
Yuni menatap Andi yang menangis tersedu-sedu . Dia merasa iba dengan nasib adik nya sekarang . Andi sudah menceritakan apa yang sedang dia alami sekarang . Yuni memeluk dan mencium Abel yang sudah tertidur di pangkuan nya .
" sudah lah , jangan menangis lagi . tangisan mu yang keras ini akan mengundang tanda tanya tetangga sebelah . . ! " kata Yuni . Andi mengusap wajah nya yang basah oleh airmata nya . Dia menatap Yuni lekat .
" Aku , , aku menyesal kak , aku menyesal atas apa yang telah aku lakukan pada Najwa dan Brian . kau benar kak, kita harus menemui Najwa dan Brian untuk meminta maaf dengan mereka . . ! " kaya Andi dengan suara sumbang .
" iya , kakak tahu. Tapi sekarang kau harus mandi dan bersiap untuk berangkat kerja . Ingat masa depan Abel masih sangat panjang . aku akan ke rumah pak RT untuk melapor kalau kau akan tinggal disini . . ! " kata Yuni mengangkat Abel dan memindahkan nya ke kamar . Andi masuk ke kamar mandi . Sedangkan Yuni langsung keluar u tuk ke rumah pak RT .
" Eh , Yuni , , itu cowok yang nangis-nangis siapa ?? sedih banget kayak nya . . ? " kata perempuan seumuran Yuni yang tinggal di sebelah nya .
" Itu adik ku . Dia lagi ada masalah sama istri nya . . ! "
" Oowh , , kirain laki-laki yang minta pertanggungjawaban kamu . . hahahah . . !! "
" Ngaco kau Santi , masa laki-laki minta pertanggungjawaban perempuan . . ? emang perempuan bisa menghamili pria , haa . . ? ada-ada aja kamu , sudah aku mau ke rumah pak RT . . ! " kata Yuni langsung pergi .
" Ke rumah pak RT , ngapain . ? " kata Santi
" Mau melamar pak RT . . ! " jawab Yuni asal . Santi dan beberapa ibu-ibu yang lagi kumpul di teras tertawa terbahak-bahak mendengar nya .
* * *
Setelah beristirahat total selama sehari , keadaan Najwa kembali normal . karena hari ini di free , dia menyempatkan diri untuk mengantar Brian sekolah . Tak lupa kotak bekal untuk Brian , bahkan Najwa juga menyiapkan satu kotak bekal lagi untuk teman-teman Brian .
" Yee , hari ini mamah yang antar sekolah . . ! " sorak Brian . Najwa tersenyum.
" Maaf ya sayang , mamah terlalu sibuk sampai gak bisa nganter Brian sekolah tiap hari . . ! "
" Gak apa-apa mah , Brian tahu kok kalau mamah sibuk kerja cari uang buat Brian kan . . ?! "
" makasih ya jagoan mamah . Brian udah ngertiin mamah . . ! " Najwa mencium pipi Brian . Mereka lalu masuk ke mobil lalu berangkat ke sekolah Brian .
Sesampai nya di sekolah , Najwa tidak lagi memakai masker karena identitas nya sudah terpublikasi di lingkungan sekolah Brian .
" Hy Brian , main yuk . . ! " teriak Tania yang sedang bermain jungkat-jungkit bersama Raka .
" Mah , Brian boleh main kan . ? "
" Boleh Donk . tapi simpan dulu tas nya di kelas . .! " Brian langsung berlari ke kelas , sedangkan Najwa mendekati ibu-ibu yang duduk di bangku biasa . tapi baru saja duduk , bel masuk berbunyi. anak-anak langsung masuk ke kelas masing-masing .
" Selamat pagi ibu-ibu . . ! " sapa Najwa ramah .
" Selamat pagi mbak Wawa . . gimana kabar nya ?? udah beberapa hari gak kelihatan setelah kejadian waktu itu . . ! " kata ibu Tania .
" Alhamdulillah baik . maaf ya udah bikin keributan waktu itu . . ! "
" gak apa-apa kok mbak , justru kami berterima kasih karena sekarang sikap Bu Veronika sedikit berubah . . ! "
" berubah ?? " kata Najwa bingung
" Iya , semenjak dia tahu siapa mbak sebenarnya , dia sekarang gak berani lagi asal Julitin orang . . ! "
" Syukurlah kalau dia berubah menjadi baik . . oh iya , ngomong-ngomong itu ibu nya Raka kok gak kelihatan , apa masih sakit . . ?? " kata Najwa
" iya mbak , dengar-dengar sakit nya tambah parah . . Lihat tuh Raka , sekarang dia terlihat tidak terurus . . ! " kata ibu Tania .
