JANGAN REMEHKAN WANITA GENDUT

JANGAN REMEHKAN WANITA GENDUT
BAB 142 Mulut ember


__ADS_3

" Cin . ? apa jangan-jangan Cindy . ? " lirih Najwa tapi masih bisa di dengar oleh Alan .


" Kamu tahu siapa dia . ? " kata Alan .


" Kalau memang benar Cindy itu , aku tahu . Dia mantan istri Andi . " kata Najwa menatap Alan .


" Apa kamu pernah berselisih paham dengan nya . ? " kata Alan .


" Dia yang merusak rumah tangga ku dulu , dan aku juga pernah membuat nya malu pasal uang mainan Brian . Mungkin dari situ dia dendam sama aku dan bekerjasama dengan Leni untuk mencelakai aku dan anak-anak . " kata Najwa . Alan merangkul Najwa dan mengusap lengan Najwa .


" kamu tenang saja . Mereka akan di tangkap secepat nya . " kata Alan .


" uumh . " Najwa mengangguk .


" Oh ya . Hari ini jadwal kamu suntik ** 2 kan . ? " kata Alan .


" Iya . Aku udah siap kok tinggal berangkat aja . " kata Najwa .


" Baiklah , kalau begitu ayo berangkat . .Damar , tolong jaga anak-anak di rumah . Kami akan ke rumah sakit sebentar . . " kata Alan .


" Baik . Nyonya , tuan Bima sudah menugaskan beberapa anak buah nya untuk menjaga kemanan nyonya dari jauh . Jadi nyonya jangan khawatir . ." kata Damar .


" Terima kasih , Damar . " kata Najwa . Damar mengangguk . Alan membawa tas tangan Najwa dan membantu Najwa bangkit yang tampak kesusahan karena perut nya yang sangat besar .


Skip


Sebuah mobil hitam memasuki halaman rumah sakit . Tak lama Alan turun dan berlari kecil untuk membukakan pintu . Najwa turun dengan pelan , dia menggenggam tangan Alan sebagai tumpuan . Seorang suster datang dengan mendorong kursi roda .


" Nyonya Najwa , silahkan . "

__ADS_1


" Makasih . . " Najwa duduk di kursi dan Alan mendorong nya pelan menuju ruangan dokter obgyn . Karena sudah membuat janji sebelum nya jadi mereka tak perlu menunggu antrian .


Sesampai nya di ruangan , dokter menanyakan beberapa hal terkait kandungan Najwa . Setelah melakukan tanya jawab , Najwa di minta berbaring untuk USG .


Wajah sepasang suami-istri itu tampak sumringah melihat gambar kedua bayi kembar mereka di monitor komputer . Tautan tangan mereka semakin erat menyalurkan rasa bahagia mereka .


" Setelah saya cek lagi hasil pemeriksaan dari awal , pridiksi kami memperkirakan , jadwal kelahiran bayi kembar tuan dan nyonya berkisar antara 3-4 Minggu ke depan . Itu prediksi kami , tapi jangan terpaku pada prediksi . Karena waktu kelahiran bisa maju dan bisa mundur . Kira-kira nyonya ingin melahirkan secara normal atau Caesar .? "


" saya ingin melahirkan secara normal , dokter . "


Dokter lalu memberikan masukan untuk kegiatan Najwa agar nanti bisa melahirkan secara normal dengan mudah . Mulai dari olahraga khusus bumil dan asupan makanan yang dapat menunjang tenaga serta tekanan darah agar tetap stabil . Setelah merasa cukup , mereka pun pamit . Alan dengan sabar menuntun Najwa yang semakin gampang lelah setelah kandungan nya semakin membesar . Saat tiba di dekat mobil , tatapan Najwa tertuju pada jajanan gerobak sate bakar yang tengah di kerubungi anak-anak . Saat mencium aroma sate bakar , hampir saja Najwa menjatuhkan iler nya .


" Sayang kamu kenapa . .? kok ileran gitu ? haha . . " Alan tertawa kecil saat masih sempat melihat Najwa menyeka liur di sudut bibir nya .


" itu , , aku pengen bakso bakar itu . . " kata Najwa menunjuk tukang bakso bakar dengan wajah memelas , membuat Alan tertawa lucu .


" Ya udah , kalau gitu kamu tunggu di sini aja biar aku yang beliin . . " kata Alan membuka pintu mobil dan menyuruh Najwa duduk di dalam .


" Al , aku pengen yang pedes manis. .! " teriak Najwa . Alan mengangguk seraya tersenyum . Najwa mengambil ponsel di dalam tas dan asyik berselancar di dunia Maya .


