
tring tring tring
ponsel Najwa berdering , Najwa yang sedang sibuk memasak , meraih ponsel yang dia letakkan di atas kulkas .
" Alan ..! " gumam Najwa membaca nama yang tertera di layar ponsel nya .
" halo assalamualaikum , Alan . . . . . iya benar , dan saya istri nya , ini siapa dan dimana suami saya . . . . . . APA . . . . ???!! Lalu bagaimana dengan keadaan suami saya . . ?? . baik, saya akan segera ke sana . . . terima kasih . . . ! "
Seketika tubuh Najwa lemas , wajah nya terlihat memucat . Perlahan Najwa membawa tubuh nya untuk duduk di kursi makan dengan kaki yang gemetar .
" Ya Allah , nya . . nyonya kenapa . . ?? " kata bik Sarmi melihat majikan nya terlihat tidak baik-baik saja .
" Bik , bik Sarmi . . Alan bik . . . hiks hiks hiks . . ! " tiba-tiba Najwa menangis dengan pilu , membuat bik Sarmi kebingungan .
" Memang nya tuan muda kenapa , nyonya . . ??? " kata buk Sarmi .
" hiks , hiks , , Alan , , Alan kecelakaan bik , dan pak Mus meninggal di tempat . . ! " kata Najwa hingga membuat tangis nya pecah .
" Ya Allah , astaghfirullah . ..!! " kata bik Sarmi terkaget . Dia langsung merangkul Najwa yang masih menangis .
" Nya , nyonya yang sabar ya . Tenangkan pikiran nyonya , , ! " kata bik Sarmi mengusap punggung Najwa . Najwa masih larut dalam perasaan nya .
" kenapa ini ? ada apa dengan ku ? kenapa aku merasa sedih saat mendengar Alan kecelakaan . . ?? " batin Najwa .
Setelah menangis cukup lama , Najwa menghapus airmata nya . Dia meraih ponsel nya dan menelpon seseorang .
" halo , Sandy . . . . aku butuh bantuan mu . . . tolong kamu datang ke alamat yang aku kirim dan tolong jaga anak-anak . . . . Suami ku mengalami kecelakaan , akan sangat repot jika aku membawa anak-anak . Takut nya nanti mereka kecapekan dan ikut sakit . . . . baik aku tunggu . . ! "
Najwa memutuskan telpon nya lalu mengotak-atik ponsel nya sebentar , lalu bangkit dan menuju kamar Alan . Dia berganti pakaian dan membawa beberapa keperluan Alan . Setelah semua siap , dia langsung pergi menuruni tangga . Saat menuruni tangga dia melihat Sandy dan Damar yang sudah duduk di ruang tamu .
" Sandy , Damar kalian sudah lama datang . . ? " kata Najwa .
" Baru beberapa menit yang lalu . . kamu akan langsung pergi . . ? " kata Sandy yang kini berganti gaya rambut . Rambut yang sebelum nya masih berwarna hitam , kini berganti dengan warna caramel blonde . Sangat kontras dengan kulit nya yang bersih .
" iya , , Sandy tolong jaga anak-anak ya , , Damar bisa antar aku ke rumah sakit . . ? seperti nya aku malas untuk menyetir sendiri . . ! " kata Najwa beralasan .
" Bisa Wawa , , maka nya aku juga ikut saat Sandy mengatakan kalau kamu meminta dia ke sini . . ! " kata Damar .
" Mamah , , , , waah ada anty Sandy dan uncle Damar . . . ! " kata Brian yang tiba-tiba datang bersama Ruby dengan membawa kardus mainan mereka .
" hy Brian . . waah Brian punya adik yang cantik banget . . ! " kata Sandy mengusap rambut Brian dan Ruby .
" Mamah mau kemana ? " kata Ruby dengan berkaca-kaca . Najwa mendekati Ruby dan memeluk nya .
" Mamah mau pergi ke rumah sakit . . Tadi mamah dapat telpon kalau Daddy sakit . Jadi mamah mau ke rumah sakit dulu mau jemput Daddy . adik sama kakak tinggal dulu dama anty Sandy , ya . . ! " bujuk Najwa .
