
Di ruang makan , keluarga Bima sedang menikmati makan malam mereka . Mereka makan dengan tenang , tapi tidak dengan Vera dan uwak Rima . Mereka makan dengan rakus seperti orang yang sudah tidak makan seminggu . Alan menatap jijik pada Vera dan Rima yang makan dengan mulut yang penuh dan belepotan . Rita juga menatap Rima dan Vera dengan sinis .
" Gimana , enak . . ? " kata Rita
" Hmm , , enyak banget . . boleh tambah lagi . . ? " kata Rima dengan mulut penuh . Dia hendak meraih mangkok Magicom tapi Rita lebih cepat meraih nya .
" maaf ya , aku duluan yang ambil , suami ku pengen nambah lagi . Najwa , Alan , Bima , Laura kalian masih pengen nambah . . ? " kata Rita setelah mengisi lagi masih ke piring Yongki .
" Boleh Bu , rendang masakan ibu memang mantap . . ! " kata Bima .
" Najwa udahan. ,Bu . Al , kamu masih pengen nambah . . ? " kata Najwa . Alan menggeleng karena dia tengah mengunyah .
" Bu , Laura pengen nambah lagi Donk . Bima benar masakan ibu memang mantul . . ! " kata Laura menyodorkan piring nya . Rita mengisi lagi nasi ke piring Laura . Setelah itu Rita meletakkan mangkok Magicom dan melanjutkan makan nya . Rima meraih mangkok Magicom tapi Rima tampak kecewa karena ternyata nasi nya sudah habis .
" Dasar pelit . Orang mau tambah malah di habisin . . ! " umpat Rima meletakkan mangkok Magicom dengan kasar hingga menimbulkan suara yang cukup keras .
" Heey , kau sudah menambah nasi mu tiga kali , bahkan lauk di pun kau yang menghabiskan separuh nya . Kau masih bilang orang lain pelit . Semestinya kau sadar , apa yang kau makan ini siapa yang bawa . . ? perut hampir meledak masih aja tetap gak tahu diri . . , udah lah , malas lanjutin makan . Bikin hilang selera aja . . ! " kata Rita membasuh tangan nya lalu minum dengan cepat .
Keributan kecil itu membuat mereka yang masih makan , jadi kehilangan selera makan nya . Yongki , Alan dan Bima langsung mencuci tangan mereka lalu meminum air di gelas masing-masing kemudian beranjak meninggalkan ruang makan. Najwa melirik Vera yang hendak beranjak pergi dari ruang makan .
" Hey Vera , kamu mau kemana . ? habis makan langsung pergi gitu aja , sana beres-beres , jangan jadi perawan pemalas . kapan kamu dapat jodoh nya kalau sifat kamu gak berubah kayak gini . Udah pemalas , sok gaya-gayaan lagi . Sana cuci piring , Laura dan Najwa sudah meletakkan piring kotor di wastafel . ! " kata Rita dengan sangar .
" eh , Rita . Berani-beraninya kamu nyuruh-nyuruh anak ku . . kalau Vera cuci piring , bisa-bisa kuku nya yang cantik itu patah . Tuh , ada calon menantu mu , suruh dia aja . . ! " kata uwak Rima .
" Walau gak di suruh pun saya akan tetap mencuci nya , . ! " kata Laura yang sudah bersiap mencuci piring .
" Nah , gitu donk . Tahu diri dikit lah . . ! " kata Vera .
" Daripada situ , gak tahu diri, udah numpang sok jadi tuan rumah lagi . . ! " sahut Laura masih mencuci piring .
" Apa kamu bilang . . ? " kata uwak Rima kencang .
" Stoop . . !!! tolong jaga sikap kalian ya . . aku pusing lihat sikap kalian yang gak berubah kayak gini . . ! " teriak Najwa kesal menatap Vera dan Rima .
" jangan salahkan kita Donk . Salahkan aja tu bibi Rita , dia pikir dia siapa di rumah ini . Sok-sokan ngatur kayak tuan rumah . .! " kata Vera angkuh .
" Kau tidak sadar ? ibu memang tuan rumah di sini . Karwna dia lah yang merawat rumah ini . Jadi tolong hormati tuan rumah . . Hhhffuh , bikin pusing kepala aja . . ! " kata Najwa
" Najwa , kamu duluan aja ke kamar ya , ibu mau bantu Laura dulu . Sekalian nanti ibu juga mau bantu Laura packing . ! " kata Rita menenangkan Najwa yang tampak kesal .
" Iya Bu . Sebentar Najwa mau masak air dulu buat ayah sama yang lain nya ngopi . . ! kata Najwa meraih cerek dan mengisi nya air .
" Oh iya , ibu hampir lupa . Najwa , Tadi Bu Wendah ngajak kita ke rumah nya , kata nya dia butuh bantuan kamu . . ! " kata Rita .
" Kapan Bu . . ? "
" Sepertinya habis ini kita langsung pergi aja . ! " kata Bu Rita .
