
" Semua nya berawal dari ketika aku memergoki mas Angga yang sedang berdebat dengan cinta lama nya . Nama nya Rania . . .
FLASHBACK ON
Selin sedikit kecewa saat Angga menelpon nya dan mengatakan kalau dia tidak bisa menemani Selin ke dokter untuk memeriksa kehamilan nya karena ada meeting mendadak . Padahal Angga sudah berjanji akan menemani nya hari ini . Dengan berat hati dia pun berangkat sendiri menuju rumah sakit .
Skip
Selin tersenyum bahagia melihat foto hasil USG yang menunjukkan sebuah gumpalan yang cukup besar .
" Angga pasti senang melihat nya . " kata Selin menyimpan foto itu ke dalam tas nya dan melajukan mobilnya menuju butik . Saat dalam perjalanan dia merasa lapar dan memutuskan untuk berhenti di sebuah restoran . Setelah memarkirkan mobilnya Selin masuk ke restoran dan mencari meja yang kosong , tapi tatapan nya terpaku pada sebuah meja yang disini oleh seorang laki-laki dan perempuan yang tampak tertawa dengan senang . Jantung Selin berdegup kencang saat melihat laki-laki yang tampak familiar baginya . Apalagi dari kejauhan Selin bisa mendengar suara tawa laki-laki itu yang sangat dia kenal .
" mas Angga ? " batin Selin .
Selin masih tidak percaya dengan dugaan nya , walau hati nya mengatakan kalau dugaan itu benar . Setelah menenangkan hatinya yang gelisah , dia melangkahkan kaki nya pelan dan duduk di meja yang tak jauh dari meja laki-laki itu hingga dia bisa mendengar obrolan mereka dengan jelas .
" aku gak nyangka banget kita bisa ketemu kembali , Rania . ."
" aku juga gak nyangka loh , Angga . Padahal kita udah terpisah hampir 3 tahun . . "
Laki-laki yang di panggil Angga itu tampak meraih tangan cewek yang bernama Rania itu dan menggenggam nya mesra .
" Rania , maafin aku ya . Waktu itu aku gak sempat pamit sama kamu , sampai-sampai hubungan kita jadi menggantung . . "
Rania tampak tersenyum manis dan menatap tautan tangan mereka . Tapi raut wajah nya tiba-tiba berubah sendu saat melihat cincin yang melingkar di jari manis Angga lalu melepas genggaman tangan Angga pelan .
" Sebenarnya aku kecewa sama kamu . Kamu udah janji sama aku bakal kembali lagi ke desa ku dan akan menikahi aku . Saat itu aku mengunci nama mu di hati ku dan menyimpan cinta ku hanya untuk kamu . Sampai-sampai aku menolak semua lamaran pemuda yang datang melamar ku , karena aku yakin kamu pasti akan kembali untuk ku . Aku selalu sabar menunggu kamu menjemput ku . Tapi sampai 3 tahun pun berlalu , jangan kan pulang dan menepati janji mu memberi kabar pun kamu tidak . Aku pun menyerah menunggu kamu hingga akhirnya aku pun memutuskan untuk pergi merantau juga . Tapi gak tahu nya ketemu kamu disini . Aku semakin kecewa saat melihat kalau kamu sudah menikah . Dan aku menyadari kalau aku tidak lah penting dalam hidup mu . " kata Rania dengan meneteskan airmata .
Angga melirik cincin di tangan , lalu kembali menatap Rania yang tampak sedih . Angga menyeka airmata Rania dan kembali menggenggam tangan Rania dan mencium nya lembut , Selin yang melihat perlakuan Angga , membuat airmata nya tak bisa lagi di bendung .
" Rania , aku tahu aku salah . Tolong maafkan aku . " kata Angga penuh penyesalan .
" Kau sekarang sudah mempunyai keluarga , kau pasti bahagia bukan ? Jadi jalani lah rumah tangga mu dengan tenang . Jangan merasa terbebani oleh ucapan ku tadi . Aku harap kamu selalu bahagia dengan kehidupan rumah tangga mu . ." kata Rania mencoba tersenyum lalu meraih tas nya dan bangkit bersamaan dengan Selin yang juga bangkit henda pergi .
" Rania , tunggu kamu dengarkan aku dulu . Kita bisa menjalani semua nya tanpa di ketahui oleh istri ku , bukan . ? " kata Angga menahan tangan Rania . saat akan kembali bicara ponsel Angga berbunyi . Buru-buru dia mengambil ponselnya dan mengangkat telpon nya saat melihat siapa yang menelpon .
" Tunggu sebentar dan jangan bersuara . " kata Angga pada Rania .
Tut
__ADS_1
" Halo Selin . . " kata Angga dengan nada yang ceria .
" Kamu dimana ? " kata Selin pelan
" aku masih meeting bersama klien di restoran . Nanti aku telpon balik ya . " kata Angga langsung mematikan sambungan telpon nya dan kembali menatap Rania .
" Selin ? Itu istri mu ? " kata Rania dengan mata yang memanas .
" Rania dengar , aku sayang sama kamu , tolong jangan tinggalkan aku . " kata Angga.
