JANGAN REMEHKAN WANITA GENDUT

JANGAN REMEHKAN WANITA GENDUT
BAB 49 Biarkan saja


__ADS_3

Najwa beranjak dari tempat duduk nya .Dia lalu merapikan sisa makanan Brian tadi bangkit dan membereskan sisa makanan Brian tadi dan h Ndak membuang nya ke tong sampah . Namun. .


" jangan . . . . !!!! " teriak Selin tiba-tiba .


Angga dan Najwa sontak menoleh Selin yang masih menatap kotak makanan di tangan Najwa .


" sayang , ada apa ?? " kata Angga heran .


" Itu . . itu . . Wawa, jangan di buang . . . ?!! " kata Selin dengan sedikit tergagap . Angga menoleh Najwa yang masih terdiam dengan tangan yang memegang kotak makanan terulur ke tong sampah .


" maksud kamu , ini ?? " kata Najwa menunjukkan kotak di tangan nya .


" iya . . itu jangan di buang . . . ?! " kata Selin antusias .


" sayang , itu kan makanan sisa . kan harus di buang . . ?! " kata Angga dengan wajah bingung .


" tapi . . tapi . . .


" mbak Selin mau ini ??? " kata Najwa yang menganggap gelagat Selin . Wajah Selin tampak ceria saat mendengar ucapan Najwa .


" Wawa , kamu apa-apaan nawarin makanan sisa kayak gitu ??!!? " kata Angga tidak terima . Najwa menatap Angga yang tampak kesal , dan bergantian menatap Selin yang penuh harap . Najwa menghela nafas pelan lalu tersenyum . Dia menghampiri Selin dan duduk di seb lah nya . Najwa menahan senyum nya saat melihat Selin menatap kotak makanan di tangan Najwa dengan penuh harap .


" mas Angga . . Bukan maksud aku untuk nawarin makanan bekas Brian . Tapi mas Angga perlu tahu , terkadang ngidam nya seorang ibu hamil itu gak bisa di tebak . Contoh nya mbak Selin sekarang . Dia sangat menginginkan makanan bekas Brian . Padahal di meja masih ada ayam goreng yang masih utuh . . ?! " jelas Najwa . Najwa meraih kotak yang masih berisi ayam goreng yang masih utuh , lalu membuka kedua kotak makanan dan meletakkan nya di meja di depan Selin .


" ayo mbak Selin , dimakan . . . ?! " kata Najwa . Tepat seperti dugaan Najwa , Selin lebih memilih ayam yang sudah dimakan Brian setengah nya daripada ayam goreng utuh . Angga tercengang menatap Selin yang seperti nya sangat menikmati ayam goreng sisa .


" sayang . . .


" enak sayang . . enak banget . . kalau kamu mau ambil yang itu aja . ini punya ku . ??? " kata Selin terus menguyah ayam nya .


" Sayang , jangan aneh-aneh deh . . !!? " tapi Selin tidak menggubris Angga . Angga terdiam dan menatap Najwa dengan tanda tanya besar di kening nya . Najwa tertawa pelan .


" Mas , biarkan saja . Inti nya apapun yang di inginkan mbak Selin , kasih aja . Selagi itu gak membahayakan dia dan janin nya . . dan kabulkan apapun permintaan mbak Selin selagi menurut mas Angga itu masih batas wajar . Ini lah yang dinamakan ngidam . suka yang aneh-aneh . . . ?! " kata Najwa . Angga kembali menatap Selin ya g telah menghabiskan ayam goreng tadi .


" mau lagi ?? " tawar Angga menyodorkan ayam goreng yang masih utuh . Selin menggeleng sambil mengecap jari-jarinya dari sisa ayam goreng . Angga menghela nafas ringan membuat Najwa tertawa pelan . Setelah mengobrol cukup lama , Angga dan Selin lalu pamit pulang .


" Besok kami kesini lagi . . . ?! " kata Selin . Dia menghampiri Brian dan mencium kedua pipi nya dan kening nya .


" eum . .bau keringat Brian wangi banget . . ?! " kata Selin . setelah itu mereka pun pergi . Baru saja pintu tertutup , pintu terbuka lagi ternyata Sarah yang masuk .


" mbak , maaf datang nya telat . Tadi ada dua orang laki-laki berbadan kekar yang datang ke rumah . Dan mereka memaksa untuk datang kesini setelah saya bilang kalau mbak Wawa di rumah sakit . . ?! " jelas Sarah .