" Mamah , mamah gak bakal ninggalin Ruby kan . . ??! " kata Ruby dengan suara serak . Najwa terkejut saat merasakan pegangan erat Ruby pada tangan nya.
" Sayang ,, mamah gak akan ninggalin kamu . . Ruby jangan takut ya sayang . . ! " kata Najwa langsung memeluk Ruby dan mengusap punggung Ruby yang sudah bergetar akibat tangis nya . Setelah menangkan Ruby dan meyakinkan Ruby kalau dia akan kembali bersama Daddy nya , Najwa mencium kedua pipi Ruby dan Brian lalu pergi bersama Damar .
S
k
i
p
Di rumah sakit , Najwa sekarang berada di ruang rawat Alan . Dia tercengang saat melihat keadaan Alan , mata Alan di tutup dengan perban , tangan kanan nya juga di perban .
" Dokter bagaimana dengan keadaan suami saya , , Apa ada luka yang cukup serius . . dan , dan mata nya . .
" Mata tuan Alan kemungkinan akan mengalami sedikit cedera , karena tadi kami mendapati kalau banyak serpihan kaca yang masuk ke mata tuan Alan . Untuk luka di tangan kanan tuan Alan , mungkin akan meninggalkan bekas luka yang samar karena banyak pecahan luka yang menancap di tangan tuan dengan cukup dalam . Terlepas dari itu semua , kami akan memeriksa ulang tuan Alan setelah mendengar keluhan nya setelah tuan sadar nanti . ! "
" Baik dokter , terima kasih . . ! "
" kalau begitu saya permisi dulu , nyonya . . ! '
Najwa menatap Alan dengan lekat . Entah kenapa dia seakan bisa merasakan rasa sakit yang di rasakan Alan sekarang . Tanpa sadar airmata nya menetes dengan cepat melintasi pipi nya yang mulus . Dia menyentuh sesuatu yang terasa dingin di dagu nya , Dia menatap jari nya yang basah .
" air ?? " batin Najwa bingung
Dia mengusap pipi nya . Dia kembali merasa bingung dengan diri nya yang tanpa sadar meneteskan airmata . Dia membersihkan wajah nya , setelah itu dia duduk di kursi di samping ranjang Alan .
" Alan , apa kamu mendengar ku ?? " kata Najwa pelan . Tidak ada respon dari Alan . Najwa akhir nya menyimpulkan kalau Alan masih pingsan . Dia bangkit lalu masuk ke kamar mandi . Tak berapa lama dia kembali keluar , dia meraih ponsel nya lalu menelpon Bima untuk mengabarkan tentang kecelakaan Alan . jari-jari tangan Alan perlahan bergerak , Najwa menyudahi telpon nya lalu menghampiri Alan .
" Alan . . Alan . .kamu sudah sadar . . ??! " kata Najwa
" hee'em . . ! Alan mencoba menetralkan tenggorokan nya yang terasa kering . Najwa buru-buru mengambil gelas air di atas nakas . Dia memasukkan sedotan ke dalam gelas .
" Al , ayo minum dulu , , ! " kata Najwa membantu memasukkan sedotan ke mulut Alan . Alan membuka mulut nya dan menyedot air dengan cepat hingga hampir habis .
" Najwa , , aku tidak bisa membuka mata ku , . ! " kata Alan pelan seraya menoleh ke arah Najwa walau mata nya di perban . Najwa merasa sesak di dada nya , dia berusaha menahan tangis nya agar Alan tidak panik .
" Wa , . ! " panggil Alan lagi .
" Al , kata dokter tadi kamu mengalami kecelakaan , dan , , dan mata kamu kemasukkan serpihan kaca hingga mata kamu terluka . . ! " kata Najwa hati-hati .
" Jadi , , jadi mata ku . .
__ADS_1
" Alan , , kamu jangan berpikir yang lain-lain dulu , ya . Sekarang kita fokus dulu untuk penyembuhan kamu , , ! " hibur Najwa .
" Tidak , , , tidak . . aku gak mau buta . . TIDAK , ,TIDAAAAK . . . !!!! " Teriak Alan mengamuk tanpa sengaja Alan menggerakkan tangan kanan nya yang terluka hingga perban itu menjadi merah akibat darah dari luka Alan .
