
" Alan , . . Ruby . . i'm coming . . Apa kalian tidak merindukan ku . . ?? " teriak seorang wanita berambut pirang .
DEG
jantung Alan berdegup kencang saat mendengar suara wanita yang tak asing bagi nya . Sedangkan Najwa terdiam melihat seorang wanita berambut pirang berdiri di belakang bik Sarmi . Tapi dengan cepat Najwa langsung menghadang langkah wanita itu saat dia hendak menerobos ke dalam kamar .
" Maaf. tolong jaga sikap anda . . . ! " kata Najwa
" Minggir jangan halangi aku . Aku ingin menemui Alan . . ! " sengit wanita pirang itu .
" Tapi saya tidak mengizinkan anda masuk ke kamar ini . . ! " kata Najwa tegas .
" aku mantan istri Alan dan ibu kandung Ruby . . Memang siapa kau berani-beraninya menghalangi aku . . ! " kata wanita itu tinggi .
" Kau mantan istri Alan , Dan aku istri sah Alan . Jadi aku berhak mengatur dan melarang siapa saja yang masuk ke mansion ini . . ! " Kata Najwa tegas dan berwibawa .
Wanita itu terlihat terkejut saat mendengar pengakuan Najwa . Dia melirik jari manis kanan Najwa , dan terlihat tersenyum sinis .
" Benarkah kau istri Alan ?? lalu kenapa kau tak memakai cincin kawin ?? " kata wanita itu .
" Saat mengalami kecelakaan kemarin , cincin pernikahan ku hilang , jadi aku meminta Wawa untuk melepas cincin nya dan memakai cincin yang baru . Tapi sayang kau datang dan merusak suasana . . ! " Alan menjawab pertanyaan wanita itu .
" Oowh , , benarkah . . ? " kata wanita itu .
" ada apa kau datang ke sini lagi , Leni . . ?? " kata Alan tidak suka . Leni maju hendak masuk masih tetap di halangi oleh Najwa .
" Apa kau mendengar Alan bertanya pada ku ? jadi biarkan aku masuk . . ! " kata Leni angkuh .
" Alan hanya bertanya dan tidak meminta mu u tuk masuk ke kamar kami . . Benarkan Al . . ?? " kata Najwa .
" Wawa benar . . ! " kata Alan .
" Seperti ini lah cara kalian menyambut tamu ?? Sungguh sangat sopan . . ! " sindir Leni .
" Jika tamu nya sopan , kami pun akan segan . . ! " jawab Najwa dengan tegas , membuat Leni menatap Najwa tajam .
" Aku datang kesini untuk mengunjungi Alan dan putri ku , Ruby . . Ruby , sayang . ini mami . . ayo sini peluk mami . . ! " kata Leni tersenyum pada Ruby . Tapi Ruby malah menatap Alan dan lebih merapat ke pelukan Alan .
" Ruby tidak mengenali mu . . . Wawa , tolong bantu aku , kita bicara di ruang tamu saja. . ! " kata Alan .
" Silahkan tunggu di ruang tamu . . ! " kata Najwa . dengan wajah kesal Leni berjalan dengan cepat sambil menghentakkan kaki nya. Setelah Leni pergi , Najwa baru beranjak dari tempat nya dan menghampiri Alan .
" Al , aku merasa was-was , bolehkah aku memanggil Sandy untuk mendampingin anak-anak . . ?? " tanya Najwa .
" Seperti nya bukan ide buruk . . ! " kata Alan . Najwa lalu menelpon Sandy . Tak lama Sandy datang dan menunggu di depan pintu kamar .
" Anak-anak , dengar kata mamah . Kalian jangan jauh-jauh dari anty Sandy . ok . . mamah gak mau kalian kenapa-kenapa . . ! " kata Najwa mencium kedua bocil itu bergantian .
__ADS_1
" Iya mah . . ! " kata Brian dan Ruby kompak , mereka lalu berlari ke arah Sandy , Najwa lalu membantu Alan untuk turun ke ruang tamu .