" dimana orang nya ?? " tanya Najwa yang sedikit bisa menebak .


" mereka di luar mbak . . ?! "


" suruh mereka masuk . . ?! "


" baik mbak . . ?! " Sarah lalu keluar ,dan tak lama kembali masuk dengan dua orang pria yang dia maksud .


" Selamat malam nona muda . . ?! " sapa salah seorang pria yang berambut gaya undercut.


" Selamat malam . kalian orang Abang Bima ?? "


" benar nona . perkenalkan , saya Damar .


" Dan saya Bayu , nona muda . . ?! " kata pria yang berambut ala Korea .


" hmm . . saya terima kalian di rumah saya . Tapi saya tidak suka dengan penampilan kalian yang memakai pakaian serba hitam seperti anggota mafia seperti ini . Besok saya ingin melihat kalian merubah penampilan kalian . Berpakaian lah seperti biasa . . ?! " kata Najwa tegas .


" baik nona . Malam ini kami akan berjaga di luar . . ?! " kata Damar .


" seperti nya kalian harus berbagi tugas , salah satu dari kalian pulanglah , dan temani pak Jupri untuk berjaga di rumah . ?! "


" Baik nona , kalau begitu biarkan Bayu yang akan berjaga di rumah . . ?! " putus Damar.


" Damar , Bayu , apa bang Bima tahu tentang anak ku di rumah sakit ?? " kata Najwa .


" Seperti nya belum nona . ?! "


" Saya harap kalian tidak memberitahukan masalah ini pada Abang saya . . ?! "


" baik nona . . . ?!! "


" Kalian sudah makan ?? "


" belum nona . . ?! " jawab damar malu-malu.


" Sarah , ku lihat kamu tadi membawa rantang makanan bukan ?? "


" benar mbak . . ?! "


" Kalian bertiga makan lah . Saya dan Brian sudah makan tadi . .?! "


" Tapi nona . .


" saya tidak menerima bantahan . . ?! " tegas Najwa .


" baik nona . . ?! "


" ternyata nona muda galak juga . ?! "


Sarah lalu membuka rantang dan menyusun nya di atas meja . Setelah semua siap dia memanggil kedua pria tampan tadi . Mereka makan dengan tenang .


" Sarah , saya keluar sebentar ya . . tolong jaga Brian . . ?! "


" baik mbak . . !? "


" Nona , saya akan menemani nona keluar . . ?! " kata Damar langsung berdiri .


" tidak perlu . Lanjutkan makan kalian , dan Bayu , kerjakan tugas mu setelah makan . . ?! "


" siap nona . .?! "


" tapi nona . .


" Tidak usah khawatir Damar , aku hanya sebentar . . ?! "


" Nona , saya sudah selesai , saya akan ikut nona . . Saya tidak tahu ingin terjadi sesuatu pada nona dan di salahkan oleh bos . . . ?! " Najwa menatap damar sebentar , lalu menghela nafas .


" Baik lah . baiklah . . Ayo . . ?! " kata Najwa mengalah . Dia berjalan sambil memakai masker karena takut membuat kehebohan karena profesi nya sebagai model yang mulai di kenal masyarakat .

__ADS_1


Najwa berjalan menuju minimarket , Najwa menyadari beberapa orang yang di lewati Najwa melirik Damar yang berjalan di belakang nya . Mungkin mereka sedikit aneh dengan pakaian serba hitam yang dipakai Damar . sebelum Najwa memasuki minimarket , dia menoleh Damar .


" Damar , sebaik nya kamu cari pakaian ganti dulu . Aku risih dengan tatapan orang yang memandang mu dengan aneh . .?! " kata Najwa .


" Baik ,nona . Saya akan ke toko sebelah . Ingat nona tidak boleh pergi sebelum saya kembali . . ?! " kata Damar .


" iyaa . . bawa ini . . ?! " kata Najwa menyodorkan beberapa pecahan uang ratusan .


" tidak usah nona . . kami sudah di gaji oleh bos Bima . ?! " kata Damar langsung berjalan menuju toko baju di sebelah minimarket .


Setelah Damar pergi , Najwa masuk ke minimarket lalu menyambar keranjang kosong dan mulai memilih barang yang dia butuhkan .


Setelah merasa cukup , Najwa membawa keranjang belanjaan nya ke kasir . Untung nya tidak terlalu ramai jadi Najwa hanya menunggu sebentar . Setelah selesai Najwa keluar dengan membawa kantong belanjaan nya .


