JANGAN REMEHKAN WANITA GENDUT

JANGAN REMEHKAN WANITA GENDUT
BAB 71 Luka Tersembunyi


__ADS_3

Najwa terlihat puas saat melihat tanggapan keluarga nya tentang rumah makan yang baru saja dia beli . Setelah mereka makan malam Bu Rita pun memberikan masukkan dan saran untuk menu yang di sediakan , mang oyong pun tak kalah antusias , dia memberikan saran penyusunan ulang dan desain saung supaya lebih terlihat menarik . Bima pun tak mau kalah , dia langsung memesankan plang baru untuk rumah makan Najwa , Hanya dalam waktu semalam plang itu sudah datang dan langsung di pasang , kini rumah makan itu di kenal dengan nama " RM lesehan mamah Brian " . Najwa tertawa bahagia melihat keantusiasan keluarga nya . Untuk pengelolaan dan pembagian tugas nya mereka mengadakan rapat kecil-kecilan , Najwa meminta Bu Rita dan mang oyong untuk tinggal bersama nya saja dan mengelola rumah makan .


" Kalau ayah sama ibu tinggal disini , terus yang jagain rumah sama sawah siapa ? kata mang oyong .


" gimana kalau ayah jual aja , hasil penjualan nya bisa ayah sama ibu simpan , nanti Najwa tambahin biar ayah sama ibu bisa pergi umroh . Dan untuk masalah tempat tinggal ayah bisa tinggal dimana aja , mau di rumah Najwa boleh , mau di ruang pribadi di rumah makan juga boleh . ! " kata Najwa . Bu Rita dan mang oyong tersenyum mendengar nya .


" Apa kamu gak sayang sama rumah peninggalan ayah sama ibu kamu kalau di jual . ? " kata mang oyong .


" Sayang sih sebenar nya , ya udah gak usah di jual . Di kontrakin aja , sawah ayah suruh aja orang yang garap , ayah sama ibu tinggal terima hasil nya aja . Sudah waktu nya ayah sama ibu menikmati waktu , Giliran kami anak-anak kalian yang mengurus dan merawat kalian . . Iya kan bang . ? "


" Betul yang di bilang Wawa , ayah dan ibu sekarang bersantai aja menikmati waktu , . Izinkan kami yang merawat kalian sekarang . . ! " kata Bima .


" Nenek sama kakek tinggal disini aja , biar Brian ada teman main . . ! " timpal Brian .


" Ayah sama ibu sudah terbiasa bekerja setiap hari , kalau tinggal kota , bisa-bisa badan kami sakit semua . . ! " kata mang oyong .


" alasan ayah aja itu mah , , kan udah Wawa bilang tadi , ayah sama ibu yang kelola rumah makan . Kan ngawasin para karyawan juga kesibukan . . ayah sama ibu mau ya , ya , ya , . . ! " bujuk Najwa langsung duduk di lantai di dekat kaki mang oyong dan Bu Rita . Bima tertawa pelan melihat tingkah Najwa . sedangkan Bu Rita menjewer pelan telinga Najwa .


" Nih anak bisa banget ya ngebujuk orang , hmm . . ! " kata Bu Rita .


" ibu kalau mau jewer keras-keras juga gak apa-apa , tapi setelah itu ayah sama ibu tinggal di sini sama Najwa . . ! " kata Najwa dengan nada manja . mang oyong dan Bu Rita tertawa .


" Ayah sama ibu mau berunding dulu , nanti kami kabarin lagi . . . ! " putus mang oyong .


" Janji ya , Najwa tunggu . nanti Najwa sendiri yang akan jemput ayah sama ibu . . ! "


" Iya , bawel . . ! " kata Bu Rita tertawa pelan .


_-_-&-


Mang oyong dan Bu Rita menginap dua malam di rumah Najwa , hari ini Bima datang lagi untuk mengantar orang tua mereka kembali kekampung . Setelah kepergian mereka , di balkon kamar nya , Najwa termenung memikirkan lamaran dadakan beberapa hari yang lalu . Dia belum percaya jika bos nya , Alexander , melamar nya dalam waktu sesingkat ini . Semenjak Alex mengungkap perasaan nya , dia semakin banyak meluangkan waktu nya untuk Najwa dan Brian . Bahkan dia menyempatkan waktu nya yang sibuk untuk sekedar menjemput Brian pulang sekolah atau menemani Najwa makan siang . Najwa tersenyum sendiri mengingat perlakuan Alex yang begitu romantis . Tapi senyum itu berubah sendu , ketika dia menimbang hal buruk yang akan terjadi ke depan nya . Dia memang menyukai sikap Alex yang lembut , bahkan cenderung memanjakan Brian . Kedekatan mereka layak nya antara ayah dan anak kandung . Tapi Najwa masih ragu , Lebih tepat nya takut . Dia takut jika di saat mereka sudah menikah nanti , sikap Alex akan berubah pada Brian , karena banyak nya cerita seorang ayah tiri , tidak akan terlalu mementingkan urusan anak tiri nya . Najwa takut jika Alex mendekati Brian hanya untuk meluluhkan nya . Najwa menghela nafas berat . * * *


* ceklek


" mamah . . . ! " terdengar suara yang imut .


