
Setelah mengambil buku sketsa yang tertinggal Alan langsung pergi lagi . Tapi sepanjang perjalanan nya dia selalu teringat dengan peristiwa yang baru saja terjadi. Rasa sesal menyelimuti hati Alan yang telah salah paham dan bahkan melukai Najwa tanpa sengaja . Dia berdecak dan memukul pelan stir mobil nya .
" Bodoh , , , ! " gumam Alan merutuki kecerobohan nya .
Tak berapa lama dia tiba di kafe yang di sepakati dengan klien nya dan langsung masuk ke ruang VIP . Tampak sepasang kekasih sudah menunggu nya. Alan duduk di seberang mereka dan to the points ke permasalahan . Alan sedikit tidak konsentrasi , dia terlihat sering melamun dan hampir membuat Klien nya menunda meeting mereka . Alan mencoba fokus dan akhir nya meeting itu selesai . Alan menolak secara halus ajakan makan siang Klien nya karena ingin cepat-cepat pulang .
Alan mengendarai mobil nya dengan cepat menerobos hujan yang cukup deras , hanya dalam waktu singkat dia sudah tiba di mansion . Dia sedikit berlari menaiki anak tangga menuju pintu utama .
ceklek
Alan membuka pintu lalu melihat ruang tamu , ternyata kosong . Dia lalu masuk ke ruang makan , makanan masih terhidang dengan rapi membuat Alan sedikit lega.
" untung aku belum terlambat . . ! " batin Alan .
Dia melihat bi Sarmi datang membawa keranjang buah yang baru saja di cuci .
" Bi , kemana anak-anak dan Wawa . . ? " kata Alan .
" Anu tuan muda , Mereka ada di kamar den Brian , saya sudah panggil mereka untuk makan siang . Tapi sampai sekarang mereka belum turun juga . . ! "
" Bi , bisa bibik ceritakan kejadian tadi pagi ? " kata Alan ingin tahu lebih detail .
" Tadi pagi nyonya mengambil pentol yang dia buat sendiri untuk camilan anak-anak , tapi tak lama den Brian masuk ke dapur mengambil air minum dengan wajah cemas . Saat saya tanya kata nya non Ruby keselek pentol , saya langsung ikut den Brian ke depan , ternyata benar wajah non Ruby sudah memucat dengan nafas yang tersengal . Saya lihat nyonya memasukkan jari nya ke tenggorokan non Ruby agar non Ruby bisa muntah untuk mengeluarkan pentol itu dari tenggorokan nya . mungkin nyonya sampai merasa putus asa dan berteriak karena panik ,dan kebetulan tuan muda datang dan salah paham . . ! " Membuat Alan termenung di tempat nya .
" Ya sudah , bibik bisa lanjut kerja .. ! "
Bi Sarmi lalu beranjak dari tempat . Alan merasa hatinya semakin sesak . Dia lalu bangkit dan berjalan menunju kamar Brian . Dia menajamkan pendengaran nya tapi tak suara dari kamar Brian . Karena penasaran Alan membuka pintu dengan pelan .Dia melihat Najwa tertidur bersama kedua anak-anak itu . Dia melihat tangan Najwa di perban dengan berantakan . Perban putih itu terlihat memerah karena rembesan darah . Dia menghela nafas penuh penyesalan . Dia mengambil kotak obat yang ada di atas meja dan mendekati ranjang . Dia mengangkat Ruby yang tidur lalu memindahkan nya di sisi Brian . Dia lalu membuka perban di tangan Najwa dengan pelan . walau sudah melakukan nya dengan pelan tapi Najwa tetap terbangun , wajah nya tampak terkejut saat melihat Alan tengah memegang tangan nya yang terluka . Repleks dia menarik tangan nya tapi Alan menahan nya dengan pelan .
" Sebaiknya kau diam . . Luka mu bisa infeksi jika perban kotor ini tidak di ganti . . ! " kata Alan lembut. Najwa akhir nya diam . Dia hanya memandangi luka nya yang memanjang menyusuri tulang hasta nya .
__ADS_1
" Apa sebaiknya kita ke rumah sakit saja . Luka ini terlihat cukup dalam . . ! " kata Alan menatap Najwa yang terlihat datar .
" tidak usah . . ! " jawab Najwa singkat . Alan merasa hati nya hampa melihat Najwa yang biasa nya lembut kini terlihat dingin .
" Najwa , aku minta maaf atas kejadian tadi . Sungguh aku tidak sengaja mendorong mu dengan keras sampai kau terluka . Aku hanya panik saat aku melihat cara mu tadi . Aku tidak tahu jika Ruby tersedak dan kau ingin menyelamatkan Ruby , Aku kira kau . .
" Menyiksa Ruby , begitu . . ?? " potong Najwa menatap Alan sendu .
" Wawa , sekali lagi aku minta maaf . . .! " kata Alan semakin merasa bersalah .
