JANGAN REMEHKAN WANITA GENDUT

JANGAN REMEHKAN WANITA GENDUT
BAB 92 Bertemu kembali


__ADS_3

Di sebuah kafe , Bima berjalan dengan cepat sambil melihat jam di tangan nya . karena terlalu fokus dengan pikiran nya , Bima menabrak seorang cewek dan mereka sama-sama hampir terjatuh . Cewek berwajah oval itu menatap Bima lekat . Begitu juga Bima , dia menatap cewek itu lekat dan merasa tidak asing dengan wajah itu .


" Bima . . ? kamu Bima bukan . . ??? " kata cewek itu ragu.


" kamu Laura . . ? " kata Bima dengan jantung berdegup kencang .


" i, ,iya , , ini aku Laura . . . ! " kata nya dengan mata berkaca-kaca .


Tanpa di aba-aba mereka saling berpelukkan dengan di iringi tangisan Laura dalam pelukkan Bima . Bima mengeratkan pelukkan nya tanpa menghiraukan tatapan dari pengunjung kafe .


" Laura , aku gak nyangka kalau kita akan bertemu lagi . . ! " kata Bima .


" Maafkan aku juga , Bim . Waktu itu bukan aku gak mau nemuin kamu tapi ayah tiba-tiba menahan ku untuk keluar . Dan ternyata . . . .


FLASHBACK ON


Di sebuah tepi danau alami , seorang pemuda tampak duduk di atas sebuah batu besar . Dia tersenyum-senyum sendiri seraya sesekali mencium bunga mawar merah di tangan nya .


" Semoga saja Laura datang . . ! " kata Bima .


Sudah hampir setengah jam dia menunggu , rasa jenuh mulai mengaduk perasaan nya . Untuk mengurangi kebosanan nya dia mengambil batu dan melempar nya ke tengah batu hingga menimbulkan riak air yang terlihat berkemilauan di timpa sinar mentari .


Sementara di sebuah rumah permanen yang cukup bagus , terlihat seorang gadis tengah merias diri . Setelah di rasa sudah cukup , dia lalu keluar dari kamar nya . Saat memasuki ruang tamu , tampak ayah dan ibu nya sedang berbicara dengan dua orang laki-laki berbeda umur . Yang satu terlihat seumuran dengan ayah nya , dan satu lagi seperti nya terpaut tak terlalu jauh dari nya.


" Nah ini dia Laura . Laura ayo duduk di sini nak . ! " kata ibu nya Laura tampak senang mengira anak nya berdandan rapi untuk menemui tamu mereka .


" Maaf , Bu . Tapi Laura ada janji mau keluar . . ! " kata Laura menatap malas pemuda yang tengah memandang nya dengan senyuman mesum .


" Laura , duduk . . ! " kata ayah nya tegas.


" tapi ayah. .


" DUDUK . . !! " Bentak ayah nya dengan muka garang membuat Laura terlihat kesal . Dengan terpaksa Laura melangkahkan kaki nya ke arah sofa di sebelah ibu nya .


" putri mu sangat cantik , Arya . sangat pantas menjadi istri putra ku . . ! " kata laki-laki di seberang meja sofa .


" APA ?? istri Mulyadi ? jadi kalian ingin menjodohkan aku dengan laki-laki jahat ini. . ?? sumpah sampai mati pun aku tidak akan mau menjadi istri nya . . !! " teriak Laura kencang .


PLAAK . .


" DASAR ANAK DURHAKA . KAU MAU MEMBANTAH AYAH MU DAN MEMBIARKAN AYAH MU MASUK PENJARA . . !! " Arya menampar pipi Laura dan memukul nya dengan bertubi-tubi , Laura yang tidak siap , tidak bisa menangkis pukulan ayah nya .


