
Dari hari ke hari interaksi antara Alan dan Najwa semakin intens . Alan mulai terbiasa dengan kehadiran Najwa , bahkan sedikit bergantung dengan pelayanan Najwa , seperti urusan pakaian dan makan . Alan juga menyukai kebiasaan baru nya sebelum pergi bekerja , yaitu Najwa mengantar sampai ke pintu dan mencium tangan nya , membuat langkah dan pikiran nya semakin ringan menuju tempat kerja nya . Karena sudah terbiasa memakan masakan Najwa , Alan bahkan meminta untuk di siapkan bekal . Biasa nya Alan makan di restoran mahal yang tak jauh dari butik nya , karena menurut Alan makanan di restoran itu sangat enak . Tapi setelah hampir satu bulan ini dia terbiasa dengan masakan rumahan ala Najwa , dia merasa tidak berselera dengan makanan lain . Bukan tidak enak tapi dia lebih merasa nyaman dengan masakan Najwa .
Kedekatan Alan dan Brian pun juga semakin terjalin . Tiap malam sebelum anak-anak tidur , Alan menyempatkan menanyakan kegiatan mereka dalam sehari ini . Berbagai cerita meluncur dari anak-anak yang sedang aktif itu , mulai bermain , makan bahkan mereka mengabsen nama-nama teman mereka.
" Ternyata memiliki anak sambung itu tidak buruk . Apalagi aku belum merasakan bagaimana merawat anak laki-laki . ! " batin Alan tersenyum
Setelah mengantar kedua anak itu ke kamar nya dan mencium nya , dia kembali ke kamar untuk beristirahat . Saat masuk ke kamar , dia mengedarkan pandangan nya ke setiap sudut mencari sosok wanita yang kini tanpa dia sadari mulai membuat nya merasa ketergantungan . Tapi kamar itu kosong , dia menuju kamar mandi ternyata juga kosong . Dia lalu memutuskan untuk berganti pakaian tidur lalu berbaring ke ranjang nya . Hampir setengah jam Alan berbaring dengan isi pikiran nya yang random . Tapi hati nya masih memikirkan wanita yang telah menjadi istri nya itu . Yah walau belum menjadi istri seutuhnya , karena sampai sekarang mereka masih tidur terpisah . Najwa tetap tidur di sofa yang kini sudah berganti menjadi sofa yang bisa di ubah menjadi kasur jika di tarik bagian bawah nya dan bagian sandaran nya di rebahkan, maka sofa itu akan menjadi lebar dan nyaman untuk tidur . Sebenarnya Alan ingin agar Najwa tidur seranjang dengan nya walau tak melakukan apapun , tapi karena gengsi dan ego nya yang terlalu tinggi , dia hanya bisa menatap wajah Najwa yang tampak damai dalam tidur nya .
Saat sedang asyik dengan pikiran nya sendiri terdengar suara handle pintu di putar . Dengan cepat Alan langsung memejamkan mata nya pura-pura tidur dengan posisi terlentang tanpa memakai selimut . Alan menajamkan pendengaran nya . Terdengar suara pintu terbuka lalu di tutup dengan pelan . Langkah ringan terdengar mendekati nya . Tanpa bersuara Najwa melangkah ke arah ujung kaki Alan lalu mengangkat kaki Alan pelan yang menindih selimut . Lalu dia menarik selimut hingga menutupi dada Alan . Setelah itu dia menyalakan lampu tidur lalu mematikan lampu kamar , Kemudian beranjak ke sofa dan mengaturnya menjadi tempat tidur yang nyaman . Dalam hitungan menit terdenggar dengkuran halus dari Najwa yang ternyata sudah tertidur . Alan membuka mata nya kembali dan merubah posisinya miring menghadap sofa yang berisi Najwa . Dia sedikit terpesona dengan wajah tenang itu .
" cantik . . ! " batin Alan tanpa sadar di iringi dengan senyuman. Perlahan dia merasa mata nya semakin berat dan akhirnya dia pun ikut terlelap .
_________
Suara adzan berkumandang , menggema ke seluruh sudut bumi yang kelam . Hembusan angin di sertai hujan yang cukup deras membuat cuaca semakin dingin . Tapi itu tak menyurutkan niat Najwa untuk bangun dan menunaikan kewajiban nya sebagai seorang muslim . Setelah berdiam sejenak setelah terbangun dari tidur nya , dia beranjak dari tempat tidur nya .
