah lah Bu. Aku juga bingung dengan sikap nya. . ?! " kata Najwa pelan. Bu Rita lalu duduk di sebelah Najwa.
"Sikap nya yang gimana ?? Coba cerita sama ibu. . ?! " kata Bu Rita penuh selidik.
Najwa menghela nafas panjang.
" Semenjak aku hamil, sikap Andi sama aku tu berubah Bu. Dia gak perhatian kayak dulu lagi. Dia selalu menatap aku seolah - olah dia sedang menatap musuh. Tatapan nya sangat tajam. . . ?! kata Najwa menunduk.
Bu Rita tersenyum. Dia mengelus pundak Najwa lembut.
" Kamu jangan langsung ambil hati. Mungkin itu bawaan bayi , sayang . Kau tahu , bahkan ada ibu hamil yang benci dan gak mau dekat dengan suami nya selama masa kehamilan nya. Mungkin Andi termasuk ngidam tidak suka dekat kamu. Sudah , jangan di pikirin. Sekarang kamu udah lahiran. Pasti sikap Andi akan kembali seperti dulu lagi. . ?! " hibur Bu Rita.
"Apa sikap mamah sama kak Yuni yang suka kasar juga bawaan bayi ku ?? Entah lah. tapi bagi ku sikap mereka sudah tidak manusiawi. Mereka memerintah ku seperti pembantu. Padahal aku adalah menantu dan ipar mereka. Bahkan Andi pun tak perduli dengan keadaan ku dan kandungan ku. Mereka akan bersikap baik saat papah ada di rumah. Jelas - jelas mereka memanfaatkan kehadiran ku untuk mengganti pembantu nya secara gratis. . Ya Allah , seandainya aku pisah sama Andi , bagaimana tumbuh kembang anak ku ? aku gak mau anak ku di cemooh. Cukup aku yang merasakan sakit. Ya Allah kuatkan lah hati hamba menjalani semua ini. . . !!
Lamunan Najwa buyar saat mendengar suara pintu di buka. Ternyata Bima dan mang oyong. Mereka langsung menghampiri Bu Rita yang sedang menggendong Brian. mang oyong dan Bu Rita sedang sibuk dengan Brian. Bima melihat Najwa yang termenung. Dia menghampiri Najwa.
" Kenapa ? apa ada bagian yang tidak nyaman ?? " kata Bima mensejajarkan tubuh nya dengan Najwa yang duduk di kursi roda. Najwa menunjuk dada kiri nya dengan tatapan sendu .
" Apa yang harus Abang lakukan ? apa Abang harus mengambil tindakan ?? " kata Bima mengerti apa yang di maksud Najwa . Najwa menggeleng lemah.
" Jangan bang , kasihan anak ku.. ?! " kata Najwa setengah berbisik.
" Najwa , jangan naif. Brian akan tetap mendapatkan kasih sayang walau tanpa ada ayah nya di sisi nya. Ada Abang , ayah ,opa. . Mereka pasti bisa mengganti figur ayah kandung nya. Najwa , jangan hanya memikirkan perasaan Brian. Kamu juga berhak bahagia. . ?! " kata Bima ikut memelan kan suara nya
" Ayah sama ibu sudah tahu ?? " kata Najwa melirik orang tua pengganti nya yang jarak nya sedikit jauh . Bima menggeleng.
" Kamu pikirkan lagi baik - baik. Kalau kamu tidak mengambil keputusan biar Abang yang akan bertindak dengan cara Abang sendiri. . ?!! " sarkas Bima.
" Bang , aku yakin. mereka pasti berubah. aku yakin Andi akan kembali seperti dulu lagi setelah kehadiran buah hati kami. . ?! " kata Najwa membujuk Andi.
"hee. . tapi Abang tidak yakin. . . ?!! " ketus Bima.
melihat sikap bima yang sengit. Najwa mengernyitkan alis nya .
" Bang . . . . namun di potong oleh bima
" Najwa , terkadang sebuah kepercayaan tidak bisa menjadi jaminan untuk mengubah sesuatu. Ada kala nya kepercayaan itu sendiri lah yang membunuh hati mu sendiri. . . ?!!! " kata Bima ambigu.
" Bang , apa ada sesuatu yang tidak aku ketahui ?? " kata Najwa mencoba mencerna ucapan Bima .
" Selamat pagi . . ?! " sebuah suara menyapa mereka yang ada di ruangan , sehingga Bima tidak melanjutkan niat nya untuk menjawab pertanyaan Najwa.
" Selamat pagi Bu Imas, Yuni . . ?! " balas Bu Rita.
