
*sreek
sreek
sreek* . .
Najwa menyapu halaman depan . menyapu daun-daun kering yang berguguran . Sudah menjadi kebiasaan Najwa menyapu halaman di waktu pagi , selain udara nya masih sejuk hitung-hitung olahraga . Sambil menyapu Najwa sesekali melirik Brian yang asyik bermain dengan seekor kucing jantan berbulu hitam yang sudah beberapa hari ini tinggal di rumah Najwa .
Setelah daun kering selesai di kumpulkan , Najwa mengambil tong sampah berbentuk ember yang cukup besar , lalu memasukkan daun kering ke dalam nya . Najwa membawa nya ke belakang dan menumpahkan nya ke dalam drum yang sudah di potong setengah , yang di khusus kan untuk membakar sampah . setelah menyulut api , Najwa kembali ke halaman depan lalu membasuh tangan di kran yang sudah di sediakan di ikuti Brian .
" Ayo mandi , setelah itu kita cari sarapan . .?! " kata Najwa .
" ye . .ye . .sarapan buryam ( bubur ayam ) ya mah . .?! " kata Brian semakin lancar .
" iya . .yuk . .?! "
Najwa dan Brian masuk ke rumah . Tak berapa lama mereka keluar dengan wajah yang segar . Najwa membimbing tangan Brian menyeberangi jalan yang sudah ramai , lalu berjalan ke arah kiri .
" Mang , bubur ayam nya dua , sate telur puyuh tiga sama ati ampela tiga ya . .?! " kata Najwa .
" Siap neng . eh dedek Brian udah seger , abis mandi ya ?? " kata tukang Buryam yang sudah kenal Najwa dan Brian karena sering sarapan disini .
" Iya , mang . .?! " kata Brian tersenyum . menampakkan lesung pipi di sebelah kiri nya . Sama persisi dengan Najwa .
" Anak nya umur berapa mbak ?? tanya seorang wanita muda yang sepertinya seumuran dengan Najwa yang duduk di seberang Najwa .
" hampir 2 tahun mbak . .?! " jawab Najwa sambil mengusap rambut Brian.
" waah , pinter banget ya , udah lancar ngomong nya . oh iya kenalin saya Selin . .?! " puji wanita tadi mencubit pelan pipi Brian yang cubby .
" mbak bisa panggil saya Wawa ...?! "
pesanan Najwa dan Selin datang bersamaan . mereka sarapan di selingi obrolan . Najwa mengelap bibir Brian yang blepotan . Najwa sengaja membiarkan Brian makan sendiri supaya dia terbiasa .
" udah mah . . .?! " kata Brian di sertai sendawa .
" Alhamdulilah . kenyang sayang ?? " kata Najwa mengelap tangan dan pipi Brian dengan tisu basah yang sengaja dia bawa . Brian mengangguk .
" Abis ini kalian mau kemana ?? " tanya Selin.
" Langsung pulang , mau beberes rumah . Kalau ada waktu main ke rumah kami , mbak . .?! " kata Najwa .
" Rumah mu yang mana ?? " kata Selin
" itu , yang ada pohon jambu air . .?!! " tunjuk Najwa .
" ooh . ok , kapan-kapan aku main ya . .?! "
" ok . di tunggu ya mbak . .kita duluan ya . yuk sayang . .?! " kata Najwa . Brian berpegangan pada tangan mamah nya . Selin menatap kepergian mereka dengan wajah sendu .
___________
Pagi yang cerah . Andi dan Cindy tampak berlari kecil dengan mendorong stroller yang berisi seorang bayi perempuan yang montok yang tengah duduk . Andi selalu menyempatkan untuk joging pagi bersama Cindy setiap hari Minggu . agar tubuh Cindy tetap fit dan tetap ramping . Bahkan Andi sudah menyediakan ruangan fitness di rumah nya agar Cindy bisa berolahraga .
Mereka berlari kecil sampai di taman yang tak jauh dari rumah. Sesampainya di taman , suasana sudah ramai . mereka beristirahat di sebuah bangku dibawah pohon yang rindang .
" sayang, nih minum . .?! " kata Cindy menyerah kan Tumbler yang sengaja di bawa . Andi menerima nya dan langsung menenggaknya hingga tinggal setengahnya .
" Makasih . .?! " kata Andi .
Cindy memperhatikan wajah andi yang tampak lesu . bahkan kerutan di dahi nya pun sangat terlihat .
" Kamu kenapa ?? apa ada masalah di kantor ?? " kata Cindy . Semenjak Cindy melahirkan , Andi melarang nya bekerja sampai anak nya berumur 1 tahun .
" Gak apa-apa , hanya masalah kecil . ?! " kata Andi tersenyum .
" Aku tahu pasti ada masalah , kamu gak mau cerita sama aku ?? siapa tahu aku bisa bantu ?? " kata Cindy.
