
Mobil Bima memasuki halaman mansion yang luas. Brian menatap takjub halaman yang luas itu. mata nya berbinar-binar menatap air mancur yang mengalir dari patung berbentuk ikan lumba-lumba. mobil Bima telah terparkir sempurna. Najwa membuka pintu mobil. Bima membantu Brian turun duluan.
" Waaaaaw . . . . . . ?! " kata Brian menatap rumah keluarga Sanjaya .
" Brian . . . !!!!
Brian menoleh suara yang memanggilnya . Dia melihat orang-orang yang berlari kecil menghampiri mereka.
Najwa . . Brian . . akhir nya kalian datang. kami kangen banget sama kalian. . ?! " kata Bu Rita memeluk Brian. lalu memeluk Najwa dengan mata berkaca-kaca.
" ibu sama ayah sehat kan ?? " kata Najwa
" Alhamdulilah sehat. kalian baik-baik aja kan selama kalian tinggal di sana ?? " kata mang oyong.
" Alhamdulilah baik , yah. . Brian masih ingat sama nenek sama kakek ?? " kata Najwa . Brian menatap mang oyong dan Bu Rita lekat seperti mengingat-ingat orang di depan nya. mereka tertawa melihat wajah Brian yang sepertinya bingung.
" Waktu itu Brian masih bayi . mana mungkin dia ingat . yuk gendong kakek. Kita masuk , ada banyak makanan di dalam . . ?! " kata mang oyong menggendong Brian.
Mereka lalu berjalan masuk. Najwa menatap ruang tamu , semua masih sama seperti dia pergi dulu.
" kak Najwaaaa . . . !!!! " teriak seorang gadis cantik dengan kulit putih mulus dan ramping , berlari menuruni tangga.
" Karina . . ?! "
Kedua nya berpelukan . Terdengar Isak tangis Karina di dalam pelukan kakak sepupu nya. Najwa mengusap punggung Karian seraya menahan airmata nya agar tidak jatuh. Suasana ruang tamu menjadi suasana haru. Bu Rita tak bisa menahan tangis nya. mereka melerai pelukan nya . Tampak wajah Karina memerah basah oleh air matanya.
" maafin Karina ya kak. Di saat kakak terpuruk , Karina Gaal ada di sisi kakak . . ?! " kata Karina penuh penyesalan. Najwa tersenyum , dia menyeka sisa air mata Karina di pipi nya.
" Kamu ngomong apa sih. Kakak baik-baik aja kok. Dan kamu gak usah merasa bersalah. kakak tahu kamu sibuk menuntut ilmu. Selamat ya , sekarang kamu lulus menjadi dokter kecantikan yang sukses. Terbukti dari wajah dan penampilan kamu yang mempesona. . ?! " kata Najwa memencet hidung Karina.
" Aaw aaw sakit kak. ayah . . lihat Kaka Najwa . . ?! " rengek Karian manja. Mereka tertawa melihat sifat kekanak-kanakan Karina yang belum hilang walau sudah dewasa. Karina melirik Brian yang diam di dalam gendongan ayah nya.
" Waaah , keponakan anty imut banget sih . . Sini gendong anty. . ?! "
Karina merentangkan tangan nya pada Brian. Brian menoleh Najwa .
" Sayang , kenalin ini anty Karina. . ayo kenalan dulu . . ?! "
Baru lah Brian merangkak ke dalam gendongan Karina. Karina mencium pipi Brian bertubi-tubi. Mereka duduk di ruang tamu. Sedangkan tas pakaian Najwa di bawa oleh pelayan ke kamar Najwa dulu.
" Oh iya Oma sama opa kemana ?? " kata Najwa .
" Mereka masih ada urusan . Sebentar lagi juga pulang. . ?! " kata Bu Rita.
Karina asyik berfoto ria dengan Brian. Brian bergaya dengan imut nya membuat Karina gemas sendiri.
" Oh iya Kak , kita punya waktu luang satu hari. Jadi besok kita akan melakukan perawatan di klinik kecantikan ku , ya. . ?! " kata Karina bersemangat.
