JANGAN REMEHKAN WANITA GENDUT

JANGAN REMEHKAN WANITA GENDUT
PART 102 tak tahu malu


__ADS_3

" yuk kita pulang . Sepertinya bentar lagi turun hujan . . ! " kata Yongki .


" ayo , ayo . . ! " mereka lalu berjalan dengan cepat karena hari semakin mendung . Baru saja mereka tiba di halaman rumah Najwa , hujan akhirnya turun dengan deras .


" untung aja kita udah nyampe di rumah . . ! " kata Rita .


" eh , kalian udah pulang. . ! " kata uwak Rima yang baru muncul dari arah dapur .


" Bu , Najwa mau ganti baju dulu, ya . ! " kata Najwa bangkit tanpa menghiraukan uwak Rima dan langsung menuju pintu di ikuti Alan yang mengekori Najwa . Najwa mengambil kunci kamar lalu membuka nya . Vera tampak mendengus kesal saat melihat pintu kamar Najwa tertutup , dan tanpa dia sadari Rita menangkap ekspresi kesal nya .


" Vera kenapa ngelihatin Alan sama Vera begitu ? apa jangan-jangan . . " batin Rita .


Di dalam kamar , Najwa menyiapkan pakaian ganti untuk mereka .


" Al , ini baju ganti . . .loh Alan kemana . ? perasaan tadi dia ikut masuk . . ! " kata Najwa menatap sekelilingnya . Tapi tidak juga menemukan Alan . Karena merasa sendirian di kamar , Najwa tanpa ragu langsung melepas gamis hitam nya hingga menyisakan pakaian dalam nya saja . Lalu meraih celana yang akan dia pakai dan memakai nya dengan bersenandung kecil tanpa menyadari jika ada sepasang mata yang menatap dengan nanar .


" tak lupa kau petik bunga warna ungu , lalu kau selipkan di rambut , , , bukit ber bunga , ,AAAAAAAKH . . . !!! " jerit Najwa langsung terduduk ke ranjang saat melihat Alan yang berdiri di dekat pintu yang menghubungkan langsung ke balkon depan kamar nya . Najwa menyilang kan tangan nya ke dada nya karena belum sempat memakai baju nya .


" a , Alan . . ka , ,kamu kok ada di situ . . ? " kata Najwa gugup sekaligus panik saat Alan berjalan mendekati nya dengan tatapan lekat . Najwa mencari baju nya yang belum sempat di pakai , dengan cepat Najwa meraih baju yang teronggok di dekat bantal tapi ternyata gerakan nya kalah cepat karena baju Najwa kini berpindah ke tangan Alan .


" Alan , balikin aku mau pake baju itu . . ! " kata Najwa


" Nih ambil . . ! " kata Alan mengulurkan tangan nya . Najwa bangkit dan mengulurkan tangan nya hendak mengambil baju yang di pegang Alan , tapi dengan cepat Alan menaikkan tangan nya hingga Najwa tak mendapatkan baju nya .


" ayo ambil , kata nya mau baju ini . . ! " kata Alan . Merasa di permainkan , Najwa berjinjit dan mengangkat tangan kanan nya hendak merebut baju itu sedangkan tangan kiri nya dia gunakan untuk menutupi aset kembar nya . Alan dengan jahil menjauhkan baju itu dari jangkauan Najwa .


" Alan , sini baju nya . . ! "


" Ambil kalau bisa . . ! " kata Alan . Najwa terus berusaha merebut baju nya , sedangkan Alan terus menjauhkan baju itu dari jangkauan Najwa . Sakingkan fokus nya ingin merebut baju di tangan Alan , tanpa sadar Najwa tak menyilang kan tangan nya lagi di tubuh bagian atas nya . Dia sibuk menarik tangan Alan agar bisa menggapai baju nya . Tapi karena kurang hati-hati , Alan terus mundur menghindari jangkauan Najwa hingga mentok ke ranjang dan tak bisa menahan tubuh Najwa yang menempel pada nya hingga . .


bruukh .


mereka terjatuh ke kasur dengan posisi Alan di bawah . Seketika kamar itu menjadi hening dengan tatapan kedua nya yang terpaku satu sama lain . Deru nafas berat Alan menyapu leher Najwa hingga membuat nya tersadar . Dia bergerak ingin bangkit dari tubuh Alan , akan tetapi Alan malah menarik pinggang Najwa hingga Najwa tak bisa bergerak .


