
Najwa melihat beberapa mobil yang dia kenal terparkir rapi di halaman rumah nya . Dengan sedikit berdebar-debar , Najwa turun dari mobil di ikuti Brian .
" Nona , anda sudah di tunggu bos Bima dan yang lain nya di dalam . ! " kata Damar . Brian langsung berlari ke dalam saat mendengar jika uncle kesayangan nya datang .
" kapan mereka datang ? kok kalian gak kasih tahu aku ? " kata Najwa dengan kesal .
" mereka datang beberapa jam yang lalu , bos melarang kami menghubungi nona kata nya mau kasih kejutan . ! " kata Damar .
" ya udah . . aku masuk dulu . . ! " kata Najwa .
" silahkan nona . . ! "
Najwa berjalan sedikit cepat , dia juga sudah sangat merindukan keluarga nya . Samar-samar dia mendengar suara Brian yang tertawa .
" assalamualaikum . . Abang , loh ayah sama ibu juga disini . .? " kata Najwa berlari lalu memeluk mang oyong dan Bu Rita erat . Tak terasa airmata nya jatuh saat berada di dalam pelukkan orang tua nya .
" Gimana kabar ayah sama ibu . . maaf Najwa anak yang tidak berbakti. semestinya Najwa yang datang mengunjungi kalian terlebih dahulu . . ! " kata Najwa mengusap airmata nya .
" gak apa-apa nak , kami mengerti dengan kesibukan mu . kamu baik-baik aja kan ? " kata mang oyong mengusap kepala Najwa lembut .
" Berkat doa ibu dan ayah , Najwa baik-baik aja . . ! " kata Najwa menatap mang oyong lembut . ada rasa rindu yang membuncah saat menatap wajah mang oyong yang mirip dengan ayah kandung nya .
" Ehem, ehem . Kau tak merindukan Abang , hmm . . ?! " kata Bima cemberut . Najwa tertawa melihat Abang nya yang cemberut lalu memeluk nya .Bima memeluk nya erat seraya mencium puncak kepala Najwa .
" Hari-hari mu pasti terasa berat bukan . ?? " kata Bima melerai pelukkan nya dan menatap wajah lelah sang adik .
" aku wanita kuat bang , gak akan gampang menyerah hanya karena gangguan kecil seperti itu . . ! " kata Najwa .
" Kau benar , kau adalah wanita yang kuat . . ! " kata Bima mencubit kedua pipi Najwa dan menggoyangkan nya .
" Abang , sakit tahu . . ! " kata Najwa manja . Bima terkekeh .
" hahaha , , mamah sama uncle Abang lucu , kayak anak kecil . . hahaha . ! " Brian tertawa lepas .
" Eh , Alex juga ada di sini. . ?! " kata Najwa dengan wajah memerah karena malu sudah bertingkah seperti anak kecil . Saking kan senang nya mendengar kedatangan keluarga tercinta nya , dia tak menyadari kehadiran Alex yang tengah memangku Brian .
" Aku baru tahu kalau ternyata mamah Brian sangat manja di belakang kamera . . ! " goda Alex yang memangku Brian . Mereka tertawa melihat Najwa yang cemberut . Bima dan Najwa duduk pun ikut duduk. Najwa sengaja duduk di tengah-tengah Bu Rita dan mang oyong .
" Ayah sama ibu kok gak kabarin Wawa kalau mau ke sini . kan Wawa bisa pulang cepat tadi . oh iya Karina gak ikut ?? "
" nama nya juga kejutan . kalau di kasih tahu kan kamu gak bakal terkejut . adik kamu gak bisa ikut , dia ikut seminar . ! " kata Bu Rita mengusap lengan Najwa .
__ADS_1
" iya juga ya hehe . . oh iya kalian nginap kan . . ? " kita Najwa penuh harap .
" Hmmm . gimana ya , seperti nya. . . . .
