
BRUUKH
" Astaga . . .?! " Najwa buru-buru menghampiri pria yang sudah tergeletak pingsan. Di susul oleh beberapa bapak-bapak.
" pak tolong pak . . Seperti nya dia terluka. .?! " kata Najwa saat melihat tetesan darah dari lengan pria itu.
Tiga orang menggotong pria berjaket hitam tadi dan membawa nya ke klinik terdekat. Brian dan pria tadi akhir nya di rawat di klinik yang sama dan di jadikan satu ruangan. Saat ini Brian tengah tertidur setelah luka nya di obati. Begitu juga dengan pria tadi. pria itu mengalami luka tembak di lengan kiri nya. Najwa mengetahui pria itu bernama Alexander saat seorang bapak yang menggotong Alex tadi memeriksa dompet nya untuk melihat kartu identitas nya . Najwa tak ingin mengetahui alasan apa yang menyebabkan Alex mengalami luka tembak karena dia tak ingin ikut campur urusan orang lain. Tapi saat bapak itu menyerahkan dompet dan ponsel nya pada Najwa karena mereka pamit pulang. Najwa tetap menerima nya dan meletakkan dompet serta ponsel Alex di nakas yang berada di samping ranjang Alex.
" Sekali lagi terima kasih ya pak atas bantuan nya. Alex biar saya yang menjaga nya untuk sementaran waktu sampai keluarga nya datang. ?! "
" baiklah . kalau begitu kami pamit dulu karena hari sudah gelap. .?! " mereka langsung pergi.
Najwa menyingkap gorden yang menutupi jendela.
" Astaghfirullah , hari sudah gelap. Aku lupa ngasih kabar ke rumah. mereka pasti khawatir. kata Najwa mengambil ponsel nya. Najwa tersentak saat melihat puluhan kali panggilan tak terjawab dari keluarga nya. Najwa menghubungi nomor Bima, tapi tak di jawab. Dia melirik jam di dinding .
" Seperti nya mereka sedang sholat. .?! " gumam Najwa. Dia menyimpan kembali ponsel nya lalu beranjak ke kamar mandi untuk menuntaskan panggilan alam nya.
Tak berapa lama dia keluar dari kamar mandi dengan wajah yang terlihat segar setelah mencuci muka. Tapi tubuh Najwa kembali tersentak saat melihat ranjang di sebelah Brian kosong.
" Loh .loh .loh. .Kemana pergi nya pria tadi ?? " kata Najwa lirih dia membuka pintu dan mengedarkan pandangannya ke sekeliling koridor. Tapi Najwa tak melihat sosok pria kekar dan pucat tadi. Dia kembali menutup pintu.
" Mungkin dia sudah di jemput sama keluarga nya saat aku di kamar mandi tadi. Tapi apa salah nya sih kalau nunggu aku keluar dulu biar bisa pamitan. . . ck , akh bodoh amat lah . . yang penting luka nya sudah di obati. . ?! " kata Najwa menuju ranjang Brian.
Tapi mata Najwa terpaku pada sesuatu yang tergeletak di atas meja . Dia meraih benda itu yang ternyata sebuah kertas terlipat dua. Najwa membuka kertas yang terlipat 2 itu.
Sorry , gue pergi gak pamit terlebih dahulu karena gue terburu-buru . Terima kasih karena udah nolong gue. dan maaf gue gak bisa ngasih apa-apa . Semoga suatu saat kita bertemu kembali dan gue berkesempatan untuk membalas kebaikan elo. bye . .
Najwa melipat kembali kertas itu.
" Aku gak mengharapkan imbalan apapun . Aku ikhlas kok nolongin kamu. Semoga kamu gak terluka lagi . .?! " kata Najwa sambil berjalan mendekati ranjang Brian.
Tapi Najwa terjingkat saat merasa menginjak sesuatu . Dia mengangkat telapak kaki nya dan memungut sesuatu yang berada di bawah kaki nya . ternyata sebuah kalung dengan liontin berbentuk matahari berwarna silver ( perak ) dengan batu permata berwarna biru menghiasi tengah-tengah liontin. Najwa langsung menyukai kalung itu dalam pandangan pertama .
