
Setelah menginap selama beberapa hari , Najwa dan Brian pun pulang ke rumah nya . Najwa juga memberitahu mereka jika Najwa berencana akan mengadakan acara syukuran rumah baru sekaligus mobil baru yang dia terima .
" Kamu kasih kabar pada kami jika kamu sudah mengatur waktu nya . ! " kata Bima .
" Baik bang . ! "
" Najwa , kamu simpan ini . ! " kata opa mengangsurkan sebuah amplop .
" Apa ini opa .?? "
" Ini buku tabungan untuk Brian . jadi opa bisa langsung mentransfer uang bulanan untuk Brian . . ! "
" Tapi opa . .
" opa tahu kamu adalah wanita mandiri nak , dan juga mampu untuk membiayai Brian . tapi tolong jangan tolak niat baik pak tua ini . Jika bukan pada Kalian keturunan keluarga Sanjaya , lalu pada siapa lagi opa memberikan harta yang telah opa kumpulkan . Brian adalah cicit pertama opa . Apalah arti setumpuk harta di banding kan dengan kalian ? Kalian adalah harta berharga yang sesungguh nya bagi opa . . jadi tolong jangan di tolak ya . . ! "
Najwa terharu mendengar ucapan opa . Walau Najwa adalah anak dari kakak ipar Bu Rita , tapi opa tak membedakan darah yang mengalir di nadi nya . Dia tersenyum menatap opa .
" Baiklah , Najwa akan terima . terima kasih opa . ! "
" anak baik . . ! " kata opa menepuk pelan puncak kepala Najwa . Ada aliran kehangatan mengisi hati Najwa . Dia sangat bersyukur karena mendapatkan keluarga yang harmonis ini .
Setelah semua selesai , Najwa dan Brian masuk ke mobil biru yang sekarang menjadi milik Najwa dengan Sandy yang menjadi sopir , gadis yang di pilih langsung oleh Bima dari anggota mafia nya . Dia sengaja menempatkan Sandy untuk memperketat keamanan Najwa dan Brian . Sandy , si gadis bunglon , itu julukan yang di berikan oleh rekan nya karena Sandy mampu menipu lawan dalam situasi apapun . Sekilas Walau Sandy memakai pakaian serba hitam sama seperti Damar dan Bayu saat pertama kali mereka bertemu , Sandy terlihat seperti gadis yang lugu dan lemah lembut. Tapi jika saat menjalankan misi untuk menggagalkan transaksi ilegal atau penyelundupan obat-obatan terlarang, atau hal ilegal lainnya . Yah , Bima juga bergerak dalam dunia mafia , tapi mereka tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan hukum . Mereka hanya akan mengambil misi yang mereka anggap merugikan negara dan menumpas kejahatan yang mengancam masyarakat . Sandy akan menjelma menjadi gadis yang tegas dan brutal dalam menghadapi musuh . Sedangkan Damar adalah petarung terbaik dari banyak nya anggota mafia Yang di ketuai Bima . Dia mengusai hampir seluruh aliran ilmu bela diri . Bima mempercayakan Keamanan adik dan keponakan nya pada Damar . Adapun Bayu , dia adalah yang paling tenang dalam menghadapi masalah , namun sangat licik dalam menjerat lawan . Sandy dan Bayu juga memiliki ilmu beladiri yang tak boleh di anggap remeh . Bima sedikit lega setelah menempatkan ketiga anggota kepercayaan di dekat Najwa dan Brian .
Ke 2 mobil itu pun melaju meninggalkan mansion yang besar dan mewah itu . Najwa melirik Brian yang asyik bermain game sambil tiduran di kasur angin yang sengaja di pasang Damar untuk kenyamanan bos kecil nya .
" Sandy , berapa umur mu ?? " tanya Najwa
" Umur saya 26 nona . ! " kata Sandy dengan suara yang imut . Najwa memperhatikan gadis bertubuh ramping dengan tinggi yang tak jauh dari tinggi badan Najwa .
" kau tak berbohong ?? " kata Najwa ragu .
" kenapa nona ?? apa saya terlihat lebih tua ?? " kata Sandy dengan wajah sendu .
" Hahaha , tidak , malah terlihat lebih muda dari umur mu . kau seperti seorang gadis berumur 20 tahun . ! " kata Najwa jujur .
" Benarkah nona ?? wah anda orang pertama yang memuji saya . . saya senang banget nona . ! " kata Sandy dengan wajah merona membuat Najwa tertawa kecil .
" Jangan panggil saya nona . Panggil saja Wawa . ! " kata Najwa
" Tapi . .
" ini perintah . . ! " kata Najwa tegas sambil mengotak-atik ponsel nya .
