
" ap . .apa . . .?? "
Najwa menajamkan pengelihatan nya di layar ponsel nya , karena dia takut salah melihat angka yang tertera di sana .
" astaga apa ini bukan mimpi ?? tabungan ku hampir 2 M . .?? masyaallah . alhamdulilah ya Allah , kerja keras ku ternyata tidak sia-sia . Aku gak nyangka kalau hasil kerja ku bisa sebesar ini . . . . ?! " hati Najwa terasa sangat ringan . wajar jika Najwa tidak tahu dengan honor yang dia terima , karena honor nya langsung di transfer ke rekening nya , namun Najwa sangat jarang memeriksa saldo nya sampai-sampai dia tidak tahu jika tabungan nya sudah banyak . Akhirnya dia pun memantapkan hati untuk membeli rumah Arman . Buru-buru dia turun menghampiri Brian yang sedang asyik bermain sendiri .
" Sayang ,yuk kita ke rumah om Arman .. ?! "
" Brian beresin mainan dulu ya mah . .?! "
" Nanti aja sayang . Nanti mamah bantuin , yuk . . ?! "
akhir nya ibu dan anak itu melajukan motornya menuju rumah Arman . saat Najwa turun dari motor kebetulan Bu Ida sedang di luar .
" eh Wawa , ayo masuk . . ?! "
" iya Bu . mas Arman nya ada ?? "
" ada . . ?! "
mereka lalu masuk ke ruang tamu . Ternyata Arman masih menikmati acara nonton .nya .
" wah Wawa , udah balik lagi ?? ayo silahkan duduk . . . Gimana ?? " kata Arman tak sabar dengan penuh harap .
" saya suka dengan rumah ini mas . . jadi saya akan ambil . . ?! "
" Alhamdulilah . . ?! " ucap Bu Ida dan Arman bersamaan . Ada sorot kelegaan di mata Arman .
" jadi gini mas , mas siapkan saja surat-surat nya , nanti kalau sudah selesai mas kabarin saya . . ?! "
" kamu gak nawar-menawar dulu gitu Wa ?? " kata Arman
" saya tahu mas Arman sekeluarga sangat membutuhkan uang sekarang , jadi saya gak akan menawar lagi . Jika seandainya saya punya uang lebih , saya pengen lebihin untuk menambah biaya pengobatan istri mas Arman . Tapi sayang nya keadaan saya juga lagi mepet . . ?! "
" terima kasih kamu sudah mengerti keadaan kami . Kamu benar , kami sangat membutuhkan uang sekarang . Baiklah saya akan mempersiapkan semua suratnya . Mungkin sekitar 2 sampai 3 hari lah . Nanti saya kabari kamu lagi ya . . ?! "
" baik mas , kalau begitu saya mohon pamit ya . . ?! "
Bu Ida kembali mengantar Najwa ke depan . Setelah berbasa-basi sebentar , Najwa melajukan motor nya dengan hati yang sangat bahagia .
Sesampainya di rumah , Dia membantu Brian membereskan mainan nya . Setelah itu dia pun kembali ke kamar di ikuti Brian .
" kamar mamah kenapa berantakan banget mah ?? "
" Tadi mamah nyari sertifikat rumah , tapi gak ketemu . . ?! "
Najwa pun membereskan kekacauan yang dia buat . Tak berapa lama kamar nya kembali rapi . Najwa meraih buku tabungan nya lalu memasukkan nya ke tas ransel yang selalu dia bawa saat bepergian . Setelah itu mereka berencana Kana makan siang lalu tidur siang .
_-_-_-__-_-_-_-_
Sedangkan disisi lain , Andi dan Cindy tertawa senang melihat sertifikat yang ada di tangan mereka .
" Dengan sertifikat ini , kita punya kekuatan untuk merebut rumah itu . sekarang kita tidak pusing lagi memikirkan masalah tempat tinggal . . ?! " kata Cindy .
" iya , sekarang yang harus kita pikirkan adalah masalah pekerjaan . . Aku akan coba cari kerja nanti . . ?! " kata Andi .