" Wawa , sebelum turun bisakah kau ambil kotak merah di laci nakas . ? " kata Alan . Najwa menarik laci nakas lalu mengambil kotak yang di maksud Alan lalu memberikan nya pada Alan . Alan membuka kotak itu dan terlihat lah sepasang cincin berlian yang cantik . Dia meraba-raba cincin itu dan mengambil cincin yang berukuran kecil .
" Wa , Saat kita menikah , kita tidak sempat bertukar cincin . Jadi saat aku dinas ke luar negeri kemarin , aku memilih cincin ini untuk menjadi cincin nikah kita . Apa kau mau memakai nya . . ? " kata Alan . Najwa menatap cincin di tangan Alan .
" Al , apa kau ingin memasangkan cincin ini hanya untuk membungkam mantan istri mu. . ? " kata Najwa sedikit merasa sesak .
" Tidak , aku memang berniat memilih cincin ini sebagai cincin pernikahan kita . Maaf jika ini terlambat , Tapi jika kau tidak ingin memakai nya , tidak apa-apa . . . ! " kata Alan terdengar kecewa .
" Al , bukan itu maksud ku . , aku , , aku hanya tidak ingin sebuah kebohongan di awal sebuah kebaikan . . ! " kata Najwa menunduk . Alan mencoba meraba-raba udara untuk mencari Najwa , dan tepat tangan nya menyentuh kepala Najwa membuat Najwa mendongakkan kepala nya.
" Wawa , Setidak nya kita bisa memulai langkah dengan niat baik , walau belum ada perasaan di antara kita , tapi mungkin dengan seiring berjalan nya waktu , kita bisa saling menerima . Kalau boleh aku jujur , sebenarnya aku sangat membutuhkan sebuah sandaran untuk berbagi dan bertukar pikiran . Tapi karena rasa trauma ku di masa lalu membuat ku merasa sangat sulit untuk percaya pada seorang wanita . Wawa , anak-anak sangat membutuhkan kita , Ruby membutuhkan sosok seorang ibu , dan sekarang dia dapatkan dari mu , sedangkan Brian membutuhkan sosok seorang ayah . disini kita berempat saling membutuhkan dan saling melengkapi . Jadi aku rasa tidak ada salah nya jika kita saling mendukung dalam merawat dan menemani tumbuh kembang anak-anak kita kan, ?? " kata Alan . Najwa menatap Alan yang mata nya masih di perban . Dari ucapan Alan. Najwa bisa menangkap dan merasakan sebuah ketulusan . Dia menarik nafas dalam dan menghembuskan nya pelan .
" bismillah , semoga ini awal yang baik untuk kami . . ! batin Najwa .
" Baiklah , Alan . Aku bersedia . . !! " kata Najwa pelan .
" terima kasih , Wawa . .! " kata Alan meraba tangan Najwa dan memakaikan cincin di jari manis kanan Najwa . Lalu Najwa memasangkan cincin di jari manis Alan
" kalau begitu ayo kita turun . . ! " kata Najwa . dia menuntun Alan menuju tangga .
" Pelan-pelan , Al . . ! " kata Najwa saat mereka akan menuruni tangga . Najwa mengeratkan genggaman nya pada tangan Alan . Setelah cukup lama , mereka akhir nya tiba di ruang tamu . Saat di ruang tamu Najwa dan Alan bisa mendengar kalau Leni berulang kali memanggil dan membujuk Ruby untuk mendekat pada nya . Tapi Ruby masih tetap menempel pada Brian yang merangkul nya. saat melihat Najwa dan Alan datang dengan bergandengan tangan , wajah Leni terlihat memerah .
" Kalian ngapain aja sih , lama banget di kamar . . ! " sewot Leni tidak suka .
" Ada apa kau datang kemari , Leni. . ? " kata Alan mengulang pertanyaan nya tadi .
" Sudah aku bilang , aku datang kesini untuk menemui mu dan Ruby . Tapi aku heran , apa yang kau ucapkan sangat buruk tentang ku hingga anak kandung ku tak ingin mendekati ku , Alan . . ??!! " kata Leni tajam .
