JANGAN REMEHKAN WANITA GENDUT

JANGAN REMEHKAN WANITA GENDUT
BAB 22


__ADS_3

Andi mengurut pangkal alis . Dia berusaha kuat untuk menahan perasaan kesal nya terhadap istri nya. Semenjak Andi menikahi Cindy , pengeluaran dana semakin meningkat. Bagaimana tidak , setiap hari ponsel Andi tak berhenti berdenting oleh notifikasi pengunaan black card yang dia berikan Andi pada Cindy. Yang membuat Andi semakin pusing saat mengetahui barang yang di beli Cindy , berupa tas tangan kecil dan sepasang high heels senilai ratusan juta , bahkan perawatan yang dijalani Cindy setiap Minggu mencapai puluhan juta. Andi pernah memprotes cara hidup Cindy yang boros , tapi Cindy malah menangis dan berkilah kalau itu keinginan calon bayi nya alias ngidam.


" Sayang , semua ini aku lakukan juga buat kamu . Aku sengaja perawatan secara lengkap supaya aku semakin cantik , supaya aku gak bikin kamu malu saat mendampingi kamu. Lagian kalau aku cantik dan terawat, kamu juga kan yang bangga . Semua teman kamu akan memuji kamu karena kamu merawat istri kamu dengan baik. . . ?! " bujuk Cindy.


Bujukan dan rayuan Cindy yang semanis madu , mampu meredam kekesalan dalam hati. Dia membenar kan ucapan Cindy. Setelah itu dia tidak protes lagi dengan apa yang dilakukan Cindy.


Andi bisa menerima kelakuan Cindy. Tapi tidak dengan Yuni. Melihat penampilan Cindy yang berubah dalam waktu dua Minggu . Rasa tidak suka nya mulai menghasut hati nya. Apalagi melihat Andi memperlakukan Cindy dengan sangat manis. Membuat Yuni semakin iri.


Suatu hari Yuni sengaja menemui Cindy dikamar nya. Saat masuk ke kamar Cindy , mata Yuni menelisik setiap sudut ruangan. Mata nya nanar memperhatikan merk skin care yang berada di meja rias Cindy. Dia tahu harga skin care itu. mata Yuni kembali terbelalak saat dia masuk ke walk in closet milik Cindy dan Andi dengan alasan ke toilet.


" Sialan , penampilan dan barang-barang Cindy semua nya branded , skin care nya aja mahal. Aku gak terima. Semestinya aku yang lebih wah dari dia , dia kan cuma pendatang di rumah ini. Aku harus bilang sama Andi."


batin Yuni.


" Kak Yuni , kenapa kakak gak nikah lagi ?? " kata Cindy saat melihat Yuni kembali.


" Kenapa ? kamu mau ngusir aku dari rumah ku ? " kata Yuni judes.


" Bukan gitu kak, kak Yuni kan masih muda , cantik , berpenampilan modis lagi . Aku rasa kakak gak akan sulit untuk cari pasangan yang lebih dari mantan suami kakak. mumpung masih muda loh. ?! " tukas Cindy.


" Kamu ngeledek aku . haa ???" kata Yuni tersulut emosi.


" kak Yuni . jangan sensi gitu Donk. . aku cuma ngasih saran aja. Kalau kak Yuni gak terima . ya gak apa-apa . Aku gak maksa kok. . ?! " kata Cindy dengan wajah licik.


Yuni mendengus lalu keluar dari kamar Cindy. Cindy tertawa sinis saat melihat tingkah laku Yuni.


" hahaha. . Elo pikir gue gak tahu niatan elo masuk ke kamar gue. Sakit hati elo kan lihat barang-barang branded gue. . ?! " kata Cindy tertawa puas.


Cindy lalu turun menuju ruang makan karena waktu nya makan siang. Saat melintasi ruang tamu , terdengar suara bell. dengan malas Cindy membuka pintu .


" Selamat siang bu. Apakah benar ini rumah bapak Andi Saputra suami dari ibu Najwa ?? " kata tukang pos.