" Nona , biar saya bawa belanjaan nya . . ?! "


Najwa menoleh, dia menatap lekat seorang pria yang memakai baju kaos putih polos di lapisi dengan jaket kulit warna coklat , dipadukan dengan celana panjang warna putih dan sepatu skets warna putih berdiri di depan nya . Najwa memperhatikan penampilan damar yang sangat berbeda sekarang . Dengan postur tubuh yang tinggi , kekar dan putih , di tambah fitur wajah yang masuk kategori tampan , tak kalah tampan dengan opa-opa Korean . Najwa mengangguk puas .


" Nah , gini kan enak . . ternyata kamu tanpa juga. . ?! " kata Najwa membuat wajah Damar bersemu. Najwa terkekeh pelan .


" ayo jalan . . ?! " kata Najwa .


" biar saya bawa kan belanjaan nya nona. . ?! "


" Gak usah . . ?! "


Damar mengikuti Najwa . Kini tatapan orang yang tadi nya menatap aneh pada Damar , kini berubah dengan tatapan kagum . Terutama untuk kaum hawa , beberapa gadis yang di lewati Damar tampak menatap Damar dengan tatapan memuja .


" Gila . . ganteng banget tu cowok . mirip opa Korea . . ?! "


" uuh pengen samperin deh , terus minta foto nya . Lumayan kan bisa buat SW . . ?! "


" Kira-kira nama nya siapa ya ?? "


bisikan-bisikan para cewek terdengar riuh . Namun Najwa malas untuk menanggapi nya . Tiba-tiba seorang wanita muda dengan perut agak membuncit menyerobot dan menghadang Damar .


" Mas, minta foto ya . . saya ngidam nih . . boleh ya . . ya . Please . . . ?? "


Damar melirik Najwa yang juga berhenti , , Najwa mengangkat bahu nya .


" Boleh ya mbak sama minta foto bareng mas ganteng nya . . ?! " kata wanita itu penuh harap .


" ya udah . . ?! " kata Najwa .


wanita itu tersenyum senang , dia meminta seorang teman nya untuk mengambil foto nya dengan Damar .


" Mas senyum ya . . ?! " kata ibu hamil tadi . Teman nya mulai menghitung .


" 1 . .2 . 3 .


*cekreek .


cekrekk .


cekrek* . .


" makasih ya mas . . uuh ganteng banget sih . . semoga aja anak ku nanti seganteng mas ini . . ?! " kata ibu hamil mencubit pipi Damar dengan gemas . Lalu mereka pergi .


Najwa tertawa lepas melihat Damar yang tak bisa berkutik di depan ibu hamil tadi . Wajah Damar sedikit memerah .


" Ternyata kamu heboh juga ya orang nya . Saya kira kamu bisanya cuma galakin orang aja . Ternyata kamu ekspresianable juga . . hahaha . . Teruskan . . Aku juga gak terlalu suka kalau punya teman yang terlalu serius . . ?! " kata Najwa melanjutkan langkah nya .


" teman . . ??? " batin Damar ragu.


Ceklek .


Sarah menoleh saat melihat Najwa masuk . Damar ikut menyusul masuk . Sarah tertegun melihat Damar yang kini telah merubah penampilan nya .


" Gimana Sarah , ganteng kan Damar ?? " kata Najwa .


" iya mbak , ganteng . . uups . . ?! " Sarah menutup mulut nya . Najwa tertawa karena berhasil memancing Sarah .


" Bayu udah balik Rah ?? " kata Najwa .


" iya mbak . Bayu tadi balik pake motor mbak . Kata nya mbak nanti bisa pulang bareng mas Damar pake mobil . . ?! "


" Kalina bawa mobil Mar ?? " tanya Najwa .


" Iya mbak . . ?! "


Najwa mendekati Brian yang tertidur lelap . Dia mengusap rambut Brian pelan lalu mencium nya lalu duduk di sofa . Melihat Najwa yang kelihatan lelah . Sarah lalu menarik bagian bawah sofa hingga sofa itu kini berubah menjadi lebar seperti tempat tidur . Setelah itu dia memijat bahu Najwa .


" makasih Sarah . kamu yang ngerti banget perasaan ku . . ?! " kata Najwa memejamkan mata nya menikmati pijatan Sarah .


" mbak Najwa sebaik nya istirahat . Nanti kalau terlalu capek mbak bisa sakit . kalau mbak sakit kan gak bisa lagi ngurus Brian . . ?! " kata Sarah .