" baiklah . . ! " jawab Sandy pasrah . namun tanpa Najwa sadari Sandy tersenyum tipis .
" Tante Sandy , nanti Tante ajari mamah nyetir mobil ya. Biar nanti mamah bisa bawa mobil kalau pergi kerja , kalau mamah naik motor kan mamah kepanasan . .! " kata Brian menjulurkan kepala nya ke dekat wajah Sandy.
" Iya bos kecil , tenang aja Tante akan ajari mamah nyetir sampai ahli seperti pembalap . . ! " kata Sandy menoleh Brian dengan gemas .
" Makasih Tante . . Tante cantik deh. . ! " kata Brian memeluk Sandy dari belakang . Sandy tampak terkejut tapi terlihat senang .
" hey , hey . sejak kapan pria kecil mamah bisa menggombal , ha . . siapa yang ajarin . ayo ngaku. . !! " kata Najwa menggelitik pinggang Brian membuat Brian tertawa lepas . Sandy tersenyum melihat kedekatan Najwa dan Brian .
" sungguh pemandangan yang indah. ! batin Sandy .
suasana mobil kembali hening . Brian kembali bermain tablet nya , dan Najwa memandang lurus jalan di depan nya .
__ADS_1
" Hoaaam . ! " beberapa kali Najwa menguap sampai mata nya berair . Dia melirik Brian yang ternyata sudah tertidur . Najwa meraih tablet nya dan mematikan nya. Setelah itu dia menyandarkan kepala nya dan memejamkan mata nya .
Najwa merasa baru beberapa menit dia tertidur , tapi Najwa terganggu dengan goyangan di bahu nya. Dia membuka mata nya dan melihat Sandy yang memanggil nya seraya menggoyangkan bahu nya .
" Nona , bangun kita sudah sampai . ! "
Najwa mengedarkan pandangan nya. Ternyata benar mereka sudah sampai di rumah Najwa . Dia melirik Brian yang ternyata sudah tidak ada di belakang .
" Brian sudah di bawa sama Sarah ke kamar nya , nona . ! " kata Damar yang membukakan pintu untuk Najwa . Najwa melangkahkan kaki nya , tapi dia masih merasa lesu karena baru bangun , dia mengulurkan tangannya pada Damar meminta bantuan , dengan sigap Damar menyambut tangan Najwa dan membantu nya berdiri . Setelah merasa lebih baik , Najwa melepaskan tangannya dan berjalan masuk di ikuti Damar dan Sandy yang menyandang tas ransel nya . Terlihat Sarah yang baru turun dari lantai dua .
" Sarah , tolong siapkan kamar untuk Sandy ya . Saya harap kalian berempat bisa bekerja sama . ! " kata Najwa .
" Baik nona / mbak . ! " jawab mereka serempak . Najwa lalu menaiki tangga menuju kamar nya .
" Elo harus ganti pakaian elo . nona tidak suka melihat kita memakai pakaian serba hitam . Pakai lah pakaian yang kalian suka , asal sopan .! " kata Damar .
" Pantesan kalian sesantai ini memakai pakaian kasual , ternyata perintah langsung dari nona bos . Tapi tadi nona mengatakan kalau gue harus panggil dia Wawa . kan gue gak enak . ! " kata Sandy .
" Lakukan saja apa yang di katakan nona . Sudah sana istirahat . ! " Sandy lalu mengikuti Sarah berjalan menuju sebuah kamar di bagian belakang , kamar mereka bertiga bersebelahan dengan kamar Damar dan Bayu yang paling ujung .
" Nah Sandy , ini kamar kamu . silahkan beristirahat ya. ! " kata Sarah
" makasih Sarah . . ! " kata Sandy . Sarah meninggalkan Sandy untuk melanjutkan tugas nya .
s
k
I
p
Hari ini dia meminta Sandy untuk mengajari nya menyetir , Sandy membawa mobil Najwa ke sebuah lapangan yang luas untuk berlatih mengemudi . wajah Najwa tampak tegang saat memegang stir untuk yang pertama kali nya .
" Jangan tegang nona , santai aja. . ok sekarang perhatikan petunjuk saya ! " Sandy mulai memberi arahan pada Najwa , mula nya Najwa terlihat sangat kaku . Bahkan beberapa kali karena terkejut , Najwa menginjak rem mendadak hingga mobil berguncang . Namun dengan sabar Sandy memberi nya semangat untuk mengulang latihan nya . Semakin lama Najwa semakin lancar meng-handle pedal gas dan pedal rem serta mengatur persneling gigi . Sandy bertepuk tangan memberi semangat pada Najwa yang tampak bahagia bisa mengemudi sendiri .