" Alan , lepas . .! " kata Najwa berusaha berdiri . Tapi usaha nya sia-sia karena tubuh mereka tetap menempel erat .


" Najwa , berhenti bergerak atau kau tanggung resiko nya . . ! " kata Alan dengan nafas berat. Najwa yang sudah tahu maksud Alan , tak berani lagi bergerak . Tangan kekar Alan perlahan terangkat dan mendarat di belakang kepala Najwa . Najwa menuruti tarikan lembut dari tangan Alan hingga kepala nya jatuh di atas dada Alan yang bidang .


duh dug dug


Najwa sedikit terbelalak saat mendengar degup jantung Alan yang terdengar berdegup lebih cepat . Najwa merasakan belaian lembut di rambut panjang nya .


" Apa kau bisa mendengar nya , Wawa. . ? " kata Alan .


" iya , jantung mu berdegup sangat kencang . . ! " jawab Najwa mengangguk.


" kau tahu , Sekian lama aku terluka dan terbenam dalam masa lalu yang kelam . Baru kali ini jantung ku bisa berdebar-debar lagi saat bersama dengan seorang wanita . Najwa , boleh aku tahu , apa yang kau berikan pada ku , hingga aku bisa menyukai mu dalam waktu yang cukup singkat ini ? " kata Alan mengusap kepala Najwa . Najwa menegakkan kepala nya menatap Alan.


" Aku tidak punya apa-apa yang bisa aku berikan pada mu . hanya sebuah ketulusan dan rasa sayang yang ku jadikan landasan untuk mendirikan rumah tangga ini . Aku tulus menerima kamu , dan aku juga menyayangi Ruby , sama seperti aku menyayangi Brian . Walau aku tahu kau tak akan pernah menerima ku , aku tetap ikhlas . Tapi aku hanya punya satu permintaan . . ! " kata Najwa


" Apa. ? "


" Tolong , jangan sakiti putra ku , baik dari segi fisik maupun mental . Jika Brian membuat mu marah , lampiaskan saja pada ku , jangan pada anak ku. . ! " kata Najwa sendu.


" maaf , jika sebelum nya aku bersikap acuh pada mu . Jujur , di awal pernikahan kita aku belum merasakan apa-apa dengan mu . Bahkan aku cenderung sedikit membenci mu , akibat dari trauma masa lalu ku. Membuat ku sulit untuk percaya dengan wanita manapun kecuali mamah . Tapi sekarang aku percaya pada mu . Di saat aku terpuruk dalam musibah yang menimpa ku , kau tidak pernah meninggalkan mu . Kau selalu sigap dan lembut dalam merawat ku . Membuat aku merasa jika kau benar-benar peduli pada ku , dan aku bisa merasakan bagaimana rasa nya di sayang oleh seorang istri . Terima kasih , Wawa. maaf aku sempat berburuk sangka pada mu . mari kita awali kehidupan kita dengan saling menerima keadaan . Kita jalani kehidupan baru kita dengan saling melengkapi dan membesarkan dan merawat anak-anak kita . Kau bersedia , istri ku. . ? " kata Alan dengan nada yang lembut penuh kasih . Najwa menatap Alan yang tengah tersenyum , Najwa bisa merasakan sebuah ketulusan dari senyum suami nya .

__ADS_1


" aku bersedia , suami ku . . ! " kata Najwa menahan gemuruh dada nya . Alan tersenyum dan mencium kening Najwa beberapa saat .


" Terima kasih ,sayang . aku akan berusaha untuk menjadi suami dan ayah yang baik untuk keluarga baru kita . . ! " kata Alan terlihat raut kebahagiaan nya .


" aku juga akan berusaha menjadi istri dan ibu yang baik untuk keluarga kita . .! " kata Najwa terharu . Alan menjatuhkan tubuh Najwa ke samping dan memeluk Najwa lembut . berkali-kali Alan mencium puncak kepala Najwa di sela tepukan lembut nya di punggung Najwa . Karena merasa nyaman dengan perlakuan suami nya dan melupakan perkara baju tadi , tanpa sadar Najwa memejamkan mata nya hingga dia tertidur . Alan tersenyum saat mendengar dengkuran halus Najwa .


