JANGAN REMEHKAN WANITA GENDUT

JANGAN REMEHKAN WANITA GENDUT
BAB 56 Bertemu Yuni


__ADS_3

Deg. .


Andi menatap lekat pelayan yang juga terkejut melihat Andi . Pelayan itu hendak pergi namun dengan cepat Andi menahan tangan nya .


" Kak Yuni . . kakak disini ?? " kata Andi . Yah , pelayan itu adalah Yuni .


" Andi lepaskan , aku harus bekerja . . ! " kata Yuni lirih .


" ok , tapi aku akan tetap disini sampai kakak pulang untuk mendengarkan penjelasan kakak . . ! " kata Andi . Yuni langsung pergi tanpa menjawab perkataan Andi . Andi menatap kepergian kakak nya dengan perasaan yang bercampur aduk . Senang bisa bertemu kembali dengan kakak kandung nya , tapi juga marah dengan perbuatan Yuni yang mengambil uang perusahaan tanpa persetujuan nya . Berulang kali dia menghela nafas untuk menenangkan perasaan nya . Setelah merasa tenang dia menyantap makan siang nya .


s


k


I


p


Andi dan Yuni kini sudah berada di kamar kontrakan Yuni yang terletak tak jauh dari tempat bekerja Yuni . Suasana di sekitar nya terasa adem karena ada banyak pohon buah-buahan dan pohon hiasan yang di tanam di sekitar lingkungan di sana . Andi memperhatikan setiap sudut ruangan nya . kamar kontrakan itu tidak terlalu besar ,terdiri dari 3 ruangan . Ruang depan , ruang tengah sebagai kamar , dan ruang belakang sebagai dapur merangkap kamar mandi . kamar itu terlihat kosong , di ruang depan hanya berisi karpet plastik biasa , sedangkan di dapur berisi galon air minum , kompor gas , dan rak piring kecil dua tingkat yang berisi beberapa cangkir dan piring . Untuk kamar Andi tidak tahu sebab dia tidak memeriksa kamar kakak nya .


kini Andi dan Yuni duduk di ruang depan . Andi memperhatikan Yuni yang tampak kurus . Andi bisa menangkap sebuah beban di mata Yuni . Yuni menundukkan wajah nya .


" kak , gimana kabar kakak ?? "


" aku baik-baik saja Andi . Tapi kenapa kamu berada disini ?? dan . . . . " Yuni tak meneruskan kalimat nya tapi mata nya menatap map di depan Andi . Yuni mengernyitkan alis nya melihat Andi menghela nafas berat .


" Aku sedang mencari pekerjaan . ! " kata Andi lesu .


" apa ?? pekerjaan ?? tapi. . .


" perusahan ku bangkrut . . ! "


jeddaarr ...


Tubuh Yuni seketika menjadi lemas mendengar ucapan Andi . Dia terlihat pucat .


" Dan sekarang aku tinggal di rumah yang dulu ke berikan pada Najwa . . ! "


jeddaar .


Lagi-lagi tubuh Yuni semakin lemas . Dia menunduk semakin dalam . Andi menatap sendu tubuh kakak nya yang bergetar pelan . Dia tahu Yuni tengah menangis .


" Maaf . . hiks . maafkan aku , Andi . . . ! " kata Yuni terisak .


" Sudahlah kak . gak usah nangis . . Semua nya sudah terjadi . Dan aku minta maaf kalau aku gak bisa mempertahankan perusahaan dan rumah peninggalan orangtua kita . . ! " kata Andi menghela nafas panjang .


" Gak , Andi . Kamu jangan minta maaf . Kakak lah yang harus minta maaf . Kalau saja kakak tidak mengambil uang perusahaan mungkin perusahaan peninggalan papah pasti masih ada . . hiks hiks maaf kan kakak Andi , maafkan aku . . hiks hiks . !! " Yuni menangis tersedu-sedu membuat Andi merasa hati nya sakit . Dia mendekati Yuni dan memeluk nya untuk menenangkan nya. Tapi bukan nya menjadi tenang Yuni malah menangis semakin kencang . Andi membiarkan Yuni melampiaskan tangis nya . Setelah cukup lama Yuni terlihat sedikit tenang .


" Sekarang kakak ceritakan kemana kakak pergi setelah membawa uang perusahaan ?? dan kenapa kakak bisa tinggal disini . ! " kata Andi .