" Terus yang ngurus ibu nya Raka siapa . . ? "
" Kata Raka tetangga-tetangga nya sering datang untuk sekedar memberi mereka makanan . . ! "
" Hhmm , , Bu Ambar , gimana kalau kita nanti main ke rumah Raka , hitung-hitung silaturahim . . ! " ajak Najwa .
" Ide bagus tu mbak . . saya setuju . . ! " kata Bu Ambar .
" Saya juga nanti ikut ya ., ! " kata ibu muda yang di sebelah Bu Ambar .
" Selamat pagi ibu-ibu , mbak Wawa . . ! "
mereka sontak menoleh ke arah sumber suara , mereka menatap kedua perempuan yang berdiri di dekat mereka .
" Selamat pagi Bu Sinta , Bu Mona . . ! " jawab Najwa .
" Boleh kita gabung gak nih ? seperti nya obrolan kalian seru . . ! " kata Bu Sinta .
" Oh boleh boleh . . ! "
Bu Sinta dan Bu Mona duduk di bangku panjang yang masih kosong . Najwa melihat Bu Veronika duduk sendirian di bangku yang biasa mereka tempati bertiga dulu .
" Mbak Wawa , saya mau minta maaf ya , waktu itu saya sempat ikut mengejek mbak Wawa . Jujur waktu itu saya pengen langsung minta maaf , tapi saya gak berani . Karena saya di ancam sama Bu Veronika , kalau saya gak nurutin ucapan nya dia bakal ngadu ke suami nya dan akan memecat suami saya . . ! " kata Bu Mona seraya melirik tajam Bu Veronika yang menunduk .
" Iya mbak , saya juga sama . saya minta maaf ya mbak Wawa , sama ibu-ibu semua. . ! " kata Bu Sinta .
" iya gak apa-apa , saya maafin kok . . ! " kata Najwa tersenyum .
Mereka asyik mengobrol ngalur ngidul gak tentu topik nya . apa yang bicarakan pasti menjadi topik obrolan yang menarik .
" Oh iya ,mbak Wawa . Semalam saya lihat video yang lagi viral tentang mbak Wawa . coba lihat deh . . ! " kata Bu Sinta menunjukkan ponsel nya .
Di dalam video itu menayangkan kejadian dimana perseteruan antara Najwa dan Sonia yang memfitnah Najwa mendorong nya sampai terjatuh hingga sampai akhir kejadian nya . Ternyata seseorang diam-diam merekam kejadian itu dan menyebarkan di sosmed .
" Ternyata kejadian ini sudah tersebar . udah gak usah di tanggapi ibu-ibu . . ! " kata Najwa .
" Kok berani banget ya fitnah orang di depan umum . . ! "
__ADS_1
" nama nya juga persaingan Bu . . ! " timpal Najwa .
tring tring tring .
Terdengar suara bell berbunyi . Anak-anak berlarian keluar menuju emak masing-masing .
" mamah . .
" mamah . .
Brian dan Tania berlari menuju mamah nya . Sedangkan Raka tampak bingung harus kemana . Najwa yang melihat Raka langsung memanggil nya . Raka pun mendekat ke arah Najwa .
" Raka , sini duduk dekat Brian . . ! "
Raka duduk di sebelah Brian , dia melirik bekal Brian dengan menelan ludah nya . Najwa merasa iba melihat nya .
" Raka , ini bekal untuk Raka . . ! " kata Najwa memberikan kotak bekal yang sudah di siapkan nya . Raka menatap Najwa dengan mata berkaca-kaca .
" Ayo ambil, Tante tahu kamu pasti belum makan kan . .ayo makan lah , sepulang sekolah nanti Tante mau jenguk ibu kamu , boleh kan . . ? " kata Najwa mengusap kepala Raka lembut .
Najwa merasakan dada nya sesak melihat Raka yang terisak . Najwa menyuruh Brian untuk pindah duduk di sebelah nya hingga Najwa berada di tengah-tengah Brian dan Raka . Najwa mengusap punggung kecil Raka yang masih terisak . Ibu-ibu yang melihat nya pun ikut berkaca-kaca bahkan ada yang ikut menangis .
" Sudah , jangan nangis . Anak laki-laki gak boleh nangis . Ayo makan , sebentar lagi bell masuk , kalau kamu nangis terus nanti gak sempat main loh . . ! " bujuk Najwa .