" woow , ternyata kau sudah memiliki klinik kecantikan ?? benar-benar wanita karir. . ?! " puji Najwa .
" Kak Bima yang menyiapkan semua nya . Aku hanya bekerja sama kak Bima . Gak tahu bakal di gaji berapa . . ?!! " dengan wajah menggoda Bima. Bima mengacak rambut Karina.
" Ya sudah . kalau begitu biarkan Najwa dan Brian istirahat. Mereka pasti capek. ?! " kata mang oyong.
" ya udah , kak Najwa istirahat gih. Brian biar sama aku aja ya . .?! " kata Karina memeluk Brian seperti memeluk boneka.
" Gak ngerepotin , Rin ?? " kata Najwa .
" Gak kok . Brian main sama anty aja ya di kamar anty. . ?! " kata Karina menggendong Brian. Najwa dan Karina jalan beriringan menuju kamar nya di lantai 2.
Kini tinggal Bima dan kedua orang tuanya .
" Bima , apa semua nya baik-baik saja ?? " kata Bu Rita yang bisa melihat gelagat aneh dari sorot mata putra nya.
" Istri mantan suami Najwa mencoba mempermalukan Najwa di sebuah restoran. Untung nya Najwa bisa mengatasi nya . Bahkan Najwa menampar wanita itu. Tapi aku belum puas. Aku menyuruh Kelvin membuat kekacauan di perusahaan mantan suami Najwa untuk memberinya pelajaran. . ?!! " kata Bima puas. mang oyong dan Bu Rita saling berpandangan.
" Lakukan apa yang seharus nya di lakukan. Jangan biarkan anggota keluarga Sanjaya di tindas. . ?! " kata Bu Rita ikut geram. Bima mengangguk puas dengan ucapan ibu nya.
__________________
Hari yang di tunggu-tunggu telah tiba. Keluarga Sanjaya tampak sibuk mempersiapkan diri. Oma memanggil MUA untuk mendandani mereka.
Di ruang tamu telah menunggu para pria keluarga Sanjaya . Mereka asyik bercanda dengan Brian yang tampak gagah sekaligus imut dengan stelan jas hitam nya. Bunga mawar terselip di saku jas nya.
" mamah kok lama sih uncle ?? " gerutu Brian.
" Brian , mau camilan ?? " kata Bima .
" Mau uncle . . ?! " kata Brian .
Bima memanggil pelayang . Dan tak lama kemudian pelayan datang membawa camilan untuk Brian.
" Eyang Kakung mau ?? " kata Brian menawari opa.
" mau . Tapi eyang mau di suapin sama Brian . . ?! " kata opa . Brian mendekati opa dan menyuapkan sebuah nastar . opa mengusap rambut Brian dan mencium pipi nya. Brian duduk di dekat opa sambil memeluk toples berisi nastar. Dia memasukan nastar ke mulut nya. Sesekali dia kembali menyuapi opa.
Satu persatu para wanita keluarga Sanjaya turun ke ruang tamu. mereka sudah berkumpul di ruang tamu . Tinggal Najwa yang belum turun. Tak lama terdengar suara ketukan hills menuruni tangga . Tampak seorang wanita dengan tubuh yang sintal menuruni tangga di ikuti seorang MUA di belakang nya. Gaun panjang berwarna silver dengan Glitter yang berkemilauan . Sangat indah mengikuti setiap gerakan langkah nya.
" waaaaaw . . mamah sangat cantik malam ini . . ?! " puji Brian seraya berjalan ke arah Najwa . Najwa tersenyum dan menggapai tangan Brian.
Bu Rita , Oma dan Karina tertegun sejenak melihat penampilan Najwa malam ini . Karina mendekati Najwa dan mengitari Najwa yang tampak bingung dengan sikap adik nya itu.
" Sempurna . Kak Najwa , gimana cara nya kakak membentuk tubuh seperti ini ?? bokong montok dengan pinggang yang ramping . perut rata , Di tambah bagian atas yang nya yang juga montok . . Waw kak Najwa . Aku tertarik dengan bentuk tubuh mu ini . . ?! " kata Karina takhjub.
mereka biasa nya melihat Najwa memakai baju yang longgar . Mereka tidak menyangka jika Najwa memiliki tubuh yang bagus. Bima sedikit terkesiap melihat penampilan Najwa . Dia seketika tersadar dan langsung tersenyum bangga.
