JANGAN REMEHKAN WANITA GENDUT

JANGAN REMEHKAN WANITA GENDUT
BAB 07


__ADS_3

"Andi , seperti nya kamu harus ambil cuti sekarang. ?!! " kata pak Kadir.


" Tapi pa, aku gak bisa ninggalin perusahaan terlalu lama. Kerjaan aku aja sekarang udah numpuk , apalagi kalau aku harus ambil cuti.. !! " protes Andi.


" Untuk masalah pekerjaan , kan kamu bisa kerja di rumah. . Walau kamu sibuk tapi kamu harus bisa jadi suami siaga.. ?! " usul pak Kadir.


" Tapi pa . . .


" Kamu gak khawatir sama anak dan istri mu kalau terjadi apa karena kelalaian mu ?? ingat Najwa sekarang tanggung jawab kamu sepenuh nya. ?! " kata pak Kadir tak mau di bantah.


" Sudah lah pa, jangan di paksa. . !! " kata Bu Imas membela anak nya.


" Kamu itu gimana sih ma. Terus kalau bukan Andi yang menjaga Najwa dan kandungan nya , lalu siapa ?? " kata pak Kadir jengkel


"Pa , gak apa- apa kok kalau mas Andi belum mau ambil cuti. Najwa bisa jaga diri kok. . ?!! " kata Najwa menahan sesak di dada nya.


" Tuh,, Najwa aja gak apa- apa . kok papa ngotot sih.. ?! " timpal Bu Imas.


" Tapi Najwa , papa gak mau terjadi apa - apa sama kamu dan cucu papa. kamu tahu, ? papa sudah sangat lama menantikan kehadiran cucu papa untuk menemani masa tua papa nanti. Kalau terjadi apa - apa , apa gak bisa maafin kesalahan apa pun . . ?!! " kata pak Kadir tegas.


" Najwa tahu pa, tapi biarkan mas Andi bekerja. persalinan nanti kan membutuhkan biaya yang tak sedikit. mungkin itu alasan mas Andi. . ?! " kata Najwa ambigu.


" Iya .. itu maksud aku pa.. ?! " kata Andi


" Untuk masalah biaya , kalian gak perlu khawatir. yang penting keselamatan dan kesehatan kalian. . papa akan tanggung semua biaya rumah sakit nanti.. ?! " putus pak Kadir.


" Gak bisa gitu Donk pa. Pa , tadi kan papa sendiri yang bilang kalau Najwa itu sepenuh nya tanggung jawab Andi. kenapa sekarang papa yang akan membiayai Najwa ? " Biarkan Andi yang menanggung semua nya . ?!! " Protes Bu Imas.


" Loh kenapa , ? gak salah kan kalau papa membiayai Najwa dan cucu papa ? mereka juga menjadi tanggung jawab papa.. ?! " kata pak Kadir tak setuju.


" Pokok nya mama gak setuju. Andi kamu harus bertanggung jawab penuh terhadap kebutuhan istri kamu. Jadi kamu harus tetap bekerja. Titik.. ?!!! " putus Bu Imas bangkit dari kursi lalu pergi meninggal kan ruang makan.


" Kau lihat. Gara - gara kamu papa sama Mama berantem. Dasar pembawa sial.. !!! " hardik Yuni.


" Yuni... !!!!! " bentak pak Kadir.


" Bela aja terus menantu kesayangan papa... ?!! " jawab Yuni berani. Lalu dia juga pergi menyusul Bu Imas


Pak Kadir menghela nafas melihat sikap istri dan anak perempuan nya. Najwa hanya terdiam dan menunduk melihat sikap ibu mertua dan ipar nya yang seolah - olah melarang Andi untuk mendampingi Najwa selaku istri nya.


" Andi , ajak istri kamu beristirahat..Najwa , maaf kan mama sama Kakak ipar kamu ya. nanti papa akan memberi pengertian sama mereka ya.. ?! " kata pak Kadir.