" Alan , , Alan kamu jangan banyak gerak dulu . . Alan . . dengarin aku , , tangan kamu berdarah lagi . . . Alan .. . !!teriak Najwa mencoba menenangkan Alan .
" AKU GAK MAU BUTA . . . AKU GAK MAU . . . . . AKU GAK MAU BUTA , NAJWA . . . .AKU GAK MAU . . . !!! " teriak Alan semakin kencang . Tanpa berpikir panjang Najwa menarik Alan ke dalam pelukkan nya dan memeluk nya erat .
" Alan , tenang lah . . . bagaimana kamu tahu kalau kamu buta , dokter tidak mengatakan kalau kamu akan buta . . Alan tenang lah . . Kamu gak sendiri , ada aku di di sini . . . !! " kata Najwa mengusap punggung Alan .
" Aku gak mau buta , Najwa . . hiks hiks . . bagaimana masa depan Ruby dan Brian jika aku buta . . .huhuuu . .aku gak mau buta , Najwa . . . aku gak mau . . . !! " ratap Alan dengan pilu seraya menangis , membuat Najwa ikut menangis .
" Akkh , ,, perih , ,Najwa , mata ku . . aaakh , perih Najwa , , perih . . . . !!! " jerit Alan hendak mengusap mata nya yang di perban . Najwa buru-buru menahan tangan Alan
" Alan jangan menyentuh mata kamu , , kamu berhenti menangis ya . mata kamu terluka dan terkena airmata kamu , jelas terasa perih . .kamu tenang ya . .jangan nangis lagi . . aku akan panggil dokter . . ! " Najwa pergi setelah Alan mengangguk . Saat terdengar suara pintu di tutup , tampak seulas senyum terlukis di bibir Alan yang seksi 🤫🤫🤫
* * *
Dokter datang dan memeriksa keadaan Alan , Alan terlihat sudah tenang sekarang . Najwa yang berdiri di sebelah kiri Alan , menatap Alan dengan cemas saat dokter muda itu mengganti perban tangan Alan dengan yang baru .
" Nyonya dan tuan tidak usah khawatir , keadaan tuan baik-baik saja . hanya saja untuk pemeriksaan mata selanjutnya , tunggu sampai dua hari ke depan setelah perban di buka . untuk sementara biarkan mata tuan di perban dulu untuk saat ini . . ! " kata dokter muda itu .
" tapi dokter , bukan kah mata suami saya terluka , kalau di biarkan tertutup seperti itu apa gak bahaya ?? " kata Najwa sedikit ragu . Dokter itu tersenyum .
" Justru akan lebih bahaya jika mata yang terluka terkena debu dan polusi udara ..! "
" Baik lah ,dokter . . ! " kata Najwa .
" Oh iya , nyonya sudah menebus obat yang saya resepkan tadi ? sebentar lagi jam makan siang dan tuan harus minum obat . . ! "
" Baik dokter , saya akan menebus obat nya sekarang . . ! "
Najwa langsung keluar dari ruang rawat Alan . Setelah pintu tertutup dokter menatap Alan dengan kekehan pelan ,
" Gimana , elo udah ngerasain gimana reaksi istri elo ?? " kata dokter itu
" Gue mulai sedikit tahu kalau dia sepertinya peduli sama gue . .Tapi gue penasaran gimana reaksi nya setelah tahu lanjutan rencana kita nanti . . !! " kata Alan santai .
" Payah elo . . perasaan istri elo aja elo gak bisa nebak . .! " kata dokter muda
" Dody , jaga ucapan elo . .Elo gak tahu sikap dia , ,dia itu wanita yang mandiri , dari awal pernikahan kita sampai sekarang pun yang hampir satu bulan , dia gak pernah minta apa-apa sama gue , , jangan kan minta uang atau weekend kemana gitu , minta tolong sama gue aja dia gak pernah . . . !! " kata Alan terlihat kecewa .