" Waah , nona anda benar-benar cerdas , baru belajar sehari sudah pandai mengemudi . . !! " seru Sandy .
" Ternyata mengemudikan mobil itu gampang ya . ! " kata Najwa sumringah .
" Nona , untuk mempercepat kepandaian mengemudi anda , bagaiman kalau nona mengemudi langsung ke jalan raya . Nona tenang aja saya akan tetap membantu nona . ! " kata Sandy .
" Kamu benar . Baiklah aku akan mencoba nya . Tapi Sandy , kau melupakan sesuatu . . ! " kata Najwa menatap Sandy dengan mata sedikit melebar .
" Hehe , maaf Wa , saya belum terbiasa . . ! " kata Sandy nyengir .
" Baiklah , ayo kita pulang , sebentar lagi jam makan siang . .! " Sandy langsung masuk dan duduk di bangku depan sebelah Najwa .
" Bismillahirrahmanirrahim . ! " gumam Najwa sebelum menginjak pedal gas . Mobil itu berjalan dengan normal . Di jalan yang cukup ramai , Najwa masih terlihat sedikit tegang . Namun Sandy terus memberinya semangat dan arahan agar Najwa tetap tenang . Walau Najwa masih melajukan mobil nya dengan pelan , tapi sudah termasuk mencapai keberhasilan . walau saat di belokkan Najwa masih terlihat ragu , tapi berkat semangat nya yang tinggi dan Sandy yang mengajari nya dengan sabar, dia berhasil melewati ketegangan nya . Dan akhirnya sampailah mereka di depan rumah Najwa , Sandy membiarkan Najwa sendiri yang memasukkan mobil nya ke garasi .
" Sandy , ini gimana aku harus belok kemana . . !! " teriak Najwa panik karena terlalu mepet di tembok garasi . Najwa cemberut saat mendengar Sandy , Damar dan Bayu mentertawakan nya .
" Kenapa kalian mentertawakan aku . .!!! aku laporin kalian ke bang Bima baru tahu rasa Kalian . . !! " teriak Najwa semakin panik . Bukan nya membantu mereka malah semakin tertawa terbahak-bahak melihat wajah Najwa yang seperti anak kecil yang sedang merajuk . Karena tidak tahan melihat wajah Najwa yang semakin cemberut , Damar pun akhirnya membantu Najwa . Setelah mobil terparkir dengan benar , Najwa keluar dari mobil . Dengan wajah menunduk , dia berjalan menuju pintu , tapi saat melewati Sandy and the geng , Najwa menatap mereka dengan tatapan malu , malu mengingat kelakuan nya yang seperti anak kecil . Tanpa ada yang memberi aba-aba , mereka tertawa kencang secara bersaman .
" Aku laporin kalian ke bang Bima baru tahu rasa Kalian . !! " kata Bayu meniru Najwa dengan cara bicara yang lucu , membuat tawa mereka kembali pecah .
" Hahaha . aduh . aduh perut ku sakit . .hhh . . !! " kata Sandy menyeka sudut mata nya yang berair .
__ADS_1
" Hahahaha . . hhhh . . . ayo kita masuk . waktu nya makan siang , aku udah lapar .! " ajak Najwa . Mereka mengikuti Najwa masuk . Terlihat Brian tengah asyik bermain dengan uang mainan nya di ruang tamu .
" Sayang , udahan dulu main nya . makan siang dulu , yuk . ! " ajak Najwa .
" Mamah udah pulang ?? " kata Brian melepaskan mainan nya lalu mendekati Najwa . Najwa menggendong Brian dan mencium nya .
" baru aja pulang . uuh , jagoan mamah makin lama makin antep nih . . ! " kata Najwa berjalan membawa Brian ke ruang makan dan mendudukkan nya di kursi biasa nya, dia pun duduk di kursi utama .
" Loh mereka pada kemana ?? . . . Sarah . . !! " panggil Najwa cukup kencang .
" iya mbak . . !! "
" Tolong kamu panggil trio bunglon tadi di ruang tamu . . ! " kata Najwa .
" Haa ?? trio bunglon ?? " kata Sarah melongo .
" Ck , , trio bunglon itu ya teman-teman baru kamu itu . udah sana cepat panggil aku udah lapar ini . ! " kata Najwa tak sabar .
Sarah langsung berlari ke ruang tamu , tak lama dia kembali dengan trio bunglon yang Najwa maksud .
" Ada apa memanggil kami nona ?? " kata Damar .
" Kalian duduk lah . ! " kata Najwa . Bukan nya duduk mereka malah saling pandang .
" Astaga , bisa-bisa aku pingsan karena kelaparan menunggu Kalian . ! " kata Najwa memijit pelipis nya .
