JANGAN REMEHKAN WANITA GENDUT

JANGAN REMEHKAN WANITA GENDUT
PART 101 Jarak yang makin terkikis


__ADS_3

Setelah sarapan bersama , mereka bersiap-siap untuk pergi ke makam kedua orang tua Najwa . Sebelum berganti pakaian , Najwa pergi halaman belakang . Dia tersenyum melihat jajaran bunga mawar kesayangan dengan berbagai warna masih tampak terawat .


" Ternyata ibu masih merawat mawar-mawar kesayangan ku . . ! " kata Najwa seraya mendekati bunga-bunga yang sedang bermekaran .


" Mawar-mawar ku yang cantik . Maaf aku harus memetik mu untuk ibu dan ayah . . ! " kata Najwa . Perlahan dia memetik bunga mawar merah , merah muda dan putih . Tak lupa dia juga memetik bunga jenis lain yang berbau harum . Setelah di rasa cukup dia melihat ke sekelilingnya . Dia tersenyum simpul saat melihat kolam yang cukup luas berada di sudut halaman lalu berjalan menuju kolam . Dia tampak girang meneliti isi kolam itu . Mata nya terbelalak saat melihat bayangan besar berwarna kuning di dalam air .


" Abaaang . . . . . !!! " teriak Najwa histeris .


Terdengar derap langkah yang berlari menuju halaman belakang . Tampak Alan dan Bima datang bersama Bayu dan Damar yang baru datang dari penginapan .


" Najwa , ada apa . . ! " kata Alan dengan wajah khawatir .


" ada apa ,dek . . ! " kata Bima mengikuti arah tatapan Najwa . Dia juga terperangah melihat ikan mas berwarna kuning yang hampir sepanjang anjing dewasa itu . Najwa dan Bima saling tatap dengan wajah yang tak percaya . .


" uning . . ! " kata Najwa dan Bima serempak . Alan hanya melihat kedua kakak adik itu . Najwa kembali menatap ikan yang hampir memenuhi sebagian kolam itu yang berukuran 3x3 itu . perlahan dia mendekati tepi kolam yang sudah di semen , dia memainkan air permukaan kolam , tak lama terlihat riak air yang naik . Alan sedikit terkejut saat melihat kepala ikan mas yang hampir sebesar kepala anak usia dua tahun menyembul di bawah tangan Najwa .


" hahaha Abang , ternyata uning masih ingat sama Najwa . . ! " kata Najwa girang seraya menyentuh sisik kepala uning yang terasa kasar . Bima terlihat antusias dan ikut mengusap kepala uning . Alan tercengang melihat nya dan ikut berjongkok .


" jadi nama ikan mas ini ,uning . . ? " kata Alan .


" iya , coba tebak berapa umur uning . . ? " kata Najwa sumringah . Alan memperhatikan panjang uning yang fantastik .


" hmm , ,3 tahun . . ? " tebak Alan .


" salah , uning adalah hasil pancingan bang Bima sebelum Abang pindah ke kota S , Abang di kota S hampir 5 tahun , di tambah umur Brian 6 tahun , jadi umur uning 11 tahun . . ! " kata Najwa .


" haa ? 11 tahun . Gila . . !! " kata Alan menatap takjub . Dia mengulurkan tangan nya dan ikut menyentuh sisik uning .


Setelah puas bermain dengan uning , mereka lalu masuk untuk bersiap-siap . Ternyata Rita dan Laura sudah siap dan menunggu di ruang tamu . Najwa dan Alan masuk ke kamar , dan tak lama mereka keluar , Najwa tampak anggun dalam balutan gamis hitam nya , di tambah dengan kerudung panjang yang menutup kepala dan sebagian wajah nya , membuat dia terkesan misterius . Vera melotot menatap kagum pada Alan yang terlihat gagah dengan kemeja hitam nya dengan lengan di gulung sebatas siku , di padu dengan jeans hitam dan sepatu sket putih membuat Vera semakin terobsesi pada Alan .


" ayo kita berangkat . ayah mana , Bu . . ? " kata Najwa .


" Ayah sudah duluan , ayo kita berangkat . . ! " kata Bu Rita .


" Kalian berangkat aja ya , saya masih capek habis perjalanan jauh . . ! " kata uwak Rita .


" Sebenarnya aku juga males ikut ke kuburan , tapi demi bersama Alan , ya udah lah , ikut aja . nyekar juga gak bakal lama . . ! " batin Vera menatap Alan lekat.


