JANGAN REMEHKAN WANITA GENDUT

JANGAN REMEHKAN WANITA GENDUT
BAB 103 JJS yang terganggu


__ADS_3

" kau harus ganti rugi dengan memberikan rumah ini sebagai kompensasi atas apa yang telah kau lakukan pada Vera . . ! " kata Rima . Najwa menatap Alan , Bima dan Laura .


" Vera , aku beri kau satu kesempatan untuk mengatakan apa yang sebenarnya terjadi di sini . ! " kata Bima menatap Vera tajam .


" hiks , hiks , aku harus bagaimana mengatakan nya . Memang ini salah nya Alan . . ! " kata Vera terisak .


" Memang apa yang di lakukan suami ku , mendorong mu atau memukul mu . . ? " kata Najwa menatap Vera sinis .


" Dia mendorong ku hingga kepala ku membentur tembok . . ! " kata Vera terlihat lemah .


" Memang nya apa yang kau lakukan sampai Alan mendorong mu . ? yang aku tahu , Alan tidak akan menyakiti orang jika dia tidak di ganggu . . ! " kata Najwa santai . Vera tampak gelagapan mendapatkan pertanyaan dari Najwa .


" Vera ingin menjatuhkan diri nya ke Alan tapi Alan menghindar dan akhir nya dia nyium tembok . . ! " kata Laura memecah keheningan .


" Tidak , ,bukan seperti cerita nya . . ! " sanggah Vera


" Lalu . . ? " kata Najwa semakin memojokan Vera . sekilas orang tidak akan tahu jika Vera mengkode ibu nya dengan menarik baju Rima , tapi bagi Bima dan Najwa terlihat sekali jika Vera meminta bantuan ibu nya.


" Bagaimana cerita nya itu tidak penting , yang penting sekarang serahkan sertifikat rumah ini sebagai ganti kompensasi untuk vera . . ! " kata Rima sengit .


" Disini penjelasan sangat penting untuk mengetahui siapa yang salah . . ayah , CCTV yang Najwa kirim dulu sudah di pasang kan . ? " kata Najwa membuat wajah Vera mendadak memutih karena pucat .


" CCTV . ? gawat kalau sampai ketahuan kan bisa berabe . . ! " batin Vera .


" Untung nya ayah sudah langsung memasang nya . sebentar ibu ambil ponsel dulu . . ! " kata Rita langsung pergi .


Sekilas Vera mengedarkan pandangan nya ke sekeliling sudut dapur . Mata nya terbelalak di sertai degupan jantung yang sangat kencang saat tatapan nya jatuh pada sebuah kamera tersembunyi yang di pasang di sudut ruangan dapur dan langsung menghadap pintu masuk ke dapur . Dan jika di lihat dari posisi nya , sudah jelas jika semua kejadian tadi pasti terekam jelas .


" sayang , tidur kamu pasti keganggu ya . . ! " kata Alan yang sudah berdiri di samping Najwa dan merapikan rambut Najwa .


" iya , padahal aku masih ngantuk banget . mana dingin lagi . . ! " kata Najwa memeluk lengan nya sendiri . Alan tersenyum dan merangkul Najwa . Najwa yang menyadari tatapan Vera yang mengandung benci dan cemburu membalas tatapan Vera tak kalah tajam .


" Vera , satu kesempatan terakhir untuk mengakui kesalahan mu . . ! " kata Najwa dingin.


" a , , aku . . .


" Wawa , coba kamu lihat ini . Kamu pasti akan terkejut setelah melihat nya . . ! " kata Rita menyerahkan ponsel Yongki . Najwa langsung menonton rekaman itu , dan tak lama tatapan Najwa semakin tajam membuat Vera gentar .


" aku tidak bisa lagi mentolerir perbuatan kalian . Kau terang-terangan memfitnah suami ku tepat di dalam rumah ku . dan ibu mu dengan sengaja mengambil keuntungan dari fitnahan ini . . ? jadi katakan , apa yang harus aku lakukan pada kalian . . ! " kata Najwa dengan geram sambil menunjukkan rekaman CCTV di ponsel Yongki . Vera diam menunduk tak ingin melihat rekaman itu ,sedangkan Rima wajah nya memerah saat melihat kejadian itu .


" jadi kamu pura-pura terluka oleh Alan .? Dasar anak kurang ajar , cepat minta maaf sama mereka . . ! " kata Rima melotot pada Vera .


" tapi mah , aku yang tersakiti di sini . masa aku yang harus minta maaf . ! " kata Vera tidak terima .


" cepat minta maaf atau mamah antar kamu ke rumah bibi mu . . ! " ancam Rima .


" aku minta maaf . . ! " kata Vera lirih .


" Najwa , Alan . Vera sudah minta maaf . Tolong jangan di ambil hati , ya . Vera terlalu manja sampai berani asal bicara . Tapi sebenarnya , jika Alan tak menghindar , mungkin Vera tidak akan terluka . . ! " kata Rima .


