
Selin terbaring lemah di ranjang rumah sakit di sebuah ruang rawat inap . Perlahan tampak kelopak mata nya bergerak dan sedikit demi sedikit terbuka , hingga akhirnya dia benar-benar siuman . Suasana ruangan tampak sepi , tatapan mata nya menerawang . Hingga dia tampak tersentak dan langsung meraba perut nya .
" bayi ku . Tidak , kenapa perut ku sekarang mengecil . ." kata Selin panik . Dia berusaha bangkit tapi kepala nya terasa sakit seakan mau pecah , dia pun akhirnya kembali berbaring . Untung nya ada seorang perawat yang masuk dan langsung menghampiri Selin .
"ibu Selin , ibu sudah sadar . Bagaimana perasaan ibu ? " kata perawat itu .
" dimana bayi saya ? Dia baik-baik aja kan , sus ? " kata Selin .
Perawat itu tidak menjawab , dia menyodorkan segelas air pada Selin . Selin yang memang merasa kurang nyaman di tenggorokan nya langsung meminum air itu hingga tandas .
" sebentar ya , Bu . Saya akan memanggil dokter dulu . " kata perawat itu langsung pergi . Selin memperhatikan ruangan dimana dia tengah di rawat . Ruang rawat inap biasa . Bayangan-bayangan kejadian sebelum nya kembali berputar di benak Selin . Lamunan Selin buyar saat sebuah suara menyapa nya .
" selamat siang Bu Selin . bagaimana perasaan ibu ? " kata seorang laki-laki berpakaian khas dokter .
" dokter , sudah berapa lama saya pingsan ? " kata Selin
" ibu sudah tertidur selama 4 hari . .maaf ya saya periksa dulu . " kata dokter menempelkan stetoskop ke are dada kiri Selin .
" Lalu dimana bayi saya ? Dia baik-baik aja kan ? " kata Selin dengan jantung yang berdegup .
" ibu tenang ya . sekarang yang terpenting adalah fokus pada pemulihan kesehatan ibu . ." kata dokter melepas stetoskop dari telinga nya .
" Dokter dimana bayi saya . ." kata Selin sedikit tinggi , entah kenapa hatinya menjadi gelisah saat melihat mereka seakan selalu mengalihkan pembicaraan jika Selin menanyakan bayi nya . Selin melirik name tag Dokter yang tertera tulisan Randy . Dokter itu menghela nafas panjang .
" ibu Selin . Sebelumnya kami minta maaf . Sepertinya Ibu mengalami benturan yang sangat kuat hingga ibu mengalami pendarahan . Kami sudah berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan kandungan ibu . Tapi takdir berkata lain , putri ibu tidak bisa di selamatkan . Ibu yang sabar ya . " kata dokter Randy .
Seketika Selin terdiam dengan wajah yang pucat . Dia seperti orang linglung yang tak tahu arah kemana akan berjalan . Disisi lain dia sangat terpukul dengan kepergian sang buah hati yang sudah sangat lama dia nantikan , apalagi dokter tadi menyebutnya putri yang artinya anak nya berjenis kelamin perempuan . Tapi disisi lain , entah kenapa dia seakan merasa jika itu lebih baik untuk anak nya agar dia tidak merasa sedih saat mengetahui apa yang terjadi pada kedua orang tua nya di masa lalu . Selin meraba perut nya pelan ,
" ibu yang sabar ya . Kami turut berduka bercita atas kepergian anak dan suami ibu . " kata dokter .
" apa ? Suami ? suami saya meninggal ? " kata Selin .
" Benar Bu . Kondisi suami ibu sangat mengenaskan saat tim ambulance membantu mengeluarkan kalian dari mobil yang sudah ringsek . Tapi yang membuat kami takjub , walau mobil kalian sudah dalam keadaan ringsek tapi kondisi ibu tidak terlalu parah . Hanya terluka di bagian kening dan luka gores di beberapa bagian . Sungguh peristiwa ini sangat istimewa , seorang ibu yang sedang hamil sangat di lindungi oleh sang pencipta . " kata dokter itu menatap Selin dengan takjub .
