
PLAAAKH
" aakh . . !! "
Veronika menjerit saat sebuah tamparan keras mendarat di pipi nya setelah Najwa membalik badan Veronika .
" Jaga mulut mu ,Veronika . Jangan asal bicara atau kau akan kembali mendapatkan masalah . " kata Najwa dengan wajah garang .
" Kenapa gak terima di bilang perempuan murahan . ? Sadar diri donk , kamu itu janda tapi kamu sudah hamil besar . Kalau bukan perempuan murahan apa nama nya . ? Lonthe gitu . ?! " kata Veronika dengan kencang hingga menarik perhatian semua orang di dekat mereka . Alan melangkah hendak memberi pelajaran pada Veronika , tapi dia melihat tatapan tajam Najwa yang terarah pada nya yang menandakan kalau Najwa melarang nya membuat Alan menghentikan langkah nya . Melihat orang-orang memperhatikan mereka , Veronika semakin tersenyum lebar .
" Bapak-bapak , ibu-ibu . Perhatikan semua nya . Lihat , perempuan ini adalah janda tapi lihat dia sekarang hamil besar . Bahkan walau pun perut nya sudah besar tapi dia masih mencoba menggoda laki-laki dengan tampang memelas nya . Kalian jangan percaya pada nya . Dia ini Lonthe . .Ingat dia ini Lonthe kelas kakap jadi buat ibu-ibu disini harap menjaga suami masing-masing agar tidak menjadi korban nya . . " kata Veronika dengan suara keras serta wajah yang tampak puas .
" Udah selesai koar-koar nya . ? " kata Najwa santai.
"hmm , dasar tidak tahu malu . " kata Veronika . Najwa tak menanggapi ucapan Veronika , dia mengambil ponsel nya dari dalam tas mewah yang membuat Veronika semakin panas .
" Halo , kantor polisi . Pak tolong segera datang ke SD Kasih Bunda . Saya ingin melaporkan seseorang yang telah mencemarkan nama baik saya dan memfitnah saya di depan umum . Baik pak , terima kasih . . " kata Najwa memutuskan telpon nya .
" Hee, kau kira aku takut . ? " kata Veronika masih belum percaya dan menganggap kalau Najwa hanya menakuti nya .
" Kita lihat saja sebentar lagi . Dan jangan menyesal dengan perbuatan yang telah anda lakukan . . " kata Najwa . Dia melangkah ringan mendekati Alan .
" Capek . pinggang ku sakit . " keluh Najwa .
" Kamu sih , kayak gak ada kerjaan aja ngeladenin orang model begituan . . " omel Alan . Dia masuk ke salah satu kantin dan membawa sebuah kursi plastik .
" Ayo duduk . . " kata Alan membantu Najwa duduk dan menyerahkan rujak yang di inginkan Najwa , lalu Alan berjongkok dan memijat lembut kaki Najwa yang terlihat bengkak . Pemandangan itu justru membuat Veronika terbelalak dan tidak percaya dengan apa yang dia lihat . Setelah melihat perhatian Alan pada Najwa,Veronika kini mengerti hubungan Najwa dan Alan . Rasa menyesal dengan cepat merasuk ke dalam otak nya , tangan nya gemetar membayangkan apa yang akan terjadi setelah ini . Saat asyik dengan pikiran nya sendiri , dua orang polisi datang dan menghampiri Najwa dan Alan .
" Selamat siang pak Alan , Bu Najwa . "
__ADS_1
"Selamat siang , pak . " kata Alan bangkit di ikuti Najwa .
" Bu Najwa , ada yang saya bisa bantu . ? " kata salah satu polisi yang sudah mengenal Najwa dan Alan .
" Benar pak . Tangkap wanita itu , dia telah mencemarkan nama baik saya dengan menyebut saya sebagai pelacur . Saya tidak terima dan saya ingin membawa masalah ini ke jalur hukum . " kata Najwa tegas menunjuk Veronika yang sudah memucat .
" Benar pak . Saya bisa menjadi saksi atas tuduhan Veronika pada mbak Najwa . " kata Irene .
" Benar pak . Kami di sini semua mendengar semua yang di tuduhkan oleh ibu itu . "
" Betul pak . . Ibu itu dengan terang-terangan menyebut mbak ini adalah perempuan gak benar . "
Orang-orang di sekitar mereka terus bersahutan memberikan kesaksian untuk Najwa . Sedangkan Veronika tatap terdiam dengan wajah yang sudah pucat . Tiba-tiba .
brukh
" maafkan saya , Najwa . Saya tidak tahu kalau kamu adalah istri pak Alan .Maafkan saya . " Raung Veronika .