" Kau memang pantas menjadi seorang model , Najwa . . ?! " komentar Bima .
" kak , kau menjadi seorang model ?? kenapa kami tidak tahu ? " kata Karina
" hanya model katalog sebuah butik , Karin . . ?! " kata Najwa .
" Sudah-sudah , nanti saja kita bahas nya . Ayo berangkat nanti kita terlambat. . ?! " kata Oma. mereka berangkat dengan pasangan nya masing-masing. Oma berpegangan pada opa . Bu Rita berpegangan pada mang oyong. Karina berpegangan pada Bima sedangkan Najwa berpegangan bersama pangeran kecil nya. mereka menuju mobil yang sudah di siapkan.
" mamah nanti jangan jauh-jauh ya dari Brian . . ?! "
__ADS_1
" kenapa sayang ??
" Nanti mamah di ambil sama laki-laki besar . . ?! "
" Laki-laki besar ??? "
" iya . laki-laki besar Seperti uncle . . . ?! "
Mereka tertawa mendengar ucapan Brian. mereka lalu masuk ke mobil . Mobil itu melaju beriringan .
Mobil keluarga Sanjaya memasuki halaman sebuah gedung yang di gunakan untuk merayakan pesta. Mereka turun satu persatu dan beriringan masuk ke Pintu utama.
" mah , Brian pengen pup . . ?! "
" Bang , aku nganter Brian ke kamar mandi dulu ya. . ?! " kata Najwa
" Mau Abang temani ?? "
" Gak usah . Kalian masuk aja duluan . Yuk sayang . .?! "
Najwa mengajak Brian ke kamar mandi mengikuti arah petunjuk yang di sebutkan seorang pelayan tadi.
Disisi lain , Andi dan Cindy turun dari mobil nya. mereka langsung masuk ke ruangan. Mereka langsung menyapa keluarga Sanjaya . Bima memisahkan diri dari keluarga nya dengan menyapa rekan bisnis nya. Bu Rita dan mang oyong juga ikut memisahkan diri . Karena mereka akan merencanakan sesuatu. Bu Rita dan Bima yang saling melirik dari jauh sama-sama mengangguk. Mereka sama-sama berjalan menuju pintu.
" Wah , nona keluarga Sanjaya sangat cantik . . ?! " puji Cindy berusaha mencari muka .
" Makasih . . ayo silahkan di nikmati jamuan nya . sambil menunggu acara di mulai. . ?! " kata Oma .
Cindy dan Andi menuju meja yang berisi minuman dan makanan .
Tak berapa lama Najwa dan Brian kembali. Dia heran melihat keluarga nya seperti menunggu seseorang.
" Abang kok kalian disini ? menunggu siapa ? " kata Najwa .
" kami menunggu kamu . Ayo masuk . ?! " ajak Bima. Mereka masuk beriringan. Mereka menjadi sorotan para tamu yang sudah hadir. Terutama Najwa , Setiap langkah nya menarik perhatian pria di ruangan itu.
" Wah , lihat cantik sekali . .!! "
Terdengar bisik-bisik yang memenuhi ruangan. Oma dan opa tersenyum. Namun sebuah suara memecah ruangan itu
" Wah , wah , wah . kenapa kalian disini ?? kalian gak salah alamat kan ?? " kata Cindy meremehkan Bima dan keluarga nya.
" Maaf . Maksud anda apa nyonya Andi ?? " kata Kelvin muncul .
" Ah , asisten Kelvin . Saya heran . Ini kan pesta penyambutan nona keluarga Sanjaya . Tapi kenapa keluarga kampungan ini berada di pesta ini ?? kata Cindy sombong.
" Maaf , apa ada yang salah jika mereka hadir disini ?? " kata Kelvin.