Tanpa ada yang menjawab ucapan Rima , mereka langsung keluar meninggalkan Rima yang tampak kesal karena di abaikan . Di halaman depan ,Vera kembali tercengang saat melihat cowok tampan damar dan Bayu yang sudah menunggu dia luar .


" nah loh , ada dua cowok ganteng lagi nih . . ! " batin Vera memasang tampang polos nya .


" kalian sudah datang ? gimana tidur kalian nyaman gak di penginapan . ? maaf ya , gara-gara kamar nya gak cukup kalian harus tidur di luar . . ! " kata Najwa .


" Gak apa-apa nona . Kami nyaman kok . Ayo silahkan duluan . . ! " kata Bayu dan Damar memberi jalan pada Najwa dan yang lain nya . Vera menatap mereka dengan tatapan menggoda nya . Tapi dia kembali kecewa karena bayu dan Damar tampak tak peduli .


" ck , lagi-lagi di cuekin , kapan sih mereka melihat aku . Perasaan aku juga gak kalah cantik dari si anak yatim piatu itu . . ! " gerutu Vera dalam hati .


" Astaga , aku lupa , dompet ku ketinggalan . . ! " kata Najwa langsung berlari kedalam . Tapi dia melambatkan langkah nya saat melihat uwak Rima tengah membuka pintu kamar nya.


" hehehe , seperti nya hari ini hari keberuntungan ku . Najwa lupa mengunci pintu kamar nya , aku harap aku bisa menemukan sesuatu yang bisa memenuhi keinginan ku . . ! " kata Rima lirih tanpa menyadari Najwa yang sudah berdiri di belakang nya .


" memang nya uwak ingin ngambil apa ? " kata Najwa .


" ck , kalau bukan uang apalagi .Dasar bodoh . . ! " umpat Rima seraya membalik badan nya. Tapi mulut nya menganga lebar saat melihat siapa yang berbicara tadi .


" Na , ,Najwa . kamu ngapain di sini ? " kata Rima tergagap .


" Seharus nya aku yang nanya , uwak ngapain masuk ke kamar aku . . ! " kata Najwa terlihat marah . Dia masuk ke kamar nya lalu mengambil tas dompetnya dan meraih kunci kamar nya . Setelah mengunci pintu kamar nya , dia langsung berjalan keluar tanpa menghiraukan Rima yang masih tampak panik .


" Sial , aku gagal mendapatkan uang anak yatim piatu itu . . ! " geram Rima . * *


Perjalanan menuju TPU hanya memakan waktu 15 menit , Saat mereka akan memasuki gang yang menuju jalan ke pemakaman , dia teringat dengan Bu Neneng tadi pagi . Dia menoleh Alan yang berada di samping nya , merasa di tatap Alan pun ikut menoleh .

__ADS_1


" Ada apa .? " tanya Alan menangkap sesuatu dari sorot mata Najwa .


" Al , aku mau beli bahan sembako untuk seseorang yang pernah menyelamatkan nyawa ibu ku . apakah boleh . . ? " kata Najwa . Alan tersenyum seraya memuji niat baik sang istri .


" Tentu saja boleh , kebetulan di depan ada toko , kita belanja di sana aja , ya .! " kata Alan menggengam tangan Najwa dan langsung menarik Najwa mendekat pada nya , hingga Najwa terhindar dari becek yang hampir dia injak . Najwa tersenyum manis pada Alan , membuat jantung Alan berdegup melihat nya .


" ah , sungguh manis istri ku ini ..! " batin Alan .


" Laura tersenyum melihat kemesraan Najwa dan Bima .Dia melirik Bima yang tampak menatap sekeliling nya , Laura menggengam tangan Bima seraya tersenyum dan menatap ke depan . Bima menoleh Laura lalu ikut tersenyum seraya membalas genggaman tangan Laura . Sedangkan Damar berjalan di belakang Rita seakan menjadi bodyguard Rita . Vera berdecak kesal saat meraka berjalan beriringan . Dia melihat Bayu yang berjalan sendirian , Vera menindai penampilan Bayu yang terkesan santai


" sepertinya jalan sama dia gak terlalu buruk . . ! x batin Vera .


Dia memperlambat langkah nya agar sejajar dengan Bayu , Bayu tak menghiraukan Vera dan terus berjalan mengikuti rombongan mereka .


" Bu , aku mau beli sesuatu buat Bu Neneng . kalian duluan aja ya . .! " kata Najwa saat berada di depan warung yang cukup besar .


