
Najwa terbangun kala adzan subuh berkumandang memecah keheningan malam yang syahdu .
" sudah subuh rupa nya . . ! "
Dia bergerak hendak meregangkan otot nya , tapi gerakan nya terhenti kala ada sesuatu yang berat yang menindih tubuh nya . Dia membuka selimut nya , tampak sebuah tangan kekar melingkar di perut nya . Najwa terdiam mengumpulkan ingatan nya . mata nya langsung terbelalak saat menyadari siapa yang tengah memeluknya , wajah nya menjadi tegang saat merasakan sesuatu yang keras terasa menusuk paha nya .
" Astaga , aku harus bagaimana . . Kalau aku tetap diam bisa-bisa aku kena serangan jantung mendadak . . ! " batin Najwa .
Najwa perlahan mengangkat tangan Alan untuk memindahkan nya , tapi baru saja terangkat sedikit Alan malah mengeratkan pelukkan nya dan membenamkan wajah nya ke ceruk leher Najwa . tubuh Najwa seketika merinding saat hembusan nafas Alan mengenai daun telinga nya .
" Alan , , kau membuat jantung ku serasa ingin meledak . . ! "
" Al , , bangun Al . . ! " kata Najwa menggoyangkan tangan Alan ya g melingkar di perut nya .
" Eeugh . . .
" Bangun . . .! " ulang Najwa .
" Sebentar lagi Wawa . aku masih ngantuk . . ! " kata Alan dengan suara serak khas orang mengantuk .
" Ck ..bangun , , udah subuh . . ayah sama ibu pasti udah nunggu untuk shalat berjamaah . ! " kata Najwa .
Najwa semakin tegang saat Alan mengeratkan pelukkan nya dan melenguh . Alan membuka mata nya perlahan , tatapan nya tertuju pada Najwa yang terlihat tegang . Alan tersenyum melihat ekspresi Najwa , ide jahil muncul di benak Alan . Dia mencium pipi Najwa hingga Najwa terlihat semakin tertekan .
" morning kiss . apa tubuh mu masih terasa sakit . .? " kata Alan dengan menahan gemuruh di dada nya.
" Tadi sih udah gak sakit lagi . Tapi saat kamu membelit tubuh ku dengan erat , rasa sakit itu kembali lagi . . ! " kata Najwa berusaha tenang . Alan terkekeh mendengar ucapan Najwa . Dia meregangkan pelukkan nya dan menopang kepala nya dengan tangan seraya menatap Najwa lekat .
" Ada apa . . ? kenapa kau menatap ku seperti itu . . ? " kata Najwa bersemu .
" ternyata walau pun masih bau jigong , istri ku ini tetap cantik . . ! " goda Alan .
" Apaan sih . Udah ah , aku mau mandi , , ! " kata Najwa melengos menahan maluq dan langsung bangkit menuju kamar mandi yang memang berada di kamar , tapi Alan masih sempat melihat wajah Najwa yang bersemu walau sinar lampu yang temaram , membuat dia terkekeh .
" Ternyata menggoda Najwa asyik juga . . ! " lirih Alan dengan senyum lebar .
Sementara di kamar mandi , Najwa buru-buru menutup pintu . Wajah nya terlihat merona .
" apa-apaan sih , Alan . mana ada cewek yang masih bau jigong terlihat cantik . . . iiiih . . dasar Alan rese' . . ! " gerutu Najwa , dia lalu memulai ritual mandi nya . Saat akan mengeringkan tubuh dan rambut nya , dia baru sadar kalau dia lupa membawa handuk atau pun bathrobe .
" Astaga , aku harus bagaimana , , ! " kata Najwa bingung .
Alan yang sudah menunggu cukup lama , merasa heran karena Najwa tak juga kunjung keluar . Dia lalu mendekati pintu kamar mandi .
" Wawa , udah belum ? " kata Alan setelah mengetuk pintu .