" Baiklah . Setelah bikin kopi , kita bersiap . ! " kata Najwa mengambil tiga gelas dan menata nya di baki. Dia mengisi gula dan kopi sesuai dengan selera ayah , Abang dan suami nya . Sedangkan Rita membantu Laura mencuci piring . Pekerjaan Rita dan Laura cepat selesai karena di kerjakan secara bersama dan mereka langsung menuju kamar masing-masing untuk bersiap , bersamaan dengan itu suara cerek yang seperti siulan mamang yang jualan putu yang menandakan jika air nya sudah matang . Najwa mengisi gelas yang berisi gula dan kopi hingga wangi khas kopi menguar di sekeliling nya.
Tanpa ada yang menyadari , Vera dan Rima melirik satu sama lain dengan tatapan yang mencurigakan . Vera mendekati Najwa yang sedang mengaduk gelas kopi dan dengan sengaja menyenggol tangan Najwa hingga jari Najwa tercelup ke dalam gelas kopi panas itu .
__ADS_1
" Aaawh . . . ! " jerit Najwa
" Maaf , maaf Najwa aku gak sengaja . aku cuma mau ambil gelas mau minum . . ! " kata Vera . Tanpa menjawab Najwa langsung menuju wastafel dan menadahkan jari nya ke air yang mengalir . Dengan cepat Vera mencampurkan sesuatu ke dalam salah satu gelas kopi dan langsung berbalik menghampiri Najwa .
" Najwa , jari kamu gak apa-apa kan ? " kata Vera sok perhatian .
" Gak apa-apa . . ! " kata Najwa mematikan keran air .
" Ya udah , kalau gitu biar aku aja yang antar kopi nya ke depan . ! " kata Vera langsung membawa baki ke ruang tamu .
Tanpa rasa curiga dia hanya mengikuti Vera yang membawa baki ke ruang tamu . Ternyata Laura dan Rita sudah siap .
" Sebentar ya Bu , Najwa mau siap-siap dulu . Al , bisa ikut aku sebentar . Ada yang mau aku omongin ? " kata Najwa . Alan mengikuti Najwa ke kamar . Vera menatap tajam pintu kamar Najwa yang tertutup .
" kamu mau kemana , wa. ? " kata Alan .
" tadi ada tetangga yang ngundang aku sama ibu ke rumah nya , kata nya dia butuh bantuan aku . Aku boleh pergi sama ibu kan . . ? " kata Najwa meminta izin .
" Lama gak ? " kata Alan tiba-tiba memeluk Najwa . jantung Najwa berdebar saat merasakan pelukan hangat dari suami nya . Dengan ragu Najwa mengangkat tangan nya membalas pelukan Alan .
" aku gak tahu lama apa gak . Kan aku belum tahu keperluan Bu Wendah apa sama aku . . ? " kata Najwa menyandarkan kepala nya ke dada bidang Alan .
" Kamu boleh pergi sama ibu , asalkan . . . " kata Alan melerai pelukan nya dan menatap Najwa lekat .
" Apa . . ! " lirih Najwa
" Asalkan , , kau mencium ku dulu. . ! " kata Alan menyodorkan pipi nya . muka Najwa menjadi tegang saat pipi Alan sudah di depan nya. Dengan gerakan cepat Najwa memajukan wajah nya , dan
Najwa langsung berlari setelah mendaratkan ciuman pertama pada suami baru nya itu dengan wajah merona . Alan menatap kepergian Najwa yang sudah menghilang di balik ruang ganti lalu tertawa kecil .
" Ternyata kau masih malu-malu . ! " gumam Alan keluar kamar .
Sementara di dalam ruang ganti , Najwa berusaha menenangkan jantung nya yang serasa ingin keluar dari tempat nya . Dia meraba pipi nya yang terasa hangat .
" Najwa , kau benar-benar gila . Berani-beraninya kau mencium nya hanya karena sedikit godaan . . iiih , , jangan sampai Alan menilai aku sebagai wanita gampangan . . ! " kata Najwa menepuk-nepuk pelan wajah nya sendiri .
* * *
ceklek
Alan sontak menoleh saat mendengar suara pintu kamar Najwa terbuka . Dia menahan senyum nya kala melihat Najwa sengaja berjalan menundukkan wajah nya .
" Bu , ayo kita berangkat . . ! " kata Najwa mencuri pandang ke arah Alan . Alan sangat ingin tertawa terbahak-bahak melihat sikap Najwa yang malu-malu . Dia langsung menyesap kopi nya untuk menyembunyikan ekspresi nya .
" Ya udah , ayo kita berangkat . ! " kata Rita beranjak dari tempat duduk nya . Alan melihat Najwa yang mendekati nya perlahan dan mengulurkan tangan nya.
" ada apa . . ? " kata Alan pura-pura tidak tahu . Najwa menggoyangkan tangan sebagai isyarat .
" Mau minta apa sih . . ? " goda Alan . Najwa menunjukkan wajah cemberut nya pada Alan membuat Alan tersenyum di kulum . Lagi-lagi Najwa menggoyangkan tangan , membuat Alan semakin jahil
" Najwa , ngomong Donk , kamu mau minta apa sih. . ?! " kata Alan .