Andi menatap Cindy intens. Terlihat Andi menghela nafas panjang .
" para investor mengundurkan diri , satu persatu . . di tambah pemasok bahan untuk perusahaan kita memutuskan kerja sama secara sepihak , . ?! "
" kenapa bisa begitu . .?! " kata Cindy bingung.
Sejenak Andi terdiam . dia menunduk seperti memikirkan sesuatu .
kruuuukkh
sontak Andi menoleh Cindy , hingga Cindy senyum-senyum karena malu. Andi terkekeh .
__ADS_1
" ya udah sana beli sarapan gih . . Abel biar aku yang jaga . .?! " kata andi meraih dorongan stroller
" kamu gak sarapan ?? " tanya Cindy .
" nanti saja , aku belum lapar . .?! " jawab Andi . Cindy pun pergi ke sebuah warung bubur ayam yang tak jauh dari taman . Tiba-tiba bayi perempuan yang di beri nama Abel itu menangis karena biskuit nya terjatuh . Andi mengambil lagi biskuit yang di simpan bagian belakang stroller .
" nih , jangan nangis lagi ya sayang nya papi . .?! " kata Andi memberikan biskuit namun di buang oleh Abel , dia kembali menangis . Andi pun menggendong Abel . mengajak nya berinteraksi dan bercanda .
Sementara itu di sebuah rumah , tepat nya di ruang tamu , Najwa dan Brian kedatangan tamu , Selin dan suami nya Angga . Selin membawa kan mainan berupa motor-motoran polisi yang bisa di naiki oleh Brian.
" ya ampun mbak , gak usah repot-repot . Mainan Brian udah banyak loh. .?! kata Najwa tak enak hati .
" Gak apa-apa Wa, aku seneng aja lihat wajah Brian yang ceria kalau dapat mainan baru . .?! " kata Selin menatap Brian penuh kasih.
" bilang apa sayang sama bunda ??? " kata Najwa .
" Makasih bunda Selin , ayah Angga . .?! " kata Brian memeluk Selin Angga . Selin memeluk dan mencium Brian .
" sama-sama sayang . ?! " kata Selin lembut.
Selin sudah sering main ke rumah Najwa . Ini sudah untuk yang ke sekian kali nya Selin dan Angga berkunjung . seperti sudah mengenal Najwa sejak lama , Selin menceritakan kehidupan rumah tangga nya , sudah hampir 5 tahun mereka berumah tangga , namun belum juga di karuniai buah hati . Selin dan Angga sudah mencoba berbagai cara pengobatan agar bisa hamil . Namun seperti nya belum rejeki . Hingga akhirnya mereka pun pasrah . Saat melihat Brian di warung bubur ayam waktu itu , membuat Selin ingin sekali mengenal Najwa dan Brian lebih jauh . Mereka memulai perkenalan mereka dengan umur mereka , yang ternyata Selin lebih tua 2 tahun dari Najwa . semakin hari hubungan mereka semakin akrab . sampai Selin membiasakan Brian memanggil nya bunda . Najwa pun tak keberatan . Najwa sudah mengetahui Selin membuka sebuah butik di dekat sebuah mall. Najwa dan Brian pun sering datang ke " ROSELIN BUTIK " sekedar jalan-jalan , kadang-kadang membantu Selin jika Selin terlalu sibuk . Sedangkan Angga memimpin perusahaan yang bergerak dalam bidang modeling. kebetulan hari ini hari Minggu . Jadi dia bisa ikut berkunjung ke rumah Najwa .
" Wa , besok kamu sibuk gak ?? " kata Selin.
" Kayak nya gak deh mbak . emang nya kenapa mbak ?? mbak butuh bantuan ?? " kata Najwa.
" seminggu lagi aku mau ngadain pameran sekaligus mau bikin katalog buat promo , jadi besok sibuk banget buat persiapan . kamu bisa bantu-bantu di butik ?? " kata Selin .
" bisa mbak . . ?! "
" Wah makasih banget ya . besok aku jemput kamu sama Brian . .?! " kata Selin.
" ok . kalau gitu aku masak dulu ya , kalian makan siang disini aja . .?! " kata Najwa .
" ya udah , yuk aku ikut. .?! " kata selin ikut berdiri.
" Brian, mamah sama bunda masak dulu ya sayang , Brian main sama ayah dulu , ya . .?! " kata Najwa .
" Baik mah . ?! " kata Brian yang masih asyik bermain dengan motor polisi nya.
