
Najwa berjalan dengan langkah cepat kali lebar menyusuri lorong rumah sakit menuju kamar VIP yang di sebutkan guru tadi . Setelah mendapat telpon dari pihak sekolah yang mengabarkan kalau Brian di bawa ke rumah sakit karena di serempet oleh sebuah mobil , Najwa dan Alan langsung berangkat menuju rumah sakit Medical yang tak jauh dari sekolah Brian .
" Sayang , hati-hati jangan berlari . . " kata Alan cemas saat melihat Najwa yang tampak berlari kecil .
" Ayo cepat , kamu jalan nya lambat banget sih . " omel Najwa menarik tangan Alan kuat . Alan hanya diam tak menanggapi kepanikan Najwa dan berusaha menjaga keseimbangan Najwa agar tidak jatuh .
ceklek
" Brian . . " seru Najwa berlari menghampiri Brian yang tengah menangis terisak seraya memeluk Rubby . Perawat muda yang tengah mencoba menenangkan kedua anak itu menggeser tubuh nya memberi ruang pada Najwa .
" mommy , Daddy huhuuu . . ! " mereka langsung memeluk kedua orang tua nya dengan tangis yang semakin kencang .
" Sudah , sudah jangan nangis lagi ya . Sudah ada mommy sama Daddy di sini . . cup cup . " kata Najwa mengusap kepala kedua anak nya . Begitu juga dengan Alan dia ikut menenangkan kedua anak itu dengan mengudap punggung nya . Najwa celingukan memperhatikan setiap sudut kamar .
" Dimana anty Sandy . ? " kata Najwa melirik kedua anak yang masih di dalam pelukan nya .
" hiks , hiks . anty Sandy . . hiks hiks . anty Sandy di tabrak mobil . . hiks hiks hiks darah anty Sandy keluar banyak . . huuwaaaa . . . ini semua salah Brian . .hiks hiks hiks . kalau Brian nurut sama anty tadi . .hiks hiks anty Sandy pasti , hiks . . gak bakal di tabrak hiks mobil . . !! " Brian menangis dengan kencang .
" sssstt . . Abang . Sudah ya jangan nangis . Lihat kepala Abang terluka nanti makin sakit . Sudah ya . Adek ada yang luka . ? " kata Najwa memperhatikan keadaan Rubby
" Adek gak terluka cuma kepala di bagian belakang nya benjol , mom . " kata Brian di sela tangis nya . Najwa langsung memeriksa belakang kepala Rubby dan ternyata benar ada benjolan sebesar telur ayam .
" Tadi Tante perawat udah nempelin es batu di kepala Rubby . " kata Rubby .
" Apa ada yang sakit di bagian lain , sayang . ? " kata Alan . Rubby menggeleng .
" Kalian berdua istirahat dulu disini ya . mommy sama Daddy mau lihat anty Sandy dulu . . " kata Najwa . Brian dan Rubby mengangguk lalu berbaring di ranjang yang cukup lebar lalu Alan menyelimuti mereka . Setelah itu mereka keluar dan menuju kamar di sebelah kamar Brian .
Saat mereka masuk , Najwa langsung berlari menghampiri Sandy yang terbaring di ranjang dengan balutan perban di beberapa bagian tubuh nya .
" Suster , bagaimana dengan keadaan kakak saya .? " kata Najwa pada perawat yang kebetulan tengah memeriksa Sandy .
__ADS_1
" Keadaan pasien cukup parah . Ada retakan di dua tulang rusuk nya akibat benturan yang cukup keras , dan beberapa luka di bagian tubuh nya . Serta luka yang cukup dalam di bagian kepala hingga pasien di nyatakan koma . . " kata perawat itu . Najwa menutup mulut nya kala mendengar keadaan Sandy yang di nyatakan koma . Dia melangkah mendekati ranjang Sandy lalu meraih tangan Sandy dan menggenggam nya erat .
" Sandy . . hiks hiks. . maaf . . " kata Najwa menangis seraya menempelkan punggung tangan Sandy ke kening nya . Bahu Najwa terguncang menandakan jika dia mencoba menahan suara tangis nya .
" sayang , sudah jangan menangis . Sandy pasti akan sedih jika melihat kamu menangisi nya . Dan dia pasti akan merasa sedih karena usaha nya yang ingin melindungi keponakan kesayangan nya malah membuat kamu menangis . . " kata Alan menepuk lengan Najwa . Najwa berusaha menenangkan hati nya yang tengah kacau . Selang beberapa menit Najwa tampak kembali tenang . Dia menatap Sandy yang tertidur dengan damai .
" Aku akan meminta bang Bima untuk menegakan keadilan untuk mu . Aku yakin jika kejadian ini pasti ada hubungan nya dengan wanita biadap itu . . " kata Najwa dengan sorot mata tajam dan raut wajah yang mengerikan . Alan terkejut melihat Najwa yang tampak berbeda ketika dia benar-benar marah , sampai-sampai dia menelan Saliva nya kasar .
