JANGAN REMEHKAN WANITA GENDUT

JANGAN REMEHKAN WANITA GENDUT
BAB 95 Ada aku sekarang


__ADS_3

" Wawa , besok kita ikut bang Bima pulang ke kampung ,ya . Sekalian kita nyekar ke makam ayah sama ibu. . ! " kata Alan .


deg


Najwa merasakan dada nya sesak mendengar ucapan Alan . Bayang-bayang kebersamaan nya dengan orang tua kandung nya ,berkelebat di kepala Najwa . nafas Najwa terasa berat . Tapi sebelum Najwa larut dalam lamunan dalam nya , sebuah genggaman tangan penuh kehangatan menarik kesadaran .


"Wawa , jangan menyiksa batin mu . Ikhlas kan ayah dan ibu . Biarkan mereka beristirahat dengan tenang . Kau masih ingat sudah berapa lama kau tak mengunjungi ayah dan ibu ? " kata Alan lembut .


" mungkin sudah seumuran Brian . aku sudah mengikhlaskan ayah dan ibu , Al . Hanya saja terkadang kenangan bersama mereka sering membuat ku merasa sangat merindukan mereka . Kamu benar , kita pulang bareng bang Bima besok . . ! " kata Najwa menunduk .


" aku tahu perasaan mu . Jangan sedih ya , sekarang sudah ada aku , Ruby dan Brian . .! " kata Alan mengeratkan genggaman nya pada tangan Najwa .


" Makasih Al . .! " kata Najwa terharu , tapi di balik genggaman tangan Alan , sebuah desiran aneh menjalar ke seluruh Najwa . Diam-diam Bima tersenyum lega melihat perlakuan baik Alan pada Najwa .


Najwa mencoba mengajak Laura mengobrol santai . karena memang Najwa yang bersifat friendly , Semakin lama , Laura tampak semakin nyaman . Laura menjawab semua pertanyaan Najwa dengan riang dan apa ada nya . Walau mengenal Laura baru beberapa jam , Najwa bisa melihat kalau Laura adalah gadis yang baik dan jujur . Karena terlalu asyik mengobrol , mereka tak menyadari kalau sudah larut malam .


" astaga , keasyikan ngobrol sampai gak ingat waktu . Sebaiknya kita istirahat , supaya besok gak terlalu capek . . Al , aku nganter Laura ke kamar dulu , ya . . ! " kaya Najwa . Alan mengangguk .


Najwa mengantar Laura ke kamar tamu yang berada tak jauh dari ruang tamu . Tak lama dia kembali dan menghampiri Alan .


" Abang tidur di kamar Brian , ya . .! " kata Najwa .


" Baiklah . . ! " jawab Bima .


" ayo Al , kita istirahat . .! " kata Najwa meraih tangan Alan . Alan mengikuti langkah Najwa dengan pelan . Sandiwara buta nya sangat alami sampai-sampai Najwa dan Bima tidak menyadari nya .


Sesampai nya di kamar , Najwa membantu melepas sepatu Alan dan mengganti piyama nya . Saat Najwa membantu Alan memakai celana nya , Alan menahan senyum nya saat mendapati wajah Najwa yang memerah .


" ok , waktu nya tidur . . ! " kata Najwa melepas kacamata hitam Alan , dan membantu Alan untuk berbaring . Setelah itu dia pergi ke kamar ganti nya untuk berganti pakaian .


" hehe , , ternyata kau sangat menggemaskan saat kau malu . . ! " lirih Alan . Tak lama Najwa keluar dengan memakai piyama , dia duduk di meja rias dan membersihkan wajah nya dari make up , setelah itu dia memakai skin care . Tapi walau sudah memakai skin care , Najwa masih belum naik ke tempat tidur . Dia menyibukkan diri dengan membongkar isi laci lama nya . Alan bisa menangkap gelagat Najwa yang terlihat aneh , dia seperti sengaja megulur waktu .


" Sepertinya kau sengaja menghindari ku . . ! " batin Alan .

__ADS_1


Alan memejamkan matanya . Dan tak lama terdengar suara dengkuran halus yang menandakan kalau Alan sudah terlelap . Najwa cepat-cepat membereskan pekerjaan nya , setelah pekerjaan nya selesai . Dengan perlahan Najwa mendekati Alan .


" Al , ,Alan . .bangun . . Al . . ! " kata Najwa pelan sambil menggoyangkan bahu Alan . Tapi tak ada respon . Dia mengangkat tangan Alan lalu melepaskan nya . Tangan Alan terlihat terkulai tanpa reaksi .