" makasih Tante . . . ! " kata Raka mengusap pipi nya .
" Sama-sama , ayo di makan . . ! "
Raka dan Brian membuka kotak bekal nya , isi bekal mereka sama . mereka makan dengan lahap sambil bercanda . Tania pun ikut bergabung setelah Najwa berpindah duduk bergabung dengan ibu-ibu lainnnya .
Seperti kata Najwa , mereka akan menjenguk ibu Raka yang sedang sakit . Raka dan Tania ikut naik ke mobil Najwa dengan antusias . Sedangkan ibu-ibu yang juga ikut ke rumah Raka mengendarai kendaraan masing-masing . Najwa melajukan mobil nya sesuai petunjuk Raka . Najwa menepikan mobil nya lalu masuk ke minimarket . Ternyata ibu-ibu yang lain juga ikut masuk , mereka tahu maksud Najwa . Najwa mengambil bahan sembako , beberapa jenis mi instan , dan beberapa ikan kaleng instan . Tak lupa dia juga mengambil beberapa macam bungkus roti dan susu . Setelah dirasa cukup dia membawa belanjaan nya ke kasir . Ibu-ibu yang lain juga ternyata sudah antri di meja kasir . Setelah mengantri cukup lama belanjaan mereka selesai di hitung . Karena belanjaan Najwa cukup banyak , karyawan minimarket mem-packing belanjaan Najwa ke dalam kardus yang cukup besar lalu membantu mengangkat nya ke bagasi mobil . Setelah itu mereka pun melanjutkan perjalanan nya .
Mobil Najwa kini berada di gang yang cukup lebar , walau jalan nya ada yang berlobang tapi masih nyaman untuk di lalui mobil .
" Stop Tante , itu rumah kami . . ! " kata Raka .
Najwa menepikan mobil agar kendaraan lain masih bisa lewat . Brian membuka pintu mobil lalu turun bersama teman-temannya . mereka mengikuti langkah kecil Raka menuju sebuah rumah yang terlihat sedikit bobrok . Atap nya ada yang rusak , dindingnya pun terlihat sudah ada yang hampir roboh . Najwa menghela nafas nya panjang .
" Ibu , ,Raka pulang . . ! " kata Raka membuka pintu yang sedikit jebol . Brian menatap rumah Raka dengan mata berkaca-kaca . Najwa langsung merangkul Brian .
" Ayo masuk . . ! " kata Raka .
" Assalamualaikum . . ! " kata Najwa
" Waalaikumsalam . uhuk . uhuk . eeh ada mamah Brian . ayo masuk . uhuk . uhuk . .maaf keadaan rumah nya berantakan begini . . uhuk . . uhuk . . ! " kata ibu Raka berusaha bangun .
" Bu , berbaring aja , gak usah bangun . . ! " kata Najwa mendekati ibu Raka . tapi dia tetap berusaha duduk . terpaksa Najwa membantu nya duduk .
" Seperti ini lah keadaan kami Bu . terima kasih telah berkunjung ke tempat kami . . ! "
" Sama-sama Bu . . oh iya ini ada sedikit rejeki . . ! "
satu persatu mereka meletakkan bawaan mereka masing-masing , seorang wanita masuk ke rumah Raka tanpa permisi .
" eh Siti , saya datang kesini sesuai janji kamu , mana uang nya . . ! " kata wanita itu .
" Maaf Bu Rosa , saya belum punya uang . .beri saya waktu lagi ya Bu . . ! " kata ibu Raka .
" hhft . . sudah lah , saya malas dengar alasan kamu . saya tidak mau tahu sore nanti saya mau rumah ini di kosongkan . . . kalau masih tidak di kosongkan , saya akan lempar kamu keluar secara paksa . . ! " wanita itu langsung pergi tanpa menghiraukan panggilan Bu Siti .
" Maaf ibu-ibu . kalian harus melihat kejadian ini . . ! " kata Bu Siti tak bisa lagi membendung airmata nya .
" bu , lalu kita mau pindah kemana .. ?? " ratap Raka sendu .
" Kamu jangan sedih ya , , uhuk . uhuk . nanti ibu cari kontrakan yang baru ya . . ! " kata Bu Siti mengusap kepala Raka lembut . Tapi diam-diam dia menghapus airmata nya .