__ADS_1
" Najwa gimana keadaan kamu ?? " kata Bu Imas menghampiri Najwa.
Bima bangkit dan menjauh untuk memberi ruang pada Bu Imas .
" Baik mah.. ?! " jawab Najwa dengan senyum tipis.
" Oh iya. kami sengaja membawa sarapan kesini. Ayo sarapan dulu . . ?!! " kata Yuni sambil menatap ke arah Bima. Namun dengan cepat Bima memalingkan wajah nya. Membuat Yuni sedikit kecewa.
" Silahkan sarapan dulu Bu Imas, mbak Yuni. Kebetulan kami semua sudah sarapan. . ?! " kata mang oyong.
" Ya sudah kalau begitu. . . ?!! " kata Yuni sedikit ketus.
" Bu , aku keluar dulu . aku mau ke minimarket. Apa ada yang mau di titip ?? " kata Bima menawari Bu Rita dan mang oyong . mereka menggeleng.
" Bima , barengan yuk . Kebetulan aku juga mau ke minimarket . . ?! " kata Yuni beralasan.
Tanpa menjawab Bima keluar di ikuti Yuni yang tersenyum manis mencoba menarik perhatian Bima. Namun usaha itu sia - sia . Bima sedikit pun tidak tertarik. Bima dan Yuni memasuki minimarket yang lumayan jauh dari rumah sakit.
Tanpa ragu Bima mengambil keranjang belanjaan dan mulai memilih barang yang ingin dia beli. Dia mengambil bermacam jenis roti , beberapa minuman. Mata Yuni sedikit membelalak saat melihat Bima mengambil suplemen pelancar ASI.
" Kamu ngambil suplemen pelancar ASI buat siapa ? " Kata Yuni tanpa sadar .
" Terus elo ngikutin gue buat apa ?? " tanya Bima balik
" Ya.. gue.. gue mau ngambil ini . . . ??!! " kata Yuni tergagap sambil mengambil mie instan sebagai alasan.
Bima lalu pergi dengan muka bete' . Dia lalu pergi melanjutkan mencari barang yang di perlukan. Yuni menatap punggung Bima dengan raut wajah jengkel.
" Sampai segitu nya dia perhatian sama Najwa . . ?!! " gumam Yuni dengan perasaan iri.
Di sebuah ruangan. Andi tampak fokus mengerjakan berkas yang menumpuk di meja nya. Dengan lincah tangan nya menari di atas keyboard. konsentrasi nya buyar saat handphone nya berdering. Senyuman manis terukir di bibir kala nama " CINDY " tertera di layar hp.
" Hallo sayang, kamu sibuk ya. maaf ya aku belum bisa masuk kerja hari ini . Besok aku bakalan masuk kerja lagi kok . ?! kata suara Cindy di seberang dengan wajah yang merasa bersalah terpampang di layar hp Andi.
" Lumayan sibuk. Gak apa - apa kok. kamu istirahat aja yang tenang , ya. biar kamu cepat sembuh. . ?! " kata Andi perhatian.
" Kalau aku terlalu lama gak masuk.Nanti Gaji aku di potong. Aku gak mau sampai itu terjadi. Kamu kan tahu kebutuhan aku banyak banget. Dari kontrakan , biaya makan, perawatan, Sampai biaya di kampung pun aku yang tanggung. Ini aja untung kamu yang bayarin biaya rumah sakit. . ?! " kata Cindy memelas.
Andi tersenyum
" Pokok nya kalau untuk masalah biaya , kamu tenang aja ya. . ya udah sekarang kamu istirahat, aku mau lanjutin kerja. ?! " kata Andi lembut.
" Jangan lupa makan siang ya sayang. bye . . . ?! " kata Cindy.
Videocall terputus . Andi kembali melanjutkan pekerjaan nya.
___
Cindy tersenyum licik. Dia puas dengan apa yang dikatakan Andi. Uang . . yah Cindy menginginkan uang Andi. Di sisi lain , Cindy masih menyimpan perasaan untuk andi.tapi di sisi lain dia mendambakan hidup mewah , bergelimang harta.
" Aku sudah bosan hidup susah . aku harus cari cara agar Andi menikahi ku. Dengan hidup bersama Andi. semua keinginan ku akan tercapai. Hidup mewah , tanpa perlu susah - susah bekerja. . Andi , kamu harus menjadi milikku. . . ?! " seringai Cindy penuh ambisi.
* * *
Bima memasuki ruang rawat dimana Najwa di tempatkan. Saat dia masuk tampak Najwa sedang berbaring dengan mata terpejam. Dia meletakkan belanjaan nya di atas meja .