Bima menggantung ucapan nya , dia melirik Najwa yang menunggu penuh harap dengan menahan senyum nya.
" Ishh, , lama banget sih iklan nya . . . pokok nya kalian harus nginap disini , titik gak pake koma . . ! " kata Najwa menyambar kunci mobil Bima di atas meja dan menyimpan nya ke dalam tas nya . Mereka tertawa melihat tingkah Najwa .
" iya , kami memang akan menginap di sini kok . tuh koper udah di bawa Sarah ke kamar . kami udah kangen banget sama kamu sama Brian . . ! " kata Bu Rita memeluk Najwa .
" hahaha , Abang gak di kangenin sama ibu sama ayah . Weee. ! " kata Najwa memeluk Bu Rita erat seraya meledek Bima .
Najwa lalu mengajak Brian untuk berganti pakaian . setelah berganti pakaian rumahan , Najwa kembali turun ke ruang tamu . Dia melihat mereka membicarakan sesuatu dengan serius .
" Ngomongin apa nih , serius banget kayak nya . . ! " kata Najwa duduk di sofa tunggal di sebelah Bima .
" Kata Alex , kamu sekarang buka usaha rumah makan lesehan ya . . ? " kata Bima .
" Iya bang , , Wawa beli rumah makan nya dadakan , Wawa kasihan sama pemilik nya nya yang di lilit hutang , berhubung Brian suka makan di sana sama suasana yang sejuk , jadi Wawa pikir gak ada salah nya Wawa ambil dan mencoba buka usaha lain . oh ya mumpung kita lagi kumpul , malam ini kita makan di sana aja , gimana ? "
" Ayah setuju , ayah penasaran sama rumah makan baru kamu sama menu nya . . ! "
" Sekalian nanti kalian kasih masukan , terutama ibu . Ibu harus mengoreksi semua menu , siapa tahu ibu punya resep rahasia . masakan ibu kan semua nya enak . . ! "
" oh iya , dek . Tujuan kami kesini , selain berkunjung juga ada hal yang ingin kami bicarakan . . ! " kata Bima masuk ke mode serius .
" Apa . . ? " kata Najwa penasaran . Najwa melihat Bima melirik Alex , Najwa pun ikut melirik Alex .
" Jadi gini , Wa . Aku sudah meminta restu dari keluarga mu untuk melamar kamu . ! " kata Alex
DEG
Najwa menatap Alex , lalu menatap keluarga nya secara bergantian . Hati nya seketika berkecamuk .
" ehhem . . Wawa , aku tahu ini terlalu mendadak . Tapi aku tidak bisa menunggu terlalu lama . Sebenar nya dari awal kita ketemu , aku sudah merasakan suatu perasaan yang aneh di hati ku . Aku pikir mungkin itu hal yang biasa saat kita bertemu dengan orang baru . Tapi makin lama , aku merasa semakin ingin selalu dekat dengan kamu . Apalagi saat melihat Brian yang menerima kehadiran ku dengan baik , membuat aku semakin merasa hidup ku lebih berwarna . Karena tidak ingin menyesali sesuatu yang buruk akan terjadi , aku mencoba menanyakan pada hati kecil ku , apa yang aku rasakan ini adalah obsesi atau cinta ? aku pun memutuskan untuk lebih memperhatikan apa yang ku rasakan , Dan aku menyadari jika aku benar-benar menyukai mu . Aku pun juga sadar kalau umur kita tidak lagi muda . Maka dari itu , Aku langsung meminta restu pada keluarga mu . Dan sekarang tinggal menunggu jawaban dari mu . . ! " kata Alex menatap Najwa lembut. Najwa menatap Bima .
" Apapun yang menjadi keputusan kamu , itu adalah pilihan kamu sendiri . Wawa Abang tahu kamu pasti kaget mendengar kabar mendadak ini . Abang juga gak pernah terpikir kalau Alex datang ke mansion dan langsung meminta restu untuk melamar kamu , maka nya abang menjemput ayah sama ibu supaya kamu bisa lebih tenang dalam mengambil keputusan . . ! " kata Bima. Najwa beralih menatap kedua orang tua nya .