" hentikan om Arya . kau akan membuat calon istri ku terluka dan membuat nya tidak menarik lagi . . ! " cegah Mulyadi menarik Arya . Arya tampak ngos-ngosan setelah menghajar putri bungsu nya . Mulyadi segera menghampiri Laura yang terlihat lemas akibat pukulan ayah kandung nya .


" Kau tidak apa-apa . . ? " kata Mulyadi mengulurkan tangan hendak menyentuh tangan Laura . Tapi Laura menepis tangan Mulyadi .


" jangan sentuh aku. . ! " kata Laura dengan tatapan tajam, dia berusaha bangkit dan bersandar di dinding . Dia menatap ayah nya tajam .


" Apa ayah bilang tadi ? jika aku tidak mau menikah dengan bajingan itu , maka ayah akan masuk penjara . . ?? " kata Laura dingin . Tika buru-buru menghampiri putri nya .


" Sayang , ayah mau menjodohkan kamu dengan Mulyadi , karena Mulyadi menyukai mu . Dan juragan Johan bilang , kalau kamu mau jadi istri nya Mulyadi , maka semua hutang ayah di anggap lunas . . kamu mau kan bantu ayah kamu . . ? " bujuk Tika , Laura menatap sinis ibu kandung nya yang sejak dulu tidak pernah memperdulikan perasaan nya . Orang tua nya lebih mementingkan kedua kakak laki-laki nya . Seperti yang mereka bilang kalau anak laki-laki lebih bisa di andalkan .


" hehe , , kenapa harus aku yang jadi alat pembayar hutang ayah . . ? kenapa tidak kalian suruh saja anak laki-laki kesayangan kalian itu . Bukan kah anak laki-laki lebih bisa di andalkan , ayah . . ???! " kata Laura dengan sinis .


" Mana mau Mulyadi menikahi kakak mu , jangan bodoh kamu . . ! " sentak Arya .


" Seperti nya ayah yang bodoh karena terlalu banyak hutang . . kenapa kalian tidak minta uang saja pada anak laki-laki kalian . . ? " kata Laura tanpa rasa takut .


" berhenti lah mengoceh , Laura . Cepat setujui perjodohan ini maka semua nya akan selesai . . ! " kata Arya enteng .


" Sudah aku bilang , sampai mati pun aku tidak akan mau menjadi istri bajingan ini . Lebih baik aku mati dari pada harus hidup bersama manusia berhati binatang seperti dia . . !! " kata Laura dingin .


" JAGA UCAPAN MU LAURA . ATAU KAU AKAN MENYESAL OLEH PENGHINAAN MU ITU . . ! " kata Mulyadi dengan wajah memerah .


" Kenapa , kau malu mengakui nya ? kau pikir aku tidak tahu , ,KALAU YANG MENGHAMILI KARTIKA ADALAH KAU MULYADI , , !! " teriak Laura


" Hahahaha . . . itu adalah kesalahan nya sendiri. Dengan bodoh nya dia termakan dengan rayuan ku . Jangan salah kan aku yang banyak duit ini . Kau tahu , setiap aku selesai berhu*ungan dengan nya , aku selalu memberikan nya uang . Jadi sama saja dengan aku membayar setelah makan , bukan . . ?? " kata Mulyadi pongah .


" Kau dengar sendiri kan ayah . . ? " kata Laura berharap ayah nya masih memiliki sedikit rasa sayang untuk nya .


" Itu bukan urusan kita . Yang jelas kau harus mau menikah dengan Mulyadi agar hutang-hutang ku lunas . . ! " kata tua ketus .


" ibu , , ! " rengek Laura berharap ibu nya membela dia .


" Laura . kamu sayangkan sama ayah dan ibu . ? kalau kamu sayang kamu turuti permintaan ayah , ya . . ! " kata Bu Tika tak ada rasa simpati .

__ADS_1


Laura tersenyum sinis bercampur rasa kecewa yang mendalam . Di dalam hati nya tidak ada lagi yang nama nya rasa kasih sayang antara anak dan orang tua .