" Alan , , Al bangun Al , sholat . . ! " kata Najwa pelan sambil menggoyangkan lengan Alan dengan mata yang masih setengah tertutup . Karena terkejut , repleks Alan mencengkeram tangan yang menyentuh lengan nya dan menarik nya dengan kencang .
" Aduh . . !! " Najwa terjatuh ke atas dada Alan yang bidang , tatapan mereka bertemu tanpa berkedip . Najwa cepat tersadar karena kedua aset di da*a nya terasa nyeri saat membentur dada Alan tadi . Dia menarik tangan nya dari cengkeraman Alan yang masih mematung memandang bahwa .
" Bangun , sholat subuh dulu . . ! " kata Najwa langsung pergi menuju kama mandi . Sesampainya di kamar mandi dia mendesis pelan sambil sedikit menekan dada nya untuk mengurangi rasa nyeri .
Sedangkan Alan , dia masih terdiam mematung mengingat kejadian yang baru saja terjadi . Entah kenapa dia merasa ada kupu-kupu yang bertebaran di hati nya mengingat posisi Najwa yang terjatuh di atas nya . Dia tersenyum tipis sambil menggeleng-gelengkan kepala nya . Dia menuju kamar mandi , tapi saat akan membuka pintu , dia mendengar gumaman pelan dalam .
" Dasar pria aneh , orang ngebangunin ngajak sholat subuh malah di tarik sampai jatuh . ssssh , , mana sakit lagi aset kembar aku . Untung gak meletus . . ! "
__ADS_1
Alan menahan tawa nya mendengar ucapan Najwa . Dia kembali tersenyum lebar sambil geleng-geleng kepala . Dia lalu mengetuk pintu kamar .
" kamu masih di dalam . . ? " kata Alan pura-pura tidak tahu .
" bentar . . ! " terdengar sahutan dari dalam .
Tak lama pintu kamar mandi terbuka , tampak lah Najwa yang seperti nya sudah mengambil wudhu . Alan menggeser badan nya memberi jalan agar tidak bersentuhan .
" Sudah ambil wudhu ? " tanya Alan .
" Sudah . . ! " jawab Najwa .
" Ya sudah , tunggu aku sebentar . Kita sholat berjamaah . ! " kata Alan langsung masuk ke kamar mandi . Najwa mengernyitkan alis nya , Semenjak mereka menikah , Najwa memang selalu membangunkan Alan untuk sholat subuh . Biasa nya mereka akan sholat sendiri-sendiri , tapi baru kali ini Alan mengajak nya sholat berjamaah . Dengan jantung yang berdebar-debar , Najwa langsung masuk ke ruang ganti dan memakai mukena nya , dia juga menyiapkan baju kokoh dan kain sarung untuk Alan , setelah itu dia menggelar dua sajadah di ruang yang sedikit lebar di dalam ruang ganti itu . Tak lama Alan masuk ke ruang ganti , dia melihat pakaian yang sudah di siapkan oleh Najwa Dan langsung memakai nya. Setelah itu dia berdiri di sajadah di depan sajadah Najwa . mereka memulai sholat subuh dengan khusyuk . Terdengar salam dari Alan selaku imam . Alan membaca doa yang di Amin kan oleh Najwa sampai selesai . setelah membaca Doa dia membalik badan nya dan tampak bahwa menatap nya dan menadahkan tangan nya . Alan menerima tangan Najwa dan membiarkan nya mencium punggung tangan nya . Saat Najwa menunduk dia sangat ingin mengusap puncak kepala Najwa yang terbungkus mukena itu dan mencium kening nya . Tapi keegoisan Alan berhasil mengalahkan niat nya itu .
" Al , kamu gak lanjut tidur ?? " kata Najwa .
" Tidak . Sepertinya sebentar lagi hari mulai terang . . ! " kata Alan sedikit berdebar saat mendengar nama nya di panggil seakrab itu . duduk di kursi meja makan .
" Mau aku buatin kopi ? " tawar Najwa .
" Boleh . . ! " kata Alan yang memang berniat meminta kopi .
