
tok tok tok
Ketukan di pintu membuat obrolan mereka terhenti .
" Assalamualaikum . . ! " terdengar salam dari luar.
" Waalaikumsalam . .sebentar. . . ! " teriak Rita . Rita langsung bangkit membukakan pintu.
" Masih sakit. . ? " kata Alan .
" Masih lah , semua badan ku juga mulai terasa sakit . . kepala kamu masih sakit . . ? " kata Najwa
" tidak terlalu sakit , . ! " kata Alan .
Perhatian mereka teralihkan saat mendengar suara derap langkah yang mendekat , dan kemudian munculah Rita bersama dua orang wanita berbeda generasi mengikutinya dari belakang .
" waah , lagi pada ngumpul ternyata. . ! " sapa wanita paruh baya .
" uwak Rima udah nyampe , ayo duduk. . ! " kata Najwa terlihat biasa-biasa saja . Vera yang berdiri di samping ibunya melirik Alan yang duduk di samping Najwa .
uwak Rima duduk di sofa tunggal di sebelah Rita , dengan cepat Vera berjalan menuju sofa yang di duduki Najwa dan Alan yang kebetulan hanya sofa itu yang masih menyisakan ruang kosong di samping Alan . Dengan senyum manis yang dia lemparkan pada Alan , dia langsung duduk di samping Alan . Tiba-tiba Alan bangkit membuat Vera tampak kecewa .
" aku lupa kalau masih ada barang yang tertinggal di mobil , aku ambil dulu . . ! " kata Alan keluar .
" ah iya aku sampai lupa . , ! " timpal Bima menyusul Alan yang sudah keluar .
" itu tadi siapa . . ? " tanya Vera entah pada siapa .
" Dia Alan . .suami Najwa . . ! " jawab Rita .
" Gimana kabar kalian . . ? " kata Rima
" alhamdulilah , semua nya baik-baik saja . oh iya kok cuma kalian berdua , ayah Vera kok gak ikut . ?? " kata Yongki .
" Sebenarnya ayah Vera sudah meninggal setahun yang lalu , Ki . . ! " jawab Rima
" innalilahi wainailaihi rojiun. . Kenapa kalian gak ngasih kabar kesini , .? " kata Yongki .
" Sakingkan repot nya aku lupa ngasih kabar sama kalian . . Ayah Vera meninggal gara-gara penyakit tumor usus , dia pergi ninggalin hutang yang besar . Kalau bukan karena hutang , mungkin kami sudah balik lagi kesini sejak dulu . Dan kebetulan hutang nya baru lunas maka nya kami bisa kembali kesini . . ! " kata Rima .
" yang sabar ya . . ! " kata Yongki .
" tapi ngomong-ngomong , kok Najwa babak belur begini ? jangan-jangan kamu di pukul warga gara-gara mepet suami orang ya . . ? " celetuk Vera .
" Vera , , kamu ngomong apaan sih . . ?? " tegur Rima saat melihat Najwa menatap Vera dengan tajam .
" aku kan cuma bertanya . . ! " kata Vera tanpa merasa bersalah .
" itu nama nya bukan bertanya tapi menuduh . . ! " kata Najwa terlihat tidak suka .
" lalu kenapa kalian semua terluka di wajah kayak gini ? kayak habis berantem aja . . ! " kata Rima .
" kami hampir di begal di tengah jalan tadi . .! " jawab Laura
" sayang , ini di bawa kemana . . ? " kata Alan yang baru masuk dengan menyeret koper besar . sedangkan Bima membawa tas ransel milik Laura dan beberapa kresek yang berisi camilan di mobil tadi . wajah Najwa terlihat bersemu saat mendengar panggilan Alan .
" langsung di bawa ke kamar aja . . ! " kata Najwa bangkit dan menunjukkan kamar lama nya yang bersebelahan dengan ruang tamu itu .
" Bima , bawa tas Laura ke kamar belakang , ya . ! " kata Rita .
