JANGAN REMEHKAN WANITA GENDUT

JANGAN REMEHKAN WANITA GENDUT
BAB 26


__ADS_3

Tiba-tiba terdengar pintu di ketuk lalu di buka dari luar. mereka yang ada di ruang VIP , melotot kaget saat melihat siapa yang masuk.


" Najwa , . .?! lirih Andi dengan sedikit perasaan kaget bercampur senang.


" Ngapain elo kesini ?? " sentak Yuni


" Brian ingin bertemu dengan papah nya . . ?! " jawab Najwa singkat


" Hee , alasan. .Bilang aja elo yang mau ketemu Andi kan. Ngaku elo jangan mengkambinghitamkan anak sialan elo itu. ! " cercah Cindy


" Eh , pelakor. jaga ucapan elo , elo gak takut kalau karma datang di saat elo melahirkan anak elo nanti . .?! " kata Najwa jengah


" pa.pah . .?! " perdebatan mereka terhenti saat mendengar suara Brian.


" Andi , kamu jangan terpengaruh sama anak itu. Dia lah penyebab kematian mamah sama papah. . ?! " kata Yuni .


Bima yang berada di belakang Najwa , melangkah hendak maju melawan Yuni . Tapi Najwa menghentikan langkah Bima dan menganggukkan kepala nya sebagai tanda bahwa dia bisa mengatasinya. Bima pun kembali diam.


" Anak ku bukan pembunuh ,Yuni . Kematian mamah sama papah kalian karena memang sudah ajal nya. Hanya saja kejadian nya yang tak terduga. .?! " kata Najwa geram.


" Tetap saja anak elo sebagai penyebab nya. Kalau bukan karena membawa anak elo. Mamah dan papah gak pergi secepat ini. .?! " teriak Yuni.


" Terserah elo mau ngomong apa . Tapi yang jelas anak ku bukan pembunuh. .?! " tegas Najwa dengan sorot mata tajam.


" Darimana elo tahu kalau Andi di rawat di rumah sakit ini . ?? jangan-jangan elo mata-matain rumah keluarga Baskara . .?? " kata Cindy dengan tatapan penuh selidik.


Tanpa menjawab pertanyaan Cindy , Najwa menghampiri Andi yang tengah berbaring di ranjang. Andi menatap Najwa Dan Brian yang tampak berbeda seperti yang dia lihat. Mereka terlihat lebih terawat .


" Aku hanya meminta waktu kamu sebentar. Mau bagaimana pun , Brian tetap anak kamu , dia menangis tanpa sebab saat terbangun dari tidur sampai badan nya panas. Aku mempunyai firasat kalau terjadi sesuatu sama kamu karena kamu ayah biologis nya , karena ikatan antara anak dan orang tua , itu sangat kuat. .Jadi aku berinisiatif untuk membawa Brian bertemu sama kamu. Tapi saat kami datang ke rumah kalian, Bu Sumi memberitahukan kalau kamu masuk rumah sakit. Jadi dugaan ku semakin kuat. maka nya kami datang kemari. Bukan apa-apa , tapi aku hanya ingin mempertemukan Brian dengan kamu , tidak ada alasan lain. . .?! " kata Najwa melangkahkan kaki nya menghampiri Andi . Tapi . . .


" Berhenti. Jangan mendekat . . Jauhkan anak sialan itu dari sini. Pergi . .Jangan sampai kesialan anak itu menempel pada calon anak ku. ?! " kata Andi dengan menarik Cindy ke samping nya untuk menjauhkan Cindy dari Brian.


Langkah Najwa terhenti . Mata nya menatap Andi tajam saat mendengar ucapan ayah kandung dari anak nya itu.


" Apa kau bilang ?? anak sialan ? kau bilang Brian anak sialan ? Andi , haruskah aku mengingatkan mu kalau Brian adalah anak kandung mu ?? " teriak Najwa kesal dengan mata yang berkaca-kaca. Cindy yang berada di samping Andi , tersenyum sinis melihat Najwa .


" ya , dia anak sialan . karena dia orang tua ku meninggal . dan karena dia juga , tubuh indah mu yang menjadi kebanggaan ku dulu berubah menjadi tubuh yang penuh lemak yang menjijikkan . Kau menjadi gemuk seperti ini akibat mengandung dia. Bahkan kau lalai merawat tubuh mu untuk menyenangkan ku karena merawat anak ini. Kalau aku tahu akan menjadi seperti ini . Lebih baik aku tak mengizinkan kamu untuk hamil saat itu. Aku menyesal , aku menyesal harus memiliki anak sialan ini sebagai anak ku . Dan sampai kapan pun , aku tidak akan menerima anak ini. DIA BUKAN ANAK KU .?! "


jeddaarr


Najwa merasa tersambar petir mendengar ucapan Andi . Seakan mengerti ucapan Andi. Brian menangis dalam pelukan Najwa. Brian menyembunyikan wajah nya di leher Najwa .