" Nak , pada dasar nya ayah dan Abang mu ini masih sanggup untuk menjaga dan melindungi mu dan Brian . Tapi tidak selama nya kami bisa menjaga mu . Ayah sudah tua nak , kapan saja maut bisa memanggil ayah begitu juga dengan keluarga yang lain karena maut tidak memandang umur atau tempat , begitu juga dengan Abang mu , tidak selama nya dia melajang . Di saat dia menikah dan punya anak nanti , dia akan memiliki tanggung jawab yang semakin besar pada keluarga baru nya dan harus mengutamakan mereka . yaah walau kita tidak tahu kapan dia akan menikah dan punya anak . heheh . . !! " gurauan mang oyong sedikit mengurangi ketegangan di ruangan itu .
" ayah , Abang . Najwa mengerti maksud kalian . Tapi , ini memang terlalu mendadak . Najwa juga belum kepikiran untuk menikah , ,
__ADS_1
" Tapi , Brian pengen punya papah , mah . . " ucapan Brian mampu membuat Najwa terdiam menatap sang putra .
" Brian pengen punya papah , sama kayak teman-teman Brian . Mereka sering bercerita kalau setiap akhir pekan mereka akan pergi berlibur bersama papah mereka , pergi memancing , bersepeda ke taman . Belajar berenang di kolam , kalau Brian punya papah pasti seru , iya kan pah . . ? " kata Brian menatap Alex , Najwa terbelalak mendengar panggilan Brian pada Alex . Alex tersenyum lembut pada Brian .
" Brian mau uncle jadi papah Brian . . ? " kata Alex .
" Mau , mau . . Sebenar nya Brian sudah lama banget suka sama uncle . Tapi melihat mamah yang suka berantem sama papah Andi Brian tiap kali ketemu , Brian gak berani ngomong sama mamah kalau Brian pengen uncle Alex jadi papah Brian . Brian takut nanti mamah sama uncle Alex berantem kayak papah Andi . Tapi Brian percaya kok kalau uncle jadi papah Brian , kalian gak akan berantem . . ! " kata Brian polos . Mereka menatap Brian dengan perasaan campur aduk . Tapi perhatian mereka teralih pada suara isakan dari Najwa yang menutup wajah nya dengan kedua telapak tangan nya . Brian terkejut lalu buru-buru menghampiri Najwa .
" mamah , , mamah kenapa nangis . . mamah marah sama ucapan Brian ya . maafin Brian mah , Brian salah , Brian janji Brian gak ngomong pengen punya papah lagi . Tapi mamah jangan nangis lagi . . ! " kata Brian dengan wajah penuh penyesalan . Najwa membuka wajah nya yang basah lalu memeluk Briana dengan erat . Bahu Najwa semakin terguncang akibat tangis nya.
Dalam waktu kesibukan nya bekerja mengumpulkan uang untuk masa depan Brian , Najwa terlalu semangat mengerahkan separuh tenaga dan pikiran untuk mengumpulkan pundi-pundi uang untuk mencukupi kebutuhan Brian , hingga larut dalam pemikiran nya sendiri . Tanpa dia sadari , dia tak terlalu memperhatikan sikap Brian yang tersembunyi . Setelah mendengar keinginan sang buah hati , kini Najwa baru menyadari satu hal . Dia bisa mencukupi semua kebutuhan Brian , tapi dia tidak bisa menggantikan sosok figur ayah dalam kehidupan Brian . Yah , Najwa baru menyadari itu , bahkan Brian diam-diam memendam keinginan terbesar nya hanya karena tidak ingin melihat mamah nya tertekan oleh sebuah pertengkaran antara orang dewasa .