" Mimpi indah , istriku . . ! " kata Alan mencium kening Najwa dan tersenyum melihat tubuh Najwa bagian atas yang terbuka . Dia mengangkat tubuh Najwa pelan dan menidurkan nya dengan nyaman . Dia menarik selimut dan menyelimuti tubuh mereka berdua , sekali lagi Alan mencium kening Najwa dan beranjak dari tempat untuk berganti pakaian . Setelah berganti pakaian yang di siapkan Najwa , Alan keluar menuju dapur karena merasa haus .


* * *


Sementara itu , Bima dan Laura tampak sibuk di dapur . Bima tampak asyik memotong sayur caisim dan daun bawang . Sedangkan Laura menunggu air mendidih seraya membuka bungkusan mie instan . Saat air telah mendidih Laura langsung memasukkan mie dan sayur secara bersamaan dan tak lupa dengan telur dan bakso . Bima menuangkan bumbu mie ke dalam mangkok . Setelah mie dan sayur matang , Laura menuangkan mie ke dalam dua mangkok . dan meletakkan panci ke wastafel .


" Hmm. , ,harum banget , pasti enak nih . . ! " kata Bima . Laura hanya tersenyum mendengar pujian calon suami nya . Mereka asyik menikmati semangkok mie dengan di selingi gurauan .


" curang banget sih , makan mie kok gak ngajak-ngajak . .! " kata Vera yang baru masuk ke dapur .


" Maaf , bukan gak mau ngajak . Tadi aku kira kamu udah tidur siang . . ! " kata Laura , sedangkan Bima tak menggubris sepupu tiri nya .


" Hee, bilang aja pelit . Elo itu harus tahu diri ya , elo itu numpang di sini . jangan seenak nya main masak makanan orang . emang elo siapa . ! " kata Laura sinis .


" Terus elo siapa di sini , tuan rumah ? gue rasa elo juga numpang di sini , jadi tolong di jaga mulut nya . " kata Laura langsung berubah yang tadi nya terlihat lemah kini berubah jadi galak .


" Siapa bilang gue numpang . Gue juga tuan di rumah di sini karena gue sepupu Najwa . .! " kata Vera sengit.


" oh . oh iya tadi Elo nanya gue siapa kan . ? kenalin gue Laura , calon istri Bima sepupu kandung Najwa . . ! " kata Laura menekan kata sepupu kandung .


" baru juga calon istri udah belagu . . hahah tapi gue kasihan sama elo , mau aja elo di bodohi sama cowok miskin kayak Bima . Kelihatan pake mobil bagus , tahu-tahu nya nanti mobil rental . hahah . . ! " kata Vera yang memang tidak tahu dengan kehidupan Bima.


" lah memang apa salah nya kalau Bima miskin ? uang bisa di cari . Tapi cowok yang tulus itu udah langka jaman sekarang . . ! " kata Laura .


" memang nya . . .


" Udah lah Ra , ngapain sih meladeni dia . Ntar kamu ikut-ikutan miring loh . . udah cepat habisin mie nya terus istirahat . . ! " kata Bima memotong ucapan Laura .


" elo bilang apa barusan . ? gue miring .? elo yang sinting . Mobil rentalan aja belagu . Kalau elo emang kaya , sana bawa orang tua elo pergi dari rumah ini . Jangan cuma bisa numpang aja di rumah orang . . ! " kata Vera garang .


" memang elo siapa di sini ? pemilik rumah ini ?" kata Bima dengan suara datar .


" Gak usah banyak tanya , mending elo bawa orang tua elo pergi dari rumah ini , karena gue sama mamah mau tinggal di rumah paman Mustapa ini . . ! " kata Vera angkuh .


" elo yakin bisa tinggal disini ? " kata Bima


" kenapa ? ah , gue tahu ,elo pasti punya rencana buat tinggal di sini setelah kalian menikah kan .? haha dasar tak tahu malu . . ! " kata Vera


" Ada apa ini . . ? "


Mereka bertiga menoleh ke arah sumber suara .Tampak Alan berdiri di ambang pintu , Vera ya g tadi nya tampak garang , kini ekspresi wajah Vera tiba-tiba langsung berubah seolah-olah dia yang menjadi korban .