" Apa kau sadar dengan apa yang kau ucapkan , Andi ?? " kata Najwa dingin.


" Aku sadar sepenuh nya dengan apa yang ku ucapkan. Dia bukan anak ku. .?! " Andi mengulang ucapannya membuat hati Najwa semakin sakit.


" Baik lah. Mulai sekarang , Brian adalah anak ku seorang. Jangan sampai kau menyesali ucapan mu ini setelah karma datang menghampiri mu . Andi . Suatu hari nanti jangan sekali-kali kau datang dan meminta Brian dari ku. .?! " kata Najwa tajam. Tangan nya mengelus punggung Brian yang masih menangis.


" Hee aku tak akan menyesal. Anak yang di kandung oleh Cindy akan membawa keberuntungan dalam keluarga Baskara . .?! " kata Andi tanpa merasa bersalah.


" Aku memohon pada Tuhan . Dengan izin Nya semoga kalian yang telah menyakiti ku akan merasakan rasa sakit yang aku rasakan . Ingat karma pasti berlaku. Apa yang kalian tanam , itu lah yang kalian tuai. . ?! " sumpah Najwa dengan linangan airmata kepedihan . Najwa melangkah dengan langkah lebar meninggalkan ruangan itu di ikuti Bima dengan wajah memerah menahan amarah nya .


Andi tertegun. Dia merasakan ada sesuatu yang hilang saat melihat kepergian Najwa dan Brian. Dia menghela nafas panjang untuk meredakan nafas nya yang terasa berat.


" ada apa dengan ku ? kenapa hati ku terasa hampa setelah kepergian Najwa dan Brian ?? " batin Andi.


" Andi , kamu baik-baik aja ?? " kata Yuni .


" Aku baik-baik aja kak . Kak ucapan ku tadi gak salah kan ? kata Andi cengo . Yuni tersenyum dan menggeleng.


" Ucapan mu tidak ada yang salah. Anak itu memang pembawa sial . .Sudah kamu gak usah mikirin mereka. Sekarang kamu istirahat ,ya . Biar cepat sembuh. .?! " kata Yuni . Andi menuruti ucapan kakak nya.


" yes , satu rintangan sudah di musnahkan. Sekarang tinggal satu benalu lagi. Yuni , bersiap lah , sebentar lagi giliran kamu di depak dari rumah . Dan aku akan menjadi nyonya di rumah . .hahahaha .?! " batin Cindy .


* * *

__ADS_1


Di mobil . Najwa masih menenangkan Brian yang menangis sesegukan.


" Sayang , jagoan mamah . Jangan nangis lagi ya sayang. .Brian gak sendiri kok. ada mamah yang akan jagain Brian sampai mamah menutup mata selamanya. .?! " bujuk Najwa dengan memeluk dan mengusap punggung Brian dengan penuh kasih sayang.


Mungkin Brian bisa merasakan kehadiran nya yang tak di terima oleh papah nya , hingga di menangis sampai tersedu-sedu .


" Najwa . Mulai sekarang . jangan halangi Abang untuk mengambil tindakan terhadap bajingan itu. .?! " geram Bima.


" Abang bebas melakukan apa pun setelah kami resmi bercerai. Tapi Abang jangan membunuh mereka. .?! " kata Najwa penuh tekanan.


" Kenapa ? kenapa Abang gak boleh membunuh mereka Najwa . .?! " kata Bima emosi. Najwa menoleh ke arah Bima yang duduk di belakang setir.


" Karena aku gak mau Abang jadi pembunuh ,.?! " jawab Najwa .


Bima menatap dalam manik mata coklat adik nya. Dia menghela nafas kasar.


" Baik lah . Abang akan turuti ucapan mu. .?! " kata Bima mengelus punggung Brian yang ternyata sudah tertidur.


" Kita pulang . .Brian sudah tidur. .?! " kata Najwa menatap wajah lelah anak nya yang berada di pangkuannya. dia mengusap rambut Brian yang basah oleh keringat akibat menangis tadi dengan tisu basah.