" Lalu siapa yang menempatkan saya ke ruangan ini ? " kata Selin
" mertua ibu yang meminta agar ibu di tempatkan di ruangan biasa . " kata suster . Selin tersenyum kecut mendengar nya . Ya , wajar jika ibu mertua nya seperti itu , karena memang dari awal mereka tidak pernah menyukai dia dan selalu memanggilnya dengan sebutan wanita mandul .
" baiklah , kalau begitu ibu sebaiknya beristirahat ya . Nanti makan siang nya akan di antar . " kata suster itu menyelimuti Selin sampai ke dada . Selin tak menjawab perkataan suster itu dan hanya membiarkan mereka pergi meninggalkan dia sendiri di ruangan itu .
" sayang nya bunda . Maafkan bunda yang lalai menjaga mu . Dan terima kasih karena sudah menemani bunda selama 6 bulan ini . Berbahagia lah kamu di sana , nak . " batin Selin dengan mata berkaca-kaca . Dia berusaha untuk tidak menangis dan mengikhlaskan anak nya yang belum sempat dia peluk .
__ADS_1
S
K
I
P
Setelah menjalani perawatan beberapa hari kemudian . keadaan Selin semakin membaik , dan hari ini dia juga sudah di perbolehkan pulang . Tapi yang menjadi kendala sekarang , ternyata biaya administrasi rumah sakit Selin sama sekali belum di bayar oleh mertua nya . Dan dia juga mengatakan pada suster yang berjaga di meja resepsionis beberapa hari yang lalu kalau Selin harus membayar sendiri biaya nya . Selin menjadi bingung , jika dia belum membayar administrasi maka dia tidak di perbolehkan pulang . Tapi dia juga tidak memiliki apa-apa , tas yang dia bawa waktu itu juga tidak tahu dimana . Untung nya dokter Randy mengetahui kesusahan Selin sekarang dan menjamin biaya administrasi Selin agar bisa pulang . Selin sangat berterima kasih pada dokter Randy dan meminta nomor kontak nya , supaya dia bisa menghubungi dokter Randy saat akan mengembalikan uang nya nanti .
Selin menarik nafas pelan dan menghela nafas panjang mengingat akan seperti apa kelanjutan hidup nya yang akan dia jalani . Dia melangkah menuju taksi yang sudah di stop oleh satpam atas permintaan dokter Randy tadi . Mobil itu melaju menuju alamat yang di sebutkan Selin .
S
K
I
P
Selin turun dari mobil dan meminta menunggu sebentar karena dia akan mengambil uang . Tapi sopir itu mengatakan kalau ongkos nya sudah di bayar lalu langsung pergi .
" maaf , kalian siapa ya ? " kata Selin
" kami penghuni baru rumah ini . .kamu siapa ? " kata wanita berwajah teduh itu .
" Penghuni baru ? Maaf ini rumah saya . Apa kalian tidak salah alamat . ? " kata Selin .
" Tidak . Sebelumnya perkenalkan , saya Reyhan dan ini Sari . Saya teman Angga , Kami membeli rumah ini dari orang tua Angga . Mereka bilang kalau Angga sakit keras dan harus di operasi jadi mereka menjual rumah ini pada kami . "
" Apa . ? " kata Selin syok saat tahu kalau mertua nya berani menjual rumah nya tanpa izin dari nya hingga dia merasa pusing dan sempoyongan . Reyhan dan Sari langsung menghampiri Selin dan membawa nya masuk .
Selin meminum pelan air yang di berikan oleh seorang ART . Setelah merasa cukup tenang dia kembali menatap pasangan itu .
" Perkenalkan , saya Selin istri Angga . ." kata Selin .
" Istri Angga ? Tapi mama nya Angga bilang kalau istri Angga meninggal akibat kecelakaan dan Angga sakit keras . " kata Reyhan . Selin tersenyum miris mendengar nya .
" Tapi kenyataan terbalik . Saya koma selama 4 hari dan saya kehilangan calon anak saya yang seharusnya hadir 3 bulan kemudian . Dan Angga . . Angga lah yang meninggal . . . " jelas Selin dengan hati yang perih .
" Apa . ? " kata Reyhan dan Sari terkejut .
__ADS_1
" Maaf mbak ,apa mbak ada bukti kalau mbak ini istri Angga . ? " kata Sari penuh selidik .
" Kamar utama di lantai atas tidak bisa kalian buka , bukan ? " kata Selin membuat pasangan itu saling menatap .