" Brian , hiks , hiks , , maafin mamah ya sayang . . mamah . . hiks , hiks . .mamah . . "
Najwa tak bisa berkata-kata lagi karena menyesali sikap keegoisan nya pada anak nya . Dia menangis terguguh meratapi penyesalan nya . Brian menghapus airmata mamah nya .
" Kenapa Brian mengatakan ini , nak . . ?! " kata Najwa setelah merasa tenang .
" Awal nya Brian gak pernah kepikiran pengen punya papah . Tapi saat melihat uncle Alex , Brian merasa pernah melihat uncle . Dan uncle Alex pun baik sama Brian . Setiap kali ketemu uncle , dia selalu memperlakukan Brian dengan baik . suka nemenin Brian main bola , gak pernah kasar sama Brian atau mamah , gak seperti papah Andi , yang selalu bikin mamah nangis . Bahkan Brian perhatiin mamah selalu tertawa kalau lagi bareng uncle Alex , suka senyum-senyum sendiri kalau lagi telponan sama uncle Alex . Jadi Brian ngebayangin kalau mamah sama uncle Alex nikah , kalian pasti gak bakal berantem , dan mamah pasti bahagia . Brian juga bahagia karena Brian juga punya papah seperti teman Brian . Karena tadi Brian dengar kalau uncle Abang bilang , kalau uncle Alex melamar mamah , maka nya Brian berani bilang kayak tadi . . Maafin Brian ya mah , kalau ucapan Brian tadi bikin mamah sedih . . ! " kata Brian sendu mengusap sisa airmata di pipi Najwa . Najwa menarik nafas panjang lalu menatap mata Brian , menyelami manik coklat itu yang terlihat polos tapi sangat dalam .
" apa Brian merasa bahagia kalau uncle Alex jadi papah Brian . ? " tanya Najwa .
" Brian pasti bahagia mah , tapi mamah bahagia gak kalau nikah sama uncle Alex ? "
Pertanyaan balik dari Brian membuat mereka menatap Najwa lekat . Mereka memperhatikan raut wajah maka yang berubah-ubah .
" benar apa yang di katakan Brian . Apa kamu bahagia nikah sama Alex ? ingat nak pernikahan itu untuk kebahagiaan bersama . Supaya pernikahan itu bisa berjalan dengan baik ? " kata Bu Rita lembut .
" Entah lah Bu , yang jelas aku merasa aman dan nyaman saat sedang bersama Alex . . Tapi untuk pernikahan , seperti nya aku masih ragu . Maaf Alex , ku harap kau mengerti dengan masa lalu ku yang kelam . . ! " kata Najwa menunduk .
" Tidak apa-apa Wa , aku mengerti perasaan mu . Setidak nya sudah ada langkah awal dari kenyamanan yang kau rasakan saat bersama ku . Mungkin untuk ke depan nya kau bisa membuka hati mu secara perlahan untuk ku . Ku harap aku bisa membuka pintu hati mu seutuhnya dan menghapus rasa sakit dari masa lalu mu , aku sangat berharap kita bisa hidup bersama dan merawat Brian bersama-sama . . ! "
Najwa menatap Alex yang tampak serius dengan ucapan nya . Najwa menarik nafas pelan untuk menenangkan hati nya .
" Dua minggu . . kasih aku waktu dua Minggu untuk mempertimbangkan lamaran mu ini . . ! " putus Najwa . Najwa bisa melihat senyum lebar terlukis di wajah tampan Alex .
" Ok . . aku tunggu jawaban mu . kau bisa memikirkan nya dengan perlahan , apapun keputusan mu akan aku terima . ! " kata Alex terlihat begitu bersemangat .
" Baiklah . . ! " kata Najwa kembali menatap Alex yang tersenyum lembut pada nya .
" ya Allah , bantu lah hamba dalam mengambil keputusan yang penting ini . . ! " batin Najwa .
__ADS_1
BERSAMBUNG .