" Alan aku memang hanya ibu tiri untuk Ruby . Tapi sedikit pun aku tidak pernah berniat untuk menyakiti Ruby . Aku sayang sama Ruby , sama seperti aku menyayangi Brian . . tolong kamu ingat perkataan ku ini , Alan . Aku tidak akan menyakiti Ruby karena aku tidak punya alasan untuk menyakiti nya . . ! "
Alan terdiam mendengar ucapan Najwa . Dia meletakkan tangan Najwa yang sudah di perban dengan pelan . Dia membereskan kotak obat dan meletakkan nya di atas meja .
" Terima kasih . .! " kata Najwa menoleh ke samping nya saat merasa ada pergerakan . Tampak Brian menggeliatkan badan nya dan mengenai Ruby hingga Ruby ikut menggeliat dan terbangun .
" Iya sayang . Mamah di sini . . ! " kata Najwa lembut. Brian dan Ruby memeluk Najwa bersamaan dengan gerakan mendadak .
" Ruby ,Brian , hati-hati nanti kena luka mamah . . ! " kata Alan menahan rubuh Ruby yang hampir membentur tangan Najwa .
" ngapain Daddy disini ?? " tanya Ruby terlihat tidak suka
" Daddy mau minta maaf sama mamah sekalian mau ngobatin tangan mamah . Maafin Daddy ya , Daddy gak sengaja mendorong mamah sampai mamah kalian terluka . . Daddy memang jahat . . ! " kata Alan penuh penyesalan .
" anak-anak mamah pasti laper kan . ? cuci muka dulu yuk , abis itu kita makan dulu ya. . . ! " kata Najwa tersenyum .
Brian dan Ruby mengangguk . Brian turun dari ranjang di ikuti Ruby . Najwa juga beranjak dari tempat nya dan menyusul kedua anak itu .
" Biar aku yang urus anak-anak , kamu duduk aja di sini . . ! " kata Alan langsung menyusul ke kamar mandi. Najwa melongo melihat Alan lalu kembali duduk . Tak lama mereka keluar dari kamar mandi dengan wajah yang segar . Alan lalu menuntun Ruby dan Brian menuju ruang makan bersama Najwa . Mereka duduk di kursi masing-masing . Najwa meraih sendok nasi untuk mengambilkan nasi untuk yang lain nya , tapi dia terlihat tersentak saat dia menggerakkan tangan nya .
__ADS_1
" Mamah kenapa ? " kata Brian yang selalu memperhatikan gerak-gerik Najwa .
" Gak , ,mamah gak apa-apa , sayang . . ! "
Alan tahu kalau Najwa menahan sakit , dia bisa mendengar suara Najwa yang sedikit bergetar . Dia lalu mengambil sendok nasi dari tangan Najwa
" Kamu duduk aja . . ! " kata Alan terdengar lembut . Najwa kembali tercengang melihat sikap lembut Alan . Alan tampak telaten mengambilkan nasi dan lauk untuk anak-anak dan Najwa , setelah itu baru mengambil untuk nya .
" Apa dengan harus terluka seperti ini agar kau bersikap lembut pada ku , Al. . .? " batin Najwa .
" mah , suapin Ruby , ya . . ! " kata Ruby mendorong piring nya ke arah Najwa .
" Adik , tangan mamah kan lagi sakit , gimana kalau kakak aja yang suapin kamu . . ? " kata Brian lembut .
" Ruby mulai sekarang harus belajar makan sendiri ya sayang . . Ruby kan udah gede , kalau bisa makan sendiri kan makin cantik . . ! " bujuk Alan .
" Iya dad . . ! " Ruby menarik kembali piring nya dan mulai menyuap makanan nya sendiri . Mereka memulai makan siang yang hampir terlambat itu. Akan sesekali memperhatikan Najwa yang terlihat kesusahan menggerakkan tangan kanan nya . Alan buru-buru menyuap nasi nya hingga habis .
Sementara Najwa mendesah pelan saat merasa tangan nya perih dan berdenyut di sekitar luka nya . Dia berusaha untuk menahan rasa sakit di tangan nya lalu mencoba mengangkat sendok ke mulut nya . Tapi saat dia akan menyendok lagi nasi nya , dia terkejut karena piring nya di tarik oleh Alan , Alan juga merebut sendok dari tangan Najwa . Dia mengisi nasi dan sayur lalu mengangsurkan nya ke Najwa. Najwa melongo tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
" Kau tidak akan kenyang jika nasi ini hanya kau pandangi saja , Wawa . . ! " kata Alan . Najwa tersadar dari pikiran nya . Dengan sedikit malu Najwa menerima suapan itu.
" Al , aku bisa makan sendiri . Jika kau sudah selesai kau beristirahat lah. Aku bisa makan sendiri . . ! " kata Najwa menarik piring nya dari depan Alan , tapi . .
" Sssh , , aaw . . ! " gerakan Najwa tertahan saat luka di tangan nya terasa berdenyut.
" Baru menarik piring saja kau sudah kesakitan . Bisa-bisa makan siang mu ini baru habis sampai nanti malam . Sebaiknya kau diam dan turuti aku. . ! " kata Alan . Najwa terdiam kini dia hanya pasrah menerima suapan tangan Alan hingga makan siang nya habis .
BERSAMBUNG
__ADS_1