" Loh , bukan nya aneh ya , keluarga Sanjaya adalah keluarga konglomerat . Sedangkan mereka berasal dari kampung . Terus apa hubungan nya coba ?? " kata Cindy semakin merendahkan .
" Maaf nyonya. Tolong jaga sikap anda . Ini pesta keluarga Sanjaya , Jadi terserah mereka mau mengundang siapa . . ?! " kata Kelvin dingin.
Merasa tidak puas . Cindy mendekati Najwa dan Brian yang berpegangan tangan. Dia menatap Najwa dengan sinis. Dia merasa iri dengan penampilan Najwa yang lebih wah dari dia. Dia semakin benci pada Najwa dan mencari cara untuk mempermalukan Najwa .
" Hee , kau pikir dengan berdandan seperti ini bisa menarik perhatian pria kaya disini . Jangan mimpi . . Dengar semua nya . Kalian jangan tertipu dengan penampilan keluarga ini. Mereka berasal dari kampung . Mereka pasti datang kesini karena melakukan sebuah taktik sehingga mereka bisa di undang ke pesta keluarga Sanjaya . Dan mereka pasti merencanakan sesuatu untuk memikat pria kaya disini . . Kalian harus hati-hati. . !!? "
" Jaga ucapan anda nyonya. Jangan sampai lisan anda menghancurkan diri anda sendiri. Saran saya , sebaik nya kalian meminta maaf pada mereka sebelum karma menghampiri kalian. . ?!! " kata Kelvin geram. Andi mendekati keluarga Najwa .
" Najwa , Bima . .
" Mas , jangan buang-buang tenaga untuk meminta maaf pada manusia pembawa sial seperti dia . . ?! " kata Cindy menunjuk wajah Brian . Namun tanpa Cindy sadari , Najwa menangkap tangan Cindy dan memiting nya.
" Aaw aaw aaw . . Lepasin . apa yang kamu lakukan pembawa sial . Jangan sentuh aku . Aku tidak mau ketularan sial kamu. . lepaskan . . ?! " kata Cindy meronta kesakitan .
" Gue udah memperingatkan elo . Jika sekali lagi kau menghina anak ku. Gue akan hancurin hidup elo .
Dan elo Andi . Elo sebagai laki-laki gak ada tegas-tegas nya sama istri elo. Dan setelah ini . Jangan menyesal atas kehancuran hidup kalian . . ?! " kata Najwa mendorong Cindy. Untung Andi menangkap nya , kalau tidak Cindy pasti menabrak meja .
" Hee , Emang elo siapa mau menghancurkan kami , haa ?? jangan mimpi terlalu tinggi . nanti jatuh, sakit . ujung-ujungnya jadi gila . .?! " kata Cindy semakin menjadi.
" Cindy . diam . . !!! " kata bentak Andi.
" Apa sih mas . bukan nya belain aku malah bentak-bentak. . ?! " kata Cindy.
" Loh , Wawa , pak Bima ada apa ini ?? " kata Angga yang baru datang bersama Selin dan David menghampiri Najwa .
" Mbak Selin , mas Angga , David . Kalian sudah datang. .?! " kata Najwa senang.
" Ayah , , ?! " kata Brian merentangkan tangannya . Angga menggendong Brian dan mencium nya .
" Anak bunda ganteng banget sih . . cium Donk . . ?! " kata Selin. Brian mencium Selin.
Oma dan opa maju menghampiri keluarga itu. Opa melirik sekeliling nya. Lalu menatap Cindy dan Andi dingin. Opa berdehem.
" Baik . Seperti nya para tamu sudah kumpul . Silahkan duduk di tempat yang sudah di sediakan . Acara akan segera di mulai . . ?! " kata Kelvin.
Para tamu duduk ke kursi yang sudah di sediakan. Mereka sedikit penasaran saat keluarga Bima duduk di antara keluarga Sanjaya. Kelvin menyerahkan mikrofon pada opa.
