
Andi mengacak rambut nya kasar. Wajah nya nampak sangat frustasi. Dia kembali mengambil berkas satu persatu, Namun tiba - tiba dia melempar semua map itu.
" Aarrrghh. . . Sial, kenapa akhir - akhir ini masalah datang bertubi - tubi . Gak masalah keuangan lah , masalah pekerja lah . . haaa.,. bikin pusing aja. . ?! " teriak Andi frustasi.
Pintu terbuka. Tampak Cindy masuk dengan pakaian ketat nya dengan membawa gelas berisi kopi.
" Sayang , kamu jangan ngamuk kayak gini Donk, nih aku bawain kopi , biar kamu rileks. . ?! " kata Cindy menyodorkan gelas yang dia bawa tadi.
Dengan malas Andi menyeruput kopi . Dia menghela napas panjang.
" Aku pusing , entah kenapa akhir - akhir ini masalah selalu datang silih berganti. . ?! " keluh Andi sambil menyeruput kopi lagi.
" Nama nya juga hidup . Yah pasti ada masalah lah. . ?! " kata Cindy melonggarkan dasi Andi.
" iya tapi gak harus beruntun kayak gini juga . Kau tahu ? Seingat ku , dalam waktu 7 bulan masalah terus datang menghantam perusahaan ku . hhhhh . . kepala ku rasa nya pengen meledak. . ?! kata Andi kembali menyeruput kopi nya .
" 7 bulan ?? berarti semenjak anak mu lahir ??! " kata Cindy .
" Iya. . . ?!! "
" Atau jangan - jangan. . . . " kata Cindy ragu
" Jangan - jangan apa ??? " kata Andi penasaran
" Jangan - jangan anak kamu pembawa sial ??!! " kata Cindy
" Cindy , jangan asal bicara. Anak ku bukan pembawa sial. . ?! " sentak Andi.
" Andi , aku gak Asal bicara. bukan nya tadi kamu sendiri yang bilang . kalau semenjak kelahiran anak kalian , masalah datang terus menerus sampai sekarang. . ?? Apa ada kebetulan seperti itu ?? " kata Cindy semakin memprovokasi.
" Pokok nya anak ku bukan pembawa sial. Sudah lah , aku mau melanjutkan pekerjaan . kamu lanjutkan pekerjaan mu. . ?! " Usir Andi halus.
Cindy beranjak dari tempat nya tanpa mengatakan sepatah kata pun. Dia menutup pintu pelan.
" Sedikit demi sedikit aku akan menjauhkan mu dengan anak dan istri pembawa sial mu itu Andi. Kau harus menjadi milikku. . . " seringai Cindy.
Handphone Cindy berdering.
" Halo ? gimana ?? kata Cindy mengangkat telpon.
" Aman nona, perintah nona sudah terlaksana, obat yang nona kasih sudah sampai ke tangan target. . kata penelpon.
" Bagus , . . ?!!!" Cindy menutup telpon.
* * * * *
Tok . . Tok . .Tok
terdengar pintu di kamar Najwa di ketuk. Najwa membukakan pintu yang ternyata bi Surti.
" iya , bi . . ?? "
__ADS_1
" Non , tadi ada yang ngasih ini buat non Najwa , katanya ini titipan tuan muda. . ?! " Bi Surti menyerahkan paperbag kecil untuk Najwa.
" Terima kasih ya Bi. . . ?! Najwa menerima nya, lalu menutup pintu.
Dia memeriksa apa isi paperbag itu, dan ternyata dia menemukan sebotol obat vitamin .
" Mas Andi perhatian banget. Sampai beliin vitamin segala.. . ?! " kata Najwa senang.
Dengan rutin , dia menkonsumsi yang dia anggap vitamin itu tanpa mengkonfirmasi kan nya kepada Andi. Namun Najwa tak menyadari perubahan yang dia alami setelah itu. Nafsu makan nya tinggi, dan pola tidur nya tidak teratur karena dia selalu merasa mengantuk di siang hari dan terjaga di malam hari. Keadaan itu terus berlangsung.