" Benar. ada apa ya ?? " kata Cindy


" Ini ada kiriman untuk pak Andi. mohon tanda tangan disini. ?! " kata tukang pos .


Cindy menerima amplop itu . Dia membolak balik amplop itu lalu masuk.


" Bi Sumi. tolong taruh amplop ini ke ruang kerja suami saya ya. . ?! " kata Cindy pada pembantu baru nya yang melintas di ruang tamu.


" Baik non. Makan siang nya sudah siap. Non Yuni juga sudah ada di meja . . ?! " kata bi Sumi.


Cindy mengangguk lalu menuju ruang makan. Ternyata Yuni sudah lebih dulu menyantap makanan nya. Mereka makan dalam diam. Setelah makan, Cindy kembali ke kamar nya untuk tidur siang .


* * * * *


Brian berlari sambil tertawa girang saat Najwa membawa Brian ke taman bermain. Najwa membantu Brian menaiki satu persatu wahana permainan yang sudah tersedia di sana. Di taman bermain, sudah ramai oleh keluarga yang juga mengantar anak-anak nya bermain. Mereka bermain dengan akur walau mereka baru bertemu . Najwa mengawasi Brian yang tengah bermain bola dengan teman baru nya, dia duduk di sebuah bangku yang tersedia di bawah pohon yang rindang . Dia tersenyum saat melihat Brian tertawa gembira.


" Tetap lah tersenyum , sayang. Senyum kamu penyemangat mama. . ?! "


" Bu Najwa ?? " sapa sebuah suara.


Najwa mendongakkan kepala nya melihat siapa yang menyapa nya.


" Pak Raka ? kata Najwa langsung berdiri. mereka bersalaman.


" Bu Najwa di sini bersama Brian ? " tanya Raka


" Iya pak , itu Brian sedang bermain bola. ?! " kata Najwa menunjuk Brian.


" Seperti nya dia senang sekali . . ?! " kata Raka tertawa kecil .


" Ya, mungkin karena saya jarang membawa nya bermain keluar. ! ? " kata Najwa merasa bersalah.


" Untuk ke depan nya. Jika Bu Najwa ada waktu , sering-sering lah mengajak Brian untuk berinteraksi ke dunia luar. Agar pengalaman nya semakin luas. Oh iya , apa Bu Najwa sudah siap menghadapi sidang pertama besok ?? " kata Raka .


" Saya akan mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadiri persidangan besok . . ?! " kata Najwa dengan yakin.


" Bagus, itu harus , agar proses perceraian nya berjalan lancar. Saya juga akan membantu Bu Najwa sekuat tenaga saya agar Bu Najwa memperoleh kebebasan seperti yang Bu Najwa minta. Dan saya juga akan mengusahakan agar hak asuh Brian jatuh ke tangan Bu Najwa. . ?! ucap Raka penuh keyakinan.

__ADS_1


" Terima kasih pak Raka. saya menggantung harapan saya pada pak Raka. ?! " kata Najwa penuh harap.


" mamah . . ?! " kata Brian berlari ke arah Najwa.


Najwa menangkap tubuh gemoy Brian dan memeluk nya.


" Halo Brian , seneng ya main bareng temen-temen nya ??! " kata Raka sambil mencubit lembut pipi cubby nya. Brian hanya diam sambil menatap Raka lekat.


" pah . . . ?! " kata Brian tiba-tiba


" Ini bukan papah , sayang. ini om Raka. ?! " kata Najwa kikuk. Disaat suasana menjadi canggung oleh ulah Brian, tiba Bima datang menghampiri mereka.


Brian merontah ingin turun dari gendongan Najwa lalu berlari ke arah Bima.


" halo jagoan uncle. Gimana , udah puas main nya ? " kata Bima sambil memeluk dan mencium Brian.


" Bima . . ?!


" Eh , Raka . .elo juga ada disini ??! " kata Bima


" Hanya kebetulan. Ban mobil gue pecah, sambil menunggu ban mobil di perbaiki, gue ke taman untuk beristirahat . Tak di sangka Bu Najwa dan Brian juga ada di sini . ?! " kata Raka.


