
" Cindy . . . ! " lirih Andi . Dia terduduk lemas saat melihat baju-baju Cindy sudah tidak ada lagi di lemari . hanya tertinggal baju-baju milik Andi . Andi termenung , pikiran nya kosong , jantung nya berdegup lebih cepat hingga membuat dada nya terasa sesak . Andi kembali tersadar saat tangan Bella menyentuh bahu nya .
" Papah . . mamah . . mamah . . tadi pergi bawa koper besar . . ! " kata Abel . Andi langsung memeluk Abel .
" Abel tahu mamah pergi kemana ?? " kata Andi lemas .
" Abel gak tahu . . . ! " kata nya seraya menggeleng . Andi mengangkat Abel dan mendudukkan nya ke kasur .
" Abel duduk disini dulu ya . . ! " kata Andi mengusap kepala Abel . Dia lalu memeriksa lemari . Ternyata sertifikat rumah juga hilang . Dia yakin jika Cindy yang mengambil nya . Namun belum sempat Andi melangkah terdengar suara ketukkan dari depan . Buru-buru Andi membawa Abel turun dan membuka pintu . Terlihat dua orang laki-laki dan perempuan berdiri di depan pintu .
" Maaf , cari siapa ya . ? " kata Andi berdebar-debar . Dia merasakan firasat buruk saat melihat kedua orang itu .
" apa benar ini rumah Cindy ?? " kata laki-laki tadi .
" Ini rumah saya , Cindy istri saya . . ada apa ya ?? " kata Andi .
" Maaf kami datang kesini untuk meminta anda agar rumah ini di kosongkan . Karena istri anda sudah menjual rumah ini pada kami dengan harga 250 juta . Ini sertifikat nya dan bukti transaksi nya . . ! " kata laki-laki itu menunjukkan map yang baru saja Andi cari .
" gak bisa pak , saya tidak tahu apa-apa tentang penjualan rumah ini . Istri saya tidak meminta izin dari saya . Dan arti nya penjualan ini tidak sah . Saya tidak akan keluar dari rumah ini . . !!! " kata Andi dengan suara kencang .
" Tapi istri anda sudah menerima uang penjualan rumah ini , Apalagi sertifikat rumah ini sudah berada di tangan kami . Berarti rumah ini sudah sah menjadi milik kami . Kalau anda tidak mau keluar dari rumah ini , terpaksa kami akan lapor polisi . . ! " kata pria itu tinggi lalu pergi bersama istri nya .
Lutut Andi seketika kembali lemas , dia terdiam tanpa bisa menjawab saat melihat pasangan itu pergi dari rumah nya . Dia menutup pintu lalu menghempaskan tubuh nya ke sofa . Bayangan-bayangan saat dia datang ke rumah ini dengan membawa sertifikat yang dia curi dari Najwa , berseliweran di benak nya .
" Ya Tuhan . Sesakit ini rasa nya saat tempat tinggal kita di rebut orang lain . aku sudah merampas rumah Najwa dan Brian . Sekarang , rumah rampasan ini juga di rampas dari ku . . Ya Allah . . apakah ini karma ku . . ! "
Tanpa dia sadari , airmata nya jatuh melintasi pipi nya yang masih terlihat kusam . Dia tersadar saat sebuah tangan mungil menghapus airmata nya .
" Papah jangan nangis . . Papah kan udah besar . . ! " kata Abel polos dengan mata Belo nya . Saat menatap putri kecil nya . Andi tak bisa lagi menahan rasa sesak di hati nya . Dia memeluk Abel dan menenggelamkan wajah nya ke perut Abel yang kecil . Andi melepaskan semua emosi nya dalam pelukkan putri kecil nya . Abel yang tak mengerti apa-apa , hanya mengusap punggung Andi seperti ingatan nya jika dia menangis maka Andi akan mengusap punggung nya untuk menenangkan nya . Setelah menangis cukup lama , Andi mengelap wajah nya yang basah dan memerah . Dia menatap Abel dan menangkup wajah mungil nya .
" Abel , sekarang kita harus berkemas . Kita harus pergi dari rumah ini . . ! "
" Kenapa kita harus pergi pah ?? ini kan rumah kita . . ?? "
" Abel lihat dua orang tamu tadi ?? Abel mengangguk .
" Mereka sekarang pemilik rumah ini . Jadi kita harus keluar dari rumah ini . . ! "
Andi menuntun Abel ke kamar nya , dia mengambil tas besar lalu memasukkan semua pakaian dan keperluan Abel . Lalu mengambil sebuah kardus besar lalu memasukkan semua mainan Abel . Setelah itu dia kembali ke kamar nya lalu mengemasi semua barang-barang nya .
___________
Najwa menatap map di tangan nya senyum yang manis. Dia menepuk map itu dan menatap rumah makan yang kini resmi menjadi milik nya . Alex di samping nya pun tersenyum melihat Najwa yang tampak bahagia .
__ADS_1
" Selamat ya , sekarang rumah makan ini jadi milik kamu . . ! " kata Alex memberi selamat .
" Makasih Alex . . Aku gak kepikiran kalau aku bakal punya rumah makan . Dan aku rasa keputusan ku tepat membeli tanah ini , pendapatan dari sini akan menjadi tabungan untuk Brian dan usaha sampingan . .!! "
" Hmmm , seperti nya kau akan berbisnis juga ?? " kata Alex .
" Entahlah Al , yang jelas sekarang aku harus membuat rumah makan ini lebih maju dan lebih di kenal . . ! "
" Aku akan selalu mendukung mu , kau bisa hubungi aku jika nanti kau butuh bantuan . . ! "
" thanks . . ! "
" mamah . . . !!! " teriak Brian berlari menuju Najwa di ikuti Sandy . Brian memang ikut ke rumah makan karena hari ini hari Minggu .