" Kamar belakang ? " kata Bima ragu
" dulu memang masih jadi gudang penyimpanan . Tapi sekarang udah bersih kok . kemarin ayah sama ibu yang bersihkan . Sana lihat kalau gak percaya . . ! " kata Rita mengerti ekspresi Bima .
" Ya udah ayo . . ! " kata Laura .
Bima dan Laura langsung menuju kamar yang di maksud Rita . Vera terus menatap pintu kamar Najwa . Rita menatap curiga pada Vera .
__ADS_1
" Kalian pasti lelah . Sebaiknya kalian akan dulu . ! " kata Yongki .
" Iya nih . mana capek mana lapar . Ayo Ver , kita makan dulu . . ! " kata Rima bangkit dan langsung menuju dapur di susul Vera .
" mas , kok aku ngerasa janggal sama Vera . Dari tadi dia selalu melirik pintu kamar Najwa . . ! " bisik Rita .
" Yang penting kita harus waspada. . ! " jawab Yongki pelan .
Terdengar suara pintu kamar Najwa terbuka dan keluarlah Alan dan Najwa yang sudah berganti piyama yang terlihat kebesaran .
" Abang sama Laura mana , Bu ? " kata Najwa .
" Bima nganter Laura ke kamar belakang . . ! " kata Rita .
" kamar belakang . ? bukan nya udah di jadiin gudang. . ? " kata Najwa
" udah di bersihin kok . masa iya ibu nyurih calon mantu ibu tidur di gudang . . ! " kata Rita .
" hehe . .ya udah Najwa mau bantu Alan ambil barang ke mobil . . ! " kata Najwa
" memang nya barang bawaan kalian berapa banyak . . ? perlu ayah bantu ? " kata yongki
" ga usah, yah . Cuma tinggal kardus sama paperbag aja kok . . ! " kata Najwa menyusul Alan yang sudah duluan .
Tak berapa lama Najwa masuk dengan menenteng beberapa paperbag dan kresek bermerek salah satu nama minimarket . Sedangkan Alan mengangkat kardus yang berukuran sedang , bertepatan dengan itu Bima dan Laura juga kembali ke ruang tamu di susul uwak Rima . Bima dan Laura duduk di sofa yang bermuatan dua orang , sedangkan Rima duduk di sebelah Rita .
" Al , kardus nya langsung bawa ke dapur aja , ya . Nanti biar aku yang beresin . ! " kata Najwa
" baiklah . . tapi aku tidak tahu dapur nya arah mana . . ! " kata Alan
" ya udah , ayo aku tunjukin . Bu , nitip bentar ya . . ! " kata Najwa menyimpan paperbag di sofa tunggal di sebelah Rita . lalu Najwa berjalan ke arah dapur di ikuti Alan .
" Suami Najwa seperti nya orang kaya . . ! " kata uwak Rima .
" ya iya lah . Dia kan desainer terkenal . Butik nya tersebar dimana-mana , bahkan ada yang di luar negeri . . udah tajir , tampan , sayang banget lagi sama Najwa . . ! " kata Rita memanasi Rita dan ternyata berhasil . Terbukti dari tatapan uwak Rima yang tak suka . Vera datang dari arah dapur dan hendak duduk di sofa tunggal yang terdapat paperbag dan kresek Najwa tadi .
" Kamu duduk di sana aja , di sini ada barang Najwa . . ! " kata Rita . Dengan terpaksa Vera duduk di kursi bulat di dekat Laura . Laura melempar senyum ramah pada Vera , tapi Vera tak menanggapi nya .
" ini untuk ibu , , , ! " kata Najwa menyerahkan tiga paperbag berukuran sedang dan satu paperbag warna silver berukuran kecil yang sudah diikat talinya menjadi satu dengan pita warna merah pada Rita . Rita tampak antusias menerima nya .
" Waah , banyak banget buat ibu , makasih , sayang . . ! " kata Rita mengusap kepala Najwa lembut .
" gak cukup lah cuma ucapan terima kasih . . ! " kata Najwa
" terus gimana ?? " kata Rita .