" oh . apa masih lama ?? gimana kalau elo bareng kita aja. . ?! " tawar Bima.


" Gak usah , terima kasih. kalian duluan aja. . ?! " kata Raka.


" Ya udah , kita duluan ya. . ?! " kata Bima


" Kita duluan pak Raka. Selamat berjumpa besok. ?! " kata Najwa tersenyum lalu menyusul Bima .


Raka tersenyum melihat kepergian mereka.


____________


" Sayang . aku pulang . . ?! " kata Andi masuk ke pintu utama.


" Sayang . kamu pulang. Aku kangen tahu . . ?! " kata Cindy bergelayut manja di lengan Andi. Melihat penampilan istri nya yang rapi dan wangi. Rasa lelah Andi seketika hilang. Dia mencium kening Cindy dengan penuh kasih.


" Beneran. . ih kamu kok gak percaya sih .??!!! " sungut Cindy merajuk. Andi tertawa pelan.


" ok. .ok. . aku percaya. Ayo ke kamar . . ?! " kata Andi melangkah menuju kamar nya di ikuti Cindy.


Yuni yang melihat kemesraan Andi dan Cindy tampak tidak suka.


" Sok romantis. .?! " sarkas Yuni kesal. dia membanting remote tv ke sofa lalu beranjak.


Tak lama kemudian, terlihat Andi dan Cindy menuruni tangga. mereka tampak sudah rapi. Yuni Yang akan kembali ke kamar nya setelah mengambil minum, penasaran kemana mereka akan pergi.


" Kalian mau kemana ?? " kata Yuni judes


" Cindy tiba-tiba pengen makan sate tapi makan di tempat.. Jadi kita akan keluar cari makan. . ?; " kata Andi.


" Aku ikut . . ?! " kata Yuni cepat tak mau ketinggalan.


Andi dan Cindy saling melirik .


" Ya udah kak Yuni boleh ikut. . ?! " kata Cindy sedikit judes.


Mereka bertiga lalu keluar . Andi melajukan mobil nya pelan sambil mencari tempat makan yang pas. Cindy merekomendasikan sebuah restoran . Andi pun melajukan mobil nya ke restoran yang Cindy maksud.


Tak lama mereka tiba di restoran yang cukup mewah. Andi memarkirkan mobil nya lalu mereka masuk. Saat mereka masuk , pengunjung restoran cukup ramai. Mereka duduk di meja yang masih kosong, tak lama kemudian seorang waiters menghampiri meja Andi .


" Selamat malam mabuk, mas . Silahkan mau pesan apa ??


" saya mau pesan sate plus nasi, sama jus jeruk.. ?! " pesan Cindy penuh semangat.


" Saya pesan steak daging sapi sama jus alpukat. ?! " Yuni ikut memesan.


" Saya pesan Nasi goreng seafood sama teh tawar. . ?! Andi juga memesan.

__ADS_1


" Oh ya sama rainbow cake untuk dessert nya. . ?! " tambah Cindy.


" Baik , mohon di tunggu pesanan nya . . ?! " kata waiters itu pergi.


" uuh. gak sabar banget pengen makan sate dengan bumbu kacang yang gurih. . ?! kata Cindy .


" Sabar ya. ?! " kata Andi mengelus rambut Cindy.


Yuni berdecih melihat pasangan suami istri itu.


Mata Yuni terpaku pada orang-orang yang duduk di meja belakang Andi . Terlihat Bima dan Najwa yang bersama brian baru saja selesai makan.


" ngapain tu orang kesini. . ! " kata Yuni seraya bangkit dari kursi nya.


" Wah . .wah . . Najwa , Ternyata kalian juga ada disini ?? " kata Yuni dengan suara cukup keras hingga pengunjung memperhatikan mereka.


" Ada apa ?? " kata Najwa santai sambil memangku Brian .


" Elo gak tahu kalau restoran ini termasuk restoran mewah. Elo makan disini, emang elo sanggup bayar ??? " cemooh Yuni.