" oh ya udah , kalau gitu kita nunggu di rumah Bu Neneng aja , ya . . ! " kata Rita .


" baiklah . Damar , Bayu . Seperti nya aku butuh bantuan kalian . ! " kata Najwa .


" baik nona . .! " kata Damar dan Bayu berjalan mendekati Najwa dan Alan .


" eh , Najwa . Elo jangan seenak nya nyuruh-nyuruh orang . Memang nya mereka siapa kamu . . ! " kata Vera kesal . Dia merasa kalau Najwa selalu menghalangi dia untuk mendekati semua cowok yang dia inginkan .


" memang nya kenapa ? " kata Najwa acuh . Dia lalu masuk ke toko di ikuti Alan dan kedua bodyguard nya . Vera menghentakkan kaki lalu ikut masuk ke toko .


Di dalam toko , Najwa meminta Damar dan Bayu untuk mengambil semua bahan keperluan sehari-hari . Mulai dari beras , gula , minyak , garam dan beberapa pelengkap lain nya dalam jumlah yang cukup banyak . Najwa juga mengambil beberapa mie instan , ikan kaleng , juga beberapa jenis roti siap santap dan makanan lain nya . Pemilik toko tampak memperhatikan Najwa . Najwa tersenyum dan mendekati Pemiliki toko .


" Umi , apa kabar ? masih ingat sama saya ? " kata Najwa mencium punggung tangan ibu paruh baya berjilbab panjang itu .


" Aduh maaf , dari tadi saya merhatiin kamu , kayak familiar gitu , tapi saya lupa , hehe . . ! "


" saya Najwa umi , anak nya ibu Ani . . ! ,x


" oh , ini saya belanja buat bu Neneng , umi . saya merasa bersalah pada Bu Neneng , karena menolong ibu saya waktu itu , kaki Bu Neneng jadi cedera dan menghambat dia untuk mencari rejeki . Mungkin dengan ini saya bisa sedikit meringankan beban bu Neneng . . ! "


" Masya Allah , nak . Umi bangga sama kamu . umi mendukung niat baik kamu , nak . . ! "


" nona , semua kebutuhan sepertinya sudah lengkap . Silahkan di periksa lagi . ! " kata Damar .


" seperti nya memang sudah lengkap . Umi tolong di hitung , ya . ! " kata Najwa . pegawai toko umi mulai memilah barang sambil menghitung nya .


" semua nya jadi satu juta enam ratus tiga puluh dua ribu. Umi potong jadi satu juta lima ratus aja . . ! "


" Ini uang nya . hmm, umi kayak nya teman Najwa gak sanggup ngangkat sampe rumah Bu Neneng . Bisa minta tolong antar barang nya gak . .? "


" Oh bisa , bisa . Biar Ujang sama Dodo aja ngantar ya . ! "


" baiklah , makasih ya . . ! "


Najwa berjalan mendekati Alan yang tampak tidak betah di toko itu . Dia lalu menarik tangan Alan keluar dan menghampiri Bayu dan damar yang ikut menyusun barang ke dalam bak motor roda tiga .


" nih minum dulu . . ! " kata Najwa menyodorkan minuman pada bayi dan damar masing-masing sebotol .


" Makasih , nona . . ! "


" eh , Najwa . kamu baik banget sama mereka , emang nya gak takut Alan cemburu dan ninggalin kamu. . ? " kata Vera mencari perhatian .


" mang Ujang , kita duluan jalan nya ya . . ! " kata Najwa tak menggubris Vera .


" iya neng . hati-hati jalan nya licin . . ! "


Najwa berjalan dengan di gandeng Alan , damar dan Bayu berjalan di belakang Najwa dan Alan . Sedangkan Vera merasa kesal sendiri karena selalu gagal saat mencoba mendekati salah satu pria tampan di depan nya . Dari arah belakang terdengar suara motor yang semakin mendekat bertepatan dengan mereka yang sudah tiba di depan rumah Bu Neneng .

__ADS_1


" Assalamualaikum ,Bu Neneng . gimana kabar nya . ?? " kata Najwa mencium dan memeluk Bu Neneng .


" Waalaikumsalam , alhamdulilah kabar saya baik , neng Najwa . . ! " jawab Bu Neneng . Perhatian mereka tertuju pada tumpukan bahan sembako di depan mereka .


" Bu Neneng , barang nya mau taroh dimana . ? " kata mang Ujang .


" barang apa , Ujang ? " kata Bu Neneng bingung.