" Hehe , itu mungkin karena sikap acuh elo sama dia . . Alan , gue tahu elo masih trauma sama yang nama nya wanita . Tapi elo harus tahu , gak semua wanita itu pengkhianat . Dari yang gue lihat seperti nya istri elo yang sekarang orang nya baik . Dia gak banyak omong tapi langsung bertindak . . Sekarang gue tanya sama elo , Dia gak pernah ngomelin elo kan ?? tapi dia selalu memperhatikan semua kebutuhan elo , gue benar kan . . ?? " kata Dokter muda yang di panggil Dody itu .
" Darimana elo tahu ?? kata Alan dengan nada curiga .
" Apa benar yang di katakan Dody kalau aku dan Najwa sudah saling menerima keadaan ?? Dan apa benar kalau Najwa juga memiliki perasaan pada ku . . ?? "
Lamunan Alan buyar saat mendengar suara pintu terbuka . Langkah ringan mendekati ranjang Alan .
" Alan , , ! "
" Najwa , ternyata kamu . . aku kira dokter .! " kata Alan
" Maaf aku tidak langsung memanggil mu tadi . Sekarang kamu makan dulu ya , habis itu baru minum obat . . ! "
Alan mendengar suara sebuah kotak yang di buka , tak lama tercium wangi masakan yang harum.
" Ayo buka mulut nya , aku suapin ya . . ! "
Alan membuka mulutnya , terasa sesuatu masuk ke mulut nya , Alan mengunyah makanan itu , tapi kunyahan nya semakin pelan membuat Najwa heran
" Kenapa Al ?? " tanya Najwa
" Kamu beli ya . . ?? " kata Alan .
" Iya , aku beli di luar tadi . . kenapa , apa ada yang kurang . . ?? " tanya Najwa .
" gak enak makanan nya , , aku lebih suka makan masakan di rumah . . ! " kata Alan terdengar manja . Najwa menatap Alan yang mata nya di perban , dia menunduk dan tersenyum setelah mengetahui maksud ucapan Alan .
" Alan , untuk hari ini kamu makan makanan ini dulu , ya . Besok aku akan masakin buat kamu . . ! " bujuk Najwa .
" aku mau pulang sekarang . . ! " kata Alan .
" tapi kamu masih sakit . . kamu masih butuh perawatan yang lebih tepat di sini . . ! " kata Najwa lembut.
" pokok nya aku mau pulang , titik . .!! " kata Alan tak mau di bantah . terdengar Najwa menghela nafas panjang .
" Ya udah , aku tanya dokter dulu . . Tapi sebelum itu kamu makan dikit lagi , ya . . biar bisa minum obat . . ! " bujuk Najwa
" Aaa . .! " kata Najwa
Alan membuka mulut nya lagi , Najwa tersenyum senang , tapi hanya tiga suapan Alan tidak mau lagi makan . Najwa menyiapkan obat untuk Alan bersamaan dengan Dody masuk ke ruang rawat Alan . Tapi Najwa dan Alan tak menyadari kedatangan Dody karena pintu ruang rawat memang terbuka sedikit , Dody mendorong pintu pelan dan nyaris tak menimbulkan suara .
" ayo sekarang minum obat dulu . . ! " kata Najwa meletakkan berbagai bentuk pil ke telapak tangan Alan . tangan Alan tetap diam walau sudah cukup lama obat itu di tangan nya .
" Alan , ayo telan obat nya . . itu obat nya udah ada di tangan kamu . .! " kata Najwa membantu mengarahkan tangan Alan ke mulut nya , tapi saat tangan Alan yang berisi obat hampir mendekati mulut Alan , Alan memalingkan wajah nya membuat Najwa mengerutkan dahi nya .
" Alan , jangan bilang kalau kamu takut minum obat . . !! " tebak Najwa membuat Alan semakin gelisah .
__ADS_1
" Pa , ,pahit . . . ! " jawab Alan gugup . persis seperti anak kecil seumuran Brian .
" fffuhh , , hahahahaha . . . . !! " Najwa tertawa lepas hingga membuat Alan mengernyit . Begitu juga dengan Dody yang menahan tawa nya .
" Wawa , ,kau meledek ku . . !! " kata Alan kesal .
" Hahaha , , maaf Alan . .Tapi aku harus mengatakan nya , kau kalah dengan Brian . Kau tahu di saat Brian sakit dia akan menelan pil sekaligus dalam satu tegukan . Apa kau tidak malu kalah dengan Brian . .?? " kata Najwa ya g terdengar semakin santai .