" Sayang , ini pesanan kamu . . Yang ini buat Brian sama Rubby . Kita sekalian jemput Brian ya . " kata Alan memberikan satu mika bakso pedas manis berisi 10 tusuk dan dua mika bakso original . Najwa hanya mengangguk karena mulutnya sibuk mengunyah bakso hingga kedua pipi nya menggembung . Alan tertawa kecil seraya mengacak rambut Najwa dengan gemas .


Alan mengemudikan mobilnya dengan santai menuju sekolah Brian . Sudah beberapa bulan ini Rubby tidak lagi ikut Brian ke sekolah karena Alan sudah menyewa seorang baby sitter yang tak lain keponakan bi Sarmi sendiri , nama nya Lusi . Alan dan Najwa sudah beberapa kali menguji kejujuran Lusi , dan hasil nya sangat memuaskan hingga mereka mempercayakan Rubby pada Lusi . Rubby pun ternyata juga menyukai Lusi sama seperti dia menyukai Sandy membuat mereka dengan mudah menjadi akrab . Walau sesekali Rubby masih menanyakan Sandy yang sampai kini masih dalam masa pemulihan .


Alan memarkirkan mobil nya tepat di depan sekolahan Brian . Sembari menunggu , Alan sengaja memarkirkan mobil nya berseberangan dengan gerobak jajanan yang berjajar rapi agar Najwa tidak merasa bosan . Dan benar tebakan Alan , Najwa tampak antusias melihat jajanan di sana .


" Sayang , aku mau itu .. ." kata Najwa manja menunjuk gerobak rujak buah membuat Alan terkekeh . Alan turun lebih dulu lalu membantu Najwa turun serta membawakan tas Najwa . Setelah itu Alan langsung menuju gerobak rujak .


" Eh , mbak Najwa , tumben jemput Brian biasa nya nyuruh baby sitter nya yang nganter jemput . . " kata sebuah suara yang tak asing bagi Najwa . Najwa menoleh ke belakang nya dan melihat seorang ibu-ibu dengan pakaian nyentrik dengan perhiasan emas yang menggantung di setiap anggota tubuh nya , tengah menatap nya dengan sinis .

__ADS_1


" Iya Bu Veronika , kebetulan sekarang saya lagi luang jadi saya bisa jemput anak saya . " kata Najwa menahan tawa nya melihat penampilan Veronika yang seperti toko emas .


" oowh , emang sekarang apa kesibukan mbak Najwa setelah gak jadi model lagi ? " kata Veronika melirik perut besar Najwa dan tersenyum sinis meremehkan .


" Saya . .


" Mbak Najwa , kok mbak Najwa ada disini . ? " kata seorang wanita cantik menyapa dengan ramah.


" Mbak Irene . Ini mbak , saya mau jemput anak saya . " kata Najwa


" Oh , anak mbak juga sekolah disini ya . ? " kata Irene .


" iya , mbak nama nya Brian . " kata Najwa mengusap perut nya . Veronika melangkah mendekati Najwa dan melirik kalung yang di pakai Najwa . Dia tampak menatap tidak suka pada Najwa .


" Itu kalung Titanic KW ya . ? hati-hati mbak Najwa , nanti di kira asli malah bikin nyawa sendiri dalam bahaya " kata Veronika ingin mempermalukan Najwa . Irene ikut melirik kalung berlian biru di leher Najwa yang tampak mengkilap di terpah sinar matahari .


" Bu Veronika tahu darimana kalau kalung itu KW .? " kata Irene .


" Dia kan gak jadi model lagi . Mana sanggup dia beli kalung Titanic asli yang harga nya ratusan juta . . Ngomong-ngomong udah hamil berapa bulan nih .? Maaf nih ya , setahu saya mbak Najwa kan gak jadi nikah karena calon suami nya meninggal . Kok perut nya udah gede aja . . " sarkas Veronika membuat Irene tampak terkejut , tapi tidak dengan Najwa . Mulut Irene terbuka hendak bicara tapi terpotong saat kedatangan Alan .


" Selamat siang pak Alan . Wah gak nyangka ya kita ketemu disini . Padahal setelah jemput anak saya , saya mau ke butik bapak mau ambil pesanan saya . " kata Veronika sok kenal . Alan hanya menatap sekilas pada Veronika lalu menoleh pada Najwa .


" Selamat siang pak Alan . " sapa Irene sopan . Alan menoleh pada Irene dan mengangguk sebagai balasan sapaan Irene . Dia kembali menoleh Najwa .


" Bapak ada keperluan apa disini . ? " kata Veronika melangkah lebih maju dan membelakangi Najwa .


" Minggir . . " kata Alan dingin .


" Pak , bapak jangan tergoda sama dia . Dia itu perempuan gak bener miskin lagi . Jangan terpancing sama wajah cantik nya . Lihat , dia gagal menikah beberapa bulan yang lalu dan sekarang perut nya malah udah gede aja . Dia itu perempuan murahan . .

__ADS_1


PLAAAKH


BERSAMBUNG


__ADS_2