" Kalung ini bagus banget. .?! " kata Najwa menimang kalung itu. Tanpa pikir panjang dia memakai kalung itu. Kalung yang panjangnya sebatas dada Najwa itu tampak cocok dengan Najwa . Najwa tersenyum dan menyembunyikan kalung itu di balik baju nya.
__ADS_1
Najwa terkaget saat ponsel nya berdering. tertera nama Bima di layar ponsel.
" Halo assalamualaikum bang. .
" Waalaikumsalam . Najwa. kamu dimana ? kenapa kamu gak pulang ??
" Cerita nya panjang bang. Abang bisa jemput kami kan ?? "
" kamu dimana ? biar abang jemput sekarang. .! "
" Kami di klinik Dr. Diana Siregar bang. Tak jauh dari taman sekitar kompleks. .?!
" baik Abang segera kesana. kamu jangan kemana-mana sebelum Abang datang..!"
Tut. Tut*. .
Panggilan telpon terputus. Najwa menghembuskan nafas panjang saat mendengar suara cemas Abang nya. Dia menatap Brian yang masih tertidur dan mengusap rambut nya. .
____________
Sebuah motor ojol berhenti di depan sebuah rumah yang cukup besar. Penumpang turun dan meminta tukang ojek untuk menunggu sebentar , tak lama pria berjaket hitam itu keluar dan memberikan lembaran uang berwarna merah pada tukang ojek dan langsung berbalik arah kembali ke rumah.
Tukang ojek itu pun pergi setelah meneriakan terima kasih. Pria itu langsung menutup pintu dan mendudukkan dirinya ke sofa yang ada di ruang tamu. Dia melepas jaketnya perlahan sambil meringis menahan rasa ngilu dari luka di lengan kiri nya.
Yah , pria itu adalah Alex. Saat di klinik , ketika Najwa masih di kamar mandi , perlahan mata Alex terbuka , Alex tersentak saat melihat pemandangan yang memasuki retina mata nya . Dia buru-buru bangkit dari ranjang tapi lengan kiri nya terasa ngilu. Dia melihat lengan nya di perban. Tiba-tiba dia mengingat kembali kejadian sebelum dia jatuh pingsan.
Saat itu Alex tengah berada di balik tanaman bonsai yang menjadi pagar di halaman sebuah rumah mewah. Dia seperti seorang Intel yang tengah mengintai target. Mata nya yang tajam memperhatikan gerak-gerik orang yang berada di rumah itu. Di genggaman nya , terdapat sebuah pistol yang siap tembak yang telah dipasang peredam . Dia sudah menyusun rencana sebaik mungkin untuk membunuh pemilik rumah ini karena suatu dendam akibat kejadian beberapa bulan yang lalu . Yah sebuah pembalasan dendam . Dengan sabar dia mengintai target nya dari balik rerimbunan bonsai , Dan saat melihat target keluar dari rumah , dia tidak menyia-nyiakan waktu nya. Segera dia membidik target tepat di titik vital nya. Dan
TAP
Tembakan pistol Alex tepat mengenai sasaran. Sebuah timah panas menembus dada kiri target nya.
BRUUKH
Terdengar suara sesuatu terjatuh dengan keras.
" Bos . .
__ADS_1
" Tuan..
Alex mendengar suara panik dan gaduh di depan nya. Alex langsung mengambil kesempatan untuk melarikan diri dari tempat persembunyian. Namun salah satu anak buah pemilik rumah menyadari gerak-gerik Alex.
" ITU PENYUSUP NYA . TANGKAP JANGAN SAMPAI LOLOS. .?! "
Teriakan itu membuat Alex semakin mempercepat langkah nya. Alex berlari tanpa arah , yang penting dia bisa melarikan diri , pikir Alex.
dor . .dor . .dor . .
Terdengar bunyi tembakan di belakang Alex di sertai desingan peluru yang melewati nya.
" Seperti nya di depan ada taman , aku harus kesana . Semakin ramai semakin aman. "
Tapi tiba-tiba tubuh Alex tersentak saat sebutir peluru bersarang di lengan kiri nya , mengakibatkan Langkah nya sedikit melambat.