__ADS_1
" iih kamu mah . . udah ah . . ! " kata Najwa dengan nada merajuk nya seraya melangkah hendak meninggalkan Alan .
" Hahaha , , cup cup cup , jangan ngambek Donk . . ! " kata Alan menarik tangan Najwa hingga Najwa berbalik lagi pada Alan .
" Kamu sih . . . ! " kata Najwa tetap cemberut .
" Iya , iya , . Maaf ya . . ! " kata Alan merapikan pasmina Najwa yang sedikit berantakan .
" aku mau berangkat sama ibu . . ! " kata Najwa kembali mengulurkan tangan nya pada Alan .
" Nah , gitu donk ngomong nya . . ya udah hati-hati , jangan lama-lama , seperti nya hari mau hujan . . ! " kata Alan menerima tangan Najwa , lalu Najwa mencium Alan .
" Iya , , ! " kata Najwa tersenyum . Mereka lalu beranjak dari tempat nya .
" Loh , ayah juga ikut . . ? " kata Najwa yang melihat Yongki juga ikut keluar .
" Enggak , ayah mau ke sawah , mau menutup saluran air . Tapi barengan aja sekalian ayah ngantar kalian ! " kata Yongki .
" Beneran nganter atau takut mang Udin godain ibu lagi . . hahah . . !! " goda Najwa
" Najwa , , anak nakal , sini kamu . . ngomong asal jeplak aja . . ! " kata Yongki pura-pura marah . Najwa tertawa dan bersembunyi di balik punggung Rita yang ikut tertawa .
flashback on
Najwa masih ingat cerita saat mereka masih remaja , Rita berjualan sayur keliling untuk menjual hasil sawah mereka . Setiap pagi Rita sudah menjajakan sayuran dari pintu ke pintu . Saat Rita melintasi rumah Udin , si duda juragan beras yang berseberangan dengan rumah Bu Wendah , Udin selalu menyetop Rita dan membeli sayuran nya . Tapi ternyata itu hanya modus Udin untuk mendekati Rita yang dia kira seorang janda . Awal nya Rita tidak ambil pusing , asalkan sayuran nya laku . Tapi lama-lama sikap Udin semakin berani menggoda Rita , Karena merasa risih Rita tak lagi melewati rumah Bu Wendah , tapi sayang nya itu tak menghentikan niat Udin untuk merayu Rita . Bahkan Udin nekat mencari Rita dengan bertanya pada orang-orang kampung . Hingga suatu hari saat Rita sedang berbelanja di pasar , tiba-tiba Udin datang dan langsung menarik tangan Rita tanpa mengetahui siapa laki-laki yang berdiri di samping nya . Tanpa berkata Yongki langsung menarik tangan Rita dan melayangkan bogem mentah nya pada wajah Udin .
" Siap elo , berani-beraninya elo merebut gebetan gue , haa . . elo tahu gue siapa ? gue Udin juragan beras terkaya di kampung xx . . Lepaskan Rita , atau gue akan kasih pelajaran sama elo . . ! " teriak Rita di tengah keramaian .
" Jangan pernah ganggu istri gue atau elo bakal terima akibat nya . . ! " kata Yongki dengan tatapan tajam . Udin tersentak mendengar ucapan Yongki , dia melirik Rita yang mengusap pergelangan tangan nya yang tampak memerah . Mata nya menatap tidak suka saat Yongki meniup dan mengusap pergelangan tangan Rita . Semenjak itu , walau dia sudah mengetahui kalau Rita bersuami tapi dia tetap masih menggoda Rita . Tapi Rita sama sekali tidak menggubris nya .
flashback off
Alan tertawa melihat keharmonisan keluarga Najwa . Sedangkan Bima hanya tersenyum melihat tingkah Najwa yang suka menggoda ayah nya .
" Sudah, sudah , ayo kita berangkat . Alan , kamu gak ikut sekalian . . ? " tawar Rita . Vera terlihat gelagapan saat mendengar ucapan Rita .
" Gak deh Bu . Saya di rumah aja , capek habis jalan-jalan tadi . ! " kata Alan .
" Ya udah , kalau begitu kami pergi dulu . Hati-hati di rumah . . ! " kata Rita melirik Vera yang terlihat terus mencoba mendekati Alan .
" Iya , Bu . ! " kata Alan .
Najwa dan yang lain nya lalu pergi dengan di antar Yongki . Sedangkan Bima juga keluar namun tidak ikut bersama Najwa . Dia bilang mau ke rumah teman lama nya . Alan masuk tanpa menutup pintu .
" Jangan di tutup . Biarkan pintu terbuka saja . . ! " kata Alan saat melihat Vera ingin menutup pintu.
" Alan , ini udah malam . Sebaiknya pintu di tutup . ! " kata Rima .
" Baiklah , silahkan kalian masuk , biar aku duduk di luar . .! " kata Alan berjalan menuju pintu . Tapi . . . .
B E R S A M B U N G
__ADS_1