__ADS_1


" Aku . . Aku terlalu bodoh saat itu Andi . . Aku terpengaruh oleh ucapan teman-teman ku yang membujuk ku untuk mengambil uang perusahaan sebesar lima ratus juta . Aku sempat tidak menggubrisnya . Tapi mereka mengatakan kalau wajar jika aku mengambil uang perusahaan , anggap aja itu bagian dari warisan mamah dan papah . Akhir nya aku terpengaruh dan aku pun mengambil uang itu . Setelah menerima uang itu , aku pun memutuskan untuk pergi dari rumah sementara waktu , karena aku tahu kau pasti akan marah , tapi bodoh nya aku , aku tetap melakukan nya . Salah satu teman ku menawarkan untuk tinggal di apartemen nya . Aku pun menyetujui nya . Tapi sayang ,niat hati ingin menghemat pengeluaran , mereka malah memanfaatkan aku untuk menanggung semua kebutuhan makan mereka . Awal nya aku biasa aja sampai akhir nya mereka menipu ku melewati seorang pria . Mereka sengaja mengatur waktu agar kami memiliki waktu untuk bersama . Hingga akhirnya aku tertarik dengan nya kami pun menjadi sepasang kekasih . Namun sekali lagi , aku terlalu bodoh hingga aku kembali tertipu , dia ingin meminjam uang sebesar 200 juta untuk menambah modal usaha nya , karena rasa sayang ku , aku pun memberikan uang ku . Tapi beberapa bulan setelah dia meminjam uang ku . aku tidak sengaja melihat dia berkencan dengan seorang wanita yang lebih muda dari ku di sebuah kafe . Saat aku menghampiri mereka , mereka bahkan tidak menyangkal hubungan mereka di depan ku . Aku merasa sangat sakit hati , akhirnya aku memutuskan hubungan dengan nya dan meminta kembali uang yang dia pinjam . Namun dengan santai nya dia malah memutar balik fakta jika aku yang meminjam uang dari nya . Karena kesal aku pun menampar dia lalu pergi . Tapi saat di jalan , tas ku di jambret . Semua barang berharga ku lenyap . Tapi aku sedikit lega karena aku masih menyimpan sisa uang tunai di dalam lemari ku . Namun aku harus kembali kecewa karena uang yang ku simpan ternyata hilang . aku tidak bisa mengontrol emosi ku lagi , aku mengamuk dan menanyai teman-teman ku siapa yang telah mengambil uang ku . Tapi bukan jawaban yang aku terima , mereka malah mengusir ku . Setelah itu aku hidup Luntang Lantung selama beberapa bulan . Hingga akhir nya aku bertemu dengan istri Zaki tanpa sengaja saat seorang pria mencoba merebut putri mereka yang masih kecil . Entah keberanian darimana aku meraih batu yang cukup besar dan menghantamkan nya ke kepala pria itu . Pria itu terhuyung dan di ringkus oleh para warga . Disaat semua sedang sibuk mengurus pria tadi , aku melihat Zaki datang dan langsung hendak pergi tapi istri Zaki menahan ku . Istri Zaki menceritakan kejadian tadi , Lalu Zaki memberikan amplop yang cukup tebal sebagai rasa terima kasih nya karena telah menolong anak dan istri nya . Aku sempat menolak nya tapi mereka memaksa , akhir nya aku menerima nya . Setelah itu aku mencari kontrakan dan aku tinggal disini . Dan Kebetulan aku melihat ada lowongan kerja di rumah makan lesehan , aku mencoba melamar kerja di sana dan alhamdulilah aku di terima dan masih bekerja sampai sekarang . ! " kata Yuni mengakhiri cerita nya . Andi menatap Yuni lekat . Hati nya terenyuh mendengar cerita kakak nya . Tanpa dia sadari setetes airmata melintas di pipi Andi . Cepat-cepat dia menghapus nya .


" Andi , sekali lagi maafkan kakak ya . . ! " kata Yuni. Andi menggeleng .


" jangan meminta maaf lagi kak . Semua nya sudah terjadi . . ! " kata Andi .


" Tadi kamu bilang , kamu tinggal di rumah yang kamu berikan ke Najwa . Apa kalian tinggal bersama ?? " kata Yuni .


" aku mengusir mereka . .! " kata Andi . Terlihat Yuni sedikit tersentak .


" Lalu mereka tinggal dimana ?? "


" mereka tinggal di rumah mewah sekarang . Najwa sekarang menjadi seorang foto model terkenal . Dan kakak tahu ? Najwa ternyata anggota keluarga Sanjaya . . !! " kata Andi .