" CEPAT PENYUSUP ITU SUDAH TERLUKA. DIA PASTI MENJADI LEMAH. . ?! ".
Teriakan itu menyadarkan Alex . Di depan nya ada pertigaan. Dengan sisa tenaga nya , Alex berlari lebih cepat dan membelok ke kiri.
Orang-orang yang mengejar Alex tadi berusaha menyusul langkah Alex. namun langkah mereka melambat saat melihat segerombolan orang-orang yang tengah membakar sampah di dalam bak semen yang besar. para pengejar itu celingukan mencari Alex yang mereka anggap penyusup. Mereka juga bingung mencari nya karena mereka tak melihat wajah penyusup itu karena Alek memakai masker hitam. Karena merasa kesal oleh kecerobohan mereka sendiri . Seorang laki-laki bertubuh besar mengkode teman-teman nya untuk pergi.
Sementara itu , tanpa mereka sadari . Kepergian pengejar itu membuat seseorang yang tengah sibuk mengangkut sampah itu bernafas lega. Yah , dia adalah Alex. Saat Alex melihat orang-orang tengah membakar sampah dia langsung melepas jaket dan masker nya lalu bergabung bersama kerumunan itu. Dia mulai menyibukkan diri dengan membantu mengangkut sampah. Setelah melihat rombongan pengejar itu hilang , dia langsung menyambar jaket nya yang dia lempar di pinggir jalan dan melangkahkan kaki nya tanpa arah. Dia mengikuti kaki nya melangkah. Hingga tanpa sadar dia telah masuk ke gang yang sepi. karena darah nya terus menetes dan tenaga nya sudah semakin habis , dia berjala pelan dengan penglihatan yang mulai kabur. Tiba-tiba suara keributan memenuhi telinga nya. Dia melihat didepan nya seorang wanita berpakaian dekil tengah berlari sambil menggendong seorang balita berumur sekitar 1 -2 tahun yang sedang menangis. Di belakangnya tampak bapak-bapak mengejar wanita itu sambil berteriak penculik . tatapan Alex berpusat pada seorang wanita yang bertubuh gemuk ikut berlari sambil menangis di tengah-tengah para laki-laki. Alex dengan cepat menyimpulkan kalau wanita itu adalah ibu dari balita yang di culik itu.
Alex berdiam diri di tempat nya. Dia memperhatikan wanita penculik yang semakin mendekati nya. Dan akhir nya terjadilah tabrakan yang membuat penculik itu jatuh bersamaan dengan balita tadi. Melihat penculik itu hendak berlari Alex langsung menangkap tangan nya dan memiting nya.
Sejujur nya tubuh Alex sangat lah lemah , Tapi saat melihat wanita gemuk itu menangis meratapi anak nya. Hati Alex tak tega . Setelah meringkus penculik itu , pandangan Alex semakin buram , dia masih sempat mendengar ucapan orang-orang di sekitar nya . Saat penglihatannya semakin redup dia masih sempat melihat wajah wanita gemuk tadi dan akhir nya kesadaran nya pun hilang.
Alex menghela nafas panjang saat mengingat kejadian yang baru dia alami. Dia menyandarkan punggung ke sandaran sofa.
" untung akubberhasil lolos .?! "
Tiba-tiba jantung Alex berdetak cepat saat bayangan wajah wanita gemuk itu merasuki otak nya. Ada getaran aneh menyusup hati Alex.
" Apa ini ?? kenapa jantung ku berdebar saat mengingat wajah wanita itu ?? "
Alex menghirup nafas dalam lalu memghembuskan nya pelan untuk menenangkan hari nya yang gelisah. Setelah merasa cukup tenang dia bangkit dari sofa dan masuk ke kamar pribadi nya. Dia membersihkan tubuh nya lalu berganti pakaian setelah selesai dia langsung membaringkan tubuh nya yang masih terasa lemah. Dalam hitungan menit , terdengar dengkuran halus pertanda kalau Alex sudah mengarungi alam mimpi .
__ADS_1
# ***BERSAMBUNG
MAKASIH BUAT YANG UDAH LIKE KARYA AUTHOR. DI TUNGGU SARAN DAN KRITIK NYA. .BYE***.