" kamu benar . baiklah aku akan istirahat . Kalian kalau mau istirahat . Istirahat aja . . gak ada larangan . . ?! " kata Najwa .


" Iya mbak / nona . ?! " kata Damar dan Sarah bersamaan . Sekilas mereka saling melirik , Sarah lalu buru-buru membuang pandangan nya . Cukup lama Sarah memijat bahu Najwa , terdengar dengkuran halus dari Najwa . Tanpa di minta Damar mengambil selimut tipis dari lemari yang ada di sudut ruangan lalu menyelimuti Najwa .


" kamu sebaik nya juga istirahat . Kalau kamu ikut sakit siapa yang akan membantu nona . . aku akan berjaga disini . . . ??! " kata Damar menyerahkan selimut tipis . Sarah menerima nya tanpa berkata lalu ikut membaringkan tubuh nya di samping Najwa . Untuk mengisi kekosongan nya , Damar memainkan ponsel nya . Sesekali memeriksa Brian dan kedua wanita tadi . Dia duduk di kursi yang dia sandarkan ke pintu . .


s


k


I


p


Pagi yang cerah di sambut kicauan burung yang merdu . sang mentari mulai menjalankan tugas nya menyinari bumi . Najwa dan Sarah sudah terbangun sejak adzan subuh berkumandang . Setelah mandi dan berganti pakaian yang di bawakan Sarah . Najwa membuka tirai yang menutup jendela . Ruangan itu menjadi semakin terang dan hangat saat sinar matahari menembus jendela kaca .


" Sarah , kamu beli sarapan ya . . untuk saya sama Brian beliin bubur ayam aja . Untuk kalian silahkan pilih menu sarapan yang kalian mau . . ?! " kata Najwa memberikan uang pada Sarah .


" Mas Damar mau sarapan apa ?? " kata Sarah .


" Samain aja kayak nona . . ?! " kata Damar . Sarah lalu keluar . Najwa masih berdiri di dekat jendela menikmati sinar mentari pagi .


" mamah . . ?! " Najwa menoleh ,dia tersenyum dan menghampiri Brian.


" Selamat pagi jagoan mamah . . Masih sakit kepala nya sayang ?? "

__ADS_1


" masih sedikit . . ?! " kata Brian duduk di bantu Najwa .


" Selamat pagi tuan jagoan . . ?! " sapa Damar .


" Mah , om ini siapa ?? " kata Brian .


" ini nama nya om Damar . Mulai sekarang dia bakal tinggal sama kita untuk menjaga dan melindungi Brian . . ?! " jelas Najwa merapikan rambut Brian .


" Uncle Abang tahu ?? " kata Brian .


" Uncle Abang ?? uncle Bima maksud Brian ?? "


" iya . . ?! " Najwa tertawa pelan .


" Mereka adalah orang yang di minta uncle Abang untuk menjaga Brian . . ?! "


" mereka ?? jadi ada banyak Donk ?? " kata Brian .


" Cuma 2 orang kok . . Yang satu lagi nama nya om Bayu . Dia sekarang berada di rumah kita untuk membantu pak Jupri menjaga rumah . . Yuk mamah bantu cuci muka . . ?! " kata Najwa membantu Brian turun . saat akan berjalan tubuh Brian tampak sempoyongan .


" Nona , biarkan saya menggendong bis kecil ke kamar mandi . . ?! " kata Damar . Najwa membiarkan Damar menggendong Brian , dan Brian pun tidak menolak . Setelah semua beres , Damar kembali menggendong Brian Daan membawa nya ke ranjang .


" Makasih om Damar . . ?! " kata Brian


" sama-sama bos kecil . . ?! " kata Damar .


pintu terbuka dan Sarah masuk dengan menenteng kresek berisi sarapan .


" Wah Brian udah bangun . kebetulan mbak bawa bubur ayam nih . . ?! " kata Sarah .


" bubur ayam ?? asyiiik . . ?! " sorak Brian kegirangan . Najwa mengambil kotak bubur ayam dan mulai menyuapi Brian .


" Enak ?? " kata Najwa melihat Brian makan dengan lahap.


" enak , tapi lebih enak bubur ayam bang Madun . . . mah . .nanti kalau Brian udah sembuh kita sarapan di warung bang Madun ya . . ?! " kata Brian .