" Apa ?? keluarga Sanjaya ?? " kata Yuni syok.


" Benar kak . Aku baru mengetahui identitas asli nya saat aku di undang ke pesta penyambutan cucu kedua keluarga Sanjaya yang baru saja menyelesaikan studi nya di negara K . ! " kata Andi . Yuni terdiam . Bayangan-bayangan perlakuan buruk nya pada Najwa dan Brian melintas di benak nya . Sebuah penyesalan menusuk hati nya . Dia menyesali perbuatan nya .


" Andi , seperti nya kebangkrutan mu bukan sepenuh nya kesalahan internal . Tapi ada campur tangan dari keluarga Sanjaya . Aku ingat kau pernah menjalin kerja sama dengan perusahan keluarga Sanjaya bukan ?? " kata Yuni . Andi terdiam sejenak , dia merangkai semua kejadian dan perbuatan nya si masa lalu .


" kak jadi maksud mu perusahaan kita bangkrut karena ulah keluarga Sanjaya ?? " kata Andi


" Aku rasa begitu . . Tapi , wajar jika mereka melakukan nya . Mereka pasti dendam pada kita karena kita memperlakukan Najwa dan Brian dengan buruk . Ini juga salah kita . . ! " kata Yuni . Andi terdiam mendengar ucapan kakak nya . Dia kembali menelusuri kejadian demi kejadian sebelum dia jatuh miskin .


" Tapi aku merasa ini adalah salah Cindy kak . Kalau bukan karena Cindy menggoda ku waktu itu . Semua ini tak akan terjadi . . ! " kata Andi .


" Terserah kakak jika kakak ingin meminta maaf pada Najwa , tapi aku tidak akan melakukan nya . Terakhir kali dia mempermalukan aku dan Cindy hanya gara-gara uang mainan Brian . !! " kata Andi dengan wajah memerah .


" Uang mainan ?? bagaimana cerita nya ?? " kata Yuni penasaran .


Andi menceritakan semua kejadian tentang Cindy yang mencuri uang di tas Najwa yang ternyata adalah uang mainan . Dia juga menceritakan kejadian yang memalukan yang terjadi di kedai Bubur .


" hahahaha . . . !! " Yuni tertawa terbahak-bahak . Andi menatap Yuni dengan wajah memerah .


" kakak apa yang kau tertawakan ?? apa itu lucu ?? " kata Andi tidak suka .


" hahaha . . kalau tidak lucu aku tidak akan tertawa seperti ini . . hahahaha. . hhh . . !! " kata Yuni memegang perut nya .


" Andi , setelah aku perhatikan , ternyata istri mu sungguh bodoh . Dia hanya mengandalkan wajah cantik dan tubuh seksi nya saja untuk menarik perhatian mu . astaga , bahkan uang mainan saja di curi . ! " kata Yuni menggelengkan kepala nya .


" kalau aku tahu itu uang mainan , aku juga tidak akan mendukung Cindy untuk mencuri nya . ! " kata Andi pelan .


" nah , itu berarti kalian sama-sama bodoh . Andi coba kamu pikir . Najwa tidak akan meletakkan tas yang berisi uang sebanyak itu dengan sembarangan . Apalagi disaat ada yang sedang bertamu . . berpikirlah sebelum bertindak , Andi . Atau kau akan selalu menjadi bahan tertawaan oleh kebodohan mu itu . . ! " kata Yuni . Andi merenungi apa yang di katakan kakak nya . Dia membenarkan ucapan Yuni .


" kak , ngomong-ngomong , gimana kalau kau tinggal bersama kami ?? daripada mengontrak lebih baik uang nya kakak simpan . . ! " bujuk Andi . Dia tidak tega melihat kakak nya hidup sendirian .


" terima kasih Andi . Tapi aku ingin tetap tinggal disini saja . Kau benar , daripada mengontrak lebih baik uang nya di simpan saja . Tapi aku belajar dari pengalaman yang telah aku alami . Memang aku tidak Mengontrak di rumah kalian , tapi biaya hidup ku di sana akan menjadi dua kali lipat . Sedangkan disini , aku hidup mengontrak tapi aku bisa mengatur biaya hidup ku sendiri . .! " kata Yuni .


" Tapi kak ,aku tidak tenang jika melihat Kakak tinggal sendirian disini . Untuk masalah biaya hidup yang kakak maksud , kakak tenang aja . Aku akan memberitahu Cindy untuk mengatur kebutuhan masing-masing . Cindy mengatur untuk kami , dan Kakak bisa mengatur nya untuk kakak sendiri . ! " kata Andi . Tapi Andi heran melihat senyum Yuni yang penuh arti .