" jadi maksud uwak , seharusnya Alan menerima Vera ke dalam pelukkan Alan , supaya Vera bisa mengambil keuntungan untuk menggoda suami ku . Untung saja Alan menghindar , jika sampai Vera menyentuh Alan , mungkin bukan kening nya saja yang terluka . Tapi salah satu anggota tubuh nya bisa saja hilang . . ! " kata Najwa . Diam-diam Alan tersenyum mendengar ucapan Najwa .


" Hhffuh , , baiklah semua nya salah Vera . Tapi Najwa , kamu bisa kan kasih uang buat Vera berobat . . ! " kara Rima .


" kalau luka benjol kayak itu , gampang obat nya . Ambilin aja daun pisang Ambon , terus di panasin lalu kompresin aja ke benjolan nya , pasti cepat kempes. . ! " kata Laura .

__ADS_1


" kamu jangan asal ngomong ya . Itu cara berobat orang jaman dulu . Kalau sekarang mah udah modern . Jadi udah berbeda cara pengobatannya. . ! " ketus Rima .


" ya udah , nanti aku kasih uang nya . . ! " kata Najwa .


" kalau bisa sekarang aja ya , wa . Mumpung benjol nya belum terlalu besar . . ! " kata Rima memaksa . Rita memandang kakak ipar tiri nya dengan geram .


" Ya udah deh . Bentar aku ambilin dulu . . ! " kata Najwa dengan malas .


" Sayang , mau aku masakin mie ? " tawar Alan .


" Hmm, kayak nya enak , boleh deh . . ! " kata Najwa tersenyum manis .


" nak Alan , biar ibu aja ya yang masak . Kamu tunggu aja bareng ayah . . ! " kata Rita langsung mendahului menantu nya .


" gak apa-apa Bu , ibu bikin mie buat ayah aja . Alan bikin untuk Najwa . . ! " kata Alan .


" Hehe , , baiklah , baiklah . ibu tidak akan merusak keromantisan kalian . . ! " goda Rita . Alan hanya tersenyum . Sedangkan Vera dan Rima masih berdiri menunggu Najwa . Vera menatap Alan tak berkedip .


" Alan , kali ini aku gagal menarik perhatian mu . Tapi lain kali kau tidak akan lolos lagi. . ! " batin Vera .


" Najwa kan kaya . Dia pasti kasih uang banyak . hi hi , akhirnya bisa sedikit memanjakan diri . . ! " batin Rima


Najwa kembali ke dapur , Rima menyambut Najwa dengan riang . Tapi senyum sumringah Rima hilang saat Najwa memberikan pecahan uang tak sesuai dengan khayalan nya .


" Ini wak , buat Vera berobat . seperti nya hujan sudah reda , kalian bisa langsung ke klinik . . ! " kata Najwa


" cu , ,cuma segini , wa . . ? " kata Rima menerima selembar uang merah .


" loh , memang nya kurang ? luka Vera kan cuma luka kecil . Bahkan cukup di obati dengan obat merah . kalau uwak pake uang itu buat beli obat merah , sisa nya kan masih banyak . ! " kata Najwa .


" Ya gak cukup lah , Wa . Belum ongkos nya , belum makan nya . . ! " kata Vera .


" Ya udah , terima kasih ya wa . ayo Vera , kita ke klinik . . ! " kata Rima menarik tangan Vera .


" Dasar , , Wawa , sebaiknya kamu jangan terlalu peduli sama mereka . Ibu merasa kalau tujuan mereka kesini itu gak baik . ! " kata Rita .


" Iya Bu . Wawa juga merasa gitu . . .hmm , wangi banget , ! " kata Najwa saat mencium masakan Alan .


" Ayo makan , mie nya udah jadi . . ! " kata Alan menghidangkan dua mie instan goreng lengkap dengan telur ceplok dan kerupuk . Rita juga sudah menghidangkan dua mangkok mie rebus .


" wa , abis ini kita keliling kampung yuk . udah lama banget gak keluyuran . ! " ajak Bima .


" Mm , aku setuju . . abis ini ya . . ! " kata Najwa .


" ok . kita tunggu di depan . .! " kata Bima keluar bersama Laura . Najwa makan dengan lahap . Sungguh nikmat makan mie goreng setelah hujan . Alan tersenyum puas melihat Najwa yang tampak menikmati mie buatan nya .


setelah menghabiskan mie nya , Najwa mencuci piring dan segera menemui Bima . Tapi hanya ada Laura dan Rita yang tampak asyik mengobrol di ruang tamu .


" Loh yang lain pada kemana ? " kata Najwa


" Ayah sama Abang mu lagi panasin motor di luar . Tadi ibu lihat Alan sudah kembali ke kamar. . ! " kata Rita .


" Oh , eh Laura , kamu udah siap ? "


" Udah . . sana siap-siap . aku udah gak sabar pengen keliling kampung . . ! " kata Laura .