" maaf , Bu Siti , memang ayah nya Raka kemana . . ? " kata Najwa
" Ayah Raka meninggal dua tahun yang lalu , rumah ini adalah peninggalan almarhum satu-satunya , tapi karena Raka sudah harus masuk sekolah , saya terpaksa meminjam uang pada Bu Rosa dengan jaminan rumah ini . Karena saya tidak bisa mengembalikan uang Bu Rosa , saya harus melepas rumah ini . . ! "
" Bu Siti mungkin punya kerabat di sekitar sini . . ! " kata Ambar .
" Ada , kakak ipar saya tinggal di kampung sebelah . tapi mereka tidak pernah menerima saya dengan baik . . ! "
Najwa terdiam sejenak . Dia memikirkan sesuatu yang bisa menolong ibu dan anak ini . Dia menatap ibu-ibu yang ada di rumah itu .
" Bu , saya permisi sebentar ya . . ! " kata Najwa bangkit .
" mamah mau kemana . Brian ikut . . ! " kata Brian menyusul Najwa .
Najwa berjalan di sekitar dan melihat ada beberapa orang yang duduk di teras rumah nya .
" Permisi Bu . . ! " sapa Najwa .
" Eh iya , neng , ada apa ?? "
" mau tanya Bu , di sekitar sini ada kontrakan yang kosong gak ya , , ? "
" setahu saya kalau kontarakan kosong gak ada neng , tapi kalau kontrakan yang mau di jual ada . . ! "
" Oh , ,dimana Bu ? boleh ibu anterin saya ke sana . ? " kata Najwa sedikit tertarik .
Ibu itu memakai sendal nya lalu menunjukkan jalan pada Najwa . Mereka berjalan menyusuri jalan yang mereka lewati tadi , tapi mereka berbelok ke kiri . Tampak di depan sana ada bangunan Sekolah Dasar ( SD ) .
__ADS_1
" ini neng kontrakan nya . Masih ada yang huni sih , tapi kata pemilik nya mau di jual . . ! "
Najwa memperhatikan kontrakan yang terdiri dari 5 pintu itu . Kontrakan itu terlihat rapi dan terawat . Najwa melihat satu pintu yang di gembok . Di tambah dengan lokasi nya yang strategis untuk membuka usaha kecil-kecilan di dekat sekolah . Najwa tertarik dengan kontrakan itu .
" Bu , kalau boleh tahu , rumah pemilik nya dimana ya ?? maaf merepotkan ibu sekali lagi . . ! " kaya Najwa .
" Ayo neng , kebetulan pemilik kontrakan ini sepupu saya juga . Rumah nya gak jauh kok , itu yang cat warna orange . ! "
hanya berjalan sebentar , mereka tiba di rumah yang di maksud . Ibu itu mengetuk pintu , tak berapa lama keluarlah bapak-bapak yang berpakaian rapi .
" Bang , ini saya bawa orang yang pengen lihat kontrakan Abang . ! "
" Oh iya , mari silahkan masuk . . ! "
mereka masuk ke rumah yang terlihat bersih itu . mereka duduk di sofa di ruang tamu . Najwa sempat melihat foto keluarga yang terdiri dari tiga orang yang di bingkai berukuran besar yang tertempel di dinding . Tak lama keluarlah seorang ibu paruh baya datang dengan membawa baki berisi minuman .
" silahkan di minum . ! "
" Iya Bu , terima kasih . ! "
mereka berbasa basi sebentar , lalu masuk ke inti nya . pak Umar , pemilik kontrakan itu ingin menjual nya karena untuk biaya kuliah anak tunggal nya . Mereka berdiskusi tentang harga yang di buka oleh pak Umar , setelah sedikit tawar menawar akhir nya harga sepakat pun di dapat . Pak Umar menghubungi seseorang untuk mengurus surat jual beli . tak lama datang lah seorang pria muda mengantarkan surat yang di minta pak Umar . Setelah mengisi data surat itu , pak Umar dan Najwa menandatangani nya di atas materai . pria dan ibu yang mengantar Najwa tadi juga menjadi saksi nya . Najwa langsung mentransferkan uang nya ke rekening pak Umar .
" Sekarang kontrakan ini resmi menjadi Milik neng Wawa . ini surat nya . ! "
" makasih pak . oh iya pak , tadi saya lihat ada satu pintu yang terkunci . itu kosong apa penghuni nya cuma lagi keluar aja . ? "
" Oh , kontrakan kosong , kebetulan tadi pagi penghuni nya baru keluar . . ! "
" Oh , baiklah kalau begitu saya permisi dulu ya pak . . ! "
Najwa dan Brian pamit begitu juga ibu yang telah mengantarnya tadi . Mereka kembali ke rumah Raka .
