
" Tidak usah meminta maaf . yang penting sekarang kita sudah bersama kembali . Dan mulai sekarang , kamu adalah milik ku . . ! " kata Bima menarik Laura ke dalam pelukkan nya .
" Bang Bima . . . ?!! "
Bima dan Laura sontak melepas pelukkan mereka dan menoleh ke samping Bima . Laura sedikit was-was saat melihat seorang wanita cantik berdiri di samping Bima dengan tatapan penuh selidik .
" Wawa . . kok kamu ada di sini. .! " kata Bima langsung bangkit , terlihat wajah nya memerah .
" tega kamu bang . . ! " kata Wawa dengan tatapan sendu .
" Wawa , Abang bisa jelasin semua . . ! " kata Bima terlihat panik . Laura yang tidak tahu tentang Wawa , sedikit merasa kecewa mendengar percakapan mereka .
" Bima , ternyata kamu sudah punya cewek lain . cewek ini sangat cantik . .! " batin Laura menatap Wawa dengan penuh kagum . merasa di perhatikan Wawa melirik Laura hingga Laura semakin gugup.
" Siapa nama mu ? " kata Wawa dengan ekspresi wajah datar .
" Na , , nama ku Laura . . ! " kata Laura tergagap.
" Laura . . ! " ulang Wawa . Dia kembali melirik Bima yang tampak gugup .
" Dia siapa nya Abang . .? " kata Najwa
" dia . .Laura . . ! " kata Bima seperti orang linglung .
" hahaha . . Abang , Abang. gak udah gugup . santai aja . . ! " kata Wawa tertawa melihat ekspresi kedua nya .
" Pesanan Mbak Wawa . . ! " teriak seorang pelayan. Wawa tampak mengangkat tangan nya.
" Kalau begitu aku duluan , . ! " kata Wawa melangkah mendekati Bima lalu mencium pipi Bima .
" aku tunggu penjelasana kalian , bawa dia ke mansion . . ! " kata Wawa tersenyum centil dan mengedipkan mata nya . Membuat Bima mengernyitkan alis nya . Najwa tertawa kecil lalu membalik badan nya dan pergi melangkah .
" Wawa , saya dan Bima saling mencintai , , tolong jangan pisahkan kami . . !! " kata Laura dengan suara yang nyaring dan mata yang terpejam . Sedangkan Bima masih terdiam di tempat nya karena terlalu gugup . Tanpa membalik badan Najwa tersenyum ,
" kalau begitu temui aku di mansion. . ! " kata Najwa melanjutkan langkah nya . Setelah mengambil pesanan nya Najwa langsung pergi tanpa menoleh Bima dan Laura . Setelah Najwa tak terlihat lagi , baru lah Bima melirik Laura yang tampak masih sangat gugup .
" Laura . . kau mengakui perasaan mu di depan Wawa . .? " kata Bima tak percaya tapi bahagia.
" aku , , aku gak punya pilihan lain Bim .aku memang mencintai mu . Tapi Wawa . .
" sekarang ikut aku pulang . . ! " kata Bima terlihat semangat dan langsung menarik tangan Laura .
* * * *
" Apa , jadi Abang langsung membawa gadis itu ke rumah . . ? . . . . ok , ok . aku akan pulang malam ini. . ! "
sambungan telpon terputus . Wawa berjingkrak pelan , tapi dia tersadar jika dia sekarang masih di dalam mobil saat tangan nya terantuk dengan atap mobil .
" Aaw . . ! " kata Najwa mengusap tangan nya. Alan yang sedari tadi memperhatikan Najwa , menahan tawa nya saat melihat Najwa .
" Ada apa ? dari tadi aku merasakan kamu gak bisa diam . . ! " kata Alan menahan perasaan nya.
" Hehehe , , aku seneng aja Al . tadi aku melihat bang Bima lagi sama cewek , kamu tahu , , mereka tadi pelukkan , , ,uuuhh senang banget aku lihat nya. . . ! " kata Najwa tanpa sadar memeluk lengan Alan dengan erat . Alan sedikit terkesiap , tapi dia tersenyum tipis .
" eeh , , maaf , aku gak sengaja . . ! " kata Najwa membenarkan posisi duduk nya.
" gak apa-apa . kita juga suami istri sah , kan .? oh iya lalu tadi siapa yang nelpon . .? " kata Alan .
" Tadi ibu yang nelpon . kata nya Abang udah bawa gadis itu pulang ke rumah ku . Jadi aku di minta untuk pulang juga . Kalau kamu gak keberatan , aku izin pulang ya nanti malam . . ? " kata Najwa sedikit ragu.
__ADS_1
" Pulang ke mana ? ke rumah mu atau ke mansion Sanjaya ? " kata Alan .