" Kau tak perlu heran , Leni . Wajar saja jika Ruby tak mau mendekati mu . Dia tidak mengenali mu , Karena kau pergi meninggalkan Ruby saat Ruby masih bayi . Aku rasa kau masih ingat itu . . ! " kata Alan , wajah Leni semakin memerah mendengar ucapan Alan .
" Tapi setidak nya kau masih menceritakan tentang ku sebagai ibu kandung nya , Alan . . ! " sengit Leni .
" Apa yang harus aku ceritakan tentang mu ? apa tentang perbuatan hina mu dengan laki-laki itu . . ? " kata Alan mulai tersulut emosi .
" Al , tenang . Ingat di sini masih ada anak-anak . . ! " kata Najwa mengusap lengan Alan . Terlihat Alan kembali tenang .
" Anak-anak , ayo sini sama mamah sama Daddy ..! " kata Najwa lembut . Brian dan Ruby menghampiri akan dan Najwa .Brian duduk merapat pada Alan . Sedangkan Ruby masuk ke pelukkan Najwa .
" Kau ingin pamer dengan menujukkan kedekatan mu dengan anak ku , haa . . ??!!!! " teriak Leni membuat Ruby terkejut dan memeluk erat Najwa .
" jaga sikap mu ,Leni .Kau membuat Ruby takut . Begini kah cara mu di depan anakmu . . ?? " kata Najwa dengan tatapan tajam .
" mamah , Ruby takut . .cepat suruh pergi Tante itu . . !! " rengek Ruby ketakutan .
" Ruby , ini mami dayang bukan Tante . Justru yang kau peluk itu yang seharusnya kau panggil Tante . . !! " kata Leni dengan nada tinggi .
__ADS_1
" Cukup Leni . . Cepat kau pergi dan jangan pernah datang lagi kesini jika hanya ingin membuat anak-anak ku takut . . !! " bentak Alan . Dengan gerakan kasar Leni menyambar tas nya di meja lalu pergi dengan hentakan kaki yang kuat.
" Ssshh . . sayang jangan takut ya . . sekarang mami Leni sudah pergi . ! " kata Najwa menenangkan Ruby .
" Mah , apa benar Tante itu tadi mami Leni. . ? " kata Ruby . Najwa menatap Alan . Seakan mengerti isi kepala Najwa , Alan menjawab pertanyaan Ruby .
" Benar sayang , itu tadi adalah mami kandung Ruby , yang melahirkan Ruby . .! " kata Alan .
" Tapi kenapa mami baru datang sekarang ke sini . . ? " kata Ruby polos . kedua nya terdiam .Najwa tidak tahu harus menjelaskan nya karena memang tidak tahu permasalahan mereka . Sedangkan Alan terlihat tertekan dengan pertanyaan Ruby .
" Sayang , sebaiknya adik sama kakak main dulu sama anty Sandy , ya . mamah mau ngantar Daddy ke kamar . Daddy harus istirahat supaya Daddy cepat sembuh . . ! " bujuk Najwa .
" Baik mah . . ! "
Sandy buru-buru membawa anak-anak ke kamar mereka . Sedangkan Najwa membantu Alan untuk kembali ke kamar . Sesampai nya di kamar Alan meminta untuk di antar ke balkon . Najwa menuruti keinginan Alan dan mendudukkan nya di sofa ya g tersedia di balkon kamar .
" Al , ,boleh aku tanya sesuatu . . ? Tapi kamu jangan tersinggung ya . . ! " kata Najwa ragu .
" katakan saja . . ! " kata Alan .
" Kalau boleh tahu , apa yang terjadi sampai kalian berpisah . . ?? " kata Najwa sedikit ragu jika Alan marah . Alan tampak menghela nafas .
" Dia selingkuh dengan asisten ku . . ! " kata Alan gamblang . Najwa sedikit terjengkit mendengar ucapan Alan .
" Maaf . . ! " kata Najwa .
" It's ok. . . !! " kata Alan terdengar santai .
Alan lalu menceritakan semua kisah masa lalu nya yang membuat dia trauma sampai sekarang . .
B
E
R
S
A
M
B
U
N
__ADS_1
G