__ADS_1
" Darimana aja kalian ? kok lama banget keluar nya ?? " kata Bu Imas .
" Tadi kita kelamaan ngantri di kasir mah. Terus tadi juga sempat lihat kecelakaan lalulintas di depan. . ?! " Jawab Yuni seraya duduk di dekat Bu Imas .
" Kamu gak kerja Bim ? " kata Bu Rita.
" Aku udah minta cuti untuk hari ini Bu. besok aku masuk kerja. . ?! " kata Bima sambil memainkan handphone .
" Memang kamu kerja di mana ??! " kata Yuni kepo.
" Aku kerja di cucian mobil . . ?! " jawab Bima sekena nya.
" haaa ??? " kata Yuni melongo tidak percaya.
" hmmm. . baru kerja di cucian mobil aja sombong. Sok jual mahal lagi. Untung aja belum dekat. Mending gue mundur aja . Gak sepadan dengan mas Zaki. !? "
Lain Yang di pikir Yuni. Lain pula yang di pikirkan Bu Rita. Bu Rita menatap Bima lekat dengan apa yang di ucapakan Bima. Namun dia tak ingin meluruskan nya.
" Emang berapa gaji nya kerja di cucian ? ? " kata Bu Imas.
" Cuma satu juta lima ratus perbulan. . ?! " kata Bima enteng.
" Terus mobil yang kamu bawa nganter Najwa kemarin mobil siapa ? " kata Yuni penasaran. pasal nya mobil yang Bima pakai waktu itu masih mulus dan termasuk kelas menengah ke atas .
" Itu mobil bos. Bos kami memang baik. Dia sering meminjamkan mobil pribadi nya pada pekerja nya. . ?! " kata Bima semakin jauh dari kenyataan.
Bu Rita akhir nya mengerti maksud dari Bima . Dia melirik bangga putra nya yang tak akan mengumbar kesombongan walau kehidupan sosialita nya sangat waah. .
" Oh iya Tante , saya heran sama Andi , istri nya sudah lahiran tapi kok dia gak ambil cuti untuk menemani anak dan istri nya pasca melahirkan ??? " celetuk Bima
" Nak Bima gak usah heran. Untuk masalah Najwa dan baby Brian , kan ada saya sama yuni buat jagain mereka. Jadi Andi gak perlu cuti. . ?! " jawab Bu Imas enteng.
" Yaa , , saya heran aja. Soal nya ada teman saja yang kerja di minimarket berantem sama bos nya karena waktu dia minta izin cuti , Bos nya gak ngizinin. Bahkan dia rela berhenti bekerja demi menemani istri nya lahiran. pas saya tanya alasan nya , dia bilang nyawa orang yang kita sayangi , itu lebih berharga daripada emas. Kalau emas hilang , masih ada kesempatan untuk nyari emas lagi. Dan kalau nyawa istri dan anak tercinta nya hilang, lebih baik ikut mati daripada hidup di siksa oleh penyesalan. . ?!!! " kata Bima sengaja menekan kan kaca tercinta di kalimat nya.
Ucapan Bima sangat menohok di hati Andi yang saat ini sedang berdiri di belakang pintu. Entah kenapa dada nya terasa sesak mendengar ucapan Bima barusan. Dengan memberanikan diri , dia memutar gagang pintu dan mendorong nya. Dapat dia lihat wajah Bu Imas yang tampak lega dengan kedatangan Andi.
" Wah . . kalian sedang berkumpul ternyata. . kalian sudah makan siang ? ? " kata Andi berbasa basi.
" Belum . Kamu tumben keluar jam segini ?? " tanya Yuni.
" Aku sengaja kesini mau lihat Najwa sama baby Brian. Sebaik nya kalian makan siang dulu , biar aku yang jaga mereka . . ?! " kata Andi sambil melepas jas hitam nya.
" Ya udah , kalau begitu ayo kita makan siang di kantin , lebih dekat. . ?! " kata Bu Imas di ikuti Yuni.
" Ayo mas. . ?! " kata Bu Rita beranjak di ikuti mang oyong.
" Bima , kamu gak makan ? " kata mang oyong melihat Andi tetap duduk.
" Kalian duluan aja . . ?! " kata Bima menatap Andi lekat. mereka pun keluar.
Setelah sepi. Bima bangkit dari sofa dan perlahan menghampiri Andi yang tengah asyik mengelus pipi Brian.
" Andi . . . . .
# BERSAMBUNG
__ADS_1