
" Halo . . APA . . . ? Saya tidak mau tahu , kalian harus segera menangkap dia kembali bagaimana pun cara nya . . . ! "
Tut
Alan tampak terlihat marah sekaligus khawatir . Mendengar dari percakapan Alan , Najwa menebak jika Leni berhasil kabur .
" Sayang , ada apa . ? " kata Najwa menyentuh pundak Alan .
" Leni , , , dia berhasil kabur . . ! " kata Alan . Najwa tak terlihat terkejut karena ternyata tebakan nya benar . Alan menatap lekat Najwa yang terlihat tidak terkejut tapi terlihat khawatir .
" Sayang , kamu jangan khawatir . Pihak polisi akan segera menangkap nya kembali . Dan aku akan menjaga kalian , tidak akan ku biarkan mereka menyakiti keluarga kita . Kamu tenang ya . . " kata Alan menarik Najwa ke dalam pelukan nya .
" Al , cepat telpon Sandy agar dia lebih waspada menjaga anak-anak. . " kata Najwa . Alan meraih kembali ponsel nya dan menelpon Sandy .
* " *
Di tengah-tengah keramaian , seseorang dengan wajah tertutup masker dan memakai topi hoddie membuat dia tampak misterius . Tapi mereka yang melihat mata orang itu , pasti bisa menebak dengan cepat jika dia adalah seorang perempuan . Cewek itu berjalan dengan santai menyusuri jalan menuju tempat tujuan nya . Sesampainya di depan sebuah gang yang cukup sepi , ternyata seorang cewek telah menunggu kedatangan nya.
__ADS_1
" Gue gak nyangka ternyata elo berhasil kabur . . " kata cewek itu .
"Gak usah banyak bacot . Gue butuh duit sama ponsel membuat menghubungi elo nanti . ! " kata cewek yang memakai hoddie . Untung nya dia memiliki ingatan yang cukup tajam dan masih mengingat nomor kontak partner nya dan langsung menghubungi nya lewat telpon umum .
" Butuh berapa ? "
" Kasih gue 100 juta . . ! "
" Elo gila , Leni . Buat apa elo duit sebanyak itu . ? "
" CK , cuma 100 juta doang elo bilang banyak . Dasar Cindy miskin . Tenang aja , nanti gue ganti . Sekarang gue belum bisa memakai kartu kredit dan ATM gue . . Mana sini cepetan ponselnya . " kata perempuan yang memakai hoddie itu yang ternyata Leni .
Leni mengikuti langkah Cindy menyusuri gang sepi itu . Hanya memakan waktu 15 menit mereka tiba di sebuah rumah bedeng yang berjumlah 5 pintu . Cindy membawa Leni ke pintu yang paling ujung .
" Ini kontrakan elo . Gue udah bayar buat 3 bulan ke depan . . " kata Cindy menyerahkan sebuah kunci pada Leni .
" Jangan lupa uang gue , elo antar secepatnya . . ! ' kata Leni .
__ADS_1
" Iya , pinjem duit maksa elo . Gue pergi dulu . . ! " kata Cindy pergi meninggalkan Leni sebelum menunggu jawaban Leni . Leni hanya menatap kepergian Cindy , setelah Cindy tak terlihat dia pun membuka kunci dan masuk .
Sementara di tempat lain , Bima yang mendapat kabar kalau orang yang ingin mencelakai adik dan keponakan nya berhasil kabur , langsung membawa beberapa anak buah nya ke rumah Alan dan menugaskan mereka untuk berjaga di sekeliling rumah Alan . Alan pun tak menolak ya , karena dia tahu Bima dan keluarga nya sangat menyayangi istrinya dan juga demi keamanan sang istri dan anak kembar nya . Bahkan Bima juga memerintahkan Damar untuk menjadi bodyguard Najwa jika Najwa sedang keluar rumah . Sedangkan Sandy tetap di tugaskan untuk menjaga Brian dan Rubby .
Karena perihal kaburnya Leni , membuat Najwa merasa tidak tenang dan tidak nyaman setiap saat . Dia merasa seakan bahaya selalu menghadang nya dari setiap arah membuat dia semakin gelisah . Dia selalu terlihat gelisah dari setiap gerak gerik nya .
" sayang , aku perhatikan kamu terlihat gelisah . Ada apa . ? " kata Alan .
" Al , aku . . aku . . hhhft , aku merasa takut setiap saat . Aku takut Leni akan kembali melakukan semua cara untuk menyakiti kandungan ku dan anak-anak . Aku dia akan melakukan semua cara untuk merebut kamu dari . . .
" Sssstt , ,Wawa sayang , kamu jangan berpikir yang berlebihan . Ingat pikiran kamu juga akan berdampak pada si kembar . Jika kamu gelisah terus seperti ini , si kembar pasti akan ikut gelisah dan mengganggu pertumbuhan mereka . Aku tahu masalah ini pasti mengganggu kamu , apalagi niat Leni yang buruk . Tapi kamu jangan khawatir , aku tidak akan terpengaruh dan tergoda oleh Leni . Aku hanya mencintai kamu dan anak-anak kita . Percaya lah . . jadi kamu gak udah khawatir lagi , ya . Kasihan si kembar . . " kata Alan menepuk-nepuk lengan Najwa yang berada di dalam pelukan nya . Alan merasakan jika Najwa menghela nafas panjang .
" Janji gak akan terpengaruh sama Leni . ? " kata Najwa mendongakkan kepala nya menatap wajah sang suami .
" Janji . Kita berdoa saja , semoga Leni cepat di tangkap dan mendapat hukuman yang setimpal atas perbuatan nya . . " kata Alan .
" Amin .. makasih sayang . . " kata Najwa mengeratkan pelukan nya . Di saat mereka menikmati waktu mereka yang santai , tiba-tiba . .
__ADS_1
BERSAMBUNG