" Baiklah , kalian atur saja semua nya . Dan kami selaku pihak mempelai wanita , hanya terima beres . kami akan datang di hati H nya saja . Ah iya , tolong siapkan mobil yang paling mewah untuk menjemput ku nanti . kalian tidak mau kan kalau semua warga mencemooh aku sebagai calon menantu juragan sawit terkaya di kampung ini di jemput dengan mobil murahan . . ! " kata Laura dengan raut wajah datar .


" Tentu , tentu saja ayah akan memenuhi semua permintaan mu . . ! " kata Mulyadi dengan berbinar .


" Dan jangan lupa , aku mau mahar dengan perhiasan berlian dan sebidang perkebunan sawit yang ada di tepi jalan sana . . ! " tunjuk Laura ke arah kanan .


" Apa kau ingin merampok ku , bocah tengik . . ! " kata juragan Johan berkacak pinggang .


" Terserah mau kau turuti atau tidak , . ! " kata Laura .


Juragan Johan dan Laura berdebat cukup lama . Dengan Laura yang tetap kekeh meminta mahar seperti yang dia bilang , di tambah Mulyadi yang terus merengek dan membujuk ayah nya agar menyetujui permintaan Laura karena sudah terlalu menyukai gadis manis itu , akhirnya mereka sepakat dengan permintaan Laura .


" baiklah , aku turuti semua permintaan kamu , tapi kalau sampai kamu kabur , keluarga mu yang akan menjadi sandera ku . . ! " kata Johan . Setelah itu mereka pun pergi .


" Aku keluar sebentar . . ! " kata Laura hendak melangkahkan kaki nya keluar . Tapi di hadang oleh Arya .


" Mau kemana kamu . jangan banyak tingkah , Laura . . ! "


" Aku sudah memenuhi keinginan kalian . apa kalian tidak mengizinkan ku untuk menikmati sisa masa lajang ku . . ? " kata Laura semakin muak .


" Tidak , aku tidak akan mengizinkan mu keluar . . cepat masuk ke kamar . . ! " perintah Arya . Laura menatap ayah nya tajam . Dengan gerakan cepat Laura menyambar pisau buah yang ada di atas meja dan menempelkan nya ke pergelangan tangan nya .


" Laura , apa yang kau lakukan , buang pisau itu . .! " kata Arya kaget .


" jangan halangi aku , atau aku akan benar-benar menyayat tangan ku . Dalam hitungan menit aku akan mati kehabisan darah dan impian kalian untuk menjadi orang kaya hanya akan tetap menjadi mimpi belaka . . ! " ancam Laura .


" Sudah pak . biarkan dia pergi bermain . toh sekarang dia sudah setuju untuk menikah dengan anak juragan Johan . . ! " bujuk Bu Tika .


" Baiklah .Tapi hanya sebentar . . ! " kata Arya akhirnya .


Dengan cepat Laura berjalan keluar dari rumah yang seperti neraka bagi nya . Dengan berlari kecil Laura terus berjalan menyusuri jalan setapak hingga dia kini tiba di sebuah danau yang masih alami . Dia celingukan seperti mencari sesuatu . hingga tatapan nya jatuh pada sebuah mawar merah yang tergeletak di atas batu besar . Dengan langkah lesu dia menghampiri batu itu dan meraihh bunga itu . Di kelopak bunga itu , tertulis dua nama yang di satukan dengan tanda ❤️


Bima


❤️


Laura


" Bimaaaaa . . . . . kamu di mana . . aku sudah datang. . . !! " teriak Laura melepaskan emosi nya .


" Laura . . ! " panggil seseorang di belakang nya . Dengan cepat Laura menoleh .


" Bima . . ! " kata Laura bahagia . Tapi kebahagian nya hanya bertahan beberapa detik . karena orang yang memanggil nya bukan Bima . Tapi teman satu-satunya , Faisal .