" iya sayang , mamah di balkon . ! " jawab Najwa . Terdengar langkah kecil mendekati nya


" mah , di bawah ada uncle Alex . . ! " kata Brian langsung duduk di sebelah mamah nya .


" Oh ya , udah berapa lama uncle datang ?? "


" Baru aja . . ! "


" Ya udah , yuk kita temuin uncle . ! "


pasangan ibu dan anak itu pun beranjak dari tempat nya . Saat menuruni tangan terlihat Alex tersenyum hangat menyambut mereka .


" Hy Wa , ,kamu sibuk gak hari ini . ? " kata Alex saat Najwa dan Brian sudah duduk .


" kayak nya gak deh , ,kenapa ? "


" Aku mau ngajak kamu sama Brian ke rumah ku , kalian kan belum pernah main ke rumah ku . . karena kita sedang dalam masa penjajakan , jadi aku rasa tidak ada salah nya kita lebih saling terbuka . supaya kita bisa saling menerima Kurang lebih nya , atau baik buruk nya keadaan kita masing-masing . . gimana . ? " kaya Alex . Najwa menimbang sejenak ajakan Alex ,


" *A*lex benar , Sebelum mengambil keputusan ada baik nya saling terbuka dengan keadaan masing-masing . .! " batin Najwa .

__ADS_1


" Gimana , sayang . . ? " kata Najwa meminta pendapat Brian .


"Brian mau aja mah . Tapi terserah mamah , Brian ikut mamah aja . . ! " kata Brian polos , tapi Najwa bisa melihat sorot mata Brian yang penuh harap . Najwa tersenyum .


" Baiklah kalau begitu kami siap-siap dulu , ya . . ayo Brian . . ! " kata Najwa bangkit .


" No , kamu bersiap aja , Brian biar aku yang urus . ! " kata Alex ikut bangkit dari sofa .


" Ha . ? tapi . .


" Aku tahu aku memang tidak punya pengalaman mengurus anak , tapi tidak ada salah nya kan jika aku mulai belajar mengurus Brian dari sekarang . Sudah sana kamu siap-siap , ayo jagoan papah . . ! " Brian dengan antusias menyambut uluran tangan Alex dan berjalan menuju kamar Brian . Najwa masih terdiam di tempat nya sambil menatap kepergian kedua laki-laki itu dengan hati yang berdebar karena kalimat terakhir Alex . Dia melihat Alex menoleh ke arah nya , dan . .


Ting


Alex mengedipkan sebelah mata nya seraya tersenyum menggoda Najwa . Najwa menunduk malu , dia merasa wajah nya terasa panas .


" Dasar Alex genit . . ! " lirih Najwa . Tapi dia tertawa geli melihat sikap Alex yang semakin membuat nya ketat ketir . Dia lalu beranjak dari tempat nye menuju kamar untuk bersiap .


( skip )


Mobil Alex masuk ke pekarangan yang luas . Alex buru-buru turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Najwa dan Brian . Alex menggendong Brian dan menggandeng tangan Najwa .


" Alex , ,tangan nya di kondisikan . . ! " kaya Najwa cemberut menyembunyikan rasa tersanjung nya atas perlakuan manis seorang Alexander .


" Kenapa . . ? gak ada yang salah kan . ? " kata Alex santai . Najwa akhir nya pasrah saat genggaman itu tak terlepas walau dia sudah menarik nya dengan kuat .


" Waaah , , rumah papah gede banget , bagus lagi . . ! " kata Brian kagum . Alex menurunkan Brian dan membiarkan dia mengitari setiap ruangan . Najwa melirik Alex dan Brian bergantian , mencari sesuatu yang terjadi antara kedua nya yang membuat Brian mengubah panggilan nya secepat itu .


" Hehe ,kau tidak akan mengerti kesepakatan antara dua pria , sayang . . ! " goda Alex .


" Hhmm , , ada-ada aja . . ! " gumam Alex membuat dia tertawa .


" Saya tuan . .


" Tolong kamu awasi tuan muda . temani dia bermain . . ! " perintah Alex .


" Baik tuan . tuan apa ini calon nyonya . . ? " kata Dina melirik Najwa


" Benar . . ! " kata Alex tanpa ragu .


" Oh , selamat datang nyonya . . kalau begitu saya permisi menyusul tuan muda . ! " kata Dona .


" Pergilah , tadi dia pergi ke arah sana . . ! " tunjuk Alex . Dona lalu pergi .


" Alex , kamu apa-apaan sih langsung mengiyakan pertanyaan Dona . . ! " kata Najwa


" Loh , kenapa ?? ang benar kan . ?! udah ya daripada berdebat , mending aku temani kamu melihat-lihat mansion kita , yuk . . ! " ajak Alex menarik tangan Najwa menaiki tangga.