" boleh sayang . Sekarang Brian habiskan dulu sarapan nya terus minum obat , biar cepat sembuh , ya . . ?! " kata Najwa . Brian makan dengan lahap . tak lama bubur ayam di tangan Najwa habis . setelah itu Najwa membantu Brian meminum obat nya .


" Brian udah sarapan , sekarang mamah yang sarapan . . Nanti kalau mamah telat sarapan , perut mamah jadi sakit . . ?! " kata Brian dengan imut .


" baiklah . mamah sarapan dulu , ya . .Brian mau berjemur ?? mumpung belum terlalu panas . . ?! " Brian mengangguk , Najwa lalu menggendong Brian dan mendudukkan Brian di kursi yang sudah di letakkan Sarah di dekat jendela . Najwa lalu mendekati meja sofa .


" Loh , kok kalian belum sarapan ?? " kata Najwa melihat kotak bubur ayam masih utuh .


" bareng sama nona aja . . ?! " kata Damar .


" Ya udah ayo sarapan . . ?! " Najwa membuka kotak bubur ayam nya dan mulai melahap sarapan nya . Saat hampir menghabiskan bubur ayam , Dokter yang merawat Brian kemarin masuk .


" Wah , ternyata lagi sarapan ya . . ?! "


" silahkan masuk dokter . Mau periksa Brian ya ?? "


" iya Bu Wawa , .Silahkan lanjutkan sarapan nya. . ?! " kata dokter langsung menghampiri Brian . Najwa pun menyudahi sarapan nya dan ikut mendekati Brian .


" Waah , Brian lagi berjemur ya ?? gimana perasaan Brian sekarang ?? apa ada yang masih sakit ?? " kata dokter menempelkan stetoskop ke dada Brian .


" gak dokter . cuma kepala Brian yang masih sedikit sakit . . ?! " kata Brian polos .


" bagus . Brian memang jagoan yang kuat . . ?! " kata dokter Damar mengusap rambut Brian .


" Dokter . Brian mau pulang sekarang . Bolehkan ?? " kata Brian .


" Boleh . . Karena Brian anak yang kuat jadi dokter izinin Brian pulang . Tapi ingat , Brian jangan bermain terlalu lama sebelum luka di kepala Brian benar-benar sembuh . Brian harus banyak-banyak beristirahat . . ok. . ?! "


" Ok . . ?! " jawab Brian semangat .


" Damar . . ?! " panggil Najwa .


" ya / ya . . !!? " Damar dan dokter menjawab secara serempak . Mereka saling menoleh .


" hehe , maaf , saya lupa kalau nama kalian sama . . ?! " kata Najwa terkekeh .


" Oh , jadi nama mas ini Damar juga . . ?! "


" iya dokter . . ?! "


" baiklah . . keadaan Brian sudah lebih baik . . Dan Brian sudah di perbolehkan pulang . Tiga hari kemudian Brian harus check up lagi kesini untuk melepas benang jahitan di luka nya . . ?! "


" Baik dokter terima kasih . . . ?! "


" baiklah , saya permisi dulu , . ?! " dokter pun keluar .


" Damar , kamu siapkan mobil ya , Sarah kamu tolong bawa tas ini ya . . ?! " kata Najwa mulai berkemas .


" baik nona . ?! " kata Damar langsung keluar . Sedangkan Sarah membereskan sisa sarapan mereka tadi . Najwa pun sibuk mengganti pakaian Brian . Setelah semua selesai , mereka pun lalu keluar dengan Najwa menggendong Brian . Setelah mengurus adminitrasi , Najwa dan Sarah berjalan keluar dari loby, damar langsung menyambut tas dari tangan Sarah dan membawa nya ke bagasi . setelah semua masuk ke mobil . mobil Damar melaju meninggalkan rumah sakit .


Belum terlalu jauh dari rumah sakit , mobil Damar terjebak macet karena terjadi kecelakaan di perempatan . Mobil berjalan merayap sepeti keong .


" mah ,. Brian takut . . ?! " kata Brian masuk ke dalam pelukan Najwa dengan berkeringat dingin saat melewati motor yang ringsek akibat kecelakaan tadi .


" Brian , Brian merem aja ya . jangan di lihat. . ?! " kata Najwa cemas saat melihat Brian yang sepertinya trauma . Najwa memeluk Brian seraya mengelus punggung Brian untuk menenangkan nya . Setelah terjebak macet cukup lama , akhir nya mereka Sampai di depan rumah Najwa . Namun . . . . . .


B


E


R


S


A


M


B


U


N


G

__ADS_1


__ADS_2