" Al , bisa ambilin aku bathrobe ? aku lupa bawa tadi. "
Alan celingukan , dia melihat sebuah handuk yang tak terlalu lebar di kapstok . Ide jahil nya kembali muncul . Dia menarik handuk itu .
" bathrobe nya gak ketemu , cuma ada handuk . buka pintu nya . . ! "
pintu terbuka sedikit , Alan mengulurkan handuk ke dalam kamar mandi . Najwa langsung meraih handuk itu dan menutup pintu kembali .
" What's . . ?? handuk nya kependekan ini . Duh gimana nih , masa pake handuk ini di depan Alan . Bisa-bisa nanti salah paham , dia kira nanti aku sengaja menggoda dia , , ! "
" Wawa , cepetan , nanti waktu subuh habis loh . . ! "
" iya , iya . . ! "
Dengan terpaksa Najwa memberanikan diri keluar dengan hanya memakai handuk yang menutupi dari dada sampai setengah paha nya . Dia berjalan menunduk dengan menahan malu . Tapi tidak dengan Alan , mata nya melebar saat melihat sebagian tubuh Najwa yang terekspos . Jakun nya naik turun dengan kasar ,
" Gila , aku baru menyadari kalau ternyata tubuh Najwa sangat sempurna . . ! "
Lamunan Alan buyar saat menyadari jika Najwa sudah menghilang . Dia buru-buru masuk ke kamar mandi dan membersihkan tubuh nya . *
Najwa menoleh saat terdengar suara pintu kamar mandi terbuka , mata nya seketika terpaku pada tubuh bagian atas Alan yang terbuka , dada yang bidang dan perut yang six pack dengan bahu yang lebar dan otot lengan yang nampak terbentuk sempurna . Alan tersenyum puas melihat wajah Najwa yang merona . Najwa langsung melengos saat menyadari jika Alan tersenyum menggoda nya .
" Astaga , mata ku ternoda . . ! batin Najwa dengan jantung berdebar-debar .
" Wawa , perlengkapan shalat ku mana . . ? " kata Alan sengaja lebih mendekat ke arah Najwa untuk menggoda nya kembali .
" di , ,di situ . . ! " kata Najwa gugup .
" Oh iya , tadi kamu meninggalkan ini di kamar mandi . . ! " kata Alan mengulurkan tangan nya memberikan sesuatu . Tanpa menoleh Najwa mengulurkan tangan hendak menerima nya , Saat merasa tangan nya menyentuh sesuatu tanpa pikir panjang Najwa langsung menggengam nya dan menarik nya , tapi . .
" Najwa , , kamu pegang apa . . . ! " kata Alan serak . Sontak Najwa mendongak dan melihat apa yang ada di tangan , dan ternyata . . .
" aaaaakh . . . . !! " teriak Najwa kaget dan langsung menarik tangan nya yang ternyata menggenggam sesuatu yang berada di balik handuk Alan . Wajah nya tampak memerah ,
" Ma , ,maaf . . A , ,aku gak sengaja. . ! " kata Najwa tergagap hendak pergi keluar , tapi . . .
greph .
tubuh Najwa membeku saat merasakan sebuah pelukan mendarat di punggung nya. Tangan yang dingin melingkar di perut nya . sesuatu yang lancip mendarat di bahu nya .
" Wawa , , kenapa kamu segugup ini . . ? " kata Alan
" Alan , , aku, , aku . .
__ADS_1
" Kenapa , apa kamu merasa malu . . ? Wawa , kita ini suami istri , gak perlu malu . . ! " kata Alan . Najwa menelan ludah dengan sisa payah .
" Al , ,tapi . .
" tapi apa , hmm . . ? "
" Kamu pasti udah ambil wudhu kan . . ? " kata Najwa
" Astaga , aku lupa . . waktu subuh tinggal sedikit lagi . . ! " kata Alan langsung melepas pelukkan , tapi dia masih sempat mencium pipi Najwa lalu berlari ke kamar mandi untuk mengulang wudhu nya . Najwa menatap Alan yang berlari ke kamar mandi . Dia menyentuh pipi nya yang masih terasa hangat oleh ciuman Alan , dia tersenyum merona dengan menggelengkan kepala nya . Dia lalu keluar menuju dapur . Saat melintasi ruang tamu , tampak uwak Rima masih asyik bergumul dengan selimut nya . Najwa hanya melihat sekilas lalu menuju dapur .