" tapi nona , kami tidak pantas untuk duduk satu meja dengan nona . Kami hanya bawahan . ! " kata Bayu .
" hhfft . . Duduklah dulu . ini perintah . ! " kata Najwa lembut . Mereka pun menuruti perintah Najwa .
" Dengar , untuk ke depan nya , aku ingin kita makan bersama dalam satu meja . Mau waktu sarapan , waktu makan siang atau pun makan malam . Apanya yang tidak pantas ?? kita sama-sama Manusia. sama-sama berperasaan . inti nya tidak ada perbedaan di antara kita . Kita semua sama , karena kita semua adalah keluarga . Tidak ada atasan juga tidak ada bawahan . Kita harus saling menjaga dan saling melindungi satu sama lain , kalian paham ?? " kata Najwa tegas .
" kami paham , nona . ! " jawab mereka serempak .
" Satu hal lagi , jangan panggil saya nona . panggil saja Wawa . mungkin kalian merasa terlalu lancang jika memanggil nama saya secara langsung . Tapi saya merasa risih jika Kalian terus memanggil saya nona . Kalian bisa memanggil saya nona jika sedang berada di mansion atau sedang di depan keluarga Sanjaya . Kalian bisa kan ?? " pinta Najwa dengan lembut .
" kami akan mencoba nya , Wa . ! " kata Damar canggung .
" Bagus . ayo kita makan .! "
Najwa mengambilkan nasi dan lauk untuk Brian . Lalu mengambil untuk diri nya sendiri . Setelah itu mereka mengambil makan siang masing-masing . Suasana makan siang kali ini terasa sedikit canggung . Namun mereka merasa senang mendapat perlakuan yang sangat baik dari Najwa selaku atasan nya . Apalagi Sarah , dia sangat bersyukur mendapatkan majikan yang sangat baik dengan nya . Sementara itu , trio macan tadi sesekali melirik Najwa , mereka sangat senang mendapat pengakuan sebagai keluarga oleh Najwa . Dalam hati mereka , mereka berjanji akan menjaga dan melindungi keluarga baru mereka ini .
______________
Andi menyeka keringat nya yang bercucuran . Dia mengibas-ibaskan map yang di pegang nya . Sudah hampir satu bulan ini , Andi bolak balik menyusuri jalan mencari pekerjaan . Namun belum ada yang menerima nya . Sejak kejadian memalukan itu , Andi jadi menunda rencana nya untuk mencari pekerjaan karena malu untuk keluar rumah . Karena belum memiliki pekerjaan , terpaksa mereka terus menggerogoti uang tabungan mereka yang tersisa hingga tabungan mereka semakin menipis . Melihat angka yang tak seberapa tertera di ATM nya , Andi lalu memutuskan untuk mencari kerja sekarang . Andi sengaja berjalan kaki untuk menghemat biaya transportasi .
Andi sudah mencoba menghubungi teman-temannya dan juga rekan bisnis nya dulu untuk meminta bantuan . Awal nya Andi mencoba meminjam uang untuk modal usaha , tapi mereka berkilah dengan berbagai alasan , lalu Andi mencoba meminta pekerjan pada mereka , tapi Andi harus menelan kekecewaan karena tak ada satu pun yang mau memberi nya pekerjaan dengan alasan tidak ada lowongan kerja . Akhirnya Andi pun memutuskan untuk mencari pekerjaan di tempat lain . Andi melanjutkan langkah nya menyusuri setiap tempat yang sekira nya membutuhkan pekerja baru . Andi melihat plang besar yang bertuliskan " RUMAH MAKAN LESEHAN BU SRI " di atas salah satu ruko bertingkat dua yang cukup besar dengan halaman yang lumayan luas di isi dengan beberapa saung , lokasi nya pun strategis . Melihat gambar menu yang tersedia , membuat Andi semakin lapar , Andi pun memutuskan untuk berhenti di rumah makan lesehan sederhana itu untuk mengisi perut nya . Dia pun memilih salah satu saung yang kosong .
" Mbak pesan nasi sama SOP ya , minum nya es teh aja . . ! "
" Baik mas , mohon tunggu sebentar . ! " pelayan itu pun pergi untuk menyiapkan pesanan Andi . Sambil menunggu pesanan datang , Andi memainkan ponsel nya .
" Ini makanan nya , selamat di nikmati . . ! " Andi langsung mengangkat wajah nya saat mendengar suara yang tak asing di telinga , dan . .
DEG . . .
BERSAMBUNG
__ADS_1
HMMM . . KIRA-KIRA SIAPA PELAYAN ITU YA ??? NANTIKAN JAWABAN NYA DI EPISODE SELANJUT NYA. .