Alan memperhatikan setiap gerak gerik Najwa di dapur yang terlihat sangat gesit . Tak lama secangkir kopi hitam terhidang di depan nya . Aroma kopi yang harum membuat Alan langsung menyeruput kopi nya sambil tetap memperhatikan semua pergerakan Najwa .
" Sepertinya dia memang sudah terbiasa dengan kegiatan di dapur . . Jauh berbeda dengan Leni . Jangankan memasak untuk ku , membuatkan kopi saja dia meminta pelayan yang menyiapkan nya. ! " batin Alan .
__ADS_1
Alan bersantai di halaman depan sambil meregangkan otot-otot nya yang terasa kaku .Biasa nya jika hari Minggu dia akan lari pagi setelah sholat subuh .Tapi berhubung hari Minggu kali ini hujan , dia lalu menuju ruang gym pribadi nya di ruang belakang .
Sementara di dapur , Najwa sudah menyelesaikan semua menu sarapan untuk anggota keluarga nya . Dia melirik jam di dinding .
" Masih pukul 6 . Sambil menunggu anak-anak bangun , lebih baik aku senam dulu . . ! " kata Najwa . Dia kembali ke kamar lalu berganti seragam senam nya yang ketat . Lalu membawa sound dan ponsel nya ke halaman samping yang tak jauh dari kolam renang . Dia menyetel musik yang biasa dia putar . * * *
Alan yang masih sibuk nge-gym , menghentikan kegiatan nya saat mendengar suara musik yang cukup kencang . Karena penasaran dia mencari sumber suara hingga langkah nya kini terhenti tepat di tepi kolam . Netra mata nya menatap lekat ke depan , jakun nya turun naik saat melihat Najwa yang tengah menggerakkan badan nya dengan teratur mengikuti hentakan senam . Bagaimana tidak , Najwa memakai baju yang ketat hingga menunjukkan lekukkan tubuhnya yang sempurna . Alan pria yang normal , apalagi dia sudah lama menduda . Walau dia duda tapi dia tidak pernah yang nama nya " bermain " di luar . jadi wajar jika iman nya sekarang goyah dengan pemandangan yang menggoda iman laki-laki . Dari kejauhan dia melihat Rian dan Ruby datang dari pintu yang menghubungkan dengan ruang tamu .
" Mamah , ,mamah senam kok ngajak Brian . . ! " kata Brian mematikan musik . Najwa tertawa pelan .
" Tadi kan Brian masih tidur . Jadi mamah gak mau ganggu jagoan mamah ini .Karena kakak dan adik sudah bangun , ayo kita senam bareng biar sehat . . ! " kata Najwa .
Brian dan Ruby bersorak heboh . Najwa kembali menyetel musik dari awal .Brian dan Ruby berdiri di sisi kanan dan kiri Najwa . Mereka mulai menggerakkan badan mereka . Alan tertawa pelan melihat Ruby yang meniru gerakan Najwa dengan lucu dan patah-patah , berbeda dengan Brian yang tampak nya sudah hapal dengan gerakan senam . Najwa memberi semangat pada Ruby . Hingga akhir nya musik nya berhenti dengan selesai nya senam mereka .
" Kak Brian kok bisa ikut gerakan mamah . . ? " kata Ruby cemberut
" Karena kakak dulu sering ikut senam bareng mamah . .nanti kalau adik rajin ikut mamah senam pasti Adik juga bisa kok . . ! " hibur Brian .
" ya Donk . princess mamah inikan gadis pintar , nanti pasti bisa kok . yuk mamah mandiin , setelah itu kita sarapan . .! " kata Najwa meraih ponsel nya lalu membimbing Ruby dan Brian ke dalam .
Alan cukup lama berdiam diri menenangkan gejolak di hatinya dengan menghela nafas nya . Setelah cukup tenang , dia lalu masuk ke dalam . Pikiran nya menjadi kacau oleh pemandangan tadi , tanpa sadar dia berjalan menuju kamar nya dan langsung masuk . Dia melepas sepatu nya lalu masuk ke kamar mandi tanpa mengetuk . Tapi baru saja pintu terbuka . . .
" ***** . . .
BERSAMBUNG*
__ADS_1