" Sayang , aku perhatiin kok badan kamu sekarang gemukkan. ? Coba lihat , bahkan wajah kamu tumbuh jerawat dan kantung mata kamu hitam ?? " kata Andi memperhatikan Najwa.
" Masa sih mas ? mungkin karena beberapa Minggu ini aku gak olahraga rutin, soal nya aku sibuk ngurus Brian yang makin aktif. . ?! " kata Najwa.
" Aku gak mau tahu ya , kamu harus rawat tubuh kamu . Aku gak suka lihat kamu gendut lagi. Aku jijik. . .
" Iya , sayang. . Oh iya berapa lama kamu keluar kota ?? " tanya Najwa sambil menyusun semua keperluan suami nya ke dalam koper .
" Belum tahu, yang jelas aku akan kembali setelah semua masalah di kantor cabang selesai. . ?! " kata Andi sambil bermain dengan Brian.
Setelah semua beres . Najwa mengantar kepergian Andi yang kata nya dinas ke luar kota.
" Aku pergi dulu . Ingat rawat tubuh dan wajah kamu. Aku gak mau tahu ya, saat aku pulang nanti kamu harus Sudah langsing dan cantik kembali. .?! " kata Andi
" Iya sayang, terus uang nya mana ?? " kata Najwa
" Nanti aku transfer , Brian, papah berangkat kerja dulu ya. jangan nakal sama mamah biar mamah bisa perawatan. . ?! " pamit Andi lalu mencium kedua pipi gembul putra nya , lalu mencium kening istrinya
" Daaa papah . . . ?! " kata Najwa melambaikan tangan Brian.
_______
mobil yang di kendarai oleh Andi berhenti di losmen sebuah apartemen . Dia turun dari mobil di ikuti seseorang yang membuka pintu sisi kiri. Yah , , Andi pergi bersama sekretaris nya . Siapa lagi kalau Cindy . Setelah mengunci mobil. mereka menuju lift. Andi menekan angka no 15 dimana ruang apartemen nya berada.
TING
Pintu lift terbuka. Andi keluar dari lift dan berjalan menuju pintu ruang apartemen nya di ikuti Cindy . Suara gesekan roda koper dengan lantai mengiringi langkah mereka. Andi mengeluarkan kartu yang dijadikan kunci sandi dan menggesek nya. Terdengar suara berdenting, pintu pun terbuka , lalu mereka masuk.
" Kita akan tinggal disini selama kita di dinas. . ?! " kata Andi.
" Waah , apartemen kamu lumayan luas . aku suka. . ?! " kata Cindy memeluk Andi.
" Cindy , stop . . ?! " tegas Andi
" Kamu kenapa sih , kamu selalu menghindari aku semenjak kelahiran putra mu. Aku kan kangen . . ?! " rengek Cindy manja.
" Cindy , aku sekarang lagi pusing banget mikirin perusahaan ku yang sedang terguncang. Jadi tolong mengerti keadaan ku sekarang . . please . . . ?! "
" Ok. ok. . aku ngalah. jadi yang mana kamar ku ?? " kata Cindy kesal.
" kamar kita bersebelahan. kamar kamu yang kiri. . aku mau istirahat dulu. kalau kamu mau makan, di dapur ada bahan , kamu bisa masak sendiri. . ?! "
__ADS_1
Mereka akhirnya memasuki kamar mereka.
* * * * *
" Najwaaaaaa ??!!!! " teriak Yuni.
" Ada sih kak ?? jangan teriak kenceng - kenceng nanti Brian bangun. . hooaammph... ?! " kata Najwa menguap.
" suka - suka gue lah , kalau anak elo bangun itu urusan elo. Lagian elo jadi orang pemalas banget sih , jam segini udah tidur aja. Sana bersihin kamar gue. Gue mau shoping dulu. . ?!!! "
"loh kenapa harus aku kak ? kan ada Bu Surti. . ?! " kata Najwa. Tanpa di duga Yuni menjambak rambut Najwa dengan kuat.
