
BRUUKH
" Andi . . !!!!! " jerit Cindy dan Yuni bersamaan saat melihat Andi tiba-tiba jatuh pingsan.
" Astaghfirullah , mas Andi . ?!! " jerit Bu Sumi yang saat itu baru kembali dari pasar.
" Andi , kamu kenapa ?? Andi . .bangun , sayang . . ?! " kata Cindy menepuk pipi Andi.
" kita bawa ke rumah sakit. . ?! " kata Yuni berlari keluar.
Terdengar langkah kaki mendekati pintu utama. Tampak Yuni kembali bersama beberapa pria dewasa .
" Ayo , kita angkat ke mobil . . ?! " kata salah satu pria yang memakai baju hitam.
Mereka menggotong Andi dan membawa nya ke mobil.
" Terima kasih ya pak. . ?! " kata Yuni.
" Iya mbak Yuni , cepetan bawa Andi ke rumah sakit . takut nya nanti kenapa-kenapa. kita permisi ya . . ?! " kata pria berbadan gemuk.
" Iya , terima kasih ya pak atas bantuan nya. . ?! " kata Yuni.
" Bi , tolong jaga rumah , . ?! " kata Cindy.
" Baik non , hati-hati . . ?! " kata bi Sumi .
mobil putih itu melaju keluar gerbang. Yuni melajukan mobil dengan kecepatan sedang. .
_________
Oma memasuki mansion dengan santai. Saat dia masuk ke ruang tamu. Mansion tampak sepi. Dia berjalan ke arah dapur berniat ingin mengambil air minum.
" Nyonya. Anda sudah pulang ? kata kepala pelayan.
" Kemana Najwa dan Brian ? " kata Oma.
" non Najwa dan dedek Brian sedang keluar nyonya. . ?! " kata wanita berusia 30 an itu.
" hanya mereka berdua ? " kata Oma.
" Benar nyonya. Dari pagi tadi mereka sudah berangkat. .?!
Oma tidak menjawab. dia lalu meninggalkan dapur dan menuju kamar nya.
Sementara itu, Najwa dan Brian tengah asyik bermain di taman tempat yang mereka kunjungi belum lama ini. Najwa mendorong ayunan pelan. Brian tertawa riang saat ayunan mulai bergerak. Najwa menemani Brian mencoba semua wahana . Mereka tertawa bersama menikmati waktu yang baru kali ini mereka rasakan. Najwa bertepuk tangan dan mencium pipi Brian saat Brian berhasil memasukkan bola basket mini ke ring nya.
" horeeeee . . !!! pinter anak mamah . . ?! " Najwa bersorak membuat Brian melompat-lompat senang.
Brian berlari kecil kearah Najwa dan langsung di sambut oleh Najwa dengan pelukan. Anak dan ibu itu berputar sambil tertawa dengan kedua tangan Brian yang terbentang.
" ucing mah . . !!?" kata Brian .
" hahaha maafin mamah ya bikin Brian pusing. Hmm Brian laper belum ? kita makan dulu yuk . . ??! " ajak Najwa.
" mam. . mam. . ?! " oceh Brian .
Najwa menggendong Brian lalu menuju motor di tempat parkir. Karena Najwa tidak bisa menyetir, Bima sengaja membeli sebuah motor matic sebagai alat transportasi Najwa bila hendak bepergian, apalagi sudah di lengkapi dengan kursi bonceng khusus matic untuk Brian di bagian depan . Sedangkan untuk SIM , Bima sudah mengurus nya . Kini Najwa tidak lagi repot meminta sopir di mansion untuk mengantar nya.
Najwa mendudukkan Brian , kemudian dia menyusul menduduki jok lalu memakaikan helm untuk Brian dan diri nya sendiri . Motor matic Najwa melaju dengan pelan , sambil mencari tempat makan. Tak lama Najwa berhenti di sebuah kafe yang cukup ramai. Najwa masuk sambil menggendong Brian. Najwa mengedarkan pandangannya dan mata nya tertuju pada meja dekat jendela kaca. Dia menghampiri meja itu. Dia mendudukkan Brian di kursi samping nya.
