JANGAN REMEHKAN WANITA GENDUT

JANGAN REMEHKAN WANITA GENDUT
BAB 81 Langkah baru 3


__ADS_3

Setelah menyelesaikan makan siang nya , mereka bersiap untuk pulang . Najwa masuk ke rumah berniat mengumpulkan semua karyawan nya yang kini masih berjumlah tujuh orang.


" guys , kalian udah makan siang ? " tanya Najwa saat semua karyawan sudah berkumpul .


" Sudah , Bu .. !


" ok . saya mengumpulkan kalian di sini , ada yang saya ingin sampaikan . Mengingat sekarang rumah makan kita masih dalam perbaikan kinerja , setelah saya perhatikan dan menimbang semua hal . Saya sudah mengambil keputusan agar kinerja kita semakin stabil . Risa , kamu saya tugaskan di bagian dapur . dan Yuni , kamu mendapat bagian mengawasi dan bertanggung jawab untuk semua yang bersangkutan dengan rumah makan ini . . saya percayakan rumah makan ini selama saya tidak masuk . Kalian tenang aja saya masih memantau kalian dari jauh kok . dan yang lain nya sudah tahu tugas kalian kan. ? Simpan kontak saya , . ! "


" Saya jadi manager Bu ? " kata Yuni tak percaya.


" iya , , saya percaya kamu bisa mengatur semua nya. Baik lah kalau begitu saya pamit dulu. . ! " kata Najwa langsung pergi meninggalkan Yuni yang masih terbengong .


" Najwa , kau mempercayai ku meski perlakuan ku sangat buruk pada mu dulu . . ? terbuat dari apa hati mu , wa . Karena kau telah mempercayai ku , aku janji aku akan bekerja dengan lebih baik . ! " batin Yuni menatap punggung Najwa .


Najwa langsung menghampiri Brian dan yang lain nya saat melihat mereka sudah berkumpul di dekat mobil .


" yuk kita pulang . . ! " kata Najwa mengambil kunci mobil di tas nya .


" mah , lihat ban mobil mamah kempes . . ! " tunjuk Brian pada ban mobil depan .


" yah , kok bisa kempes . Duh mana bengkel di sini lumayan jauh lagi . . ! " kata Najwa


" Naiklah ke mobil ku . . ! " kata Alan datar pada Najwa . Dia membukakan pintu kursi belakang untuk Ruby dan Brian .


" kami naik taksi aja , takut nya nanti kamu telat ke butik kalau nganterin kami . ! " kata Najwa menempelkan ponsel nya ke telinga .


" halo , mang , tolong ke rumah makan mamah Brian ya , . . . ban mobil saya kempes , nanti kunci nya saya titip sama karyawan saya . . ok . makasih . ! "


" Aku memang berencana pulang . . ! " kata Alan lalu masuk ke kursi sopir . Karena tak bisa membantah lagi Najwa terpaksa naik ke mobil Alan setelah menitipkan kunci mobil nya ke salah satu karyawan nya . dia terkejut saat melihat Ruby duduk di belakang .


" Ruby , kenapa duduk di belakang , ayo sini mamah bantu pindah ke depan . . ! " kata Najwa . Ruby turun lalu pindah ke bangku depan , setelah itu Najwa duduk bersama Brian di belakang tanpa melirik Alan sedikit pun .


Mobil itu melaju meninggalkan rumah makan . di perjalanan , Brian sibuk menanyakan banyak hal pada Najwa , dengan sabar Najwa menjawab semua pertanyaan Brian dengan simpel .


" Mamah , mamah , ,ayo nyanyi lagi . . ; " kata Ruby .


" Ruby mau nyanyi apa , sayang ?? " kata Najwa.


" Mau nyanyi bintang kecil . . ! "


" boleh yuk nyanyi . ., bintang kecil di langit yang biru . . . .


Najwa dan Brian mengiringi Ruby menyanyi dengan ceria hingga Ruby bersorak riang di iringi tepuk tangan membuat Ruby tertawa bahagia . Lagi-lagi hati Alan terenyuh melihat kebahagiaan Ruby yang selama ini luput dari pandangan nya . Karena selama ini dia hanya menitipkan Ruby pada karyawan nya jika di butik . Alan baru menyadari sebuah kesalahan yang dia buat tanpa sengaja . Dia bisa menjadi sosok ayah yang baik , tapi tidak bisa menggantikan peran seorang ibu dalam kembang tumbuh anak nya . Dia merasa celah di hati nya semakin terbuka dengan kebahagiaan sang putri .