Saat berada di lantai atas , Alex membawa Najwa ke balkon . Tapi langkah Najwa terhenti di depan sebuah pintu yang bertulis the moment . Alex ikut berhenti . Dia melirik Najwa lekat.


" ayo masuk , akan ku tunjukkan sesuatu . . ! " kata Alex membuka pintu itu .


Saat pintu terbuka , Alex menekan saklar lampu hingga ruangan itu menjadi terang benderang . Najwa mengedarkan pandangan nya . pandangan Najwa terpaku pada sebuah potret yang besar tergantung di dinding . Perlahan Najwa mendekati nya , dia menatap foto sepasang pengantin yang terlihat tersenyum bahagia .


" Dia adalah Melissa . . . ! " kata Alex tenang . Najwa melirik Alex .

__ADS_1


" istri mu kan . ? " kata Najwa bergetar .


" Iya , ,! " kata Alex singkat dan beranjak menuju foto yang lain . Najwa pun mengikuti Alex .


Kini mereka berada di depan potret maternity shoot Melissa dan Alex yang bertema musim gugur . Alex mengelus foto Melissa dengan tangan bergetar . Najwa melirik Alex yang sorot mata nya berubah sendu .


" Berarti kau juga memiliki anak . . ?! " kata Najwa .


" Iya . . ! " jawab Alex dengan suara serak .


" anak mu cewek atau cowok . . ? " kata Najwa dengan sedikit hampa .


" Seharusnya cewek . Ini foto terakhir mereka sebelum pergi meninggalkan aku . . ! " kata Alex semakin serak . Najwa melihat bahu Alex adik turun sedikit cepat.


" Lalu dimana mereka . . ? " kata Najwa hati-hati .


" di surga . . ! " kata Alex lirih . Najwa terkejut mendengar jawaban Alex . Belum sempat Najwa bereaksi , ,


* bruukh


Alex berlutut di depan potret , Najwa terkejut di buat nya . Dia ingin membantu Alex berdiri , tapi terhenti oleh ucapan Alex .


" Aku gagal . . aku gagal menjadi suami dan ayah yang baik . aku gagal menjaga mereka hingga mereka di celakai oleh musuh ku. . Aku gagal , Wa , aku gagal . . . .hiks , hiks maafkan aku Melissa , maaf . . . . ! " Alex memukul kepala nya sendiri secara bertubi-tubi dengan di iringi deraian airmata . Najwa berusaha menahan tangan Alex , tapi dia kalah tenaga , Dia masih berusaha tapi tetap gagal . Tanpa berpikir panjang dia langsung memeluk erat Alex yang masih menangis .


" Alex. tenang , , kamu gak boleh nyakitin diri kamu sendiri . . kalau kamu seperti ini bagaimana kamu akan menjaga aku dan Brian nanti . . Alex berhenti aku bilang. . !! " Najwa memeluk Alex semakin erat ,


Baru kali ini dia melihat keterpurukan Alex . laki-laki yang selama ini dia ketahui sebagai sosok pria yang kuat dan dingin , ternyata menyimpan luka yang sangat dalam . Alex menghentikan pergerakan nya dan menangis dalam pelukkan Najwa . Dia menangis sejadi-jadinya seraya membalas pelukkan Najwa erat . Najwa pun ikut meneteskan airmata melihat keadaan Alex yang seperti ini .


" Alex , , sudah jangan di tangisi lagi . Aku tahu merelakan kepergian orang kita cintai bukanlah hal yang mudah . . Tapi semua ini adalah takdir , takdir yang tak bisa kita tebak . Relakan kepergian mbak Melissa , jangan siksa dia dengan ketidak relaan kamu . Biarkan mbak Melissa dan buah hati kalian beristirahat dengan tenang . . mereka akan sedih jika melihat keadaan kamu seperti ini . . sudah ya . . ! " bujuk Najwa lembut . Dia menepuk-nepuk punggung Alex pelan untuk menenangkan nya . Najwa mendongakkan wajah nya menatap kembali figura besar di depan nya . Najwa sedikit terkejut saat melihat kalung yang di pakai oleh Melissa di dalam foto itu , sama persis dengan yang dia pakai sekarang .


" apa ini ?? kenapa kalung kami bisa sama ?? " batin Najwa


Perlahan tangisan Alex mereda , tapi dia masih sesegukan dengan tetap di dalam pelukkan Najwa . Dia merasa tenang dan damai di dalam pelukkan wanita yang telah menghancurkan benteng yang dia buat untuk membatasi hati nya . Kini wanita itu sekarang duduk di tahta yang paling tinggi dan menjadi penguasa hati nya .


Tanpa mereka sadari seseorang berpakaian maid tengah mengintip apa yang terjadi di dalam ruangan itu.


" aku harus memberitahu nona . Wanita ini akan menjadi ancaman untuk rencana nona . . ! "


Maid itu pun perlahan pergi dari tempat nya sebelum dia ketahuan . .


B


E


R


S


A


M


B


U

__ADS_1


N


G


__ADS_2