
DEG
Leni tersenyum semanis mungkin saat semua orang yang ada di ruang tamu itu menoleh pada nya . Leni terpaku saat melihat Bima yang tampak mempesona .
" gila , nih cowok ganteng banget . . ! " batin Leni menatap Bima lekat .
" Dia siapa ? " kata Laura menatap Najwa yang terlihat datar .
" Dia . . .
" kenalin aku Leni . Mommy kandung Rubby . . ! " kata Leni memotong ucapan Najwa seraya berjalan dengan anggun mendekati mereka . Tatapan nya tak lepas dari Bima , membuat Bima merasa risih dan menjaga jarak nya . Begitu juga dengan Laura , dia menyipitkan mata nya tidak suka pada Leni .
" hooeekk . . . ! " Najwa menutup hidung nya saat Leni mendekati mereka .
" Leni , menjauh lah . Atau jika perlu kamu gak usah datang lagi kesini . Kau selalu membuat Najwa mual dengan parfum menyengat mu itu .! " kata Alan kesal lalu menarik tisu dari tas Najwa dan memberikan nya pada Najwa . Najwa langsung menerima tisu itu dan menutupkan nya ke hidung nya .
" Jadi dia mantan istri mu yang selingkuh dengan asisten mu dulu , Alan . ? " kata Laura yang sudah mendengar cerita masa lalu Alan dari Bima .
" benar , . . . Leni , sebaiknya kamu pulang saja . kami ada acara keluarga hari ini . Dan sebaiknya mulai besok kamu gak perlu datang lagi kesini . Jangan sampai kau di cap wanita tak tahu diri karena selalu datang ke rumah ku yang jelas-jelas kita hanyalah mantan . . ! " kata Alan tegas karena sudah bosan dengan tingkah Leni .
" Kau jangan salah paham , Alan . Aku datang kesini karena aku ingin menemui putri ku . Bukan ingin mengganggu kamu . .! " kata Leni arogan .
" untuk masalah Rubby . Kami sudah mengaturnya , kau bisa mengajak Rubby tinggal bersama mu sesekali . Itu pun jika Rubby mau , . Dan untuk hari ini kau tidak bisa mengganggu kami . pergilah . . ! " kata Alan .
" Baik , aku terima keputusan mu . . .Rubby sayang , besok mommy jemput Rubby ya . .Rubby mau kan . .? " kata Leni
" iya mommy . .! " kata Rubby . Leni memeluk Rubby sebentar dan mengecup pipi nya setelah itu dia pergi setelah sekilas melirik tajam pada Najwa .
" ayo kita berangkat . Nanti kita terjebak macet . .! " kata Bima memecah suasana yang sedikit tegang tadi .
Laura langsung menggandeng tangan Brian dan Rubby menuju mobil . Bima tersenyum melihat Laura yang sepertinya sangat menyukai anak-anak .
" semoga kita cepat mendapatkan momongan , sayang . .! " batin Bima . Bima terkekeh melihat Laura yang menciumi Rubby dengan gemas .
" Najwa , Rubby sama Brian bareng kami aja ya . .! " kata Laura . Najwa menoleh pada Alan yang menggandengnya.
" Boleh . . ! " kata Alan mengerti maksud Najwa yang meminta izin dari Alan melalui lirikan nya . Najwa tersenyum melihat kepekaan suami nya .
__ADS_1
Alan membukakan pintu depan untuk Najwa dan membantu Najwa masuk . Setelah meyakinkan Najwa sudah nyaman , Alan menutup pintu pelan lalu masuk ke bangku sopir . Bima tersenyum melihat perhatian Alan pada Najwa yang memperhatikan interaksi Najwa dan Alan dari dalam mobil .
" semoga Alan menjadi pasangan yang tepat untuk mu , adik ku . .! " batin Bima .
Setelah semua siap , satu persatu mobil Bima dan Alan meluncur meninggalkan rumah mewah keluarga Smith .Tanpa mereka sadari , ternyata Leni tidak benar-benar pergi . Leni memperhatikan kepergian mereka dari dalam mobil yang dia parkir tak jauh dari kediaman Smith . Perlahan Leni melajukan mobil nya mengikuti mobil Bima dan Alan dengan jarak yang aman .
____________________
Mobil Alan dan Bima kini masuk ke halaman rumah makan lesehan milik Najwa . Najwa terkekeh melihat Brian dan Rubby yang turun tergesa-gesa dari mobil Bima . Tampak Brian dan Rubby berteriak memanggil sang kakek yang tengah bersantai di saung yang lebih besar dari saung lain nya . Bima dan Laura menyusul kedua bocil itu .
" Ayo turun , , , pelan-pelan . .! " Alan menuntun Najwa yang sedikit kesusahan turun dari mobil .
" makin hari , ruang gerak aku makin sempit dan lambat . Maaf ya sayang , jadi ngerepotin kamu . .! " kata Najwa .
" kamu ngomong apa sih . ? Siapa yang bilang kamu ngerepotin aku .? Wajar Donk kalau kamu semakin susah bergerak . Lihat , celengan kita semakin membesar . . Dan sebentar lagi , kita akan bongkar celengan . . " kata Alan seraya mengusap perut Najwa yang semakin besar .
pluk
" Enak aja di bilang celengan . . ! " kata Najwa menepuk lengan Alan .