Najwa dan Selin pergi ke dapur. Angga mendekati Brian dan mendorong pelan motor nya . Jadi lah mereka main kejar-kejaran antara polisi dan penjahat. dengan semangat Brian memacu motor nya mengejar Angga dengan mengacungkan pistol mainan nya . Suasana rumah itu terdengar ramai oleh sorakan Brian yang senang karena telah berhasil menangkap Angga sebagai penjahat nya . Najwa yang melihat keceriaan Brian saat bersama ayah angkat nya , hanya bisa tersenyum dan bersyukur karena Brian bisa merasakan bermain bersama sosok seorang ayah walau hanya beberapa waktu dalam sepekan. Tanpa dia sadari setetes airmata nya jatuh melintasi pipi nya yang tampak tirus. yah , semenjak Najwa memilih pindah , semua pekerjaan rumah dia kerjakan sendiri. Setiap hari dia dengan rutin mengerjakan semua pekerjaan rumah , tanpa dia sadari karena selalu menggerakkan tubuh nya , terjadilah pembakaran lemak yang terus menerus dalam tubuh Najwa , hingga tubuh yang gemuk itu berangsur-angsur mulai membentuk lekukan yang cukup bagus.
" Makasih mbak . Beruntung Tuhan mempertemukan kami dengan Kalian . . ?! " kata Najwa kembali ceria. Selin mengangguk . Najwa lalu memanggil Brian dan Angga untuk maka siang .
____________
" aaaaaaarrgghh . . .Sial , sial , sial . . Kenapa bisa begini . Kenapa kinerja marketing kalian sangat buruk . .?! " amuk Andi di ruang rapat .
" Maaf pak, perusahaan sebelah menurunkan harga produk mereka secara drastis sehingga pelanggan kita banyak yang berlari memihak mereka . Apalagi mereka menurunkan harga tanpa mengurangi kualitas barang . . ?! " kata kepala staf marketing yang tertulis nama " AJI " di name tag nya.
" Saya gak mau tahu ya , kalian harus mencari solusi nya untuk permasalahan ini. .?! " kata Andi melempar berkas laporan ke arah kepala marketing.
" Baik pak , saya permisi . .?! " kata Aji buru-buru keluar.
" Pak , ini adalah hasil laporan keuangan bulan ini . ?! " kata manager keuangan . Andi membuka map itu . Tiba-tiba wajah nya berubah menjadi merah saat membaca isi laporan .
" Apalagi ini . kenapa pengeluaran perusahaan membengkak ?? " kata Andi dengan menghempaskan map ke meja kerja nya .
" Perusahaan yang menjadi pemasok barang , menyetujui permintaan kita untuk kembali menjalin kerja sama , tapi mereka menaikkan harga barang menjadi 2x lipat , pak . Jadi sebab itu lah pengeluaran perusahaan sedikit membengkak . .?! " jelas manager keuangan .
" Sedikit ? Sedikit kau bilang , haa ?? " bentak Andi.
" Benar pak . saya berani menyebutnya sedikit karena pengeluaran yang paling besar adalah permintaan saudara perempuan bapak . ?! " jawab manager tegas.
" Apa ?? permintaan kakak saya ?? " kata Andi bingung.
" Benar pak , seminggu yang lalu saudara perempuan anda datang ke kantor saya dan memaksa saya untuk mencairkan dana sebesar lima ratus juta . Saya berani melakukan nya karena saudara perempuan bapak mengatakan kalau bapak sudah menyetujui nya . .?! "
" Astaga kak Yuni . . .Yaa sudah. silahkan keluar . .?! " kata Andi memijit pelipisnya yang terasa berdenyut-denyut.
" Untuk apa dia uang sebanyak itu . Padahal setiap bulan aku selalu ngasih dia uang bulanan. . ?! " gumam Andi . Andi semakin pusing dengan masalah-masalah yang menerpa perusahaan nya . Dia melirik jam nya . Waktu nya makan siang . Dia pun menelpon OB dan meminta untuk mengantar makan siang nya ke ruangan.
Di sisi lain . Di ROSELIN BUTIK ,. semua tampak sibuk , terutama di ruang belakang , beberapa penata rias tengah sibuk merias beberapa gadis cantik dengan ukuran tubuh yang berbeda yang akan menampilkan pakaian yang akan di promosikan di ROSELIN BUTIK . Ada yang ramping , sedikit berisi , bahkan ada yang ukuran jumbo . Setelah mereka selesai di dandani , mereka di giring ke ruang ganti . Tak berapa lama beberapa cowok masuk ke ruang rias , sama hal nya dengan para gadis tadi , para cowok pun juga berbeda ukuran . setelah di rias secukup nya , mereka juga di giring ke ruang ganti . Setelah para cowok pergi , masuk lah beberapa anak laki-laki dan perempuan. salah satu di antara mereka adalah Brian. ya Selin memilih Brian untuk menjadi salah satu model yang akan menampilkan pakaian nya .
