
Azan subuh berkumandang . Sayup - sayup suara azan mengisi Indra pendengaran Najwa. perlahan kelopak mata nya terbuka. Mata nya mengerjap pelan. Dia memperhatikan di sekeliling nya.
" Ternyata aku ketiduran di kamar Brian. Mas Andi udah pulang belum ya ? kok dia gak bangunin Aku. . ?! " kata Najwa bangkit perlahan agar tak membangunkan Brian. Dia menyeret langkah nya berniat hendak ke kamar Andi. Namun langkah nya terhenti saat sebuah suara menghentikan nya.
" hee perempuan gembrot, mau kemana elo ?? sana kerjain semua pekerjaan rumah . . ?! " perintah Yuni .
" Tapi kak . . .
" Gue gak suka di bantah ya, kalau elo masih mau tinggal di rumah ini. elo harus gantiin bi Surti. . . ! "
" gantiin bi Surti ??? "
" Iya , bi Surti udah gue pecat. jadi semua urusan pekerjaan rumah elo yang ngerjain. Tapi kalau elo gak mau , elo bisa angkat kaki sama ank elo dari rumah ini. . ?! " sarkas Yuni
" Baik kak. .?! " jawab Najwa pasrah.
" Udah sana mulai kerja. Jangan lupa bikin sarapan . . . ?! " kata Yuni berlalu.
Najwa menghela nafas berat . Dia lalu menuju dapur dan mulai berkutat dengan peralatan dapur dan bahan masakan. Untung saja Najwa sudah terbiasa dengan pekerjaan rumah sehingga dia tidak canggung lagi. Namun dengan badan nya yang semakin gemuk membuat ruang gerak nya sedikit lamban dan gampang capek.
Setelah semua sarapan siap dia menata makanan dan alat makan di meja makan lalu menutupi nya dengan tudung saji. Lalu dia menarik mesin penyedot debu dan mulai membersihkan setiap ruangan . setelah selesai membersihkan ruangan. Tiba - tiba dia mendengar suara tangis Brian. Buru - buru dia berlari ke kamar Brian. Setelah menenangkan Brian dia memandikan nya lalu memakaikan baju nya . setelah beres dengan Brian dia menggendong Brian ke lantai bawah . Saat memasuki dapur dia melihat Yuni dan Andi tengah sarapan . Najwa hendak mendudukkan bokong nya ke kursi. Namun . . .
" eh , mau ngapain elo ?? " hardik Yuni.
" Mau sarapan kak. Sekalian sama Brian. . ?! "
" enggak . enggak. .enggak. . . siapa yang nyuruh elo sarapan bareng kita ha ?? sana , ,tunggu setelah gue sama Andi selesai baru elo sarapan. .?! " tolak Yuni.
Najwa melirik Andi , mengharap Andi akan membela nya. namun sayang , harapan Najwa sia - sia. Andi hanya diam melihat Yuni memperlakukan Najwa seperti itu.
Najwa lalu ke dapur , lalu membuatkan bubur untuk Brian. Setelah selesai dia menghampiri Brian yang sedang duduk di kereta bayi dengan anteng sambil mengemut jari telunjuk nya.
" Jagoan mama laper ya . ?? ayo sini mama suapin . . ?! "
Dengan telaten Najwa menyuapi Brian hingga satu mangkok bubur habis . Setelah mencuci mangkok bekas makan Brian. Najwa menghampiri meja makan karena Yuni dan Andi sudah selesai. Niat hati akan sarapan , tapi mata Najwa terbelalak saat melihat semua piring di meja KOSONG. Najwa celingukkan melihat sekelilingnya.
" Gak mungkin kan semua sarapan tadi di habisin oleh kak Yuni sama mas Andi ? Secara aku tadi masak nya cukup banyak. . ?! " gumam Najwa. Namun pandangan Najwa tertuju pada tong sampah yang tak sengaja tersenggol oleh kaki nya di dekat kursi Yuni duduk tadi . Najwa kembali terbelalak saat melihat makanan yang masih layak dimakan , tertimbun di dalam tong sampah. Najwa mengurut dada pelan melihat tingkah ipar nya .
" Ya Allah , ini makanan masih bagus semua, kenapa malah di buang ???! " keluh Najwa lesu.
" Itu makanan bekas , jadi harus dibuang. . ?! " jawab Yuni enteng berdiri di belakang Najwa tanpa Najwa sadari. Najwa membalik badan nya hingga mereka berhadapan.
__ADS_1
" Tapi itukan masih bagus dan masih layak di makan kak. kenapa harus di buang ?? " kata Najwa kesal .