" benar mbak . " kata Reyhan .
" jelas kalian tidak bisa membuka nya karena hanya saya dan Angga yang tahu . . ! " kata Selin .
" tapi mbak . Kami sudah membayar full rumah ini . Sungguh kami tidak tahu kalau mama nya Angga berbohong seperti ini . " kata Reyhan .
" Hhhfft , karena rumah ini sudah kalian beli , tolong izinkan saya untuk mengambil barang-barang saya di kamar utama . Setelah itu saya akan pergi . . " kata Selin tidak ingin memperpanjang masalah . Reyhan dan Sari kembali saling bertatapan , dan akhir nya mereka mengangguk . Reyhan dan Sari lalu mengantarkan Selin ke kamar utama . Selin tampak menekankan telunjuknya ke sebuah lingkaran bening di daun pintu .
Ting
Terdengar suara berdenting dan Selin mendorong pintu di depan nya . Selin masuk tanpa menghiraukan Reyhan dan Sari yang masih memandang nya .
Selin memperhatikan setiap sudut kamar nya . Dada nya terasa sesak saat kembali teringat dengan ucapan Angga pada cinta lama nya . Tanpa membuang waktu Selin menurunkan koper besar di atas lemari , tapi karena tubuhnya masih lemas . Selin memutuskan untuk meminta bantuan pada Reyhan dan Sari .
" maaf , bisa bantu saya menurunkan koper ? Saya merasa masih sangat lemas . " kata Selin .
" baiklah , Sari ayo kita bantu mbak Selin . " kata Reyhan .
" iya mas . Ayo . " kata Sari .
Mereka kembali masuk ke kamar . Sari terlihat kagum menatap interior kamar yang baru saja dia masuki . Reyhan menurunkan koper besar dari atas lemari . Selin lalu membuka koper dan mulai mengambil semua pakaian dan barang-barang lain nya yang berada di ruang ganti . Sari juga tampak sibuk membantu Selin menyusun semua barang nya .
" Seperti nya aku pernah melihat box di gudang . Biar aku ambilkan . " kata Reyhan langsung keluar tanpa menunggu persetujuan Selin .
Setelah semua pakaian tersusun rapi dalam dua koper besar . Selin lalu membuka lemari di dekat meja rias nya . Saat lemari besi itu terbuka , Sari sedikit terkejut saat melihat apa yang dia anggap lemari ternyata adalah sebuah brangkas . Selin mengeluarkan semua barang-barang nya seperti kotak perhiasan , berkas-berkas penting serta sejumlah uang tunai dan beberapa batang logam mulia . Reyhan kembali dengan membawa dua box besar dan menyusun satu persatu kotak sepatu milik Selin dan menyusun paperbag yang berisi tas-tas branded milik Selin . Sedangkan semua isi brangkas tadi Selin memasukkan nya ke sebuah tas tangan yang cukup besar . Karena di kerjakan bersama-sama pekerjaan itu selesai degan cepat . Reyhan dan Sari juga membantu Selin membawa barang-barang nya keluar . Tampak di halaman rumah sudah ada taksi online yang menunggu karena Reyhan memang memesankan taksi untuk Selin .
" Makasih ya , kalian udah bantuin aku . . Mbak dari tolong di terima ya . Aku rasa ini lebih cocok sama kalian . " kata Selin menyerahkan sebuah kotak pada Sari .
" gak usah mbak . Sebaiknya mbak simpan aja . . " kata Sari
" gak apa-apa , tolong di terima ya . . ! " kata Selin menarik tangan Sari dan meletakkan kotak itu ke dalam tangan Sari .
" Ya sudah kalau begitu saya terima . makasih mbak Selin . " kata Sari akhirnya .
" iya . untuk masalah pintu kamar utama , kalian bisa mengganti sidik jari nya dengan sidik jari kalian . Kalau begitu saya permisi . ." kata Selin lalu masuk ke taksi . Taksi itu melaju menjauh dari rumah yang kini tinggal kenangan . Selin meminta sopir untuk mengantarnya ke butik nya . Karena hanya butik itu yang kini menjadi tujuan nya . Setelah menempuh waktu beberapa menit , taksi tiba di depan ROSELIN BOUTIQUE . Selin turun dari taksi , Tapi . . . . .
BERSAMBUNG .
__ADS_1