" cium nya mana . . ??! " kata Najwa manja seraya mendekatkan wajah nya pada Rita , Rita terkekeh lalu mencium kening Najwa dengan pelan dan hati-hati , takut mengenai luka di wajah Najwa .
" udah , , udah ibu cium kan . . ! " kata Rita terkekeh . Najwa tertawa pelan tapi terlihat begitu bahagia . Alan yang menumpukan kedua siku nya di sandaran sofa yang di duduki Najwa tersenyum melihat nya.
" pantas saja dia selalu bersikap lembut dan perhatian . Ternyata keluarga nya memang sangat harmonis . . ! " batin Alan .
Vera yang dari tadi memang selalu menatap Alan dengan tatapan memuja , ikut tersenyum kala melihat Alan tersenyum .
" sumpah demi apapun , laki-laki ini ganteng banget. Kenapa sih Najwa seberuntung ini . Alan lebih cocok bersanding sama aku daripada Najwa . Lihat saja , cowok mana yang bisa berpaling dari pesona seorang Vera . ! " batin Vera .
" Dan ini untuk ayah . . ! " kata Najwa mengangsurkan dua paperbag berukuran cukup besar dan satu paperbag ukuran kecil .
" Ternyata ayah juga kebagian , , haha . . lalu ayah harus apa nih . . ! " kata kelakar Yongki .
" Hehehe , , ,hmm , , apa ya . . aah , ,ayah harus membuat ikan bakar kesukaan Najwa waktu kecil dulu. . ! " kata Najwa manja .
" kalau itu mah gampang . . ! " kata Yongki mengacungkan jempol nya . Mereka tertawa penuh bahagia.
" boleh ibu buka . . ? " kata Rita sengaja ingin menunjukkan pemberian Najwa pada kakak ipar tiri nya .
" buka aja Bu . Semoga ayah sama ibu suka . . ! " kata Alan duduk di tumpuan tangan sofa Najwa dan mengusap rambut Najwa lembut .
__ADS_1
Bu Rita tampak antusias membuka satu persatu paperbag nya , di mulai dari yang berukuran sedang . Saat melihat isi nya mata Bu Rita tampak berbinar , begitu juga dengan Rima .
" waah , , bagus banget gamis nya , eh ada baju lain , , oh ini pasti buat ayah , , iih baju samaan lagi . Lihat yah , kita bisa pake buat kondangan . . duh warna merah kesukaan ibu lagi . serasa kembali muda ibu jadi nya . . ! " mereka tertawa mendengar celotehan Rita . Rita kembali membuka paperbag yang lain nya , high heels yang tidak terlalu tinggi dan tas jinjing ala emak-emak , dan juga satu set perhiasan mewah . Rita tampak sangat senang menerima pemberian Najwa . Rima menatap iri pada barang-barang Rita yang bertumpuk di meja .
" masa cuma Rita aja yang di kasih . Buat uwak mana . . ? " kata Rima
" maaf , untuk uwak gak ada . Soal nya Najwa gak tahu kalau uwak mau pulang . . ! " kata Najwa .
" kalau gak ada sekarang , kan bisa besok . Beli di pasar juga gak apa-apa . . ! " kata Rima penuh harap .
" Tahu nih , Najwa . Kamu sekarang kan udah hidup enak , jangan pelit-pelit lah sama saudara sendiri . . ! " kata Vera sinis .
" maaf , bukan nya tadi Najwa udah bilang kalau dia gak tahu kalau kalian akan pulang . Sebenar nya kalian ini minta atau maksa sih . . ?? " kata Alan dingin .
" Al , udah . . sekarang udah malam , istirahat yuk , besok kan kita mau nyekar . . ! " kata Najwa mengusap lengan Alan . Entah daripada dia memiliki kekuatan untuk menyentuh Alan .
" ya udah , kalian semua pasti capek . sebaiknya kalian beristirahat . . ! " kata Rita memungut barang-barang di atas meja .
" Kamu duluan aja ke kamar ya , aku mau nyimpan sisa camilan di mobil tadi ke kulkas . ! " kata Najwa mengangkat kresek .