Plaakk
Sebuah tamparan mendarat di pipi cubby Najwa. Najwa tersentak.
" Jangan suka protes sama apa yang gue lakuin. Suka - suka gue , ini rumah gue. elo cuma numpang disini. . sudah sana cucian udah numpuk. Jangan bermalas - malasan . Ingat ya elo gak bisa bohongi gue karena gue bisa ngawasin elo . .kalau sampai Elo bermalas- malasan. Siap- siap jangkat kaki dari sini . dan jadi gembel di pinggir jalan. . ?! " kata Yuni lalu melenggak pergi. dan tak lama terdengar suara mobil yang menjauh .
Najwa menyeka airmata nya . Perih. . perih di wajah dan perih dihari.
" Ya Allah , kuatkan hati hamba untuk menerima semua ini . aku harus kuat , demi Brian . . ! " doa Najwa dalam hati.
Walau hati nya perih menerima perlakuan buruk ipar dan sikap acuh suami nya. Najwa masih sempat tersenyum saat Brian melempar senyum untuk nya . seolah dia memberi semangat untuk mama nya. Dia bangkit lalu menuju ke dapur . Dia memilih untuk memasak mie instan , karena lebih cepat dan mudah. karena masih banyak pekerjaan yang belum di kerjakan.
Walau tangan nya mengerjakan tugas baru nya, tapi pikiran Najwa terus melayang. Dia sangat ingin mencurahkan isi hati nya pada Abang nya. Tapi dia takut akan menjadi beban pikiran Bima. Maka Najwa memutuskan untuk menanggung beban nya sendiri.
* * * * *
Di ruangan Andi. Tampak Cindy tengah membenahi pakaian nya yang sedikit kusut dengan rambut yang terlihat berantakan. Yah mereka baru saja menghabiskan waktu bersenang - senang nya siang ini. Semakin lama , hubungan mereka semakin melewati batas. Namun Andi justru tak merasa bersalah , malah sangat menikmati nya. Tanpa berpikir bahwa karma pasti akan datang sesuai dengan apa yang telah manusia lakukan.
Terhitung sudah hampir 2 bulan semenjak kepulangan Najwa dan Brian dari rumah sakit. Perasaan Andi terhadap istri dan anak nya benar - benar musnah. Andi menutup mata rapat - rapat saat Yuni memarahi dan memukul Najwa di depan Andi. Bahkan saat Yuni mendorong Brian yang baru akan menginjak umur 1 tahun , jatuh tertelungkup ke lantai hingga bibir nya terluka dan berdarah , Andi hanya cuek dan diam . Membuat Najwa semakin sakit hati. Tapi hanya dia tahan , dan terus berharap semoga Andi menyadari kesalahan nya dan kembali bersikap hangat seperti dulu lagi.
" Sayang , kemarin aku dapat notifikasi dari black card yang aku kasih ke kamu sebanyak 50 juta. emang kamu pakai buat beli apa sih ?? " kata Andi
" Sangat cantik. . ?! " kata Andi puas.
" Nah jadi kamu gak usah nanya apa yang aku beli dengan black card yang kamu kasih . Aku shopping dan perawatan untuk mempercantik diri aku , biar kamu gak bosan dan makin cinta sama aku ?!! " rayu Cindy.
Andi tersenyum puas mendengar ucapan Cindy. Dia menarik pinggang Cindy hingga dia terjatuh ke pangkuan Andi.
" Kamu selalu mengerti apa yang aku mau. . Dengan masalah yang menerpa perusahaan , di tambah dengan keadaan istri ku yang berantakan. Membuat aku semakin tertekan. Untung ada kamu , kalau gak mungkin aku sekarang sudah strees. . . ?! " puji Andi . Cindy tersenyum puas dengan kalimat pujian Andi.
" yah , semakin kau ku buat bodoh , semakin gampang aku mengendalikan mu . . ?! " batin Cindy.
* * * * *
Bima tampak termenung setelah melihat rekaman cctv rumah Andi yang dikirim oleh anak buah nya . Wajah nya tampak frustasi. Dia mengusap wajah nya kasar seraya menghembuskan nafas kasar.
" Najwa , entah Abang harus bangga atau sedih dengan hati mu yang begitu tegar menerima perlakuan buruk dari mereka. Jika saja saat ini kau datang dan meminta Abang untuk membantu mu balas dendam pada mereka. . Abang pasti akan melakukan nya dengan senang hati. . ?! "
Tiba - tiba tangan Bima terkepal kuat menahan emosi. .