" bill . . ?! " kata Bima .


Seorang pelayan restoran menghampiri Bima dengan membawa bill tagihan . Bima menarik black card dari dompet nya.


" Sekalian sama bill tagihan meja itu . . ?! kata Bima menunjuk meja Andi.


" Baik. . ?! " kata pelayan itu pergi.


Tak lama pelayan itu kembali dan memberikan black card Bima.


" Terima kasih telah berkunjung ke restoran kami. . ?! " kata pelayan itu menangkup kan tangan nya di depan dada nya. Bima hanya mengangguk.


" Ayo. . kita pulang. . ?! " ajak Bima sambil mengendong Brian.


Najwa dan Bima pergi tanpa menghiraukan Yuni yang masi berdiri di dekat meja mereka tanpa menoleh Andi dan Cindy. Wajah Yuni tampak memerah. Niat hati ingin mempermalukan Najwa dan bima yang dia anggap miskin. Malah dia yang dipermalukan. Ini lah yang dinamakan senjata makan tuan.


Setelah kepergian Bima dan Najwa. terdengar bisik-bisik pengunjung yang memojokkan Yuni.


" Lihat , gadis itu masih diam mematung di sana , mungkin saking kan malu nya sampai kaki nya menjadi kaku. . . !! "


" hahaha ,., dia pasti berniat ingin mempermalukan wanita tadi . Tapi siapa sangka justru dia ya g di permalukan. .haha. . "


Bisikan dan cemoohan para pengunjung , membuat Yuni semakin malu. Dengan memberanikan diri dia berbalik badan dan berniat kembali ke mobil.


" Andi , pesanan ku tadi tolong di bungkus aja. Aku duluan ke mobil. ?! " kata Yuni lalu pergi dengan langkah lebar.


" huuuu. . maka nya mikir dulu sebelum ngatain orang . . ?! "" sorak pengunjung yang melihat kejadian tadi. Membuat Yuni semakin malu. Ingin sekali Yuni membuat lubang yang dalam dan bersembunyi. .


" Sialan. Benar-benar pembawa sial. Setiap aku ingin mempermalukan Najwa . Pasti aku yang kena. . ?! " sunggut Yuni membanting pintu mobil. . .


Setelah menunggu cukup lama. Andi dan Cindy keluar dengan membawa bungkusan di tangan nya. Cindy menyerahkan bungkusan itu ke tangan Yuni.


" Lama banget sih kalian makan. Aku kan juga laper . . ?! " omel Yuni seraya membuka bungkusan


" Nama nya juga makan. pasti lama lah, makan itu harus di nikmati. . ?! " kata Cindy.


" Gara-gara perempuan sialan itu gue jadi kelaparan. .?! " sunggut Yuni.


" Sudah , jangan menyalahkan orang. Kalau bukan kamu yang ganggu dia duluan , gak bakal terjadi kayak gini. . ?! " kata Andi. Yuni hanya diam.


mobil melaju dengan cukup kencang. dalam hitungan menit mereka sampai di kediaman Bagaskara. Andi turun duluan lalu membukakan pintu untuk sang istri. Sedangkan Yuni sudah duluan.


" Kamu langsung istirahat ya. Aku mau ke meja kerja dulu. . ?! " kata Andi mencium kening Cindy


" Oh iya , sayang. ada surat buat kamu . Tadi aku taruh di meja kerja kamu. Aku istirahat dulu ya. . . ?! " kata Cindy menuju kamar nya.


Andi menuju ruang kerja nya. dia melihat sepucuk surat tergeletak di dekat komputernya. Dengan jantung deg-degan dia membuka surat itu. Jantung nya semakin berdegup kencang saat melihat isi surat itu yang merupakan panggilan persidangan pertama yang akan diadakan besok. Andi terduduk lemas di bangku kerja nya.


" Apakah aku akan benar-benar berpisah dengan Najwa ??? " . . . .

__ADS_1


# BERSAMBUNG


__ADS_2