" ibu terima kasih ya , udah nganterin kami . Ini ada sedikit rejeki , mohon di terima ya . . ! "
" jadi ngerepotin loh neng . makasih ya . . ! "
Najwa dan Brian berjalan menuju rumah Raka . Saat mereka masuk tampak Raka dan ibu nya sedang makan . Terlihat ada bungkusan obat di atas meja .
" Bu Siti sudah di bawa ke klinik . ? " tanya Najwa .
" Tadi Bu Sinta yang panggil bidan kesini . Dan kata bidan Bu Siti terkena maag . . ! " Najwa mengangguk paham .
" Sementara mereka makan , ayo ibu-ibu kita kemas barang-barang di rumah ini . Saya sudah menemukan kamar kontrakan untuk Raka dan Bu Siti . . ! " ajak Najwa . mereka langsung bergerak cepat . Karena hanya terdapat beberapa perabot , mereka hanya menghabiskan waktu satu jam untuk mengemasi barang yang masih layak di pakai . barang-barang itu di masukkan ke bagasi mobil Najwa . Setelah itu Bu Siti dan Raka di gotong ke mobil Najwa .
skip
" Nah , sekarang Raka sama Bu Siti tinggal di sini , ya . ayo kita masuk . . ! "
mereka masuk ke kontrakan kosong tadi yang terdiri dari tiga ruangan . Ruang depan , kamar dan dapur yang merangkap kamar mandi . Mereka juga menata perabotan di ruangan .
" mbak Wawa, , makasih . . makasih banget . tapi , saya gak ounya uang untuk bayar sewa nya . .sewa kontrakan ini pasti mahal . .! " kata Bu Siti lemah .
" Bu Siti tenang aja . Sekarang Bu Siti fokus aja sama kesembuhan ibu , ya . Untuk masalah sembako ibu gak usah khawatir , itu sudah saya siapkan . Dan untuk masalah sewa , ibu mendapat kelonggaran untuk satu bulan ke depan . Dan , , , ini ada sedikit rejeki , saya gak kasih utang ya sama ibu , saya harap uang ini bisa bermanfaat buat Bu Siti . nanti kalau Bu Siti sudah sembuh , ibu bisa buka usaha kecil-kecilan di depan . . ! " kata Najwa menyelipkan amplop ke tangan Bu Siti .
" ya Allah , mbak Wawa . . hiks , hiks , , saya gak tahu harus bilang apa , saya , , hiks , hiks . . saya doa in semoga mbak sehat selalu , rejeki nya lancar dan di jauhin dari segala bahaya , ya Brian . . ! " kata Bu Siti dengan terisak .
" Amin ,amin . makasih doa nya Bu . Sekarang Bu Siti istirahat ya . kami pamit dulu . . ! "
" Iya mbak . Sekali lagi terima kasih ya buat mbak Wawa dan ibu-ibu . . ! " kata Bu Siti penuh haru .
" Iya , sama-sama Bu Siti . cepat sembuh ya . . ! " kata ibu-ibu menjabat tangan Bu Siti seraya menyelipkan amplop atau pun uang secara langsung .
Brian dan Najwa kini sedang dalam perjalanan pulang . Brian menatap mamah nya dengan tersenyum manis .
" Brian , ,kok ngelihatin mamah gitu ,ada apa ? " kata Najwa heran .
" Brian bangga sama mamah . mamah cantik , hati mamah juga cantik . . ! " kata Brian . Najwa tertawa pelan mendengar pujian buah hati nya . Dia mengusap kepala Brian .
" kalau Brian sudah besar nanti , ingat pesan mamah . kita harus menolong antar sesama . kalau Brian punya rejeki lebih , Brian bisa berbagi dengan orang yang membutuhkan . Tapi jika orang yang kita bantu memanfaatkan kebaikan kita . Sebaiknya jauhi orang itu . Jika kita berteman dengan tukang parfum , kita pasti kecipratan wangi parfum . Tapi jika kita berteman dengan orang jahat , kita juga akan kena imbas kejahatan mereka . Jadi Brian harus bisa membedakan mana teman yang baik dan mana teman yang membawa pengaruh buruk . karena kedua sifat itu akan mempengaruhi perjalanan hidup kita . . ! "
" Brian akan ingat nasehat mamah . . ! " kata Brian . Najwa tersenyum bangga pada Brian .
Tak terasa mereka tiba di depan rumah mereka , Tapi . . .
B
E
R
S
A
M
B
U
N
G
__ADS_1