Bima menyetir dengan kecepatan normal. Sesekali dia melirik Najwa yang tengah bersandar sambil memeluk Brian.


" Tuhan , kuatkan adik ku untuk menghadapi semua ini. .?! "


Sesampai nya di mansion. Najwa langsung membawa Brian ke kamar dan membaringkan nya. Dia pun ikut berbaring di samping Brian. Dia menatap Brian dengan linangan air mata .


" Entah dosa apa yang ku buat sampai anak ku tak di akui oleh ayah nya. Tuhan, kuatkan aku. Permudahkan lah semua urusan ku . Biarkan kami merasakan sedikit ketenangan dalam menjalani hidup. .?! " .


perlahan Najwa merasakan mata nya semakin berat . Hingga akhir nya dia pun ikut terlelap di samping Brian.


Bu Rita yang dari tadi mengintip dari balik pintu. langsung membuka pintu dan menghampiri Najwa dan Brian yang tertidur. Dia duduk dengan perlahan disamping Najwa.


" Najwa , betapa berat cobaan yang engkau hadapi nak. Ibu yakin . kamu anak yang kuat . kamu wanita tangguh. Kamu jangan khawatir ya . kami akan tetap bersama kamu. . tetap lah tersenyum . .?! " kata bu Rita mengusap rambut panjang Najwa dengan terisak. Karen takut Najwa dan Brian terganggu . Bu Rita buru-buru menyusut airmata nya lalu keluar dan menutup pintu dengan pelan.


Tak terasa 2 Minggu berlalu. hari ini adalah persidangan terakhir. Najwa di dampingi keluarga nya sudah hadir di ruang sidang. Tapi setelah menunggu beberapa waktu , pihak tergugat tidak juga hadir. Akhir nya dengan ketidak hadiran Andi sebagai pihak tergugat. gugatan perceraian yang di ajukan Najwa beberapa bulan akhir nya membuahkan hasil. Hakim mengetuk palu tiga kali setelah Andi dan Najwa di nyatakan resmi bercerai. Najwa bersujud syukur . namun Najwa juga terkejut saat mendengar bahwa dia mendapatkan satu buah unit rumah dan sejumlah uang sebagai kompensasi untuk dia dan Brian . Najwa melirik Bima . Bima mengangguk dan tersenyum. Raka memberitahukan pada Najwa untuk menunggu beberapa hari untuk mengurus dokumen penting terkait perceraian nya.


" Terima kasih pak Raka. Berkat usaha dan kerja keras pak Raka , akhir nya semua berjalan lancar. ?! "


" Bu Najwa tidak usah berterima kasih. Sudah kewajiban saya sebagai pengacara untuk memperjuangkan yang terbaik untuk klien kami. ?! "


" Kalau begitu . kami pamit dulu. .?! "


" silahkan Bu Najwa . ."


Najwa melangkahkan kaki nya menemui keluarga nya . suasana haru menyelimuti keluarga Najwa. Sedangkan Najwa , kini tengah melepas tangis haru nya di dalam pelukan Abang nya. Bima hanya diam sambil menepuk punggung Najwa yang terguncang . Bima tersenyum puas melirik Raka setelah mendengar keputusan hakim .


" Abang minta , ini untuk yang terakhir nya Abang melihat kamu menangis . .?! "


Najwa mengangguk tanpa bisa bersuara. Bima tersenyum dan mengacak rambut Najwa .


" Abang , kan jadi berantakan . .?! " rengek Najwa merapikan rambut nya. Bima tertawa pelan.


" mamah . .


Najwa menoleh ke arah suar imut yang menjadi penyemangat nya. Najwa tersenyum dan mengambil alih Brian dari gendongan Bu Rita.


" Jagoan mamah . .?! " kata Najwa mencium gemas pipi Brian yang semakin gembul.


" Baik lah . Karena urusan kita telah selesai . Bagaimana kalau kita makan siang bersama ??! " usul Bu Rita.


" Boleh . ayah juga sudah lapar . Ayo pak Raka sekalian bareng kita. ?! " kata mang oyong.


" Wah , apa gak apa-apa nih pak ?! " kata Raka berbasa basi.


" gak apa-apa Donk. malahan semakin ramai semakin asyik. ayo kita cari tempat makan lesehan saja , biar makin santai. .?! " kata Bu Rita.