" Najwa , Alan mana . . ? " kata Yongki yang masih memakai sarung dan baju kokoh serta kopiah , tengah duduk di meja makan dengan di temani secangkir kopi .
" masih sholat yah . kok cuma kopi doank , kan Najwa bawa roti lumayan banyak loh , yah . . ! " kata Najwa melirik meja .
" tapi ibu gak lihat . . ! " kata Rita . Najwa melihat ke sudut dapur .
" Pantesan gak lihat , kardus nya aja belum di buka . hahaha . . ! " Najwa .
" Ya udah , tunggu Alan aja nanti . . ! " kata Yongki .
" ibu masak apa ? " kata Najwa mendekati Rita yang sedang memasak.
" Ibu bikin nasi goreng , rencana mau goreng ayam sama telur ceplok , tapi ibu belum sempat ke warung . Tahu deh Alan suka apa enggak . . ! "
" Alan gak pilih-pilih kalau makan , Bu . kecuali buah yang asem . . ! " kata Najwa memanaskan air untuk membuat teh .
" wah ,udah bangun semua ternyata . masak apa nih , Bu . Wangi banget. . ! " kata Alan duduk di sebelah Yongki . Najwa berjalan menuju jendela dan membuka nya . Seketika udara segar langsung masuk menyegarkan tubuh dan paru-paru.
" Ibu bikin nasi goreng . ! "
" angin nya seger banget . kalau joging seru nih . . ! " kata Alan melirik Najwa .
" Joging nya besok aja , ya . ! " kata Najwa menunduk malu-malu saat melirik Alan . kejadian tadi membuat dia sangat malu .
" ya udah deh . Tapi hari ini jadi nyekar kan . . ? kata Alan .
" Jadilah . TPU nya Deket sini kok . . ! " kata Najwa meletakkan segelas susu di depan Alan , lalu berjalan ke arah kardus yang masih di lakban . Dia membuka nya dengan memotong lakban nya , lalu membawa sebungkus besar roti tawar beserta botol selai dengan beberapa varian rasa , serta beberapa pelengkap lain nya dan menyusun nya di atas meja . Najwa mengambil beberapa piring lalu mengolesi selembar roti dengan selai coklat dan selembar keju Kraft , Lalu menumpuk selembar roti lagi dan meletakkan nya di atas piring lalu menyodorkan nya pada Alan .
" Makasih sayang . . ! " kata Alan langsung mengambil roti lapis itu dan menggigit nya .
" Ayah mau pake selai apa ? " tanya Najwa .
" Ayah gak biasa sarapan pake roti kayak gitu . Biasa nya ayah lebih suka gorengan . . ! " kata Rita .
" Oh , terus beli gorengan nya dimana. . ? " kata Najwa .
" Tuh di depan , di warung nya Mpok Ida . . ! "
" tunggu , aku ikut . . ! " kata Alan menyusul Najwa .
" kamu duduk aja sama ayah , ngapain mesti ikut sih. .! " kata Najwa berjalan keluar dari pagar . lokasi rumah Najwa cukup strategis , berada di pinggir jalan alternatif yang cukup ramai . bahkan di kiri kanan dan seberang rumah Najwa , sudah ada beberapa toko besar yang menjual berbagai kebutuhan sehari-hari .
" kok kamu gitu sih, kenapa masih malu sama kejadian tadi , ya . . ? " goda Alan .
" Alan . . ! " rengek Najwa manja seraya menatap Alan kesal . Alan tertawa merasa lucu dengan tingkah Najwa yang menggemaskan . Tanpa mereka sadari , ibu-ibu yang sedang berkumpul di warung yang di tuju Najwa , memperhatikan Najwa dan Alan dari jauh .