" Tapi rasa nya pahit banget Wawa . . . !! " rengek Alan seakan mereka begitu akrab .
" Alan , mau tidak mau kamu harus minum obat , kamu mau cepat sembuh kan . . ? " kata Najwa .Alan mengangguk .
" hmm , , gimana kalau obat nya aku tumbuk dulu , biar pil nya gak nyangkut di tenggorokan kamu , , ? " tawar Najwa saat teringat ada alat tumbuk di dalam rak nakas . Alan mengangguk , Najwa mengambil mortar dan alu Penumbuk obat di dalam nakas . Lalu memasukkan obat di tangan Alan dan menumbuk nya hingga halus . Dody melipat tangan di dada sambil memperhatikan interaksi kedua nya itu . Tak lama obat itu sudah menjadi halus , Dia memasukkan bubuk obatitu ke gelas kecil lalu memberi nya air sedikit agar mudah di telan . Dia lalu mengambil setangkai anggur di atas nakas .
" Nah sekarang , kamu minum obat . Satu tegukan maka obat nya akan langsung masuk ke tenggorokan kamu , ok . Kamu tenang saja , aku akan langsung suapin kamu buah untuk menghilangkan rasa pahit nya . . ! " bujuk Najwa .
" beneran ya langsung di suapin buah . .! " kata Alan
" Iya . .ayo di minum, , ! "
Alan tampak ragu membuka mulut nya , saat mulut Alan terbuka dengan cepat Najwa menuangkan obat itu ke dalam mulut Alan .
" telan Alan . . ! " kata Najwa . terlihat jakun Alan bergerak ke atas pertanda dia menelan obat itu . Saat Alan membuka mulut nya Najwa buru-buru memasukkan sebutir anggur , Alan dengan cepat mengunyah anggur itu .
" Kurang . . ! " kata Alan . Najwa kembali memasukkan anggur ke mulut Alan hingga buah itu tersisa beberapa saja di tangkai nya .
" bagaimana udah gak pahit lagi kan ..? " kata najwa . Alan mengangguk .
Prok prok prok. .
Najwa menoleh ke belakang nya , dia sedikit terkejut saat melihat Dody tersenyum lebar sambil bertepuk tangan .
" Dokter , , ! "
" Saya salut sama nyonya , baru kali ini ada yang berhasil membujuk tuan Alan untuk meminum obat nya . . ! " kata Dody .
" Aku mau pulang . . ! " tegas Alan berubah seketika .
" dokter , suami saya mau pulang hari ini , apa bisa ?? " kata Najwa .
" apa tuan sudah merasa lebih baik ?? " kata Dody .
" Iya . . ! " jawab Alan singkat .
" Baiklah , aku akan mengurus surat nya . Silahkan selesaikan administrasi nya di kasir . ! " kata Dody seraya keluar .
" Kamu tunggu di sini dulu ya .Aku urus administrasi nya dulu. .! " kata Najwa .
" Wawa , , apa kau melihat dompet dan barang-barang ku ?? " tanya Alan .
" Aku tidak melihat apapun saat aku masuk tadi . Tapi sebentar , coba aku cari dulu . . ! " terdengar Najwa membuka satu persatu laci nakas .
" Ah , ini dia .. ? " kata Najwa menarik paperbag kecil dari dalam laci .
" Coba kau periksa isi nya , dan tolong absen satu persatu ! " kata Alan
" Ada dompet , jam tangan , kunci mobil dan sebuah kotak kecil warna merah . .! " kata Najwa .
" kamu ambil black card di dompet ku , dan simpan buat pegangan kamu . .! " kata Alan .
" Tapi , Al . .
" cepat ambil dan segera urus administrasi nya . .Aku bosan di sini . . ! " kata Alan .
" Baiklah . . . kalau begitu aku pergi dulu . .! "
Terdengar suara pintu di buka , dan di tutup kembali . Alan tersenyum puas .
" Ternyata kau istri yang penurut , Wawa . . ! " senyum Alan mengembang .
B
E
R
S
A
M
B
U
N
G
__ADS_1