
BRAAKH
" Astaga , tabrakan . . !!!! " teriak seorang ibu-ibu yang berjualan di pinggir jalan .
para pejalan kaki dan orang-orang yang melihat kejadian itu langsung berbondong-bondong membantu motor yang terguling karena tertabrak mobil Andi . Pengemudi motor yang memakai seragam satpam itu meringis sedangkan anak yang di bonceng pingsan dengan terluka di sisi kepala kanan nya , baju kokoh putih anak itu kotor oleh darah .
" Astaga , ini kan anak seorang Model yang rumah di seberang itu . . Biar saya yang kasih tahu. . ?! " seru tukang parkir minimarket langsung berlari menuju rumah putih di seberang jalan .
Andi yang masih syok tersadar saat kaca jendela mobil nya di ketuk oleh seseorang .
" Kamu disini aja , gak usah turun . . ?! " kata Andi melepas set belt lalu turun dari mobil .
" Maaf , saya tidak sengaja . . bagaimana keadaan korban ?? " kata Andi menghampiri dua orang yang menjadi korban . seorang pria berumur sekitar 40 tahun tampak memeluk sambil mencoba menyadarkan anak laki-laki yang berada di pangkuan nya .
" den , den Brian , bangun den . . ?! "
DEG
jantung Andi berdebar saat mendengar nama yang di sebutkan oleh pria itu . Andi mendekati pria itu dan memeriksa anak laki-laki itu .
" Astaga , Brian . . ?! " Andi terkejut saat melihat sebagian wajah Brian sudah di penuhi oleh darah yang mengalir dari kepala nya .
" Sebaik nya bawa mereka ke pinggir dulu . . ?! " seru salah satu warga . mereka membantu membawa korban ke bawah pohon yang rindang yang berada di pinggir jalan .
" Brian . . !!!! astaga nak , apa yang terjadi . ya Allah . . Brian . . !!!! " jerit seorang wanita yang baru saja tiba .
" Najwa . . ?! " lirih Andi sedikit takut .
Tanpa menghiraukan panggilan Andi , Najwa langsung memeluk tubuh Brian dan menggoyangkan pelan badan Brian .
" Neng Wawa , maaf saya lalai menjaga den Brian . . maaf kan saya neng. . ?! " kata pria tadi .
" Pak Jupri , kenapa bisa jadi begini ?? " kata Najwa dengan wajah tegang saat melihat Brian berdarah .
" Mobil itu yang menabrak motor bapak ini saat akan menyebrang . . ?! " kata tukang parkir yang melihat semua kejadian itu .
" Mas , tolong carikan saya mobil untuk membawa mereka ke rumah sakit ya . . ?! " kata Najwa pada tukang parkir .
" gak usah mbak , tadi saya udah telpon ambulance , sebentar lagi pasti datang . . ?! " kata seorang ibu penjual cilok .
" Makasih ya Bu . . ?! " kata Najwa .
" Najwa . . maaf , aku gak sengaja nabrak motor yang di kendarai Brian . . Sumpah aku gak sengaja . . ?! " kata Andi dengan wajah terlihat cemas . Najwa menatap Andi dengan tajam .
" kalau sampai terjadi apa-apa sama putra ku , kamu tanggung akibat nya . . ?! " kata Najwa dingin .
Sayup-sayup dari kejauhan terdengar sirene ambulance . para warga yang berkerumunan memberi jalan , tanpa banyak bicara seorang pria berpakaian putih khas petugas ambulance langsung mengeluarkan brangkar dari ambulance dan mengangkat tubuh Brian ke atas brangkar .
" Pak Jupri ikut ke rumah sakit ya , nanti saya menyusul . saya mau ambil tas dulu . . ?! " kata Najwa membantu pak Jupri masuk ke mobil ambulance .
" Baik neng , sekali lagi maaf atas kelalaian saya . . saya mohon jangan pecat saya . . ?! " kata pak Jupri dengan wajah cemas .
" Pak Jupri ngomong apa sih . . pak Jupri gak usah banyak pikiran , sekarang ikut ke rumah sakit ya . . ?! "
Setelah pintu bagian belakang di tutup , mobil ambulance langsung melaju dengan suara sirene yang kencang .