" Bima udah pergi , Ra . Dia titip ini . . ! " kata Faisal . Faisal bersahabat dengan Laura , dia juga dekat dengan Bima . Tak jarang saat dengan tangan gemetar Laura membuka lipatan kertas situ .


*Laura , di saat surat ini sampai di tangan kamu , mungkin aku sudah gak ada di sini lagi . Aku sengaja mengajak mu bertemu di danau karena aku ingin berpamitan , karena semua urusan ku sudah selesai di sini , jadi aku harus kembali ke kota . Tapi sayang nya , seperti nya kau tidak bisa datang . Padahal aku sangat ingin membawa mu ke kota dan menjadikan kamu pendamping hidup ku . Aku tidak tahu apa yang membuat mu tidak bisa menemui ku . Dan aku juga tidak tahu apakah perasaan mu pada ku sama seperti perasaan ku pada mu . aku mencintai mu , Laura . Tapi aku tidak memaksa kamu juga harus membalas cinta ku. aku harap kamu baik-baik saja di sana . jika memang kita berjodoh , pasti ada jalan yang akan menyatukan kita . aku mencintai mu Laura .


...Bima*...


Laura terisak membaca surat itu . dengan lembut Faisal memeluk Laura hingga tangisan nya berubah menjadi jeritan penuh kepiluan .


" KENAPA . . . KENAPA JALAN HIDUP KU SELALU PENUH KESIALAN . . KENAPA . . . ?!!!!!! "


" Laura , tenang lah . . . ! "


" Kenapa , Fai , kenapa Bima ninggalin aku . aku juga cinta sama dia . . ! " ratap Laura .


" kamu benar-benar mencintai nya , Ra . ? " kata Faisal menatap wajah sembab Laura .


" Iya , Fai . aku mencintai nya . Tapi sekarang percuma . Bima udah pergi . . ! " kata Laura terlihat putus asa .


" jika memang kamu mencintai nya , kamu kejar dia. .! " kata Faisal . Tangisan Laura seketika berhenti . Dia menatap sahabatnya lekat . Faisal mengangguk mantap . seketika mata Laura berbinar .


" Kau benar , aku harus mengejar nya . . Tapi . .


" tenang saja , aku akan menemani mu . Kau tahu , nasib kita sama . Sama-sama di kucilkan oleh keluarga kita . Jadi untuk apa kita bertahan di sini dan menjadi alat untuk kesenangan mereka . . Kita pergi sama-sama . . ! " kata Faisal mantap .


" Kau benar . Kau tahu , aku terlambat datang menemui Bima, karena juragan Johan dan anak nya datang meminta ku untuk menjadi istri Mulyadi sebagai pelunas hutang ayah . . aku tidak rela . .baiklah , kita harus bergerak secepat nya . . . ! "


Kedua sohib itu langsung berjalan pulang . Laura sengaja meminta Faisal untuk mengantar nya sampai di rumah sebagai alasan dia keluar tadi Sesampai nya di rumah , tampak kedua orang tua nya masih menunggu di teras rumah .


" aku masuk dulu ya . . ingat besok jangan telat . . ! " kata Laura .

__ADS_1


" Kalau aku selalu tepat waktu . kamu aja yang selalu ngaret . . ! timpal Faisal . sikap mereka terlihat alami tanpa ada yang mencurigakan .


" iya-iya besok aku janji aku bakal tepat waktu . . ! " kata Laura .


" Memang kalian mau kemana besok . .? " tanya Arya .


" Anu , paman . besok saya sama Laura mau ke sungai . Biasa mau mendulang . . ! " kata Faisal membuat alasan sesuai rancangan mereka di jalan tadi .


" Oh , mau mendulang . . ya udah , kalian harus beristirahat yang cukup supaya besok badan segar . ! " kata Bu Tika senang . bagaimana tidak senang . Laura selalu mendapat banyak butiran emas , setelah itu Tika lah yang menjual nya dan menikmati uang penjualan itu tanpa memikirkan anak nya yang bekerja seharian .