" Jadi kapan kita akan pindah kesana ? Sebaiknya kita pindah sebelum petugas bank datang . Malu kalau di lihat tetangga . . . Gimana kalau besok. ?? " usul Cindy .
" kamu benar , baiklah malam ini kita packing barang-barang kita , aku akan hubungi jasa sewa mobil untuk mengangkut barang-barang kita . . ?! "
" Ngapain bawa barang ?? rumah itu kan sudah lengkap isi nya . . ?! " kata Cindy .
__ADS_1
" Cindy , aku memberikan rumah itu dengan keadaan kosong , jadi semua isi rumah itu milik Najwa . Najwa tidak akan memberikan barang milik nya pada kita . . ?! "
" yah paksa Donk . ?! " ketus Cindy
" Kamu main paksa-paksa aja , kamu mau di keroyok sama keluarga nya ?? "
" Terus kamu nyuri sertifikat itu gak takut di keroyok ?? " kata Cindy
" Aku akan gunakan Brian , ?! "
" bagus . kamu memang suami yang pintar . . ?! " mereka tertawa tanpa rasa bersalah . .
_-_-_-_-_-_-_-
Hari ini , Najwa ada jadwal pemotretan , dia mendapat kabar dari David dan akan menjemputnya . Namun Najwa bingung karena ingin menitipkan Brian pada Selin tapi Selin sedang keluar kota . Akhirnya Najwa memutuskan untuk membawa serta Brian . Dia pun menyiapkan segala keperluan Brian , Najwa sengaja membawa mainan kesukaan Brian agar dia tidak bosan nanti . Terdengar suara mobil berhenti di depan , Najwa segera keluar dan memang benar itu David . David tersenyum .
" Udah siap ?? Brian juga ikut ?? "
" iya Dav , Selin lagi keluar kota , jadi aku bawa aja Brian . Mau di titip ke penitipan anak aku takut nanti Brian kenapa-kenapa , dan pasti nya Brian gak akan mau . . ?! "
" Ya udah , ayo perjalanan kita kali ini cukup jauh . . . ?! "
" memang lokasi kali ini dimana ?? "
" Di pantai . . ?! "
Najwa membimbing Brian , mereka lalu masuk ke mobil dan mobil itu pun melaju .
Sepanjang jalan , Brian sangat antusias menanyakan apapun yang menurut dia unik . Saat mobil berhenti di lampu merah, banyak pengamen yang mendekati mobil mereka . Brian membuka pintu mobil nya lalu memberikan sebungkus coklat pada anak yang sedang bernyanyi itu dengan tersenyum .
" makasih . . ?! " pengamen itu pun pergi . Serentak pengamen dan pengemis lain nya bergerak mendekati mobil David untuk meminta sedekah . Brian terlihat kaget . Najwa melirik tukang gorengan yang tak jauh dari lampu merah .
" mang , gorengan nya berapaan ?? " tanya Najwa .
" Seribu satu teh . .
" mamang kasih mereka 5 biji perorang . saya yang bayar . .mamang hitung semua nya . . ?! " kata Cindy membuat para tunawisma itu sumringah. tukang gorengan itu menghitung mereka dan berjumlah 7 orang .
" Semua nya jadi 35 ribu teh .. ?! "
" Ini uang nya . .makasih ya mang . . ?! " Najwa langsung berlari menuju mobil David yang sudah menunggu di depan .
" makasih kak . Semoga rejeki kakak lancar terus . . ?! " teriak mereka .
" amin . makasih doa nya . . ?! " kata Najwa tersenyum . setelah Najwa masuk ke mobil , mobil putih itu pun melaju . Dan tanpa Najwa sadari ternyata ada seorang laki-laki yang merekam perbuatan baik Najwa .
" Jarang ada wanita yang mau berdekatan dengan para pengemis . Sungguh terpuji . . ?! " kata laki-laki itu yang ternyata adalah Yudi , tangan kanan Alex pemilik perusahaan yang menaungi dan mensponsori agensi dimana Najwa bekerja .
Setelah menempuh perjalanan cukup jauh , akhirnya mobil David berhenti di sebuah villa yang berada di pinggiran pantai .