" akhirnya kamu terlelap juga . Maaf , bukan aku menghindari kamu . Tapi aku takut nanti kamu risih . . . selamat beristirahat , Alan . ! " lirih Najwa mencium kening akan pelan . Dia menyalakan lampu tidur lalu mematikan lalu kamar . Dia menarik selimut dan menutupi tubuh mereka berdua . Suasana kamar seketika menjadi hening . Tapi tak berapa lama keheningan itu terganggu oleh suara dengkuran halus dari Najwa . Alan membuka mata nya pelan . Perlahan dia menoleh Najwa di samping nya . Dia tersenyum melihat wajah damai Najwa dalam lelap nya . Dia mengangkat bantal najwa dan menaruh lengan nya di bawah kepala Najwa sebagai ganti bantal . Tanpa di duga , Najwa yang terlelap mengubah posisi nya semakin menempel pada Alan , dia mengangkat tangan dan meletakkan nya ke atas perut Alan . Tapi sial bagi Alan , Najwa tiba-tiba menaikkan paha nya tepat di atas aset berharga Alan . Nafas Alan terasa menjadi berat saat mendapat sentuhan tak terduga itu . sedangkan Najwa menguselkan wajah nya mencari tempat yang nyaman dalam pelukan Alan . Merasa tak ada lagi pergerakan dari Najwa , Alan melirik Najwa yang kini berada di dalam pelukkan nya . Dengan tangan yang gemetar , dia mencoba mengelus rambut Najwa . Lembut , itu yang dirasakan Alan . jari-jari nya perlahan turun ke pipi Hana , sensasi halus terasa di setiap jari Alan . Dengan jantung yang berdebar-debar , Alan memberanikan diri mendekati wajah Najwa , dan


cup


Sebuah kecupan mendarat di kening Najwa . Debat jantung Alan semakin menggebu , bahkan dada nya terasa sesak . Baru kali ini dia merasakan perasaan ini lagi setelah lama berpisah dari mantan istri nya. Dia menatap kembali wajah Najwa yang tenang .


" Najwa , aku merasa kalau aku telah kalah . Kau telah berhasil menghancurkan benteng pertahanan di hati ku . . ! " batin Alan .


Dia mengeratkan pelukkan nya pada tubuh sintal Najwa . Menikmati sensasi hangat yang membuat nya nyaman hingga kesadaran nya perlahan tertarik ke alam mimpi .


* * * * *


Sang Surya mulai menampakkan diri , memulai tugas nya untuk memberi kehangatan di pagi hari . Cahaya matahari masuk dari celah-celah gorden menyinari wajah cantik seorang wanita. Di tambah dengan kicauan nyaring burung yang bersahutan , kelopak mata nya perlahan bergerak , pertanda kalau dia akan bangun . Mata indah itu terbuka perlahan , mengerjap beberapa kali untuk menetralkan nentra mata nya .


" astaga , , kok aku bisa meluk Alan . . hhfft , ,untung saja Alan belum bangun . . ! " kata Najwa terdengar sedikit lega . Perlahan dia beranjak dari tempat nya , lalu berlari ke kamar mandi .


Setelah terdengar pintu kamar mandi tertutup , Alan membuka mata nya . Dia tertawa pelan mendengar ucapan Najwa tadi .


" heheh , ,Najwa , Najwa . . ternyata setelah lebih dekat dengan mu . Ternyata kamu konyol juga . . ! " lirih akan tertawa pelan .


* * * *. *


Di ruang makan , Najwa tampak terlihat seperti biasa-biasa saja . Seperti tak ada yang terjadi . Masih seperti biasa , dia melayani semua kebutuhan Alan ( tapi belum termasuk pelayanan plus ya 😁😁😁)


Mereka sarapan dengan tenang . Setelah sarapan mereka langsung bersiap untuk berangkat . Najwa dan Alan naik ke mobil Najwa dengan Damar menjadi sopir . Sedangkan Bima dan Laura naik ke mobil Bima dengan Bayu yang menyetir . Kedua mobil itu melaju beriringan dengan kecepatan sedang .


" Nona , gimana kabar Brian ? " tanya Damar .


" kabar Brian baik . Dia sekarang lagi liburan sama opa dan Oma nya . . ! " kata Najwa .

__ADS_1


" Pantesan gak kelihatan . . ! " kata Damar .


" Wa , aku haus . . ! " kata Alan . Najwa mengambil sebotol air mineral , setelah membuka tutup nya Najwa memasukkan pipet lalu memberikan nya pada Najwa .


" mau camilan . . ? " kata Najwa .


" nanti aja . .! " kata Alan .


Saat Najwa hendak menutup kembali botol itu , tiba-tiba mobil berhenti mendadak karena di rem mendadak , hingga Najwa hampir terjungkal , tapi sayang nya dia tidak bisa menghindari tumpahan air itu hingga membasahi Blizzard nya.


" Ada apa Damar . . ? kenapa ngerem mendadak .? " kata Najwa .


" gak tahu non , kalau aku gak ngerem tadi kita sudah nabrak mobil tuan Bima . ! " kata Damar . Najwa membuka kaca hendak menjulurkan kepala nya keluar .Tapi . . . . . .


B


E


R


S


A


M


B


U


N


G

__ADS_1


__ADS_2