" Gak apa-apa pa.. Papa jangan terlalu banyak pikiran ya, nanti tensi darah papa naik lagi. ?! " kata Najwa khawatir. Pak Kadir mengangguk lalu beranjak dari kursi.


Najwa melirik Andi .


" Kamu duluan aja ke kamar, aku masih mau beberes bekas makan dulu.. ?! " kata Najwa berharap Andi akan bersimpati pada nya dan menolong pekerjaan nya.


Namun nyata nya, Andi malah bangkit dan meninggalkan Najwa sendirian. Najwa menghela nafas panjang. Dia mulai membawa piring - piring kotor dan meletakkan nya ke washtafle. Sisa - sia lauk dia simpan di lemari penyimpanan. Lalu melanjutkan mencuci piring.


Setelah semua pekerjaan nya selesai. Najwa menaiki tangga menuju kamar nya dengan langkah yang berat. Tubuh nya terasa lemas. Dengan perut yang besar di tambah bobot badan yang semakin gemuk, membuat dia sedikit kesulitan untuk bergerak.

__ADS_1



Awal menikah dulu, bentuk tubuh Najwa sangat ideal. dengan BB 45 dan tinggi badan 160. di tambah pinggul yang lebar, bokong yang montok dan kulit yang putih dan halus . Membuat laki - laki tak bisa berhenti menganggumi nya. Termasuk Andi yang selalu memuji bentuk tubuh istri nya . Namun sekarang, Andi seperti sangat memusuhi nya , hanya karena bentuk tubuh yang berubah, dengan BB 65 dan wajah Yang sedikit ber jerawat. Berulang kali Najwa menjelaskan dan memberi pengertian pada Andi. Wajar jika ibu hamil akan mengalami kenaikan BB yang drastis, karena biasa nya nafsu makan ibu hamil memang tinggi, di tambah kebiasaan yang suka ngemil. maklum lah ibu hamil bawaan nya laper terus. Toh setelah melahirkan nanti bisa ikut program diet dan ikut fitnes.. Tapi tetap Andi tak mau mendengar.



Dengan mengerahkan seluruh sisa tenaga nya. Akhir nya Najwa tiba di depan pintu kamar nya. Najwa membuka pelan pintu itu agar tidak menimbulkan suara, takut mengganggu Andi yang di kira sudah tidur. Namun Najwa tak melihat Andi di ranjang. Dia melihat pintu balkon terbuka , perlahan dia berjalan ke arah pintu, sayup - sayup Najwa mendengar Andi yang tampak tertawa riang dengan *handphone* tertempel di telinga kiri.


" Telponan sama siapa dia ?? seneng banget kayak nya.. " najwa tetap menguping dari balik daun pintu.


" Jadi Donk.. besok di kafe biasa.. bye.... ...


Andi mengakhiri panggilan telpon nya dengan wajah yang cerah. Melihat Andi berjalan ke arah pintu, Najwa cepat - cepat menjauh dan masuk ke kamar mandi dengan menutup pintu pelan.. Andi sedikit kaget melihat pintu kamar mandi yang baru tertutup.


" Najwa ..? sejak kapan dia di kamar ? apa dia mendengar semua percakapan tadi ??


Andi membaringkan tubuh di ranjang. Tak lama Najwa keluar dari kamar mandi dan ikut berbaring di sebelah Andi. Andi langsung membalik tubuh nya dan memunggungi Najwa. hati Najwa berdenyut..


" sayang , kapan kamu mau ambil cuti ?? " kata Najwa membuka obrolan


"kenapa ?? bukan nya tadi kamu bilang gak apa - apa kalau aku belum ambil cuti ?? " kata Andi tetap memunggungi Najwa.


" Tapi sayang, usia kehamilan aku udah jalan 8 bulan. Emang kamu gak mau nemenin aku dan jadi suami siaga ?? " kata Najwa dengan nada manja


Namun bukan nya tersentuh, Andi malah merasa tak suka mendengar nada manja istri nya.