" Baik . Terima kasih untuk para tamu yang sudah menyempatkan hadir di pesta penyambutan cucu kami . nona keluarga Sanjaya , Karina Sanjaya , Telah menyelesaikan studi nya di negara K dengan hasil yang memuaskan. Dan sekarang sudah membuka klinik kecantikan di salah satu gedung milik keluarga Sanjaya. Kemudian daripada itu. Saya juga ingin memperkenalkan keluarga Sanjaya yang lain. . Perkenalkan , anak saya semata wayang , Merita Sanjaya beserta suami dan anak-anak nya . kemari lah . . ?! " pinta opa.
Bu Rita di ikuti mang oyong , Karina , Bima dan Najwa yang membimbing Brian. Mereka menghampiri opa dan Oma.
" Perkenalkan ini Merita Sanjaya , dia putri kami satu-satunya. dan ini suami nya . Yongki Sanjaya . dia menantu satu-satunya di keluarga Sanjaya . dan Kalian mungkin sudah ada yang tahu dia siapa , dia adalah Bima Sanjaya , cucu tertua saya dan CEO perusahaan ANGKASA JAYA GRUP. Dan wanita cantik yang di hina oleh seseorang tadi , dia adalah cucu kedua keluarga Sanjaya , Najwa Assyifa Sanjaya. dan ini adalah cucu bungsu saya , Karina Sanjaya . aah ahahaha , dan yang paling imut dan lucu ini , adalah cicit pertama keluarga Sanjaya , Brian Avricho Sanjaya. Putra dari Najwa . . . ?! " kata opa sambil menggendong Brian. para tamu bertepuk tangan . Melihat keluarga nya yang lengkap , membuat opa dan Oma tersenyum bahagia. Bahkan kebahagiaan mereka bisa di rasakan oleh para tamu .
Namun di dalam kebahagiaan di ruangan itu. Cindy terdiam mematung dengan wajah yang pasi. Sedangkan Andi , dia tercengang tanpa bisa menggerakkan tubuh nya karena terkejut setelah tahu identitas Najwa yang sesungguhnya. Dia menatap lekat mantan istri dan anak nya tampak tersenyum bahagia. Rasa sesal , takut , rindu dan sedih kini bercampur aduk mewarnai hati Andi.
" Terima kasih . Saya adalah orang yang paling bahagia dalam dunia ini . Kalian tahu ?? Saya merasa hidup saya sangaaat sempurna . Saya sudah memiliki cicit . hahaha tak ada yang lebih berharga dari keluarga saya . . . Brian , katakan sesuatu pada mereka . . ?! " kata opa mendekatkan mikrofon ke wajah Brian .
" Bilang apa eyang ?? " kata Brian polos terdengar di ruangan itu, membuat para tamu tertawa .
" HY salam kenal semuanya . . ?! " bisik Oma
" HY , anty , uncle . Salam kenal semua nya . . ?! " kata Brian bersemangat . Para tamu bertepuk tangan untuk Brian .
" Baik lah , saya rasa sudah cukup kata sambutan dari saya . Silahkan lanjutkan ke acara selanjutnya . dan Silahkan nikmati hidangan yang sudah di sediakan. . ?! "
__ADS_1
Para tamu mulai menghampiri keluarga Sanjaya . Mereka memberi selamat pada Karina dan juga berkenalan dengan anggota keluarga Sanjaya yang lain nya. Beberapa pengusaha muda mencoba mendekati Karina , Karina menanggapi mereka dengan ramah hingga membuat mereka semakin terpesona.
Tak ketinggalan , ada juga yang mendekati Najwa . Najwa pun menanggapi mereka dengan ramah . Sikap dewasa nya membuat mereka tertarik untuk mengenal mereka lebih jauh.
" hy wa . . wah kamu cantik banget hari ini , aku sampai pangling . . ?! " kata David menghampiri Najwa bersama seorang pria.
" haha kamu bisa aja . . ?! " kata Najwa tersipu.
" Oh iya Wa , kenalin , dia Alex . . ?! "
" HY , Najwa . .?! "
" Alex . . ?! " kata Alex datar .
" Oh iya , Brian mana ?? " kata David .
" Dia bersama opa. . ?! " kata Najwa tersenyum .