" Bapak-bapak , ibu-ibu . makasih ya atas kepedulian nya . Saya gak tahu bagaimana keadaan anak dan pekerja saya tanpa bantuan kalian . sekali lagi terima kasih ya . . ?! " kata Najwa menangkupkan kedua tangan nya di d pan dada .
" sama-sama mbak . sudah seharus nya kita sesama manusia harus saling membantu . . ?! " ujar seorang bapak .
" iya mbak . saya merasa beruntung karena bisa membantu seorang Model cantik kayak mbak Wawa . . rasa nya jadi suatu kebanggaan tersendiri gitu loh mbak . . ?! " kata tukang parkir sumringah
" waah ternyata seorang mbak seorang model ya . . ?! " seru salah satu penjual jajanan gerobak . .
" kalian gak tahu ?? mbak Wawa ini model terkenal loh . . ?! " kata tukang parkir antusias .
" pantesan wajah nya agak familiar . . ?! " seru beberapa orang .
" baik lah kalau begitu saya pamit dulu , saya mau nyusul ke rumah sakit dulu . permisi . . ?! " kata Najwa langsung berjalan menyeberang jalan menuju rumah nya .
Para warga mulai bubar , namun Andi masih terdiam di tempat nya menatap Najwa yang memasuki rumah yang di tunjuk oleh Mayang sebagai rumah idaman nya tadi .
" Ternyata Najwa sekarang sudah sukses menjadi seorang model terkenal . Bahkan dia tinggal di rumah mewah itu . Ini gak bisa di biarin . Aku harus secepat nya mendekati Najwa dan mendapatkan nya kembali . Jika Najwa menjadi milik ku , hidup ku akan kembali mewah seperti dulu . . ?! " batin Andi .
Tak lama terlihat Najwa keluar dari pintu gerbang dengan mengendarai motor . Melihat Najwa melaju dengan kencang , Andi lalu masuk ke mobil dan melajukan mobil nya ke arah rumah sakit .
" sayang , ternyata Najwa tinggal di rumah mewah itu . kok bisa ya . . ?? " kata Cindy yang memperhatikan semua percakapan di luar .
" Ya wajar lah . Sekarang Najwa sudah sukses menjadi model terkenal . ?! " kata Andi .
" APA ??? jadi model terkenal ?? " teriak Cindy kaget hingga membuat Abel terkejut . Cindy buru-buru menenangkan Abel .
" Iya , aku juga baru tahu barusan . . ?! " kata Andi .
" Sialan . . Bisa-bisa nya dia sekarang menjadi wanita sukses dan hidup enak . Andi , ini gak bisa di biarin . Kita harus melakukan sesuatu . Aku gak terima dia hidup enak sedangkan kita sekarang jatuh miskin . . gak , gak , gak . . ini gak bisa di biarin . . ?! " kata Cindy penuh kebencian .
Andi tidak menjawab karena dia melihat Najwa membelok ke kiri memasuki halaman rumah sakit yang cukup besar . Andi mengikuti jejak Najwa . Namun Najwa menatap Andi dan Cindy tajam .
" Ngapain kalian kesini ?? " kata Najwa ketus .
" Aku mau lihat keadaan Brian . . ?! " kata Andi
" Hee , sejak kapan kamu peduli sama Brian . ?? Sebaik nya kalian pergi saja . kalian tidak di butuhkan disini . . ?! " kata Najwa .
__ADS_1
" Tapi Wa , aku ingin bertanggung jawab atas kejadian tidak terduga ini . . Najwa please . kasih aku kesempatan untuk bertanggung jawab . . ?! " kata Andi dengan wajah memelas .
" Memang nya kamu mau bertanggung jawab seperti apa ?? " kata Najwa melipat tangan nya di dada .
" Aku akan membayar semua administrasi rumah sakit sebagai permintaan maaf ku . .?! " kata Andi .
" sayang ,kamu apa-apaan sih . biaya rumah sakit itu mahal . Daripada kamu habisin buat biaya anak pembawa sial itu , mending kita simpan untuk memenuhi kebutuhan kita . . ?! " kata Cindy .