" eh ibu-ibu , itu kan Najwa ? terus laki-laki yang di samping nya itu siapa ? perasaan suami yang dulu gak kayak gitu deh . . ! "
" Mungkin suami baru Bu . . !
Najwa masuk ke warung Bu Ida dan tersenyum pada ibu-ibu yang menatap nya . Sedangkan Alan memilih untuk berdiri di bawah pohon jambu air di halaman warung . Dia tampak asyik memperhatikan lingkungan sekitar .
" pagi ibu-ibu . wah udah ramai ya . .! " sapa Najwa .
" astaga Najwa ,muka mu kenapa , nak . . ? " kata bu Ida langsung mendekati Najwa . Bu ida memang akrab dengan ibu kandung Najwa sejak dulu .
" Oh , ini . Kemarin waktu di jalan kami di hadang begal Bi . untung nyawa kami masih selamat , walau muka saya dan yang lain nya luka-luka . .! " kata Najwa
" Astaga , jadi kamu yang jadi korban begal itu , syukurlah kalian masih selamat . . ! " kata Bu Ida lega .
" Oh kena begal , kirain KDRT . . ! kata bu Titin yang terkenal julid . Mata nya melirik Alan yang hanya diam mendengarkan perbincangan para emak-emak.
" Suami saya itu gak pernah KDRT sama saya , Bu Titin . Apalagi menelantarkan saya . . ! " kata Najwa tersenyum .
" Syukurlah , oh iya , kamu mau belanja apa . ? " kata Bu Ida
" ah iya ,hampir lupa . Gorengan nya masih ada kan bi. ? " kata Najwa melirik wadah gorengan yang di susun berjejer .
" seperti nya masih ada , coba kamu lihat di situ. . ? " kata Bu Ida . Najwa melihat wadah gorengan , ternyata masih ada .
" Eh , tapi aku lupa , ayah suka gorengan apa ya. . ? " gumam Najwa .
Alan memperhatikan Najwa dari jauh . Tapi perhatian nya teralihkan saat seorang perempuan yang baru dia kenal , datang menatap nya dengan tatapan genit .
" Hay , kamu ngapain di sini . ? " kata Vera sok akrab . Bukan nya menjawab Alan malah berjalan mendekati Najwa .
" Wawa , , udah belanja belum .. ? " kata Alan hampir menempel di punggung Najwa .
" belum Al , aku lupa nanya ,ayah suka gorengan apa . . ? " kata Najwa .
__ADS_1
" Biasa nya kak Rita suka beli gorengan risol sama tahu isi . . kadang juga beli bakpaw sama donat . . ! " kata Bu Ida .
" Oh gitu ya Bu . Hmm , ,ya udah deh aku ambil aja tiap gorengan . . ! " Najwa mengambil tiap wadah gorengan .
" eh , Najwa ya . ? kapan kamu pulang . . ? "
" Iya , loh wajah kamu kenapa . . habis jatuh ya . . ? " kata ibu-ibu yang memang mengenal Najwa sejak lama .
" Oh , kami baru datang kemarin bu . Kemarin kami di hadang sama begal . maka nya muka saya sama rombongan yang lain pada luka-luka . . ! jawab Najwa ramah .
" astaga , untung cuma luka kecil . kamu pulang bareng siapa . . ? "
" saya pulang bareng suami saya ini sama bang Bima , Bu . kalau ibu-ibu ada waktu luang , main ke rumah , ya. . ! "
" Oh iya , nanti deh saya main . duh , udah lama gak ketemu , tahu-tahu udah jadi model terkenal aja kamu . . ! "
" Hehe , itu dulu Bu . Sekarang saya udah gak jadi model lagi . . kalau begitu saya duluan ya . takut nya saya pulang bawa gorengan tahu-tahu kopi ayah udah dingin . . ! "
" Haha , ,iya ,iya . .! "
" Al , kamu tunggu di luar aja ya , aku tinggal bayar belanjaan aja kok . . ! " kata Najwa .