Deg
Jantung Alex berdegup kencang. Dia telah mengingat wanita di depan nya . Dia menatap Najwa lekat hingga membuat Najwa risih.
" Dav , kalian udah makan belum ?? "
" Belum . . Kita makan yuk ?! , laper nih . . ?! " kata David mengusap perut nya dengan lucu. Najwa tertawa pelan . pria yang melihat nya semakin terpesona.
" Kalian duluan ya . . ?! " kata Najwa . David lalu menuju meja.
" Oh ya nona Wawa , kalau boleh tahu ada hubungan apa nona dengan pria tadi ?? " kata salah satu pria.
" Dia teman ku . . maaf saya permisi dulu , saya mau menghampiri anak saya . Permisi . . ?! " kata Najwa sopan . dia lalu pergi.
" Sungguh , wanita yang anggun . . ?! "
" Iya , bahkan sangat mempesona .Seandainya dua mau jadi istri ku . Betapa beruntung nya aku. . ?! "
" Hey , hey . . Ku kira aku saja yang tertarik pada nya . Ternyata kalian juga. . . ?! "
" jadi kalian juga tertarik ?? "
" hahaha . . !!? " 3 pria tadi tertawa bersama .
" Baik lah kalau begitu. Kita dekati dia dengan cara masing-masing . . ?! "
" Ingat bersaing dengan sehat . . ?! " .
Di sudut lain , Cindy menatap Najwa penuh kebencian . Dia tidak suka saat para pria memuji Najwa . Dia tidak suka jika Najwa menjadi pusat perhatian para tamu . Dia sudah berdandan semaksimal mungkin agar dia menjadi pusat perhatian . Namun hasil nya sia-sia .
Andi pun tampak tidak bersemangat setelah mengetahui identitas Najwa yang sebenar nya . Dia menatap Brian yang di gendong oleh pak Sanjaya , pak Sanjaya tampak membanggakan cicit nya di depan rekan bisnis nya . Andi melihat Brian turun dari gendongan pak Sanjaya , dan berlari menuju meja yang berisi makanan Daan minuman . Andi beranjak dari duduk nya dan mendekati Brian yang ingin mengambil sepotong cookies.
Brian merasa tubuh nya melayang hingga tangan nya bisa mengambil cookies. Dia mengambil sepiring cookies dan tubuhnya kembali menapak di lantai. Dia menoleh ke belakang ingin melihat siapa yang mengangkat nya tadi.
" Terima kasih Uncle. . ?! " kata Brian tersenyum .
" Nama mu Brian ?? " kata Andi.
" iya . . Nama uncle siapa ?? " kata Brian .
nyut
nyut
nyut.
hati Andi berdenyut mendengar panggilan yang di sebutkan Brian . Dia mengusap rambut Brian dengan berdebar .
" Brian , aku adalah . . .
" Loh anak ayah ternyata di sini . . ?! " kata Angga .
" Ayah . .Brian haus . . ?! " kata Brian manja .
Angga mengambil minuman untuk Brian , setelah minum , Brian memakan cookies nya lagi . Angga terkekeh .
" Jagoan ayah suka banget coklat ya ?? " kata Angga menyeka bibir Brian dari remahan cookies dengan tisu. Brian mengangguk
" Tadi uncle itu yang bantuin Brian ambil cookies. . ayah Brian mau es krim . . ?! "
Angga mengambil es krim cup lalu memberikan nya pada Brian .
" Brian di panggil mamah . . ?! " kata Angga menunjuk ke sofa dimana Selin, Karina dan Najwa sedang berbincang. Brian langsung berlari .
" kenapa ?? anda ingin mendekati Brian dan bilang kalau anda adalah ayah kandung nya ?? " kata Angga
" Bukan urusan anda . walau pun Brian memanggil anda dengan sebutan ayah , tapi tetap saja saya adalah ayah kandung nya . . ?! " kata Andi tegas.
" saya tahu . Tapi , apa anda tidak malu, baru mengakui Brian setelah tahu status sosial nya ??? " kata Angga sinis lalu pergi meninggalkan Andi yang terdiam.
B
E
R
S
A
M
B
U
N
__ADS_1
G