" gak . ?!!! " jawab Andi singkat namun membuat hati Najwa berdenyut


Dengan iasar Andi mendudukkan bokong nya dan menghadap Najwa . Membuat Najwa ikut bangun.


" Kamu mau tahu salah kamu apa ?? aku gak suka lihat wanita gendut kayak kamu. Aku jijik sama tubuh kamu yang tak berbentuk seperti ini. Dan coba kamu ngaca , wajah kamu itu sudah seperti berumur 40 tahun , kusam ,berminyak , berjerawat. Berbanding jauh dengan wanita - wanita di luaran..?!!! " bentak Andi


"Tapi mas, aku gendut karena aku sedang hamil, wajar aku menjadi gendut seperti ini karena porsi makan aku harus cukup untuk energi tubuh ku dan juga perkembangan janin ku, anak kita.. Mas aku memang gak pernah bedakkan atau make up , karena aku gak suka , aku mual dengan wewangian bedak.. Mungkin itu bawaan bayi... ?!!? " jelas Najwa lembut.


"Halaahh .. Itu cuma alasan kamu aja. Aku lihat , banyak ibu - ibu hamil di luaran masih tetap berdandan, bahkan tubuh mereka pun tetap ideal meski sudah hamil tua, itu cuma akal - akal an kamu aja karena malas merawat tubuh dan wajah kamu.. jangan jadikan kehamilan kamu sebagai alasan . Kalau aku tahu, kalau tubuh kamu bakal melar kayak gini setelah hamil, mending gugurin aja waktu itu... !!! " kata Andi bangkit dari ranjang lalu keluar dengan membanting pintu dengan cukup keras..


"JEEDAAARR


Seperti tersambar petir di siang hari. Najwa diam mematung mendengar ucapan Andi . Dada nya terasa sesak, airmata nya mengalir dengan sendiri nya , seakan mewakili hati Najwa yang hancur. Najwa tak bisa menahan perasaan nya , dan melampiaskan tangis nya di atas bantal guling kesayangan nya. bahu nya terguncang menandakan bahwa dia menangis sampai tersedu - seduh.


" Ya Tuhan . betapa hancur nya hati ini. Sampai hati kamu berkata seperti itu mas. Ini anak kita , buah cinta kita...


Ratap Najwa di sela Isak tangis nya.


" Kak Najwa gak boleh terlalu lama atau keseringan menangis, itu mengganggu pertumbuhan bayi di kandungan kakak... "


Ucapan Karina terngiang - ngiang di telinga Najwa, membuat Najwa sadar akan kesehatan kandungan nya. Dia langsung menghapus sisa airmata nya.


" Maafkan mama ya sayang. mama harus kuat. ya,, mama harus kuat demi kamu.. ?? !! " kata Najwa tegar sambil mengusap perut nya.. Tiba - tiba Najwa teringat dengan keluarganya. Ingin rasa nya Najwa menghubungi mereka . Tapi Najwa bingung , dia tidak di izinkan oleh Bu Imas untuk memiliki handphone. Pernah Najwa mencoba untuk menelpon nomor Bima lewat telpon rumah, Tapi belum sempat mendengar jawaban dari seberang , gagang telpon sudah di rebut oleh yuni. Dengan alasan biaya telpon mahal. Ingin meminta izin pulang ke kampung, Bu Imas tak mengizinkan dengan alasan tidak ada yang bisa mengantar karena semua sibuk bekerja. Najwa mengusulkan untuk menaiki taksi. tapi tetap tak izinkan dengan alasan takut terjadi tindak kriminal. Padahal alasan Bu Imas yang sebenar nya dia tidak mau Najwa keluar dari rumah itu . Ya iya lah.. kalau Najwa gak ada di rumah , terus yang ngerjain pekerjaan rumah siapa ??