__ADS_1


" Andi . Aku sangat tahu sifat licik istri mu . Dia akan berkata iya di depan kita , tapi dia akan merencanakan sesuatu untuk mendapatkan keuntungan pribadi nya . Andi , biarkan kakak tinggal di sini . Kakak hanya ingin menjalani hidup kakak dengan tenang . ! " kata Yuni serius .


" baiklah jika itu keinginan kakak . Tapi kakak harus mengunjungi kami setiap Minggu . kalau bisa sempatkan waktu untuk menginap di sana . Walau bagaimana pun , kakak adalah satu-satunya keluarga ku yang tersisa . ! " kata Andi .


" baiklah adik ku yang manja . . Jika nanti kakak ada waktu kakak akan kabari kamu . .! " kata Yuni mengacak rambut Andi hingga berantakan .


" kakak apa yang kau lakukan . lihat rambut ku berantakan . ! " rengek Andi . Yuni tertawa melihat sikap Andi yang manja membuat hati nya menghangat . Mereka bertukar kontak . Andi melihat ponsel jadul kakak nya .


" baiklah kalau begitu aku pulang dulu kak . Jaga diri kakak baik-baik . ! " kata Andi .Yuni mengangguk . Dia melihat kepergian Andi dengan tatapan sendu .


" mamah , papah maafkan Yuni yang gagal menjaga Andi . Semoga Kalina tenang di sana . ! " gumam Yuni .


_____________


Alex turun dari mobil nya . Mata nya menatap ke sekeliling mencari orang yang menelpon nya tadi malam untuk mengajak nya piknik . Alex tersenyum tipis saat mendengar teriakan suara yang sangat dia kenal . Dia berjalan menghampiri sekelompok orang dewasa yang sedang bermain lempar bola dengan seorang anak laki-laki tanpa menghiraukan tatapan memuja dari para wanita yang melihat Alex


" Mamah . . ayo tangkap bola nya . . !! " teriak Brian melempar bola pada Najwa . Najwa menangkap bola nya .


HAP


Pagi yang cerah ini Najwa mengajak Brian dan trio bunglon untuk piknik di taman yang tak jauh dari rumah nya . Dia merasa sudah terlalu lama tidak meluangkan waktu untuk menemani Brian bermain . Najwa juga mengajak Sarah karena dia merasa kasihan melihat Sarah yang terus bekerja sepanjang hari tanpa istirahat .


" Uncle Alex . . !! " teriak Brian berlari ke arah Alex yang baru saja datang . Seperti biasa Alex menangkap tubuh Brian dan menggendong nya .


" hy Alex . ! " kata Najwa .


" Hy . maaf aku telat . ! " kata Alex .


" gak kok , kami juga belum lama . Oh iya maaf ya jadi ngerepotin kamu , Brian maksa aku untuk mengajak kamu piknik . . " kata Najwa dengan wajah tidak enak .


" It's ok . . Aku juga senang di ajak piknik . Kau tahu pekerjaan yang menumpuk membuat otak ku sedikit terganggu . .! " kata Alex . Najwa tertawa pelan . Alex sedikit berdebar saat melihat penampilan Najwa yang terlihat berbeda . Najwa memakai t-shirt merah di padukan dengan celana model skinny jeans dengan sepatu kets . Najwa terlihat seperti lebih muda dari umur nya .


" Ayo uncle kita main bola . ! " kata Brian membuyarkan lamunan Alex .


" Ok . ayo . ! " Alex menurunkan Brian . Brian langsung mengambil bola dari tangan Najwa . Mereka asyik bermain bola , tak sengaja Alex melempar bola pada Najwa sedikit tinggi hingga Najwa berlari kecil dan sedikit melompat menangkap bola itu . Tapi saat kaki Najwa mendarat di tanah ternyata ada sebuah batu yang cukup besar , karena Najwa kurang hati-hati dia terjatuh berlutut cukup keras .


" Aaw . . ! "


" mamah / Wawa . .!! " seru Brian dan Alex bersamaan . mereka berlari menghampiri Najwa yang meringis kesakitan .


" mamah , mana yang sakit ?? " kata Brian cemas .


" mamah gak apa-apa kok sayang . !! " kata Najwa .


" Wawa , are you ok ?? " kata Alex membantu Wawa berdiri . namun . . .


DEG . . .


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2