Tak terasa mereka tiba di mansion . Najwa turun dari mobil lalu membuka pintu untuk Ruby yang ternyata sudah tertidur . Dia hendak mengangkat Ruby tapi terhenti oleh Alan . Najwa mundur lalu membawa Brian masuk . Alan menggendong Ruby dan mencium pipi nya sambil berjalan menuju kamar Ruby , sesampai nya di sana ternyata Najwa sudah menunggu sambil menyiapkan tempat tidur Ruby . Alan menurunkan Ruby pelan-pelan , tapi mungkin karena merasa terganggu Ruby terbangun dan menangis .


" Mamah , mamah , hiks , ,hiks , ,jangan tinggalin aku . .huhuuu . . ! "


" Sayang , ini mamah nak . . ! " kata Najwa langsung naik ke ranjang Ruby dan mendekap nya .

__ADS_1


" Ssssht , ,ssssht . . . ! " Najwa mengusap-usap lembut kepala Ruby .


" Daddy , , ! " panggil Ruby


" Iya , sayang . Daddy di sini . . Ruby tidur ya . . ! " kata Alan duduk di tepi ranjang Ruby . Tiba-tiba Ruby menarik tangan Alan dan Najwa lalu menyatukan nya di atas perut nya .


" Mamah sama Daddy janji ya jangan ninggalin Ruby dan kakak . . ! " kata Ruby menatap Alan dan Najwa bergantian dengan mata coklat besar nya . Najwa dan Alan saling melirik sebentar . Najwa mengalihkan pandangan nya ke Ruby lalu tersenyum .


" iya sayang , mamah gak akan ninggalin Ruby . Sekarang Ruby tidur ya , . ! " kata Najwa lembut . Ruby mengangguk lalu memejamkan mata nya .


Najwa kembali mengusap kepala Ruby hingga akhir nya Ruby kembali tertidur . perlahan Najwa menarik tangan nya yang berada di bawah telapak tangan Alan akibat ulah Ruby tadi , tapi saat Najwa melepaskan tangan nya Alan merasa ada sesuatu yang hilang . Dia menarik tangan nya pelan , lalu Najwa menarik selimut hingga menutupi perut Ruby . Setelah itu tanpa melirik Alan dia langsung keluar . Alan menatap tangan nya yang bersentuhan dengan Najwa tadi . Masih terasa kehangatan di tangan nya . Alan menghela nafas lalu keluar dari kamar Ruby . Dia melangkah menuju kamar nya , tapi saat melintas di depan pintu kamar Brian yang tidak tertutup rapat dia mendengar suara Brian dan Najwa . Tapi langkah nya terhenti saat mendengar obrolan ibu dan anak itu yang membuat dia penasaran .


" Mah , kok mamah sama Daddy diam-diaman terus ? apa Daddy gak suka sama mamah . . ? " kata Brian


" Sayang , Orang tua yang diam-diaman itu , bukan berarti gak suka . Ada kala nya kita harus memilih untuk menghindari masalah . . Contoh nya Daddy , Daddy diam sama mamah karena Daddy capek habis kerja , Daddy jadi malas untuk mengobrol . . ! " jelas Najwa sebisa mungkin .


" Tapi papah Alex bilang kalau ketemu sama mamah , semua rasa lelah dan capek papah jadi hilang . kok Daddy malah gak mau ngomong sama mamah kalau capek dari pulang kerja . . ! " kata Brian .


" Darimana Brian tahu . . ? " kata Najwa mengernyitkan alis nya .


" Brian dengar sendiri kok papah bilang begitu waktu papah jemput kita di sekolah . waktu itu kan Brian cuma merem aja gak tidur , jadi Brian dengar semua ucapan mamah sama papah Alex . . !! " kata Brian senyum-senyum .


" Waah , ternyata anak mamah sudah bisa menguping ya , ,harus di kasih pelajaran ini . . sini , ,jangan lari Brian . .!! " kata Najwa mengejar Brian yang sudah berlari duluan sambil tertawa .