" Aku tidak menyangka jika aura Najwa akan berubah sangat menyeramkan ketika dia tengah marah besar . " batin Alan .
Najwa mengambil ponsel di tas tangan nya hendak menghubungi seseorang . Tapi niat nya terhenti saat mendengar suara pintu terbuka . Mereka melihat Damar masuk dengan wajah datar .
" Nona , bagaimana dengan keadaan Sandy . ? " kata Damar
" Sandy , , Sandy koma , . " kata Najwa sedikit tergagap dengan suara bergetar menahan emosi dan tangis nya secara bersamaan .
" Damar , apa kau sudah memberitahu bang Bima . ? " kata Najwa yang kini tiba-tiba berubah dingin .
" Apa kejadian ini benar ada hubungan dengan Leni . ? " kata Najwa dengan nada rendah hingga membuat suhu ruangan itu berubah mencekam .
" Benar , nona . Tebakan nona sangat jitu . . " kata Damar memberikan ponsel nya pada Najwa . Najwa melihat rekaman CCTV hasil penyelidikan Anak buah Damar . Ada beberapa rekaman dimana sebuah mobil
berwarna silver dengan sengaja menambah kecepatan nya saat Brian berlari menuju sebuah gerobak jajanan tak jauh dari sekolah nya . Dan terlihat Sandy langsung berlari dan tanpa sengaja menyenggol Rubby hingga Rubby terjatuh dan kepala bagian belakang nya membentur pagar sekolah . Mata Najwa terbelalak saat melihat mobil itu menghantam tubuh Sandy hingga tubuh Sandy melayang dan menabrak tiang listrik di tepi jalan setelah Sandy mendorong Brian ke tepi jalan . Naas nya kepala Brian menghantam sebuah sepeda motor yang terparkir . Rekaman berikutnya hanya menampilkan mobil putih yang menabrak Sandy tadi terus melaju hingga akhirnya mobil itu berhenti di sebuah tempat yang agak sepi . Dan tak lama , terlihat seseorang memakai hoddie dan masker turun dari mobil . Wajah Najwa terlihat memerah akibat emosi nya hampir meledak saat orang itu membuka topi hoddie nya dan melepas masker nya hingga wajah nya jelas terlihat .
" Wanita biadap . kau gagal melenyapkan calon bayi ku dan sekarang kau mencoba mencelakai anak ku . Kau telah membuat kesalahan besar karena telah membuat orang ku celaka . . " kata Najwa dengan mata yang semakin tajam .
" Sayang , kamu tenangkan pikiran dan hati kamu . Ingat semua perasaan mu akan di rasakan juga oleh bayi kita . Kamu tenang ya . . " kata Alan . Najwa menarik nafas nya panjang beberapa kali hingga kini keadaan nya kembali tenang .
" Damar , kau hubungi bang Bima dan katakan kalau aku . .
" Wawa , Kau tidak perlu menghubungi bang Bima . Ini adalah masalah rumah tangga kita , Serahkan semua nya pada ku . Kau percaya pada ku .? " kata Alan menggenggam tangan Najwa erat . Najwa menatap suami nya lekat , dan akhirnya mengangguk .
__ADS_1
" Terima kasih kau percaya pada ku . Aku akan bergerak sekarang . Apa kau ingin pulang atau tetap disini . ? " kata Alan .
" aku akan tetap disini untuk menjaga anak-anak dan Sandy . . " kata Najwa .
" Baiklah , kalau begitu aku pulang sebentar untuk menyiapkan keperluan kalian serta menjemput bi Sarmi . Apa kau ingin pesan sesuatu . ? " kata Alan . Najwa menggeleng .
" Tuan , apa kau membutuhkan bantuan . ? " kata Damar .
" Seperti nya iya . . Tapi apa kau bisa membantu ? jika kau ikut aku siapa yang akan menjaga keamanan disini . ? " kata Alan .
" Aku akan memanggil Bayu untuk menjaga mereka . . " kata Damar .
" Bawa Sarah sekalian . " kata Najwa .
" baik . . " kata Damar . Alan dan Damar pun keluar dari ruang rawat Sandy . Tak lama seorang perawat mendorong masuk ranjang Brian yang di isi kedua bocil itu .
" Nona muda . Kami di perintahkan oleh Mas Damar untuk membawa tuan muda Brian dan nona Rubby dalam satu ruangan agar kami bisa leluasa menjaga dan mengawasi kalian . " kata perawat itu .
" Kau . .
" Rumah sakit ini adalah salah satu milik keluarga Sanjaya . . " kata perawat itu dan Najwa pun akhirnya mengerti .
" Terima kasih , Riska . . " kata Najwa membaca name tag perawat itu .
" sama-sama nona muda . Sudah menjadi tugas kami menjaga kalian . saya permisi . "
Najwa hanya mengangguk . Dia tersenyum melihat Brian dan Rubby yang tampak tertidur dengan damai .lalu mencium nya bergantian .
" Selamat tidur sayang mommy . Mimpi yang indah ya . "
BERSAMBUNG
__ADS_1