" Maaf tapi aku tidak bisa menjalani semua nya secara sembunyi-sembunyi seperti yang kamu bilang . Aku tidak mau di cap sebagai pelakor dan merusak kebahagiaan wanita lain demi mencapai kebahagian ku . Maaf aku tidak bisa . " kata Rania tegas .
" Baik , baik . Lalu bagaimana yang kamu mau ? Apapun yang kamu mau aku akan lakukan . . " kata Angga .
" Jangan temui aku lagi dan lanjutkan kehidupan rumah tangga mu dengan damai . Anggap saja kita tidak pernah ketemu . ." kata Rania mantap .
" Tapi aku sayang kamu , aku tidak bisa hidup tanpa kamu , Rania . " kata Angga .
" Kalau kamu memang sayang sama aku , dan gak bisa hidup tanpa aku . Lalu kenapa kamu malah nikahin perempuan lain ? " kata Rania mulai emosi .
" Aku , aku . Aku terpaksa . . " kata Angga . Tubuh Selin bergetar saat mendengar pengakuan Angga yang baru dia ketahui .
" Ya , aku terpaksa menikahi Selin karena permintaan ayah nya dulu saat membantu aku melanjutkan kuliah ku . . " kata Angga . Rania tampak terdiam mendengar pengakuan Angga .
" Tapi tetap saja , kau sudah beristri . Dan aku tidak ingin merusak rumah tangga orang . Jadi mulai sekarang jangan pernah pikirkan aku aku lagi . Permisi . " kata Rania langsung pergi dengan langkah lebar .
" Rania , tunggu . Rania tung . . . . . " kalimat Angga terputus saat melihat Selin yang sudah berdiri di depan nya dengan linangan airmata .
" Se . . Selin , kamu disini . .??! " Angga tergagap
" Kenapa kamu gak bilang dari awal kalau ayah yang memaksa kamu untuk menikahi aku . Kenapa . ??!! " teriak Selin di iringi tangis nya .
" Sayang , tolong dengarkan . . . . .
" jangan panggil aku dengan sebutan itu . Aku jadi jijik mendengar nya . . ! " kata Selin sinis membuat kalimat Angga kembali terpotong . Selin langsung berlari keluar dari restoran .
" Selin tunggu . . !! " teriak Angga mengejar Selin dan meninggalkan pengunjung restoran yang memperhatikan mereka .
Selin langsung berlari menuju mobil nya , saat Selin akan melajukan mobil nya , tiba-tiba Angga berhasil masuk ke bangku di sebelah sopir .
__ADS_1
" ngapain kamu disini . Keluar , cepat keluar . . !! " kata Selin emosi .
" Selin , tenang dulu . kita bicara baik-baik . " bujuk Angga . Selin tertawa sinis , bukan nya menghentikan mobil Selin malah semakin menginjak pedal gas hingga mobil itu melaju dengan kencang . Selin menyetir dengan ugal-ugalan membuat Angga panik .
" Sayang , berhenti menyetir seperti ini . Ingat kamu lagi hamil anak kita . Aku gak mau kalian kenapa-kenapa . " kata Angga .
" anak kita ? hahahaha . . . Untuk apa mikirin aku dan anak ku . Bukan kah kau terpaksa menikahi ku ? Sana , kejar lah cinta lama mu . Jangan pikirkan anak ku . ." kata Selin menginjak rem hingga mobil berhenti .
" Turun lah . Biarkan aku dan anak ku pergi . . " kata Selin dengan tatapan penuh kebencian .
" Tidak aku tidak akan pergi meninggalkan kalian . Selin , ingat kita sudah lama menantikan buah cinta kita . Aku mohon maafkan aku . . " kata Angga .
" Pergilah selagi ada kesempatan , Angga Wijaya . Atau kau akan menyesal melewatkan kesempatan itu . . " kata Selin tajam .
" Selin . . .
" 1
" Selin aku mohon . .
" 2
" Selin , ayo kita bicara baik-baik . .
" waktu mu habis kawan . Kau akan pergi bersama ku menuju ke alam selanjutnya . . " kata Selin kembali menginjak pedal gas dengan kasar . Selin melajukan mobil semakin ugal-ugalan .
" Selin jangan gila kamu . . !! " kata Angga panik .
" hahahah . . kenapa , apa kau menyesal . ? " kata Selin tertawa sumbang . Angga terbelalak saat melihat Selin mengarahkan mobil nya semakin ke tepi seperti sengaja akan menabrak pembatas jalan tol . Dengan cepat Angga meraih stir mobil dan berusaha mengendalikan mobil .
" Lepaskan Angga . . !! " teriak Selin berusaha mengendalikan mobil sesuai keinginan nya .
" Tidak . Apa kau sudah tidak waras ? kau sedang hamil Selin . . " Angga balas berteriak .
" Apa peduli mu , haa . Aku tidak bisa membayangkan perasaan anak ku nanti jika dia tahu kalau dia lahir dari sebuah keterpaksaan . Aku tidak sanggup . . " kata Selin serak . Saat Angga akan bicara tiba-tiba sebuah mobil truk tampak oleng dan melaju dengan asal . Angga berusaha mengambil kendali mobil dan berusaha untuk menghindari truk itu . Tapi sayang truk itu hilang kendali dan menabrak mobil Selin hingga mobil Selin berguling dan menabrak pembatas jalan .
BRAAAKH
Bersambung
__ADS_1