" Cindy . . .
" Hahahaha ,. . semiskin itu kah kalian sekarang ??? istri kamu benar , sebaik nya kamu simpan uang kamu untuk kebutuhan kalian , Takut nya nanti kalian langsung puasa setelah membayar biaya rumah sakit putra ku . Sebaik nya kalian pergi , aku masih sanggup membayar biaya pengobatan putra kesayangan ku . . ?! " kata Najwa penuh kemenangan .
" Dasar wanita kampungan , baru jadi model aja sombong . . ?! " ketus Cindy yang kesal karena merasa di rendahkan .
" Wajar Donk aku sombong , karena aku mampu . . ?! " kata Najwa santai .
" kamu . . .
" pak satpam . tolong bawa mereka keluar , mereka ingin menganggu proses pemeriksaan putra saya . . ?! " teriak Najwa membuat pengunjung melihat ke arah mereka . Seorang satpam menghampiri Najwa .
" maaf pak , Bu , ayo keluar . jangan membuat keributan disini . . ?! " kata satpam itu sopan . Tapi dari ucapan nya menjelaskan kalau mereka yang membuat keributan di loby rumah sakit .
" Awas kamu ya . Aku akan membalas semua perbuatan kalian . . Aku akan mengambil semua apa yang kamu ambil dari ku . . ?! " teriak Cindy merasa malu .
" Apa lagi yang mau kamu ambil dari ku ?? Bukan kah kamu sudah mengambil " mantan " suami ku dan menguras harta nya ??? Lalu apa lagi yang akan ambil dari ku ?? harta ku yang ku dapatkan dari tetes keringat ku sendiri ???? haa jangan mimpi . .!! " kata Najwa santai .
" Waah ternyata pelakor . . ?! " seru ibu-ibu yang ikut antri di loby .
" jaman sekarang pelakor semakin tak tahu diri yaa .. ?! "
" cantik-cantik kok pelakor . . sayang sekali . . ?! "
" Tapi menurut aku , laki-laki itu sih yang bodoh . Coba lihat cewek itu lebih cantik dari pelakor itu . . body nya seksi , putih mulus . Aku jadi iri deh . . ?! " kata emak-emak .
" ya iyalah , seksi , kulit putih mulus . Wanita itu kan seorang Model terkenal . nama nya Wawa kalau gak salah . . ?! " timpal seorang wanita muda .
" wah pantesan , ternyata seorang Model . . ?! "
" bisa-bisanya laki-laki itu membuang sebuah berlian . Tapi yang nama nya pelakor , pasti melakukan semua cara untuk merebut suami orang , termasuk menyerahkan tu*uh nya pada suami orang biar terpikat . .?! " kata seorang ibu muda .
wajah Cindy memerah menahan malu mendengar cibiran dari sekeliling nya . Dia menatap Najwa dengan tatapan tajam . Seandainya sebuah tatapan bisa melukai seseorang , mungkin Najwa sudah terluka parah .
" awas kamu ya . . ?! " kata Cindy sinis lalu pergi di ikuti Andi yang menatap Najwa dengan tatapan yang sulit di artikan .
" Neng Wawa masih disini ?? " kata pak Jupri mengagetkan Najwa .
" pak Jupri sudah di obati ?? " kata Najwa .
" ayo pak . . ?! " kata Najwa dengan langkah cepat . pak Jupri mengikuti Najwa dan memberitahukan ruang rawat Brian .
Saat pintu terbuka , tampak Brian tengah menangis .
" Brian, sayang . . ?! " kata Najwa langsung berlari mendekati Brian .
" mamah ,. . hiks . hiks . . Brian takut . . ?! " kata Brian meringkuk ke dalam pelukan Najwa .
" Brian gak usah takut , ada mamah disini . . ?! " kata Najwa memeluk Brian dan mengusap punggung nya . Perlahan Brian tampak tenang .
" mah , kepala Brian sakit. . ?! " kata Brian lirih . Najwa mengusap kepala Brian dan meniup luka Brian yang ditutup perban .