Seorang waiters menghampiri meja Najwa. Najwa memesan 2 nasi goreng seafood dan jus jeruk. Sambil menunggu pesanan datang. Najwa mengajak Brian mengobrol , Najwa tertawa melihat Brian mencoba mengucapkan kata demi kata walau kurang jelas.
" Jagoan mamah senang ya ?? "
" Bayen ceneng mah . Bayen bisa main baleng teman Balu . .( nggak, Brian seneng mah . Brian bisa main bareng teman baru ) . . .?! " celoteh Brian.
" ? "
" ikit ( dikit ) . . ?! "
Najwa mengelap sisa keringat di wajah Brian dengan tisu basah .
" U**ntung wajah Brian mirip aku. kalau mirip papah , bisa-bisa akan sulit untuk melupakan nya. "
Najwa tersenyum setelah melihat wajah Brian kembali segar. Tak lama pesanan mereka datang. Najwa melettakan nasi goreng seafood pedas untuk nya . dan nasi goreng seafood original dia letakkan di depan Brian.
" Selamat menikmati hidangan nya. . . ?! " kata pelayan kafe.
" Makasih .oh iya mbak saya pesan 1 es krim coklat untuk dessert nya ya . . "
" Baik kak. ."
Najwa menyuapi Brian sambil memakan makanan nya. Brian sangat menyukai nasi goreng seafood seperti Najwa.
" wah , kalian disini ?? "
__ADS_1
" Abang . .
" uncle . .
Bima tersenyum dan langsung duduk di dekat Brian.
" kok Abang disini ? udah makan belum ? "
" Kebetulan Abang meeting sekalian makan siang dengan klien di kafe ini. Sini biar Abang yang nyiapin Brian. kamu makan aja. . ?! " kata Bima meraih sendok di tangan Najwa.
" aaa ayo jagoan uncle makan yang banyak biar cepat gede. ?! " bujuk Bima. Brian makan dengan lahap.
Najwa pun makan dengan tenang. Dia menghabiskan makanan nya dengan cepat supaya bisa menggantikan Bima menyuapi Brian .Tapi sayang makanan Najwa dan Brian habis dalam waktu bersamaan .
Tak lama es krim pesanan Najwa datang. Brian bersorak girang saat melihat es krim . Bima dan Najwa tertawa pelan . Najwa menyuapkan sesendok demi sesendok es krim kesukaan anak nya. Dalam waktu singkat es krim itu habis. Najwa memanggil pelayan kafe untuk membayar bill tagihan . Tapi Najwa kalah gesit karena Bima sudah menyodorkan black card nya. Lalu Bima menggendong Brian di ikuti Najwa di belakang menuju parkiran .
" Habis ini kalian mau Kemana ? " tanya Bima
" Kita mau pulang bang. Seperti nya Brian udah capek. . ?! "
" Ya udah , hati-hati ya , Abang kembali ke kantor dulu . . ?! " kata Bima mencium pipi Brian , sebelum mendudukkan Brian di kursi bonceng.
" kalau gitu , kita duluan ya bang . Takut nya nanti Brian mengantuk di jalanan. . ?! " kata Najwa memakaikan helm Brian lalu helm nya.
" Hati-hati , jangan terlalu kencang bawa motor nya. . ?!
" Iya . kita duluan ya . . . "
Bima melambaikan tangan nya di balas oleh Brian yang imut dengan helm kecil nya. Bima masuk ke mobil nya setelah motor Najwa tak terlihat lagi.
_____________
Cindy duduk dengan gelisah , sedangkan Yuni tampak mondar-mandir dengan wajah yang cemas.
" semoga tidak terjadi apa-apa pada Andi ." batin Yuni
" semoga aja Andi gak kenapa-kenapa , bisa gawat hidup gue kalau Andi sakit parah . " batin Cindy
Mereka menoleh saat terdengar suara pintu terbuka , Yuni yang kebetulan berdiri tak jauh dari pintu, langsung berlari menghampiri dokter.
" Dokter, bagaimana keadaan adik saya ?? "
" Kondisi pasien baik-baik saja , hanya terlalu capek . Saya harap anda menjaga pola makan dan pola tidur nya. Serta usahakan agar pasien tidak terlalu banyak pikiran. . ."