" Ke rumah ku . . gimana , boleh gak . . ? aku janji aku cuma sebentar kok . . ! " kata Najwa penuh harap .
" aku tidak di ajak . . ? " kata Alan mencoba menggoda Najwa . Dia mengulum senyum nya saat melihat Najwa yang terlihat gugup .
" kalau kamu juga mau ikut , itu lebih bagus . maaf ya , Al . bukan aku gak mau ngajak kamu , aku takut nanti kamu kecapean . Tapi kalau kamu juga mau ikut pulang , mending kita nginap aja semalam . Gimana. . ? " tawar Najwa .
" Aku ikut kamu aja . karena sekarang , aku bergantung pada mu. . ! " kata Alan menyandarkan kepala nya ke bahu Najwa . Seketika tubuh Najwa merinding , dia melirik Alan dari sela kacamata hitam nya , ternyata Alan memejamkan mata nya . Najwa tersenyum dan ikut menyandarkan kepala nya ke kepala Alan . Sebuah senyum langka terukir di wajah Alan .
S
k
i
p
Najwa membantu Alan bersiap . Membantu memakai pakaian nya , menyisir rambut nya dan memakaikan sepatu Alan .
" ok , sudah siap . wah , wah . suami ku terlihat tampan sekali. . ! " puji Najwa .
" Sudah mulai berani menggoda ku , Wawa. . . ? "
" Menggoda suami sendiri gak apa-apa kan . .? Sebuah pujian sangat berarti dalam rumah tangga. . Baiklah , kalau begitu aku bersiap dulu . kamu duduk aja di sini dulu , ya . .! " kata Najwa mendudukkan Alan di sofa . Setelah itu dia ke kamar mandi . Saat di kamar mandi , Najwa lupa membawa kimono , hanya ada sehelai handuk di sana .
" tak apalah , Alan kan gak bisa lihat . Jadi dia gak akan tau kalau aku cuma pakai handuk . . ! " kata Najwa melilitkan handuk ke tubuh nya .
" Wawa , ada telpon . . ! " teriak Alan .
" Iya , sebentar . . ! "
Saat pintu kamar mandi terbuka , Alan menelan ludah nya dengan susah payah . Bagaimana tidak , Najwa yang hanya memakai handuk yang menutupi bagian atas tubuh nya sampai setengah paha , tampak berlari meraih ponsel di atas nakas . Alan tak mendengar apa yang di bicarakan Najwa dan penelpon , dia membeku di tempat nya tanpa bisa berbuat apa-apa .
"**** , , Wawa , apa kau sengaja menggoda ku . . ? kau sudah membangunkan seekor monster yang sudah lama tertidur . " batin Alan .
Alan masih terpana dengan pemandangan di depan nya . Dia berusaha sekuat tenaga menahan sesuatu yang terus memberontak dari bagian tubuh nya. Untung nya Najwa menyudahi telpon nya dan berjalan menuju ruang ganti , tapi setiap langkah kaki Najwa yang terayun ,bokong nya yang montok ikut bergoyang membuat Alan semakin gerah .
buughh. .
Alan memukul sofa untuk melampiaskan perasaan nya setelah Najwa masuk ke kamar ganti . Dia mengatur nafas nya yang terasa berat.
" Wawa , sekali lagi kau melakukan ini , maka aku tidak akan mengampuni mu . . ! " lirih Alan .
Tak lama Najwa keluar dengan memakai dress selutut , dia duduk di kursi rias nya dan dan mulai memoles sedikit wajah nya dengan make up tipis . Alan masih setia mengamati gerak-gerik wanita yang kini perlahan mengisi hati nya . Setelah selesai dengan wajah nya , Najwa mengatur rambut nya dengan model Curly . Setelah selesai dia memakai sepatu nya .
" ok , semua sudah siap . ayo kita berangkat . . ! " kata Najwa menghampiri Alan . Dia meraih tangan Alan dan membantu Alan berjalan .
skip .
sebuah mobil berhenti di depan rumah putih . Najwa turun terlebih dahulu , sejenak dia mengamati rumah nya yang sudah dia tinggalkan cukup lama . Setelah itu dia membantu Alan turun dan menuntun nya menuju pintu . Baru saja mereka tiba di depan pintu , pintu sudah di buka dari dalam .
" Sarah. . . gimana kabar mu . maafin aku baru sempat ke sini . . ! " kata Najwa memeluk
" Alhamdulillah saya baik , wa . ? ayo masuk tuan muda Bima . ! " kata Sarah . Najwa kembali menuntun Alan .
Saat masuk ke ruang tamu , Laura menatap lekat Najwa yang terlihat cantik dan modis . Dia juga melirik Alan yang berjalan di tuntun oleh Najwa ke sebuah sofa , dan mereka pun duduk bersebelahan . Bima tampak kembali terlihat gugup di depan Najwa . Sedangkan Laura tampak bingung , dia menatap Bima dan Alan bergantian dengan tatapan bingung .