" Bu Neneng , mohon di terima ya. Semua barang belanjaan ini buat Bu Neneng. saya harap dapat meringankan sedikit beban ibu. . ! " kata Najwa .


" maksud nya , semua bahan ini untuk saya . ? " kata Bu Neneng tidak percaya .


" Iya , ibu . Semoga bermanfaat buat Bu Neneng ke depan nya . ! " kata Alan .


" alhamdulilah , ya Allah . makasih , makasih banget neng Najwa . Sejujurnya , saya memang butuh bantuan banget sekarang . Tapi gak sebanyak ini juga neng. . ! " kata Bu Neneng menatap lima tumpuk karung beras dengan berat 10 kg . Ada juga tiga kardus besar lain nya .


" gak apa-apa , udah rejeki nya ibu . Jadi ibu sekarang bisa tenang , ya . . ! " kata Najwa merasa senang saat melihat kebahagiaan di wajah Bu Neneng.


" sekali lagi makasih ya neng . Semoga rejeki nya tambah lancar . .! "


" Amin . . oh iya , Bu . Ini ada sedikit rejeki lagi buat ibu . . ! " kata Alan menyelipkan sebuah amplop di tangan Bu Neneng.


" Gak usah nak , ,ini aja udah cukup . . ambil aja ya . . ! " kata Bu Neneng langsung berusaha mengembalikan amplop karena kaget saat merasakan amplop yang cukup tebal itu .


" Bu , seperti yang di katakan istri saya tadi , ini udah rejekinya nya ibu . Jangan di tolak ya. . ! " bujuk Alan mendorong kembali amplop di tangan Bu Neneng.


" ya Allah , terima kasih . . ! " kata Bu Neneng menangis terharu . Rita merangkul Bu Neneng dan menenangkan nya. Vera menatap lekat amplop di tangan Bu Neneng .


" amplopnya lumayan tebal . Sepertinya Najwa sudah hidup enak dengan Alan . Gak salah lagi Alan pasti pria tajir . Gue harus mendapatkan Alan secepatnya . . ! " batin Vera licik .


" kalau begitu , kita lanjut jalan lagi yuk. mang Ujang makasih ya . . ! " Ujang mengangguk dan tersenyum .


mereka melanjutkan perjalanan mereka , tak terasa mereka sudah berada di dekat area pemakaman . Najwa mengedarkan pandangan ke sekeliling nya . Dia terbayang kembali kenangan enam tahun yang lalu saat dia mengantar jasad kedua orangtua nya ke tempat peristirahatan terakhir mereka . jantung Najwa berdetak lebih cepat saat kaki nya memasuki area pemakaman . Mata nya mengembun saat melihat Yongki berdiri di antara dua makam orang tua nya di kejauhan . Semakin dekat , dada nya terasa semakin sesak .


" Assalamualaikum , ayah , ibu . maaf Najwa baru bisa datang . Dan Najwa datang sama Alan , suami Najwa yang sekarang . . ! " kata Najwa serak menyentuh batu nisan yang bertulis nama kedua orangtua dengan tangan yang gemetar . Alan merangkul Najwa dan mengusap lengan nya mencoba menenangkan Najwa .


" tenang lah , ayah dan ibu sudah tenang di sana . mereka akan sedih jika kamu meneteskan airmata nya di atas rumah mereka . kamu mau ibu dan ayah sedih. hmm . . ? " kata Alan . Najwa menggeleng seraya mengusap air mata nya . Dia mendongakkan wajah nya dan tersenyum pada Alan .


Vera menatap tak suka pada Najwa yang berada dalam dekapan Alan . mereka duduk mengelilingi dua makam itu kecuali Vera yang duduk di belakang Alan , mereka membacakan surah Yasin untuk alm dan almh dengan di pimpin oleh Yongki . Alan terus menyemangati Najwa yang terlihat sedih .


Setelah mendoakan alm dan almh , Najwa dan Alan menaburkan bunga yang di petik Najwa tadi pagi di atas rumput Jepang yang sengaja di tanam di atas makam kedua orangtua Najwa .


" yuk kita pulang . Sepertinya bentar lagi turun hujan . . ! " kata Yongki .


" ayo , ayo . . ! " mereka lalu berjalan dengan cepat karena hari semakin mendung . Baru saja mereka tiba di halaman rumah Najwa , hujan akhirnya turun dengan deras .


B


E


R


S


A


M


B


U


N

__ADS_1


G


__ADS_2