" waaaah . pantai . . ?! " sorak Brian heboh . Najwa mengacak rambut Brian lalu mengikuti langkah David menuju villa . Ternyata sudah ada beberapa model , salah satu nya salah Chika dan Sonia . dan juga ada beberapa model pria .
" hy Wa , eh ini siapa ?? anak kamu ya ?? " kata Chika
" Iya Chik , gue bawa anak gue karena Tante nya lagi ada kerjaan . . ?! " kata Wawa .
" oowwh . imut banget sih . . sini sama Tante . . ?! " kata Chika menarik Brian ke dalam pelukan nya dan mencium pipi cubby Brian .
" Eh Wa , gimana sih rasa nya udah punya anak ?? Pasti seru ya . . ?! " celetuk Chika dengan masih memeluk Brian .
" Bukan seru lagi , Chik . Tiap hari ada teman berantem , suka recokin kerjaan rumah . Tapi rasa capek di badan akan hilang saat melihat tingkah lucu nya . . ?! " kata Najwa tertawa seraya menatap Brian penuh kasih.
__ADS_1
" uuuh . . Aku jadi pengen cepat-cepat nikah , biar ngerasain punya ank juga . . ?! " celetuk Chika .
" Loh sayang , itu anak siapa yang kamu peluk ?? Kok mirip Wawa ?? anak mu Wa ?? " tanya Kendra bertubi-tubi.
" Anak aku , Ken . . . anak kita . . ?! " kata Chika penuh drama . Najwa tertawa melihat kelucuan teman nya itu .
" Aku anak mamah Najwa . om . ?! " kata Brian polos .
" Najwa ?? ooh Wawa . Jadi nama asli kamu Najwa . . Wah gak nyangka gue kalau elo udah punya anak .Manis lagi anak nya . hy , kenalin , om Kendra . . ?! " kata Kendra mendekati Brian .
" Aku Brian . . ?! "
" uluu uluuh . . manis banget sih . . Sayang ayo kita nikah besok , Biar kita juga punya anak . .uuuh pasti bahagia banget . . ?! " kata Chika.
" Dasar somplak . . ?! " kata Najwa
" Jangan kan besok , sekarang juga bisa . . ?! " timpal Kendra.
" oowh . . pria ku gantle banget sih .. . ?! " kata Chika bergelayut merata pada Kendra . .
" Ternyata diam-diam udah punya anak . . ?! " kata Sonia meremehkan . Najwa di ikuti yang lain menoleh ke arah Sonia .
" Kalau aku udah punya anak memang kenapa ?? Apa ada yang salah ?? " kata Najwa tak paham .
" Jelas-jelas elo udah punya anak . Tapi elo selalu ngintilin David . . Elo gak punya malu ?? " kata Sonia melipat tangan nya ke dada .
" maksud elo apa ?? " kata David yang baru keluar dari kamar nya . Dia berjalan menuju Najwa , Brian pun merentangkan tangan nya pada David seperti biasa . David pun langsung menggendong nya .
" Dav , elo udah tahu kalau dia udah punya anak , Tapi kenapa elo mau di bergaul sama dia . . ?! " kata Sonia .
" Terus salah nya dimana ?? " kata Chika .
" David masih lajang , tapi David tergoda oleh perempuan yang sudah punya anak ini . Lihat lah anak nya , sudah tahu bukan ayah nya tapi masih bertingkah manja . Benar-benar pasangan ibu dan anak yang licik . . Kau menggunakan anak mu untuk menggaet pria berduit . . .?! " hina Sonia .
" Jangan hina anak ku . . . ?! " kata Najwa rendah tapi dengan nada yang sangat dingin .
" Kenapa , marah ?? Memang kenyataan kok . . Lihat anak elo itu , sok manja pada David yang jelas-jelas bukan ayah nya . Atau jangan-jangan , Brian terlahir tanpa ayah alias anak haram ?? " Sonia semakin berani .
" Sonia . . ja . .
ucapan David terpotong saat melihat Najwa berjalan dengan langkah anggun mendekati Sonia , dan . .
B
E
R
S
A
M
B
U
N
G
__ADS_1