" baik dokter , terima kasih. Boleh saya masuk melihat adik saya ?? . ."
yuni lalu masuk di ikuti Cindy. Tampak Andi berbaring lemah dengan wajah pucat.
" Andi . . ?! " lirih Cindy.
" Suster, bagaimana keadaan adik saya ?? kapan dia akan sadar ? "
" Keadaan pasien sudah lebih baik. pasien sekarang masih dalam pengaruh obat tidur agar bisa beristirahat cukup. Maaf mbak , pasien ingin di pindahkan ke ruang rawat umum atau ruang rawat VIP ?
" Pindahkan ke ruang VIP . Saya akan mengurus administrasi nya sekarang. .?!
" Baik , kalau begitu permisi , ."
Brangkar Andi di dorong oleh suster keluar di ikuti Cindy. Sedangkan Yuni langsung ke meja kasir untuk mengurus adminitrasi nya.
Cindy yang sedang duduk duduk di sofa sambil memainkan ponsel nya , menoleh saat terdengar suara pintu di buka. Yuni masuk dengan wajah datar.
Yuni mendekati ranjang Andi dan menggenggam tangan Andi.
" Cepat sembuh ya , ..?!! " kata Yuni
" Andi akan sebut sembuh , dokter kan udah bilang kalau Andi cuma kecapekan . .?! " kata Cindy ringan.
"Cuma ?? elo bilang cuma ?? eh cewek gatel . kalau elo becus jadi istri , adik gue gak akan sakit kayak gini. .?!! " sentak Yuni.
" apa elo bilang ?? cewek gatel ?? elo sendiri apa ? dasar mandul. Gue udah melayani suami gue sebaik mungkin . bahkan gue udah ngandung anak Andi. kurang apalagi coba ?? " kata Cindy tak kalah sengit.
" kurang ajar. gue gak mandul . mantan suami gue yang mandul. elo cuma bisa melayani suami di kasur doank. walau Najwa gak secantik elo. Tapi dia pintar menjaga Andi. Andi tidak pernah sakit saat Najwa masih menjadi istri Andi. Bahkan sehelai jenggot pun tidak pernah nampak di wajah Andi. Tapi sekarang apa ?? Andi seperti duda tak terawat setelah menikah sama elo. .elo sibuk mempercantik diri sedangkan Andi elo biarin berantakan kayak gini . . ?! " kata Yuni kesal.
" Jangan bawa-bawa nama wanita sialan itu DDI depan gue. gue jijik dengar nya. .?! " kata Cindy
" Bahkan gue pengen muntah lihat wajah munafik elo itu . .?! " kata Yuni tajam.
" Kau . . .
uhuk uhuuk
Yuni sontak menoleh , tampak Andi terbatuk . Buru-buru Yuni menyambar gelas berisi air putih di nakas. dan membantu Andi minum. Cindy buru-buru bangkit menghampiri andi. Andi tampak sedikit tenang setelah menghabiskan segelas air .
" Andi , gimana perasaan kamu ? apa ada yang sakit ?? " kata Yuni perhatian.
__ADS_1
" kepala ku sakit kak. .?! " kata Andi pelan.
Cindy langsung mendahului Yuni yang hendak memijat kepala Andi. Andi memejamkan mata nya menikmati pijatan .
" Aku kan keluar sebentar. .?! " kata Yuni.
" Mau kemana kak ? " kata Andi pelan.
" aku mau beli makanan buat kamu supaya kamu bisa minum obat. . ?! " kata Yuni lembut.
Andi mengangguk pelan. Yuni tersenyum lembut lalu pergi. .
Sementara itu , Najwa nampak kewalahan saat Brian tiba-tiba menangis tanpa henti hingga membuat badan nya panas. Najwa bingung , karena baru kali ini Najwa melihat Brian mengamuk. Dia melempar apa saja yang ada di ranjang nya. Keadaan ranjang nya pun sudah tidak berbentuk . Dia menangis menjerit . wajah nya sudah memerah.
" Oma , bagaimana ini ? " kata Najwa bingung.
" Apa yang membuat Brian mengamuk seperti ini ?? " kata Oma.
" Najwa juga gak tahu Oma, saat dia bangun tidur tiba-tiba dia menangis histeris seperti ini . . ?! " kata Najwa.