" kebetulan aku mau ambil minum . Ayo . . ! "
Najwa dan Alan berjalan menuju dapur . Najwa memasukkan camilan dan minuman botol ke dalam kulkas , sedangkan Alan langsung mengambil minum . Setelah selesai , Najwa mengambik dua gelas berukuran besar lalu mengisi nya hampir penuh , kemudian dia menutup nya dengan penutup gelas .
" ayo . . ! " kata ajak Alan . Mereka kembali ke ruang tamu .
" Loh , ibu mau kemana ? kok bawa bantal ? " kata Najwa saat melihat Rita menenteng bantal .
" kata Abang , Laura masih merasa asing di tempat ini . maka nya ibu mau nemenin dia malam ini . . ! "
" ooh . terus uwak sama Vera tidur dimana .? di rumah ini kan cuma ada tiga kamar , termasuk kamar Laura . ? "
" mereka tidur di ruang tamu . . udah sana istirahat udah malam . . ! "
mereka menyudahi percakapan mereka . Saat mereka melintas di ruang tamu , tampak uwak sedang meletakkan kasur di depan tv .
" Najwa , malam ini aku tidur sama kamu , ya. . ! " kata Vera mengikuti langkah Najwa dan Alan . Najwa menghentikan langkah nya dan membalik badan nya , sedangkan Alan terus berjalan menuju kamar .
" kamu gak salah . . ? " kata Najwa kesal .
" loh memang kenapa ? " kata Vera tampak bodoh .
" aku sudah bersuami . Dan aku tidur sekamar sama suami aku . kalau kamu tidur sama aku , Lalu kamu mau tidur dimana ? di tengah-tengah kami atau di samping suami aku . . ? ngomong kok gak di pikir lagi . . ! " kata Najwa kembali melangkah menuju kamar nya . Setelah pintu tertutup terdengar kunci yang di putar dengan kasar. Vera masih terdiam di tempat nya .
Di dalam kamar , Najwa meletakkan dua gelas berisi air di atas nakas kecil di samping ranjang . Dia menatap sekeliling kamar nya yang terlihat lebih luas . Dulu rumah peninggalan orang tua nya ini masih kecil dan semi permanen . Semenjak Yongki menempatinya , sedikit demi sedikit dia mulai merenovasi rumah Najwa dari hasil sawah yang di tinggalkan Mustapa . Saat Najwa tahu kalau Yongki merenovasi rumah lama nya , dia pun membantu dana pembangunan nya sedikit demi sedikit . Hingga akhirnya saat dia terkenal di dunia model . Dia mentransfer sejumlah uang dan meminta Yongki untuk memperluas rumah itu tanpa mengubah letak ruangan nya . Dan sekarang rumah yang awal nya semi permanen dengan perabot yang sederhana , kini menjadi rumah yang cukup mentereng di kampung itu . Bahkan perabot di rumah Najwa kini terlihat modern . Kamar nya yang dulu hanya muat satu ranjang dan satu lemari pakaian , kini menjadi cukup luas . Dia melirik Alan yang sudah terpejam di ranjang .
" Al , kamu udah tidur . . ? Alan . . ! "
Tak ada respon , melihat Alan yang sudah terlelap . Dia menyalakan lampu tidur , setelah itu mematikan lampu kamar . Dia berbaring pelan di sebelah Alan dengan sedikit ragu . Tapi karena rasa sakit di sekujur tubuh nya , dia berusaha untuk tenang dan memejamkan mata nya . Dan tak lama terdengar dengkuran halus dari Najwa . Tampak mata Alan terbuka perlahan . Dia menatap Najwa yang terlelap .
" Najwa , mulai saat ini . aku akan berusaha menjadi suami yang baik untuk kamu . Kita mulai dari awal lagi , ya . . ! " kata Alan pelan .Dia mengecup kening Najwa pelan . Setelah itu dia memejamkan mata nya dan berusaha menyusul Najwa ke alam mimpi .
B
E
R
S
A
M
B
U
__ADS_1
N
G