" Hati-hati nanti jatuh . . ! " kata Najwa langsung m nyambut Brian .
" Mah , kata Tante Sandy rumah makan ini sekarang punya mamah , ya . . ?? "
" iya , sayang . Sekarang Brian bisa main kesini sepuas nya . . ! "
" Yeee . . !! " teriak Brian heboh . .
" Oh iya , Wa . mumpung hari ini kita senggang , gimana kalau kita ajak Brian liburan ke danau kemarin . . ?? " usul Alex .
" Ide bagus tu . Tapi sebelum kita berangkat , kita makan siang dulu . . yuk . . ! " ajak Najwa . Mereka duduk di saung dan memesan makanan .
Setelah makan siang , Najwa mengumpulkan semua karyawan yang sedang bekerja karena kebetulan rumah makan telah sepi . Jadi rumah makan di tutup sementara , mereka mengadakan rapat dadakan di dalam ruangan pribadi di lantai atas .
" Selamat siang semua nya . . ! "
" Pagi Bu . . ! "
" Kalian panggil saja mbak ya . . ok . saya sengaja mengumpulkan Kalian karena ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan . oh ya , siapa yang bertanggung jawab atas rumah makan ini sebelum nya ?? istilah nya itu manager nya gitu . . ?! "
" Kemarin kak Risa manager nya , mbak , tapi kan dia sekarang udah ngundurin diri . . ! " jawab salah satu karyawan .
" Ok , berhubung manager nya udah mundur , jadi manager nya kosong ya . . Baik , karena sekarang jumlah kalian tinggal 7 orang , dan tinggal kalian berdua yang sekarang shift siang . saya rasa kalian sedikit kerepotan kan ?? "
" Sebelum nya perkenalkan nama saya Nani . saya bekerja di bagian dapur atau bagian memasak . Kalau tinggal kita berdua seperti nya kita bakal kerepotan deh mbak . Soal nya kita berlima aja kadang keteter . Apalagi tinggal kita berdua , bisa-bisa pelayanan kita menurun karena keterlambatan kita dalam mengantarkan pesanan . . !
" Iya ,ya , saya juga kepikiran begitu . Jadi gini , berhubung kalian tinggal bertujuh , saya akan menghapuskan shift malam . Jadi kalian semua bekerja dari pagi sampai jam sembilan malam aja , gimana ?? untuk masalah gaji ,nanti saya naikin dikit gaji kalian , sedikit aja ya . . ! " kata Najwa dengan nada bergurau . dua karyawan nya pun tertawa .
" Terserah mbak aja gimana bagus nya . Yang penting selagi mbak masih memperkerjakan kami . Kami akan bekerja dengan rajin dan giat . Asal gaji kami tetap lancar . . heheh . . ! " mereka bertiga tertawa .
__ADS_1
" Baiklah , sekarang kalian hubungi teman-teman kalian yang lain . Katakan kalau mereka harus masuk siang ini juga . Dan mulai besok , mereka semua harus masuk pagi . . ! "
" Baik mbak . . ! "
" ok . kalau begitu , silahkan lanjutkan pekerjaan kalian , saya harus pergi . oh ya tolong masukkan kontak mu , Nani . .. ! " Najwa memberikan ponsel nya pada Nani . Setelah memasukkan nomor kontak nya , Nani mengembalikan ponsel Najwa . * * *
Yuni yang baru saja mendapat telpon kalau semua karyawan harus masuk kerja siang ini , dia langsung buru-buru bersiap . Untung nya dia sudah makan siang , jadi tinggal bersiap . Saat memakai sepatu , dia di kagetkan dengan sepasang kaki di depan nya . Saat melihat wajah nya , dia terkejut .
" Andi , Abel . . ? " kata Yuni bangkit . Tapi alis nya mengernyit saat melihat keadaan Andi yang kacau.
" Kak . . ! " kata Andi lirih dengan mata berkaca-kaca .
" Ada apa ?? Cindy mana ?? kok cuma kalian berdua . . ?? apa kalian bertengkar . . ?? " selidik Yuni sambil menggendong Abel .
" Kak . . Aku . . aku . . " kalimat Andi terputus dan berganti dengan bahu Andi yang bergetar pelan .
" Abel sayang , ,mamah Abel mana ?? " kata Yuni
" Mamah pergi , Tante . Tadi mamah bawa koper besar . . Tapi mamah pergi gak ngajak Abel . . ! "
Yuni menatap wajah polos keponakan nya , lalu beralih pada Andi yang tampak semakin kacau .
" Ya sudah , kalian masuk dulu , aku mau berangkat kerja dulu ,. . Nanti kita bicara lagi . . kalian sudah makan . . ?? " tanya Yuni . Andi menggeleng . Dia lalu membuka tas nya lalu memberikan uang pada Andi .
" Kamu beli makan dulu . Kasihan Abel pasti laper . kalian istirahat dulu di dalam . aku berangkat kerja dulu . . ! " Yuni mencium wajah Abel lalu memberikan nya pada Andi . Setelah itu dia pun berangkat kerja .
" Apa yang terjadi pada mereka , apa Cindy kabur ? atau mereka bercerai . ?? " lirih Yuni sembari melangkahkan kaki nya ke tempat kerja nya yang tak jauh dari kontrakan nya . Dia juga sempat melihat mobil Andi yang terparkir di depan gang .
B
R
E
S
A
M
B
U
__ADS_1
N
G