" jagoan mamah ganteng banget . .?! " kata Najwa memuji penampilan Brian yang sudah memakai baju kemeja kotak-kotak berwarna biru , di padu dengan Jeans hitam dan sepatu hitam . lengan kemeja di gulung sampai ke siku dan di lengkapi jam tangan yang melingkar di tangan kanan. penampilan Brian semakin lengkap dengan gaya rambut nya yang di potong dengan model undercut. Najwa meminta Brian untuk berpose lalu memotret nya dengan kamera ponsel nya.
" wah, wah, wah , mamah Wawa pelanggaran nih , ayah aja belum ambil foto jagoan ayah . masa mamah Wawa udah foto duluan sih . .?! " gurau Angga yang datang bersama Selin.
" ayah , bunda gimana , Brian udah ganteng belum ?? " kata Brian dengan antusias .
__ADS_1
" udah ganteng pake bingit . duh kayaknya bunda makin jatuh cinta deh sama Brian . . .?! " kata Selin mencubit pipi cubby Brian.
" mbak Selin... .mbak gawat mbak. .?! " kata Uci asisten Selin dengan panik.
" Ada apa ci ??
" Itu di dalam terjadi sedikit kecelakaan sama model kita. .?! " kata Uci .
mereka langsung masuk ke ruang ganti. kerumanan itu memberi jalan untuk Selin.
" Kamu kenapa Rin ?? " kata Selin memeriksa gadis dengan tubuh yang berisi yang terduduk di lantai .
" Aduh mbak , kaki Rina keseleo , tadi gak sengaja jatuh . .?! " kata Rina meringis kesakitan . pergelangan kaki nya pun tampak membengkak .
" Ya udah , Bob, kamu bawa dia ke rumah sakit ya . .?! "
" Baik mbak . .?! "
Kerumunan itu bubar setelah Rina di bawa ke rumah sakit . namun wajah Selin tampak gelisah . dia melirik jam .
" Duh gimana nih mas , acara nya tinggal 15 menit lagi . gak bakal sempat nyari ganti nya . .?! " kata Selin gusar . Mereka terdiam sebentar . Tapi tiba-tiba Angga tersenyum cerah .
" Sayang , aku punya solusi nya . ??!! "" kata Angga .
" Apa ?? cepetan ngomong . .?! " kata Selin
Angga mengacungkan telunjuk nya ke arah seseorang. mata Selin mengikuti arah telunjuk Angga . mata Selin berbinar saat menatap orang yang di tunjuk suami nya . Selin langsung berlari .
" Wa , ayo cepatan bantuin mbak . .?! " kata Selin menarik tangan Najwa ke ruang rias tanpa sempat Wawa bersuara .
Tak berapa lama , Selin keluar bersama Najwa yang sudah di dandani . Najwa memakai dress selutut berwarna putih , di padu dengan rompi jeans biru tanpa lengan, di lengkapi dengan aksesoris kalung rumbai bulu warna biru dan ungu. Serta high heels senada dengan dress nya . saling melengkapi dengan riasan tipis di wajah Najwa .
" Mamah . . .??? " kata Brian mendekati Najwa .
" iya sayang . .?! " kata Najwa .
" Mamah cantik banget hari ini . .?! puji Brian dengan mata berbinar .
" Jadi selama ini mamah gak cantik ?? " gurau Najwa .
" Bukan gitu mah , tapi hari ini mamah cantik nya beda . .?! " kata Brian sumringah , membuat ketiga orang dewasa di dekat nya tertawa.
Acara akan segera di mulai . Selin memberi pelatihan kilat pada Najwa . dengan sabar Selin di bantu Uci membetulkan gerakan Najwa yang terlihat kaku . * *
Di tempat lain. Tepatnya di halaman ROSELIN BUTIK , sudah di bangun panggung dan tenda yang cukup luas. Para pengunjung sudah berdiri berdesakan . Di antara banyak nya manusia yang menunggu acara pameran tersebut , tampak Andi dan Cindy ikut berdiri di dekat panggung , Tak berapa lama muncul lah pemilik butik yang tersenyum manis .
" Terima kasih untuk para pengunjung yang sempat mengahadiri acara pameran kami yang sederhana ini . Baiklah , sebelum promo akhir bulan di berlakukan , izinkan saya untuk menampilkan hiburan untuk anda . semoga kalian terhibur . ?; " Selin mengangguk pada DJ yang sudah siap di tempat. Selin sendiri duduk di kursi yang sudah di sediakan di panggung . musik dj mulai berdentum . Satu persatu para model mulai muncul , menggerakkan tubuh nya . mengambil pose yang menarik , agar pengunjung tertarik dengan model baju yang mereka pakai .
" baju-baju dari ROSELIN BUTIK , pasti semuanya bagus-bagus dan berkualitas tinggi . .?! " puji Cindy .
Awal nya Andi tidak tertarik dengan acara tersebut . Tapi mata nya terpaku pada sosok model yang muncul di nomor akhir , . . .
DEG
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
#BERSAMBUNG
__ADS_1