" Baiklah , uang nya gak ketinggalan kan .? " kata Alan
" gak kok . . ! "
Najwa berhenti di meja sayur , dia mengambil ayam yang sudah bersih lalu memilih telur . Setelah itu dia membawa belanjaan ke Bu Ida .
" Bu Ida , tolong ya kasih saya ngutang lagi , saya benar-benar belum punya uang. . ! " kata seorang wanita paruh baya terlihat menghiba pada Bu Ida .
" Maaf Bu Neneng , saya benar-benar gak bisa lagi kasih hutangan , hutang Bu Neneng yang lama udah makan modal saya . kalau saya kasih hutang lagi , lalu saya harus cari kemana buat nutup modal saya yang udah kepake . . ? " kata Bu Ida .
" saya janji , kali ini saya akan usahain bayar secepat nya . saya belum masak apa-apa . . ! " kata Bu Neneng dengan mata berkaca-kaca .
Sepintas ingatan Najwa pada Bu Neneng , Bu Neneng pernah menolong Bu Ani saat Bu Ani hampir hanyut terbawa arus sungai yang tiba-tiba meluap saat pulang dari sawah . Sedangkan Mustapa masih berada di sawah karena biasanya Ani memang pulang duluan . Jika Bu Neneng terlambat sedikit saja menemukan Ani yang berusaha bertahan di sebuah ranting yang tersangkut , mungkin Najwa akan kehilangan ibu nya lebih cepat . dari cerita yang Najwa ingat , Bu Neneng sengaja menyelipkan kaki nya di sela batu agar bisa menahan tubuh nya dan Ani agar tidak hanyut terbawa arus . karena arus air semakin deras beban mereka semakin berat hingga sendi kaki Bu Neneng cedera serius .
" Najwa , . ! "
" eh , iya bi . . ! " kata Najwa terlonjak .
" kamu ngelamunin apa sih . ? " kata Bu Ida .
" gak apa-apa kok . oh iya , tolong hitung belanjaan saya , ya. . ! "
" banyak banget gorengan nya wa . . ! " kata bu ida sambil menghitung dengan kalkulator .
" siapa tahu nanti ada tetangga yang mau ngopi di rumah , bi . . ! "
" semua nya jadi 75 ribu pas . . ! "
Najwa memberikan uang selembaran waran merah . setelah menerima kembalian dia langsung keluar .
" ibu-ibu main ya ke rumah . kita ngobrol-ngobrol . . ! " Kata Najwa pada ibu-ibu yang masih memilih belanjaan .
" iya wa , nanti kita main . . ! "
" jangan lupa siapin camilan nya ya. . haha . . ! "
" hehe , kalau masalah itu mah beres . .saya duluan ya . . ! "
Najwa langsung berjalan mendekati Alan yang menunggu di depan .
" udah ? "
" Udah , yuk pulang . . ! "
" Sini bawaan nya . . ! " kata Alan mengambil kresek dari tangan Alan . Dia melirik sekilas pada Vera yang duduk di bangku tak jauh dari tempat Alan berdiri , lalu Najwa dan Alan berjalan beriringan . Vera mendengus kesal melihat Alan yang cuek pada nya .
" Sial , gue udah bela-belain mandi pagi-pagi biar wangi , dandan yang cantik buat dia , eh dia cuek-cuek aja . Tunggu saja kamu , tampan . kamu pasti akan membuat mu bertekuk lutut pada ku . . !
Vera tersenyum licik lalu berjalan menyusul Najwa dan Alan . Tanpa dia sadari ,Bu Ida memperhatikan gelagat aneh dari Vera .
" Seperti nya gadis itu punya niat gak baik sama Najwa dan suami nya . . aku harus memberitahu Najwa . . ! " lirih Bu Ida .
B
E
R
S
A
M
B
U
__ADS_1
N
G