Setelah merasa tenang , Najwa kembali berbaring dan memejamkan mata . Karena merasa tubuh nya lelah di tambah efek setelah menangis, Dalam hitungan menit terdengar dengkuran halus dari Najwa..

__ADS_1


****


Di sebuah ruang kerja, Seorang pria tampan tampak fokus dengan layar laptop nya, di iringi dengan tarian lincah jemari nya di atas *keyboard*. Ketukan pintu membuyarkan konsentrasi nya.


" Masuk...


Terdengar pintu di buka. masuk lah seorang pria yang tak kalah tampan dengan membawa sebuah map coklat di tangan nya.


" Bos, ini adalah hasil penyelidikkan yang bos minta. . !! " kata pria itu.


Pria yang di panggil bos itu menerima amplop itu dan langsung mengambil isi nya. Dia membaca nya dengan konsentrasi penuh.


" Selama penyelidikkan , bodyguard bayangan kita tidak pernah melihat nona muda keluar dari pagar. Mereka hanya melihat nona muda sering menyiram tanaman di pagi hari . Setelah itu mereka tidak akan melihat nona lagi. Sekilas semua nya baik - baik saja . Tapi..... " kata pria itu terputus dengan wajah yang memerah menahan emosi.


" Katakan ....!! "


" Bos , anda bisa melihat isi flashdisk yang ada di dalam amplop itu. Itu adalah rekaman cctv di rumah keluarga baskara yang di retas oleh hacker kita... ?!! " kata pria tadi


Bos muda itu pun mengambil flashdisk yang di maksud. Lalu menyambungkan nya langsung ke laptop kerja nya. Wajah pria itu berubah menjadi merah padam setelah melihat layar laptop nya.


BRAAKKH ..... gebrakan di meja


" Kurang ajar,, Berani - berani nya mereka memperlakukan adik ku seperti babu. . Aku tidak terima . Mereka harus di musnah kan.. Kelvin siapkan anak buah kita , kita bantai keluarga terkutuk itu malam ini juga... ?!! " teriak bos penuh emosi.


" Tapi...


" Tidak ada tapi- tapian. laksanakan sekarang.. . !!!! " kata bos tadi.


pria yang di panggil Kelvin tadi menghela nafas..


" Tolong dengarkan aku, ini bukan saran dalam jabatan, tapi saran dari teman . Bima aku tahu kamu marah melihat perlakuan mereka terhadap adik mu . Tapi kamu jangan mengambil keputusan dalam emosi .. Ok , kalau kamu membantai mereka malam ini juga , itu hukuman yang terlalu ringan untuk membalaskan penderitaan adik mu. Kenapa kita tidak bermain - main sebentar dengan mereka , sebelum memberi kaan hadiah , , hmm .... ????!! " kata Kelvin dengan seringaian licik nya ..


" Kau benar .. Baik lah..


" Aku dengar perusahan cabang BASKARA grup yang di pimpin oleh adik ipar mu sedang berkembang pesat. .


" Jangan sebut dia adik ipar ku Kelvin.. ?! sarkas Bima


Kelvin terkekeh ..


" Bagaimana kalau kita mulai bermain dengan nya terlebih dahulu ??? " kata Kelvin.


" Terserah kau saja. yang penting buat mereka menderita..?!! " kata Bima.


" kau tenang saja. kalau begitu aku permisi... ?! " Kelvin pun pergi..


" Kau mengingkari janji mu dan kalian menyakiti adik ku. Tunggu balasan ku. Najwa maaf Abang lalai menjaga mu. Tunggu lah , sebentar lagi Abang akan menjemput mu... ?! " kata Bima lirih.


Yah ..Orang yang di panggil bos tadi adalah Bima . kenapa dia sekarang di panggil Bos sekarang ...?????


# TUNGGU DI SELANJUT NYA ...

__ADS_1


@# BERSAMBUNG


__ADS_2