" lah aku benarkan . Ingat , aku rajin nabung loh sama kamu , tiap malam malahan. Jadi wajar celengan aku makin besar . . " kata Alan
" Najwa pasti bahagia bersama Alan . Kamu tenang aja ..! " kata Laura .
" Semoga kali ini Najwa benar-benar mendapatkan kebahagiaan nya . .! " kata Bima
" Amin . . ! " Bima dan Laura serentak menoleh ke sumber suara di belakang mereka yang ternyata Rita dan Yongki . Mereka tersenyum melihat Alan yang dengan sabar menuntun Najwa yang berjalan pelan .
" Assalamualaikum , ayah , ibu . .! " kata Najwa dan Alan mencium punggung tangan Yongki dan Rita bergantian .
" Waalaikumsalam. Gimana kabar kalian . .? " kata Yongki memeluk anak menantunya bergantian .
" Alhamdulillah sehat . Ayah sama ibu sehat . ? " kata Najwa .
" seperti yang kalian lihat . .! " kata Yongki .
" Ayo duduk dulu . Kamu pasti lelah kan . .! " kata Rita menarik pelan Najwa .
__ADS_1
" Saung ini sepertinya baru di bangun , yah . ? " kata Najwa memperhatikan saung yang lebih besar dari saung lain nya .
" Ayah membuat saung ini khusus untuk keluarga kita jika kita sedang berkumpul . Ayah sengaja membangun nya sedikit jauh dari saung yang lain agar kita lebih nyaman mengobrol dan bersantai . . ! " kata Yongki .
" kakek , itu kolam kita juga ? " kata Brian menunjuk kolam kecil yang berada di samping saung .
" benar . Kakek tahu kalau cucu-cucu kakek ini paling suka main air . Maka nya kakek bikin kolam biar kalian puas main air nya . .! " kata Yongki .
" Asyik . Makasih kakek . !! " seru duo bocil memeluk Yongki . * *
Mereka asyik mengobrol tanpa menyadari jika ada sepasang mata yang memperhatikan mereka dari jauh . Yah , Leni mengikuti mereka sampai ke tempat tujuan . Dia sengaja memarkirkan mobil nya di luar dan memilih salah satu saung yang sedikit jauh dari tempat Najwa dan keluarga berkumpul .
" Sepertinya mereka keluarga Najwa . .ck, ah , itu gak penting . Yang penting gimana cara nya biar aku bisa deketin cowok itu . ! " gumam Leni menatap Bima yang tampak tertawa bersama keluarga nya , membuat Leni semakin terpesona . * *
Mereka masih asyik mengobrol di selingi dengan tawa . Diam-diam Alan memperhatikan Najwa yang seperti nya bergerak tak nyaman dan selalu menghela nafas panjang . Alan lalu bangkit dari duduk nya dan melangkah menuju mobil , tak lama dia kembali dengan membawa maternity pillow ukuran jumbo . Najwa tampak sumringah melihat Alan yang lagi-lagi sangat peka dengan keadaan nya . Alan menyusun maternity pillow ke salah satu sudut saung dan setelah itu dia menuntun Najwa untuk berbaring .
" Makasih sayang . .! " kata Najwa dengan gerakan pelan mendaratkan kecupan di pipi Alan . Tak ada yang menyadari gerakan itu kecuali Alan dan Najwa karena pergerakan nya sangat tipis .
" Awas kamu ya . Jangan berlari menghindar setelah kita pulang nanti . . ! " goda Alan .
" hmm , , siapa takut . . ! " balas Najwa . Mereka terkekeh dengan celotehan mereka sendiri . Yongki dan Rita saling melirik dan tersenyum senang melihat kesiagaan dan kepekaan Alan pada Najwa .
" tuh lihat. Alan sangat peka dengan keadaan Najwa . kamu harus banyak belajar dari Alan untuk persiapan nanti . ! " kata Rita . Bima melirik Laura yang seketika merona . Rita terkekeh melihat menantu perempuan nya terlihat malu-malu .
Tapi di balik kebahagiaan keluarga harmonis itu , ada sebuah kecemburuan yang mencuat dari seseorang . Leni mengepalkan tangan nya dan menggebrak meja tanpa sadar .
" Hey mbak . Kalau mau makan , makan aja . Gak usah gebrak meja segala . Kalau gak suka sama makanan nya komplain sama manager nya . Jangan bikin keributan disini donk . Ganggu suasana aja . ! " kata seorang pengunjung merasa kesal dengan perbuatan Leni . Dengan kasar ke i meraih tas nya dan turun dari saung .Tapi
Seet
BRAAKH
" aaawh , **** . . ! " kata Leni yang terpeleset saat turun dari saung .
" ffuuprt . . ! " pengunjung yang melihat kejadian itu menahan tawa mereka . Wajah Leni memerah menahan malu . Leni buru-buru bangkit dan pergi dari sana dengan di sertai tawa pengunjung yang pecah .
" Sialan . . Kenapa mesti pake acara jatuh segala sih . bikin malu aja . .aaarrgh . . ! " Leni masuk ke mobil nya dan membanting pintu mobil lalu pergi .
__ADS_1
BERSAMBUNG