" Dokter bagaimana keadaan anak saya ?? apa luka nya serius ?? " kata Najwa cemas .
" ibu tidak usah cemas . luka Brian tidak terlalu serius . Brian merasakan kepala sakit akibat benturan ynag cukup keras hingga mengakibatkan kulit kepala Brian robek . Luka nya tidak terlalu besar , hanya tiga jahitan . Nanti setelah makan Brian minum obat ya , biar luka nya cepat sembuh dan Brian gak ngerasain sakit . . ?! " kata dokter muda itu mengelus kepala Brian .
" baik dokter . . ?! " kata Brian patuh . Dokter dengan name tag. Damar itu tersenyum .
" ini resep obat untuk Brian . . kalau begitu saya permisi dulu . . ?! "
" terima kasih dokter . . ?! " kata Najwa . dokter Ammar mengangguk dan keluar dari ruang rawat Brian .
" sayang , Brian sama pak Jupri dulu ya , mamah mau nebus obat untuk Brian . . ?! " kata Najwa melerai pelukkan nya .
" tapi mamah jangan lama-lama ya . . ?! " kata Brian .
" iya sayang . Brian mau makan apa ?? biar mamah beliin . . ?! "
" Brian mau makan ayam goreng . . ?! "
" ok , nanti mamah beliin . . mamah keluar dulu , ya . . pak Jupri , tolong jaga Brian sebentar ya . . ?! "
" baik neng . . ?! "
Najwa lalu keluar dari ruang rawat ,Najwa berjalan menuju apotik , setelah menebus obat Najwa lalu membeli pesanan Brian dan makan malam untuk mereka . Setelah selesai , Najwa kembali ke rumah sakit .
" loh , Najwa . . kok kamu disini ?? siapa yang sakit ?? " kata Selin berjalan bersama Angga .
" mbak Selin , mas Angga . kalian juga disini ?! " kata Najwa melirik buku posyandu kehamilan di tangan Selin . mata Najwa melebar dengan wajah yang berbinar .
" iya kami baru aja dari ruang dokter Obgyn . . ?! " kata Selin dengan wajah yang penuh bahagia . .
" Dokter Obgyn . . mbak hamil .???! " kata Najwa dengan mata berbinar . .
" iya Wa , , hiks . akhir nya . . penantian kami terpenuhi . . aku . .aku hamil Wa . . aku hamil 2 bulan . . ?! " kata Selin dengan tangis bahagia .
__ADS_1
" alhamdulilah , ya Allah . selamat ya mbak Selin . aku ikut bahagia loh dengar kabar bagus ini . . selamat ya mas Angga , sebentar lagi kalian akan menjadi orang tua yang sesungguh nya . . . ?! " kata Najwa memeluk Selin . sejenak suasana haru menyelimuti . Angga pun ikut meneteskan air mata bahagia lalu ikut memeluk kedua wanita di depan nya . Selin tidak merasa cemburu karena Selin dan Angga sudah menganggap Najwa sebagai adik mereka .
" Makasih Wawa , sungguh aku adalah orang yang paling bahagia sekarang . . ?! " kata Angga mencium puncak kepala Selin . mereka melerai pelukan nya dan sama-sama menyeka airmata .
" oh iya , Wa , tadi waktu kami lewat di depan rumah mu , kok mantan suami mu sama pelakor itu ada di rumah mu ?? " kata Selin .
" Sayang , tolong di jaga ucapan nya . ingat kamu lagi hamil Sekarang . . ?! " tegur Angga .
" uups . maaf . . ?! " kata Selin .
" aku udah gak tinggal di sana lagi mbak . Tiba-tiba mereka datang dan meminta rumah itu kembali , aku tidak bisa mempertahankan rumah itu karena sertifikat rumah tiba-tiba sudah berada di tangan Andi . . ?! " kata Najwa .
" kok bisa sertifikat rumah kamu ada sama dia ?? " kata Angga curiga .
" aku juga bingung mas, tapi sehari sebelum mereka memaksa aku keluar dari rumah itu , Andi memang datang ke rumah dengan alasan ingin menemui Brian . Nah menurut aku Andi mengambil sertifikat itu di kamar ku saat aku ke kamar mandi karena tiba-tiba perut ku mules . . ?! " kata Najwa .