" Najwa , apa yang terjadi ? kata Bu Bu Rita
" ibu . Najwa juga gak tahu . .?! " kata Najwa lelah.
Bu Rita memperhatikan Brian yang masih menangis sesegukan. Tiba-tiba terbersit suatu ide di benak Bu Rita. dia menghampiri Brian.
" sayang . cucu nenek. Brian mau ketemu papah ya ?? " kata Bu Rita mengejutkan Najwa.
" papah. . ?! " kata Brian di sela tangis nya.
DEG
Jantung Najwa berdetak lebih cepat. Dia baru menyadari sesuatu , jika Brian dan Andi masih lah memiliki ikatan batin.
" apa jangan-jangan terjadi sesuatu dengan Andi hingga Brian bisa merasakan nya ?? " batin Najwa.
Najwa mendekati Brian dan menggendong nya
" Brian pengen ketemu papah ?? " kata maka meenguatkan hati nya.
" papah . .?! " kata Brian
" Yah udah , Brian tenang ya , kita ketemu papah , ya ??! " kata Najwa.
Brian kembali tenang dengan sisa segukan tangis nya.
" Bu , ?! " kata Najwa tercekat tidak tahu harus mengatakan apa .
" nak, Andi tetap papah nya Brian. Brian berhak bertemu papah nya walau kalian sudah resmi bercerai nanti. kita akan berdosa besar jika menghalangi Brian bertemu papah nya. ?! " nasehat Bu Rita
" Najwa tahu Bu. Tapi Najwa belum siap ketemu Andi lagi. .?! " kata Najwa berat.
" ada apa ini ? kenapa Brian menangis ?? " tiba-tiba Bima masuk masih dengan pakaian kerja nya
" Bima. Brian habis mengamuk karena pengen ketemu papah nya. .?! " jelas Oma.
" Najwa ?? " kata Bima meminta penjelasan
" Abang. seperti nya terjadi sesuatu pada Andi sehingga Brian mengamuk seperti ini. Najwa ingat , ini pernah terjadi saat Brian masih bayi , dia menangis histeris tanpa sebab. Tapi tangis nya berhenti setelah kami mendapat kabar kalau Andi menjalani kecelakaan kecil . Mungkin sekarang terjadi sesuatu pada papah nya . . ?! " jelas Najwa.
" lalu ? kata Bima
" Najwa masih belum siap bertemu Andi . . " jelas Bu Rita.
" Baik lah , Najwa bersiap lah bersama Brian. Abang akan menemani kalian . Abang ganti baju dulu . .?! "
" Tapi . . .
namun ucapan Najwa terpotong karena Bima sudah keburu keluar dari kamar Brian.
" Sudah siap-siap gih. sini Brian sama nenek . ?! " kata Bu Rita. Bu Rita lalu membawa Brian ke kamar mandi untuk mengelap badan Brian . Bu Rita tidak memandikan Brian karena badan nya panas. sedangkan Najwa juga bersiap di walk in closet.
Setelah semua nya siap. Najwa dan Brian beserta bu Rita turun ke lantai bawah. ternyata Bima sudah berganti pakaian santai dan menunggu di ruang tamu..
" Sudah siap ? ayo kita berangkat. .?! " kata Bima .
mereka lalu keluar menuju mobil. Tak lama mobil itu melaju menuju rumah Andi. Tapi saat mereka tiba di rumah Andi. mereka di kejutkan dengan kabar yang di beritahukan oleh bi Sumi kalau Andi di larikan ke rumah sakit. Bima lalu melajukan mobil menuju rumah sakit yang di sebutkan oleh bi Sumi yang baru saja pulang dari rumah sakit mengantarkan keperluan majikannya menginap di rumah sakit.
" Ternyata benar , ini penyebab Brian mengamuk. .?! " kata Bima dalam hati.
________
Di ruang VIP , tampak Cindy menyuapi Andi . Andi mengangkat tangan nya tanda tidak mau makan lagi. Cindy menyodorkan air minum. Setelah itu Andi meminum obat . Yuni hanya memperhatikan Andi dari sofa . wajah Andi tampak pucat.
TIBA-TIBA . . . .
__ADS_1
#***BERSAMBUNG.
MAKASIH GUY UDAH MAMPIR. JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YA. . BYE*** . . .