__ADS_1


" iya , iya . Tunggu sebentar ya . . ! " kata Najwa lalu masuk ke kamar .


S


k


i


p


Najwa menatap motor yang di panaskan oleh Yongki , perlahan Najwa melangkah mendekati nya dan mengelus pelan motor keluaran lama itu . Kenangan-kenangan saat bersama kedua orang tua , kembali berputar hingga membuat Dia tersenyum mengingat memori tentang motor ini yang menjadi kenangan bersama orangtua kandung nya . Yongki mengusap kepala Najwa dengan tersenyum .


" Ayo kita berangkat . . ! " ajak Alan antusias .


" Al , kita pake motor ini aja , ya . ! " kata Najwa . Alan memperhatikan motor yang di pegang Najwa , Alan melihat sebuah stiker motor bertulis nama Najwa di cover body belakang motor .


" ini motor lama kamu ? " kata Alan . Najwa mengangguk. Alan lalu naik ke motor di ikuti Najwa . Setelah itu satu persatu motor itu keluar dari halaman rumah Najwa .


Najwa tersenyum menatap alam perkampungan yang terasa sangat damai . Dia selalu tersenyum pada warga yang mereka lalui . Dia menoleh ke belakang , dimana Bima dan Laura yang berboncengan tampak tertawa riang . Najwa ikut tersenyum melihat Abang nya yang tampak bahagia .


Kedua motor itu melaju beriringan menyusuri setiap jalan . Alan menatap takjub sawah yang menghampar hijau di tepi jalan alternatif yang cukup ramai . Alan menghentikan motor nya dengan pandangan yang penuh kagum .


" Kenapa berhenti . . ? " kata Bima ikut berhenti di samping motor yang di kendarai Alan .


" Sumpah , gue terpesona sama pemandangan hijau ini . ! " kata Alan . dia mengambil ponsel nya di saku lalu mengabadikan nya . Laura pun mengikuti jejak Alan . Akhirnya mereka berswafoto dengan background persawahan yang menghampar luas seperti permadani hijau . Setelah puas mereka melanjutkan kembali jalan-jalan sore nya . kali ini Bima yang memimpin jalan . wajah Najwa tampak berbinar setelah mengingat jalan yang mereka lalui .


" hohoho . . kau masih mengingat tempat ini bang . . ! " teriak Najwa semangat . Bukan nya menjawab Bima malah melajukan motornya semakin kencang .


" Al , kejar mereka . jangan sampai kita keduluan . . ! " kata Najwa menepuk bahu Alan .


" Ok , pegangan yang kuat . . ! " kata Alan , repleks Najwa mengeratkan pelukkan nya di pinggang Alan . terjadilah aksi kejar mengejar antara pasangan Bima dengan pasangan Alan . Jalan yang beraspal memudahkan perjalanan mereka .


" belok kiri . . ! " kata Najwa . Alan mengikuti instruksi dari Najwa . Kecepatan motor di kurangi karena sedikit kendala dari keadaan jalan yang belum di aspal . Bima yang sudah terbiasa dengan jalan yang berbatu kini memimpin jalan , tapi saat jarak mereka sedikit jauh , tiba-tiba Bima tampak putar balik dengan wajah yang tegang .


" Cepat putar balik . . !!! " teriak Bima mengegas motor nya . Alan ikut berputar arah , saat itu Najwa sempat melihat apa yang terjadi di balik tikungan itu .


" Astaga , , Alan stop , ,stop . . ! " kata Najwa panik . Alan langsung mengerem motor nya .


" Cepat mundur biar aku yang bawa motor . . cepat jangan membantah . . !! '' kata Najwa langsung duduk ke jok depan setelah Alan berpindah tempat .


bruum bruuum . .


Najwa langsung menarik gas motor hingga Alan hampir terjatuh kebelakang . Untung nya dia masih sempat berpegangan pada baju Najwa hingga dia bisa menjaga keseimbangan . Alan langsung memeluk erat pinggang Najwa dan menoleh ke belakang .


" Wawa , , ,


" Diam dan jangan bergerak . pegangan yang kuat . ! " kata Najwa terus memacu motor nya saat mendengar suara motor yang ramai dengan suara knalpot yang keras di belakang mereka .


" Wa , mereka siapa . . ? " kata Alan .


Najwa tak menjawab dan malah menambah kecepatan motor nya hingga mereka terguncang bahkan beberapa kali hampir terjatuh .


" Cepat wa . .jangan sampai kita berhadapan dengan mereka . . ! " teriak Bima . suara motor di belakang mereka terdengar semakin dekat , membuat Bima dan Najwa semakin tegang . Saat mereka hampir tiba di batas jalan yang di tandai dengan warna merah , tiba-tiba . . .


Ciiiiit

__ADS_1


bruukh . .


B E R S A M B U N G


__ADS_2