" hahaha, ampun mah , ampun . .Brian kan gak sengaja dengar . . hahaha ampun mah . . ! " kata Brian merasa geli saat Najwa berhasil menangkap nya dan menggelitik pinggangnya . Alan tanpa sadar tersenyum melihat tingkah Najwa dan Brian . Najwa menghentikan aksi nya dan memeluk Brian .


" mah , seandainya Tante jahat itu gak datang di acara pesta mamah dan papah Alex , pasti papah Alex masih bersama kita . Dia sekarang pasti juga memeluk Brian dan mamah . Dan mamah pasti akan selalu tertawa seperti sekarang . Tapi sekarang mamah gak pernah tertawa bersama Daddy kayak sama papah Alex dulu . . ! " tampak Brian bangkit dan menangkup wajah Najwa .


" Mamah bangga dengan niat baik Brian . Tapi sayang , Brian sebagai laki-laki harus tahu , uang bukan hal utama yang akan selalu bisa membuat wanita bahagia . Tapi cinta yang tulus . . Cinta yang tulus bisa menerima kekurangan dan kelebihan seseorang . ! " kata Najwa .


" Brian gak ngerti mah . . ! " kata Brian polos membuat Najwa tertawa . Dia menarik Brian ke dalam pelukkan nya .


" Sini mamah jelasin sedikit ya . cinta yang tulus itu bisa menerima kekurangan dan kelebihan dari orang yang kita cintai . Contoh nya Brian , Brian masih tetap sayang sama mamah walau papah Andi ninggalin mamah , gitu . ! " Brian membalas pelukkan Najwa dengan erat , Najwa terkejut saat mendengar tangis Brian . Dengan panik Najwa menarik Brian dari pelukkan nya dan memeriksa nya .


" Brian , kenapa nak ?? " kata Najwa panik .


" hiks , ,hiks , ,mamah jangan sedih . Sampai kapan pun Brian gak akan ninggalin mamah kayak papah Andi . walau pun Daddy gak cinta sama mamah tapi Brian tetap cinta sama mamah . jika Brian besar nanti , mamah nikah aja sama Brian , biar Brian yang jaga mamah . . hiks , hiks . .! " Najwa terharu sekaligus ingin tertawa mendengar ucapan Brian . Dia mengusap wajah Brian yang basah lalu mencium pipi nya.


" Mamah gak sedih kok , selagi Brian masih bersama mamah . Mamah tetap akan bahagia . Mau Daddy suka atau enggak sama mamah , mamah minta sama Brian . Brian harus tetap sopan dan sayang sama Daddy , ya . . ! " kata Najwa


" Brian sayang kok sama Daddy dan adik , mamah ingat uang yang di kasih Daddy tadi pagi ?? " kata Brian


" Iya , mamah ingat , kenapa ? kata Najwa tidak mengerti . Brian tampak merogoh saku celana seragam nya , selembar uang berwarna biru berada dalam genggaman Brian .


" Brian sengaja gak jajanin uang ini . Ini uang pertama pemberian dari orang yang Brian panggil ayah . Brian akan simpan . . ! " kata Brian mengambil sebuah botol kaca berukuran kecil dari keranjang mainan nya , lalu melipat kecil uang dan memasukkan nya ke dalam botol itu lalu menutup nya erat . Najwa sangat ingin menjerit mendengar ucapan Brian yang ternyata sangat merindukan sosok seorang ayah . Najwa buru-buru menghapus airmata nya yang sempat luruh .


" Sekarang Brian ganti baju , cuci kaki cuci tangan lalu Bobo siang , ya. . adik udah tidur siang dari tadi . . ! " kata Najwa seraya mengambil baju ganti di lemari pakaian Brian .


" baik mah . . ! " Brian langsung melepas seragam nya lalu mengambil baju yang di sodorkan Najwa lalu memakai nya . Setelah itu dia ke kamar mandi , dan tak lama kembali dengan wajah yang segar , kaki dan tangan yang bersih . Dia langsung naik ke ranjang , Najwa menarik selimut sampai ke perut Brian lalu mencium kening Brian .

__ADS_1


" Selamat bobok siang jagoan mamah . mamah ke kamar dulu ya . . ! " kata Najwa . Brian mengangguk lalu memejamkan mata nya .