" kenapa gak lapor polisi ?? kata Selin geram .
" percuma mbak . aku gak punya bukti yang menunjukkan kalau Andi mencuri sertifikat itu. ya udah lah . aku iklasin aja . . ?! " kata Najwa .
" terus sekarang kamu tinggal dimana ?? " kata Selin .
" aku tinggal di rumah yang berseberangan dengan minimarket yang tak jauh dari rumah lama ku . .?! " kata Najwa .
" terus kamu kesini ada keperluan apa ?? " kata Angga .
" Barusan Brian dan pak Jupri kecelakaan saat pulang dari tempat Brian belajar mengaji . . ?! "
" Astaghfirullah . terus gimana keadaan nya ?? " kata Angga dan Selin cemas .
" mereka udah di rawat kok . Brian terluka di sisi kanan kepala nya , sedangkan pak Jupri luka lecet di lutut dan siku . . ?! "
" ya udah yuk kita ke ruangan Brian . .?! ' kata Angga .
mereka bertiga berjalan menuju ruang rawat Brian .
ceklek .
Mereka bertiga masuk ke ruang VIP. dimana Brian di tempatkan . Tampak Brian tengah berbaring dengan di temani pak Jupri .
" mamah . .bunda sama ayah juga kesini ?? " kata Brian seraya bangkit .
" Brian , sayang . . mana yang sakit sayang ,kasih tahu bunda ?? " kata Selin dengan airmata yang berderai . Najwa menggeleng melihat mood Selin yang mulai tak bisa di tebak karena hormon kehamilan nya .
" bunda jangan nangis . Brian gak apa-apa kok . kata dokter Ammar Brian cuma luka kecil di kepala . . ?! " kata Brian polos menunjuk luka di kepala nya . Tanpa di duga Selin menangis sejadi-jadinya . Membuat Brian terkejut .
" sayang , kamu gak boleh kayak gini . Nanti Brian takut loh . . udah jangan nangis ya . . ?! " kata Angga membujuk Selin . Najwa tertawa kecil melihat tingkah Selin .
" aku hiks . aku sedih lihat Brian terluka kayak gini , sayang . .hiks hiks . . ?! " kata Selin .
"Bunda . .bunda jangan nangis. Brian kuat kok . . ?! " kata Brian dengan wajah cemas .
" Brian , Brian jangan takut . bunda cuma khawatir sama Brian . itu arti nya bunda sayaaang banget sama Brian . . ?! " kata Najwa menenangkan Brian yang hampir menangis .
" sayang , udah . lihat tu Brian jadi ikut pengen nangis . . ?! " bujuk Angga . Selin langsung berhenti menangis .
" sayang . .Brian makan dulu ya . terus minum obat biar cepat sembuh . .?! " kata Najwa membuka kotak nasi yang dia beli tadi .
" iya mah . pake ayam goreng kan . ?! "
" pasti Donk . pak Jupri ayo makan dulu ini saya juga beliin buat bapak . . ?! " kata Najwa .
" makasih neng . . ?! " kata pak Jupri tanpa membantah .
Najwa sibuk menyuapi Brian . Mungkin karena tubuh Brian kurang fit. Brian hanya menghabiskan sebagian saja .
" udah mah . . ?! "
" Udah Kenyang ?? " Brian mengangguk . Najwa lalu meletakkan kotak nasi Brian yang masih bersisa di atas meja . lalu membantu Brian minum obat . Untung nya Brian tidak rewel minum obat yang pahit . Jadi Najwa bisa sedikit lega .
" Sekarang Brian tidur ya . mamah temani Brian disini . .?! " kata Najwa membantu Brian berbaring . Tak berapa lama terdengar dengkuran kecil dari Brian . Najwa merapikan selimut Brian dan mencium kening nya .
Najwa beranjak dari tempat duduk nya . Dia lalu merapikan sisa makanan Brian tadi dan hendak membuang nya . Tapi . . . . . .
B
E
R
S
A
M
B
U
N
G
__ADS_1