" Bawa dia pak . " kata Alan . Kedua polisi itu langsung menarik Veronika dan membawa nya pergi walau Veronika terus berteriak dan memberontak .
Keramaian itu teralihkan saat terdengar suara Bel pulang di susul dengan sorakan anak-anak . Dari kejauhan Najwa melihat Brian berjalan keluar bersama beberapa teman nya sambil bercerita . Najwa melambaikan tangan nya saat Brian menoleh ke arah mereka . Tampak Brian berlari setelah berpamitan dengan temannya.
" Mommy , Daddy . . " teriak Brian heboh saat melihat siapa yang menjemputnya . Najwa langsung menyambut Brian ke dalam pelukan nya dan mencium nya .
" Kok Mommy sama Daddy yang jemput Brian .? uncle Damar mana .? " kata Brian .
" Uncle Damar lagi ada kerjaan , berhubung mommy dan Daddy lagi senggang jadi kami menjemput mu . Ayo kita pulang , setelah ini Daddy ada urusan lain .. " kata Alan . Alan dan Brian kompak membimbing tangan Najwa dari kedua sisi , membuat Najwa merasa sangat di perhatikan . Najwa dan Alan duduk di depan sedangkan Brian duduk di bangku penumpang . Najwa menyodorkan bakso bakar tadi dan di sambut dengan riang oleh Brian .
K
__ADS_1
I
P
Beberapa hari kemudian
" Bagaimana hasil persidangan hari ini . ? " kata Najwa setelah melihat Alan cukup tenang sehabis pulang dari pengadilan tentang masalah Veronika kemarin .
" Setelah melalui beberapa tahap pemeriksaan , Veronika di jatuhi hukuman selama 1 tahun dengan denda 450 ribu . Bagaimana tanggapan kamu .? " kata Alan .
" Itu saja sudah cukup , aku hanya ingin memberi dia pelajaran agar ke depan nya tidak lagi membuat masalah .. " Kata Najwa . Alan tersenyum dan mengusap perut Najwa dengan lembut .
* * *
Seperti biasa , setiap pagi Alan akan menemani Najwa berolahraga dengan berlari kecil menyusuri komplek hingga tiba di taman yang tak jauh dari kompleks . Taman itu terlihat selalu ramai setiap pagi dan sore . Selain tempatnya yang bersih dan nyaman , Di sana juga terdapat beberapa gerobak jajanan yang cocok untuk sarapan . Hal itu juga lah yang membuat Najwa begitu semangat berjalan setiap pagi sesuai dengan saran dokter .
Pagi ini , Alan dan Najwa tidak berolahraga hanya berdua . Brian , Rubby dan Lusi pun ikut berlari pagi . Mereka berlari santai dengan di selingi tawa dan canda . Bahkan Rubby dan Brian bermain kejar-kejaran tanpa merasa lelah , hingga tak terasa mereka tiba di taman yang sudah terlihat ramai .
" Sayang , aku mau sarapan nasi uduk . " kata Najwa yang masih ngos-ngosan . Alan menyeka keringat Najwa dengan tisu . Setelah merasa cukup santai , mereka pun masuk ke kedai nasi uduk dan memesan sarapan masing-masing sesuai selera . Hanya berselang beberapa menit pesanan mereka datang , aroma nasi uduk itu menguar di hidung mereka hingga menerbitkan air liur . Tanpa menunggu lama mereka langsung meng-hap sarapan mereka dengan lahap , hingga dalam waktu singkat piring itu telah kosong berpindah ke dalam perut mereka .
" Kak Lusi , Rubby pengen pipis . " kata Rubby .
" Brian juga . " timpal Brian .
" Kalau mau pipis , silahkan ke belakang , di sana ada WC umum , lewat samping aja . " kata penjual . Lusi pun menuntun kedua nya menuju arah yang di tunjuk tadi .
Alan dan Najwa masih asyik mengobrol sembari menunggu Lusi dan anak-anak . Tapi sudah hampir setengah jam mereka tidak juga kembali , Mereka masih memutuskan untuk menunggu 15 menit lagi karena mereka mengira jika salah satu dari mereka ada yang sakit perut karena habis makan nasi uduk dengan sambal . Namun sudah hampir satu jam mereka belum juga kembali , dan akhirnya mereka pun memutuskan untuk menyusul mereka bertiga . Setelah membayar makanan mereka , Alan dan Najwa pun berniat menyusul Lusi dan anak-anak ke belakang . Tapi baru saja mereka melangkah keluar kedai . . . .
BERSAMBUNG
__ADS_1