" sebenarnya Wawa ini siapa . ? " batin Laura.
__ADS_1
" Jadi , bisa di jelaskan semua nya. . ? " kata Najwa melipat kaki nya dengan anggun .
" Wawa , , bisa kah kau bersikap santai saja .Kau membuat ku semakin gugup . . ! " kata Bima lirih . Najwa memalingkan muka menahan tawa nya .
" baiklah , baiklah . . Abang , bisa jelaskan Laura ini siapa nya Abang . ? teman , pacar atau calon istri . . ? " kata Najwa terlihat santai . Laura menatap Najwa dengan bingung , Najwa tersenyum manis pada Laura .
" Laura , bisa kau saja yang menjelaskan hubungan kalian berdua ? seperti nya bang Bima terlalu gugup . . ! " kata Najwa
" Wawa , , kalau boleh tahu , ,kamu siapa nya Bima . . ? " kata Laura memberanikan diri ..
" aku . . ?? aku adik nya Bima .Jadi kau tidak usah khawatir dan cepat lah jelaskan tentang kalian . . ! " kata Najwa .
" Wawa , , abang bertemu Laura saat mengontrol salah satu tambang emas kita , kami sempat bertemu beberapa kali , tapi Abang sudah menyukai nya . Dan setelah kami berpisah beberapa tahun , kami akhirnya kembali bertemu kemarin . Dan kami sudah memutuskan untuk menjalani hubungan kami yang sempat tertunda . Apa kamu setuju Wawa . . ? " kata Bima berusaha tenang.
" jadi cerita nya Abang minta restu sama aku , nih . . ??! " goda Najwa . Bima tersenyum malu-malu , persis seperti seorang gadis yang akan di lamar .
" Wawa , , aku hanya lah gadis desa yang tidak memiliki apapun . Tapi aku benar-benar mencintai Bima . . ! " kata Laura . Najwa menatap lekat mata Laura , dan bisa melihat sebuah kejujuran di mata jernih nya itu.
" Kalau aku sih , terserah Abang aja . Kalau Abang merasa bahagia , aku juga ikut bahagia. . sebaiknya kalian secepatnya temui ayah sama ibu. Biar semua nya lebih lancar . Aku mendoakan yang terbaik untuk kalian . . ! " kata Najwa tersenyum manis.
" Abang akan menjemput ayah dan ibu secepat nya . . ! " kata Bima semangat .
" non Wawa , makan malam nya sudah siap . . ! " kata Sarah .
" Oh iya . Terima kasih Sarah . . . . Yuk kita makan dulu . . ! " ajak Najwa . Dia kembali menuntun Alan menuju ruang makan . seperti biasa , Najwa makan sambil menyuapi Alan . Bima tersenyum bangga melihat kesetian dan kesabaran Najwa dalam merawat suami nya.
skip
" malam ini kalian nginap aja di sini . aku sama Alan juga nginap kok . . ! " kata Najwa
" Alan , kira-kira besok kalian sibuk gak . . ? " kata Bima .
" Seperti nya gak , ada apa bang . . ? " kata Alan .
" hhm , , gimana kalau besok kita bareng-bareng aja ke kampung . Anggap aja liburan . . ! " kata Bima .
" hmm , , aku ikut Alan aja deh . . ! " kata Najwa bangkit dan menuju dapur .
" Gimana , Alan . . ? Sekalian nyekar ke makam orang tua kandung Najwa . Dia pasti bahagia bisa nyekar ke makam orang tua nya. . ! " kata Bima pelan . Alan tampak mengerutkan alis nya .
" Baiklah . kami akan pergi bersama kalian . . ! " kata Alan . Mereka lalu mengobrol seputar bisnis . Alan dan Bima tampak klop jika membicarakan tentang bisnis .
Tak lama Najwa kembali dengan membawa baki berisi teh dan brownies yang dia buat.
" harum banget . bau apa nih . . ! " kata Laura .
" Maaf ya lama . tadi aku nyoba bikin brownies cup . Di coba deh , . . ! " kata Najwa menurunkan baki nya . Bima dan Laura langsung menyambar isi baki itu dan memakan nya .
" Al , kamu cicip juga ya . . aaa . . ! " Alan membuka mulut nya , dan menggigit tepi brownies cup itu .
" gimana , enak gak . ? " kata Najwa was-was .
" enak banget . lagi Donk . . ! " kata Alan , dengan senang Najwa menyuapi Alan hingga Alan menghabiskan hampir 5 cup brownies .
" Wawa , besok kita ikut bang Bima pulang ke kampung ya . sekalian kita nyekar ke makam ayah dan ibu. . ! " kata Alan .
Deg . . .
bersambung
__ADS_1