
Najwa menatap Rubby yang makan dengan tergesa-gesa dengan tatapan sendu . Dia memperhatikan tubuh Rubby yang tampak sedikit kurus . Tanpa sadar setetes airmata melintas di pipi Najwa yang putih bersih . Buru-buru dia menghapus nya . Alan menggenggam tangan Najwa erat , dia juga kecewa dan tak menyangka jika Leni tega memperlakukan anak kandung nya sendiri dengan buruk .
" maafin aku ya , aku mengabaikan keluhan mu tentang Rubby . ." kata Alan merasa bersalah . Najwa menggeleng tanpa mengalihkan tatapan nya pada Rubby yang tampak sangat kelaparan .
" mau tambah lagi ? " tawar Najwa pada Rubby yang sudah menghabiskan jajanan nya .
" Rubby udah kenyang mom . " kata Rubby . Najwa membantu mencuci tangan Rubby dan menyeka mulut nya yang berminyak .
" mommy , Daddy . .eeh adik juga jemput Abang . . " seru Brian langsung menghampiri keluarga nya yang tengah duduk di salah satu kedai di depan sekolah nya . Brian langsung memeluk Rubby dengan penuh kerinduan , dia memperhatikan keadaan adik nya yang tampak berbeda .
" Kok adek kurus sekarang ? Ini juga kenapa rambutnya acak-acakan ? " kata Brian menatap Rubby lekat . Najwa mendongakkan wajah nya menahan airmata nya yang sudah menggenang .
" Abang , nanya-nanya nya nanti aja ya . sekarang kita langsung menuju ke lesehan , yuk . ." kata Alan .
" Horeeee . . !! " seru Brian dan Rubby . Setelah melihat Najwa yang sudah kembali tenang , Alan lalu membimbing Najwa berjalan menuju mobil .
Rubby dan Brian tampak asyik bercerita , suasana ceria kembali menghiasi keluarga Alan . Najwa tersenyum bahagia mendengar suara tawa anak-anak yang sudah sangat dia rindukan .
" Sayang , berhenti sebentar ke toko pakaian ya . " pinta Najwa .
" Ok " kata Alan . Mobil Alan berhenti di depan sebuah butik kecil yang berada di pinggir jalan .
" Abang , adek , kalian tunggu disini sebentar ya . ." kata Najwa
" iya mom . ." kata mereka kompak .
Alan turun lebih dulu untuk membantu Najwa turun dan langsung menuju butik .
__ADS_1
" Selamat siang . . Oh astaga tuan dan nyonya Alan . . Mari silahkan masuk . " kata pegawai itu dengan antusias saat mengetahui siapa yang mengunjungi butik mereka . dia langsung meminta seorang teman nya untuk memanggil pemilik butik .
" tua dan nyonya , ada yang bisa saya bantu ? " kata pegawai itu .
" Saya ingin melihat pakaian anak perempuan . ." kata Najwa
" Oh , mari silahkan ikut saya . "
Najwa dan Alan mengikuti pegawai itu , mereka kini tiba di deretan baju anak perempuan mulai dari yang sederhana , mewah , baju sehari-hari sampai untuk ke pesta .
" selamat siang , tuan , nyonya . loh , Najwa . . " kata seorang perempuan pemilik butik sederhana itu .
" Loh , Selin . .? " Selin dan Najwa berpelukkan cukup lama . Mereka melerai pelukkan , tampak mata Selin berkaca-kaca menatap Najwa . Lalu tatapan nya turun ke perut Najwa yang sudah besar , hingga airmata Selin benar-benar berderai .
" Selin , ada apa ? " kata Najwa menyentuh pundak Selin , dia merasa sesak melihat sahabat nya yang tampak sedih . Selin tak menjawab , tangan nya terulur mengusap perut Najwa hingga dia semakin terisak .
" kau benar . Aku memang membutuhkan seorang teman cerita . Oh iya tadi kata pegawai ku kamu cari baju anak perempuan , bukan untuk Brian kan ? " kata Selin menatap Najwa penuh selidik .
" Hahaha , ya gak lah , emang aku emak apaan nyuruh anak laki-lakinya make baju anak gadis . Aku mau nyari baju buat Rubby anak sambung aku . Oh ya perkenalkan , ini Alan suami aku . " kata Najwa .
" Selin . .
" Alan .
" Maaf ya , waktu hari pernikahan kalian aku gak bisa hadir karena ada keperluan mendadak . Dan aku turut berduka atas apa yang terjadi pada Alex ." kata Selin .
" gak apa-apa . kalau begitu , aku pilih baju dulu ya . Kamu siap-siap gih . " kata Najwa .
__ADS_1
" baiklah , aku ambil tas dulu . " kata Selin .
S
K
I
P
Najwa merasa tidak enak saat Selin menolak ketika Najwa akan membayar belanjaan nya . Selin pun berdalih jika itu adalah hadiah untuk keponakannya. setelah sedikit berdebat kecil akhirnya Najwa pasrah dan menerima nya . Mereka lalu keluar dari butik itu menuju mobil . Pintu mobil tampak terbuka dan terdengar lah teriak yang membuat Selin tampak bersemangat .
" bundaaaaa . . . !!! " teriak Brian seraya berlari menuju Selin . Selin merentangkan tangan nya dan memeluk erat Brian . Dia mencium pipi Brian dengan bertubi-tubi membuat Brian terkikik karena geli . Selin melihat seorang gadis kecil berdiri di belakang Brian .
" Bunda kemana aja gak pernah nemuin Brian lagi . Bunda gak sayang lagi sama Brian ? " kata Brian dengan raut wajah sendu .
" Sayang , siapa bilang bunda gak sayang sama Brian . Kemarin bunda pulang ke kampung karena orang tua bunda meninggal . . . Eh gadis cantik ini siapa ? adik Brian ya . ? " kata Selin .
" iya bunda , nama nya Rubby . " kata Brian menarik tangan Rubby lebih dekat pada Selin . Selin memeluk dan mencium kedua pipi Rubby hingga Rubby merona .
" Anak-anak bunda manis banget sih . " kata Selin gemas . Najwa tersenyum melihat Selin yang tak berubah pada anak-anak . Tapi ada satu hal yang mengganjal di hati nya , tapi dia merasa waktu nya kurang tepat jika dia menanyakan sekarang .
" ayo kita berangkat ke lesehan . Nenek sama kakek pasti udah nunggu . " kata Alan . Mereka lalu masuk ke mobil , Selin duduk di belakang bersama anak-anak . Dia tersenyum melihat Alan yang tampak sangat hati-hati membantu Najwa naik ke mobil .
" makasih sayang . " kata Najwa setelah duduk dengan nyaman .
" udah nyaman ? " kata Alan . Najwa mengangguk . Alan menutup pintu lalu ikut masuk ke mobil .
__ADS_1
BERSAMBUNG