" Iya , bibi . kalau begitu saya pamit dulu . . ! " kata Faisal langsung pergi .


" ayo masuk . . ! " kata Tika lembut pada Laura .


" Giliran bakal dapat duit juga , sikap nya selembut bulu kucing . .! " batin Laura masuk .


S


k


i


p


Mentari pagi baru saja muncul , Tapi suara Tika yang membangunkan Laura sudah terdengar saat bumi masih dalam keadaan gelap . Dia juga menyiapkan bekal yang cukup banyak u tuk Laura .


" ingat , kamu harus mendulang dengan serius ,cari yang banyak . .! " kata Bu Tika seraya memberikan tas berisi bekal dan air minum untuk Laura , serta alat pendulang .


" Iya . . ! " jawab Laura singkat.


Setelah itu Laura dengan cepat berjalan menuju rumah Faisal . Dari kejauhan tampak Faisal tengah berdiri di teras dengan wajah tertunduk , di depan nya berdiri ayah nya yang tengah memarahi nya.


" Faisal , ayo berangkat , udah siang nih , nanti kita gak kebagian tempat . . ! " kata Laura sengaja untuk mengehentikan kemarahan ayah Faisal .


" Sudah pergi sana . awas kalau gak bawa uang banyak , jangan pulang . . ! " Faisal meraih alat pendulang nya lalu beranjak mendekati Laura . mereka lalu pergi menjauh dari rumah Faisal .


" gak di kasih bekal lagi . . ? " kata Laura melihat Faisal tidak menggendong tas .


" Seperti biasa . . sudah lah . . ayo , kita harus segera pergi . . ! " kata Faisal . dengan berlari-lari kecil mereka bukan nya menuju sungai dimana mereka sering mendulang . Tapi mereka pergi ke sebuah rumah yang yang sederhana bertingkat dua .


" Selamat pagi , pak haji . . ! " sapa Laura pada seorang laki-laki paruh baya .


" Wah ada Laura dan Faisal . ayo masuk . ! " Laura dan Faisal masuk dan duduk di kursi di teras .


" gini pak haji , kami sengaja datang kesini , mau ngambil tabungan kami . .bisa kan pak haji .? " kata Faisal to the point . mereka benar-benar mengejar waktu .


" Oh , mau ambil tabungan . . boleh-boleh . kalian bawa buku tabungan kalian kan . . ? " kata pak haji . pak haji adalah juragan yang menerima emas yang di jual oleh warga lokal . karena orang nya jujur , banyak warga yang menjual hasil mendulang mereka ke pak haji , dan menyimpan uang hasil penjualan mereka pada pak haji langsung .karena banyak warga yang percaya pada nya , makanya pak haji lalu memberikan buku catatan setiap mereka yang menabung pada pak haji . sama hal nya dengan Laura dan Faisal . Diam-diam mereka menabung tanpa sepengetahuan orang tua mereka.


pak haji mengambil buku Laura dan Faisal lalu mencocokkan nya dengan buku besar yang dia pegang .


" kalian menabung sejak kalian sekolah dari SD , sampai sekarang . kalau di hitung Sudah hampir 6 tahun . Total tabungan Laura sebesar 500 juta , dan tabungan Faisal hampir 700 ratus juta . Tapi saya tidak memegang uang tunai . gimana kalau ikut saya ke kota , kebetulan hari ini saya mau ke kota jadi kita bisa ke bank . . ! " usul pak haji .


" pucuk di cinta ulam pun tiba !! " batin mereka , Hampir saja Laura dan Faisal bertepuk tangan mendengar usulan pak haji .


" baik pak haji . .! " jawab Laura cepat .


B


E


R


S


A


M


B


U


N


G

__ADS_1


__ADS_2