" Hiks ,hiks , Alan . . ! " kata Vera langsung berlari menuju Alan dan bersiap menjatuhkan diri nya dalam pelukkan Alan . Tapi dengan wajah datar Alan menggeser tubuh nya hingga . .


BRAAAKH


Vera menabrak tembok dan tubuh nya terhuyung ke belakang hingga menghantam kursi sampai menimbulkan suara yang cukup keras .


" aaawh . . Alan kamu jahat . . . hiks hiks . . ! " ratap Vera . terdengar suara derap kaki yang mendekat. Dengan santai Alan berjalan menuju rak piring dan mengambil gelas lalu menunaikan tujuan ke dapur .

__ADS_1


" Vera , kamu kenapa menangis. . . Ini lagi kenapa jidat kamu benjol sampe berdarah kayak gini . . ? " kata uwak Rima panik. Sedangkan Yongki dan Rita tampak menatap Laura dan Bima serta Alan seolah meminta penjelasan .


" Bima dan cewek itu , hiks hiks , ,mereka jahatin aku mah. . hiks hiks, Alan juga jahat sama Vera. . ! " adu Vera . Rima langsung menatap Bima dan Laura dengan tajam .


" kenapa kalian sakiti Vera haaa . . ?? berani-beraninya kalian sakitin Vera . kamu juga , berani sekali kamu menyakiti tuan rumah sedangkan kamu ke sini bertamu . . ! " bentak uwak Rima dan menunjuk Laura dengan sadis .


" Rima , jangan hanya mendengar penjelasan dari satu pihak .Kita harus mendengar penjelasan dari kedua pihak agar bisa mengetahui duduk permasalahan nya .! " kata Yongki.


" Sayang , apa yang terjadi sebenarnya . . ? " kata Rita mendekati Laura .


" Kita gak ngapa-ngapain dia kok Bu . Dia datang tiba-tiba dan nuduh kita pelit karena aku sama Bima masak mie cuma buat kita aja . Aku juga gak tahu kalau dia juga mau . Terus dia bilang kami gak tahu malu karena memasak bahan milik tuan rumah tanpa izin . . . ! " kata Laura .


" loh , memang Vera gak salah kok . Apa yang di katakan Vera itu benar . kalian itu terlalu lancang karena berani mengobrak-abrik dapur orang sembarangan . . ! " kata uwak Rima.


" loh memang nya kenapa kalau mereka memasak bahan yang ada di kulkas. .? kau tahu , Rima . Semua isi kulkas , itu mereka bawa dari kota . Jadi apa salah nya jika mereka memasak nya ? aku rasa Najwa juga gak akan keberatan . . ! " kata Rita . Membuat Rima terdiam .


" Bu , sakit Bu . . ! " rintih Vera memegang kepala nya untuk mengalihkan perhatian .


" Astaga Vera kamu berdarah . . ! " kata Rima melihat benjolan di jidat Vera yang mengeluarkan sedikit darah


" hiks ,hiks,hiks. ini semua gara-gara Alan Bu . . hiks ,hiks hiks . . ! " adu Vera dengan terisak .Rima menatap Alan garang ,sedangkan yang di tatap terlihat santai .


"Berani-beraninya kau menyakiti anak gadis ku yang berharga . . kau bahkan sampai melukai wajah nya , kau harus bertanggung jawab . . . ! " kata Rima


" oh ,bertanggung jawab yang seperti apa yang kalian mau. . ? " kata Alan memainkan gelas.


" kau tahu wajah seorang gadis sangat berharga dan sangat menentukan masa depan nya . Jika wajah Vera cacat seperti ini , laki-laki mana yang akan mau menikahi nya . Karena kau telah melukai wajah nya , maka kau harus bertanggung jawab . .! " kata Rima tersenyum licik .


" hoooaaaam . . ada apaan sih ribut banget kedengaran sampe ke kamar . . ! " kata Najwa yang baru datang .


" Kebetulan kau datang Najwa . kau lihat wajah Vera terluka gara-gara suami mu . kalian harus bertanggung jawab . . ! " kata Rima penuh e.osi .


" Apa tanggung jawab . .? tanggung jawab apa ..? " Kata Najwa terkejut karena tidak tahu duduk permasalahan nya. Rima menatap Alan lekat seraya menunjuk nya .


"Kau harus .. . .


B


E


R


S


A


M


B


U


N


G

__ADS_1


__ADS_2