__ADS_1
* * * *
Semakin hari , perlakuan Yuni dan Andi semakin parah. Semenjak kematian Bu Imas dan pak Kadir. Hidup Najwa benar - benar tertekan. Bukan hanya di suruh untuk menggantikan tugas pembantu tanpa upah. Yuni bahkan tidak berniat untuk memberinya makan. Kini Yuni tak lagi memberlakukan sistem belanja bulanan. untuk sarapan, dia akan menyuruh Najwa untuk membeli sarapan di luar hanya untuk mereka berdua tanpa menyisihkan jatah sarapan Najwa. Untuk makan siang Yuni akan makan diluar. Dan untuk makan malam, dia meminta Andi membeli makanan saat dia pulang kerja. Najwa hanya menelan ludah nya saat melihat sarapan di meja . Setelah Andi dan Yuni datang . Najwa akan duduk di kursi belakang tempat biasa pembantu makan sambil menyuapi Brian. Setelah selesai Yuni akan memanggil Najwa untuk membereskan meja makan. Sungguh keji. bahkan pembantu saja di gaji dan di kasih makan. Dan lebih parah nya lagi. Andi pun sekarang tidak melakukan kewajiban nya memberi nafkah pada istri dan anak nya. Semenjak tragedi kecelakaan Bu Imas dan pak Kadir. Andi tidak pernah lagi memberi uang nafkah pada Najwa. pernah Andi menanyakan yang nafkah nya , namun bukan uang yang dia dapat . Tapi cambukan ikat pinggang menghiasi punggung Najwa. sungguh tragis.
mungkin karena selalu menggerakkan tubuh nya setiap hari ,dan tertekan batin di tambah porsi makan yang kurang . Tubuh Najwa sedikit menyusut. Tapi untung nya kondisi Najwa yang demikian, tidak berpengaruh pada Brian . Karena Brian sudah menerima makanan pendamping ASI . Brian tumbuh dengan sehat. .
Untung nya Najwa masih mempunyai sedikit simpanan , setelah Andi pergi bekerja dan Yuni kembali ke kamar nya . Diam - diam Najwa keluar bersama Brian dan membeli sarapan di luar. Setelah sarapan barulah dia ke minimarket terdekat untuk membeli keperluan Brian. Setelah itu baru dia pulang.
" ya Allah , semoga suami bisa kembali seperti dulu lagi . . ?! doa Najwa dalam hati.
Namun seperti nya doa Najwa tak sesuai dengan harapannya. Malam itu saat Najwa akan mengambil baju nya yang masih tertinggal di kamar Andi. Tanpa sengaja Najwa mendengar Andi tengah menerima telpon. awal nya , Najwa tak merasa curiga, namun saat mendengar Andi memangil penelpon dengan panggilan " sayang " ,membuat lutut Najwa seketika lemas .
Setelah panggilan terputus , Andi tampak terkejut saat membalik badan , melihat Najwa telah berdiri di belakang nya dengan wajah yang memerah.
" Siapa yang kamu panggil sayang tadi mas ?? "
" Bukan urusan mu . ." jawab Andi dingin.
" Jelas ini menjadi urusan ku mas. aku ini masih istri sah mu. .jawab jujur mas. siapa yang kamu panggil sayang tadi ?? jawab aku mas . ??! " jerit Najwa putus asa.
plaakk
Tamparan Andi mendarat di pipi Najwa .
" Berani - berani nya kamu meninggikan suara mu di depan ku , haa ?? kamu pikir kamu siapa di rumah ini . . ?! " bentak Andi menunjuk wajah Najwa.
" Mas , aku ini istri mu mas . ?! " kata Najwa lemas.
" hehe , istri ?? masih berani kamu mengaku sebagai istri ku ?? istri macam apa kamu ? mengurus diri sendiri aja kamu tidak becus. . keluar . . keluaaarr . . .?! " bentak Andi keras .
Dengan kaki yang lemas , Najwa berusaha melangkahkan kaki nya keluar . Andi menutup pintu dengan kencang membuat Najwa menutup telinga nya.
" ya Allah, cobaan apalagi yang engkau berikan kali ini ?? apakah pernikahan kami akan segera berakhir . .??? " ratap Najwa.
Tiba - tiba Najwa di kejutkan dengan jeritan tangis Brian yang sangat kencang. Dia berlari menuju kamar Brian. mata nya terbelalak saat melihat apa yang terjadi dengan Brian .
" Brian . . .
# BERSAMBUNG
# KIRA - KIRA APA YANG TERJADI DENGAN BRIAN ??? DAN APA YANG AKAN TERJADI DENGAN PERNIKAHAN NAJWA DAN ANDI ?????
__ADS_1
TUNGGU CERITA SELANJUT NYA. . .