* * *


Alan termenung di balkon kamar nya . Sebelum Najwa keluar dari kamar Brian dia sudah pergi lebih dulu ke kamar nya . obrolan Najwa dan Brian masih terngiang-ngiang di telinga nya .


" uang bukan lah hal utama yang akan selalu bisa membuat wanita bahagia . .


" *cinta yang tulus ,bisa menerima kekurangan dan kelebihan seseorang . .


" walau Daddy gak suka sama mamah , Brian tetap sayang kok sama mamah* . .


" Entah seperti apa kehidupan yang kalian jalani sampai anak sekecil itu memiliki pemikiran yang cukup dewasa . Aku salut dengan nya , dia bisa mendidik Brian menjadi anak yang bijak dan pengertian . Najwa , benarkah kau bukan wanita seperti Leni yang lebih memilih uang dari aku dan Ruby . . ?? " lirih Alan .


krriit .


Terdengar pintu kamar di buka , Alan tetap diam saat melihat Najwa masuk ke kamar .


" Alan kemana ? apa dia sudah kembali ke butik . .? " kata Najwa tanpa sadar jika ada yang mendengar ucapan nya di balkon . Dia menghempaskan tubuh nya ke atas kasur .


" Ya Allah ,, semoga pernikahan ku kali ini menjadi yang terakhir . Demi kebahagiaan anak-anak , aku akan mencoba bertahan jika sikap Alan hanya dingin seperti ini . Ruby sangat menerima kehadiran ku , dan Brian sangat mengharapkan seorang ayah . Tapi jika sikap nya sama kayak Andi yang suka main kekerasan . Ampuni hamba yang memutuskan untuk kembali mundur ya Allah . . ! " kata Najwa menghela nafas panjang . karena merasa lelah tanpa sadar Najwa memejamkan mata nya dan terlelap dengan kaki yang menjuntai ke lantai .


Jantung Alan berdegup dengan kencang saat mendengar ucapan Najwa . Dia berusaha menahan diri nya , tapi karena tidak mendengar suara apapun lagi , dia melangkah masuk ke kamar dan melihat Najwa ternyata sudah terlelap . perlahan dia mendekati ranjang , hati nya semakin berdebar saat melihat wajah Najwa yang tampak tenang dalam tidur nya . Karena takut Najwa tidak nyaman dengan posisi nya , Alan menyelipkan tangan di tengkuk dan di bawah lutut Najwa lalu mengangkat nya ke tengah ranjang . Saat Alan akan menarik tangan nya dari tengkuk Najwa , tiba-tiba . . .


" Tidaaak, , ampun Andi ,ampun . . jangan pukul lagi , ampun Andi , ,huhuuuu ampuuun . . . !! " Najwa menjerit sangat ketakutan seraya membalik tubuh nya dan memeluk leher Alan erat sambil terus menangis dengan sedih . Entah kenapa hati Alan merasa sakit melihat Najwa yang saat ini seperti nya sangat ketakutan dan kesakitan . Repleks dia mengangkat tangan nya dan mengusap punggung Najwa yang ternyata sudah berkeringat dingin .


" Ssssht , , tenang lah , Wawa , ,tidur lah . . tidak ada yang akan memukul mu . . ! " kata Alan mengusap belakang kepala Najwa .


" ampun , , ampun . . .! " kata Najwa semakin lirih hingga akhir nya terdiam . Setelah Najwa kembali tenang , Alan menidurkan Najwa dengan pelan . Dia terkejeut saat melihat wajah Najwa yang basah . Dia menyeka air di wajah Najwa .


" Dia benar-benar menangis dalam tidur nya . Apa yang terjadi di masa lalu nya sampai dia seperti ini ?? " gumam Alan menatap wajah Najwa . Sebuah ketenangan kembali mengisi hati nya yang selama ini penuh dengan kegelisahan . Tangan nya terangkat hendak mengusap rambut Najwa ,tapi gerakan nya terhenti ,


" Tidak. ini hanya trik nya untuk menarik perhatian mu . Alan , jangan terpengaruh oleh wanita munafik ini . .! batin Alan . Tangan terkepal ,dia lalu bangkit dan pergi .


B


E


R


S


A


M


B


U

__ADS_1


N


G


__ADS_2