" Udah berani ngebantah kamu ya. Kalau aku bilang bersihin ya bersihin. Dasar perempuan gak tahu diri . Eh inget ya, kamu itu numpang disini, udah di kasih makan, hidup di biayain sama Andi, di suruh beresin kamar aja ngebantah. . ?! " kata Yuni semakin menarik rambut Najwa kuat.
" aaww Ampun kak , sakiiit . . . ?! " jerit Najwa berusaha melepas jambakan tangan Yuni.
" Gak tahu terima kasih banget jadi orang. Ingat ya , Di dunia ini gak ada yang gratis. Sana bersihin. . ?! " Yuni mendorong kepala Najwa keras hingga membentur pegangan tangga . Darah segar mengucur dari kening Najwa. Najwa meringis lalu pergi. Yuni mendengus lalu pergi.
Di dapur , Najwa meringis sambil membersihkan luka nya . Setelah bersih, dia menutup luka di dahi nya dengan kain kasa dan merekatkan dengan plester. setelah itu dia langsung mengambil peralatan kebersihan dan menuju kamar Yuni. Bu Imas saat ini sedang tidak di rumah , dia menemani pak Kadir dinas keluar kota selama 3 hari.
Sedang sibuk membersihkan kamar Yuni yang sangat berantakan, tiba - tiba terdengar suara tangis Brian, Najwa langsung berlari menuju kamar nya. Benar saja Brian tampak menangis sambil celingukan mencari mamah nya.
" Sayang , kamu udah bangun ya . . duh kasihan jagoan mamah di tinggal sendiri. sini mimik cucu dulu. . ?! " Najwa segera menggendong Brian dan menyusui nya .
Setelah merasa cukup . Najwa menggendong Brian dan membawa nya ke kamar Yuni untuk melanjutkan pekerjaan nya .
____
Najwa membaringkan tubuh nya yang terasa lemas di atas karpet tempat Brian bermain. Di sekeliling nya sudah di beri pagar khusus untuk arena bermain Brian.
Dia menatap lekat anak nya yang sedang memainkan bola dengan riang.
" semakin hari perlakuan mereka semakin keterlaluan. Sejujurnya ,aku sakit hati di perlakukan seperti pembantu. Tapi aku harus gimana ??? "
Tanpa sadar Najwa memejamkan mata nya dan tertidur.
* * *
Andi menghembuskan nafas nya kasar. Pusing. itu yang dia rasakan sekarang. Kekacauan yang terjadi di kantor cabang sungguh menguras emosi. Dia tidak menyangka jika orang yang dia percayai ternyata mengkhianati nya. Terjadi kebocoran Data - data penting perusahaan, serta manager keuangan yang membawa kabur uang perusahaan . Sampai sekarang pelaku masih dalam pencarian.
Di balkon apartemen nya . Andi menatap di kejauhan ,sesekali dia menghela nafas panjang.
Cindy memeluk Andi dari belakang.
" kamu pasti capek. masuk yuk. . ?! " kata Cindy menarik tangan Andi.
Andi melangkah dengan lesu. Cindy mendudukkan Andi di sofa dengan dia duduk di pangkuan Andi. Dia mengelus wajah Andi dengan tatapan menggoda. Andi menangkap tangan Cindy cepat.
" Aku tahu kamu lagi pusing. jadi aku cuma mau nenangin kamu kok. ?! " kata Cindy menggoyangkan bokong nya yang menduduki aset pribadi Andi.
" Cindy. . . . .
__ADS_1
# **BERSAMBUNG
AYO READERS. JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN KRIT-SAR NYA. KALAU MAU NGASIH HADIAH JUGA GAK APA2 . PASTI OTHOR TERIMA 😁😁😁MAKASIH UDAH MAMPIR. JAGA KESEHATAN KALIAN YA. . BYE ♥️ SEKEBON PISANG BUAT SEMUA**