__ADS_1


Mereka lalu masuk ke mobil. Sedangkan Raka mengendarai mobil nya sendiri. Tak berapa lama, mobil Bima berhenti di depan rumah makan lesehan seperti yang di sebutkan Bu Rita tadi ikuti Raka. Mereka masuk dan kebetulan pengunjung nya tidak terlalu ramai. mereka duduk satu meja. seorang waiters datang. mereka memesan menu komplit .


" Najwa , gimana perasaan kamu ? tanya mang oyong.


" Perasaan Najwa sekarang sangat ringan ayah. lega banget. Sekarang Najwa dan Brian bisa menjalani hidup dengan tenang. ?! " kata Najwa dengan senyum manis nya yang sempat hilang .


Raka terpaku saat melihat Najwa tersenyum manis. Baru kali ini dia melihat senyuman Najwa yang tulus tanpa beban.


" eheem . . ." Bima yang duduk di sampingnya berdehem saat melihat teman nya menatap Najwa tak berkedip.


Raka dengan malu menundukkan kepala nya. untung nya pesanan mereka datang sehingga suasana canggung tak dirasakan oleh mereka.


" Sini , Brian biar sama ibu aja. .?! " kata Bu Rita memangku Brian.


Mereka makan dengan lahap , karena memang sudah masuk jam makan siang.


Sementara itu di kediaman keluarga Baskara , Andi tampak panik saat melihat Cindy meringis menahan sakit di perut nya. Andi sedikit emosi saat Cindy menolak untuk di bawa ke rumah sakit.


" Kita ke rumah sakit sekarang. aku gak mau terjadi sesuatu sama anak aku . .?! " kata Andi panik.


" kita gak perlu ke rumah sakit , sayang .aku gak apa-apa kok. .?! " kata Cindy.


" Kamu bilang perut kamu sakit , tapi di bawa ke rumah sakit kamu bilang baik-baik aja. Sebenar nya kamu kenapa sih , aku sekarang buru-buru , bisa-bisa aku telat Dateng ke sidang. . ?!! " kata Andi mulai kesal.


" perut ku memang sakit , sayang. Tapi gak perlu ke rumah sakit. Gini aja kamu buatin aku susu aja ya . siapa tahu sakit nya hilang . ?! " kata Cindy .


Andi bangkit dengan kasar lalu melangkah ke dapur. Melihat Andi sudah keluar , Yuni menghampiri Cindy .


" Kamu harus cari alasan lain agar Andi tidak sempat datang ke sidang itu. Dengan ketidak hadiran Andi , perceraian mereka akan di kabulkan oleh hakim. .?! " kata Yuni.


" Iya , aku akan berusaha . .?! " kata Cindy.


Yah , Cindy sebenar nya hanya pura-pura sakit . Itu rencana Cindy dan yuni untuk menghalangi Andi datang ke persidangan. Tak lama pintu terbuka , Andi masuk dengan membawa segelas susu khusus ibu hamil.


" nih susu nya. ayo di minum . .! " kata Andi .


Cindy menerima susu itu dan meminum nya. Tapi beberapa saat setelah meminum susu nya , Cindy memegang kepala nya seraya meringis.


" Aduh ,kepala ku . .?! " kata Cindy .


" Kamu kenapa lagi cin ? " kata Andi.


" Kepala ku tiba-tiba sakit. .?! " kata Cindy semakin meringis. Andi lalu memijit kepala Cindy.


Tak berapa lama Cindy tertidur. Andi buru-buru masuk ke mobil lalu melajukan mobil dengan kecepatan rata-rata. Saat tiba di kantor pengadilan , dia langsung menanyakan jam sidang nya pada resepsionis .


" Maaf pak , persidangan yang bapak sebutkan tadi sudah selesai. .?! " kata resepsionis.


Andi terduduk lesu . Dengan langkah gontai dia menuju mobil nya.


" Apa aku dan Najwa sekarang sudah resmi bercerai ?? Kenapa aku merasakan sakit ?? bukan kah seharusnya aku merasa senang bukan ?? "


Andi mengemudi sambil melamun. Tiba-tiba di perempatan . . .


" aaakkhh


*chhiitt


braaakh* . .


# ***BERSAMBUNG


HY READERS , JUMPA LAGI SAMA AUTHOR. GIMANA KABAR KALIAN ? SEMOGA KALIAN BAIK-BAIK AJA DAN KEBAHAGIAN SELALU MENYERTAI KALIAN .


MAKASIH BUAT YANG UDAH LIKE. JANGAN LUPA VOTE NYA YA. .BIAR AUTHOR MAKIN SEMANGAT . .BUE***

__ADS_1


__ADS_2