
Waktu bergulir menjadi senja . Lampu-lampu jalanan terlihat menerangi keremangan alam . Lampu-lampu dari rumah para warga tampak terlihat indah dalam suasana senja . Kedua mobil hijau dan merah itu masuk ke halaman rumah lama Najwa yang kini tampak terlihat cukup luas . di sekeliling rumah dan halaman sudah di pagar besi dan beton . Dari dalam mobil Najwa tersenyum melihat ayah dan ibu mereka sudah menunggu di depan . Tapi Najwa menjadi gugup mengingat luka-luka yang mereka dapatkan . Najwa tidak ingin mereka khawatir , tapi dia juga bingung harus bagaimana menutupi nya. Saat mobil telah berhenti , Satu persatu mereka turun dari mobil . Melihat Najwa yang seperti enggan melangkah , Alan menarik tangan Najwa dan berjalan menuju mertua nya . wajah orang tua itu tampak terkejut saat melihat keadaan Bima yang tampak berantakan dan luka-luka .
" Assalamualaikum , ayah , ibu. . ! " kata Bima meraih tangan orang tua nya dan mencium nya bergantian .
" Waalaikumsalam . . Bima , kalian kenapa . .? kok kalian babak belur begini ? terus ini siapa . .? " kata Rita melirik Laura . Laura tersenyum dan mencium tangan Rita dan Yongki bergantian .
" Assalamualaikum , ayah , ibu. . ! " kata Alan .
" Waalaikumsalam . . ya Allah , , astaghfirullah . . kok kalian pada babak belur begini sih . . ya Allah , mas , anak-anak ku kok bisa kayak gini . . . !! " jerit Rita syok saat melihat keadaan Najwa dengan pakaian yang kotor dan wajah yang bengkak . Dia menghampiri Najwa dan memeluk nya pelan .
" ayo , kita masuk dulu . . nanti aja cerita nya . . ! " kata Yongki . mereka memasuki rumah sederhana tapi terlihat bersih dan rapi . mereka semua duduk di sofa yang seperti nya baru di beli . Rita kembali dari dapur dengan tergopoh-gopoh seraya menenteng baskom berisi air hangat dan beberapa helai handuk kecil .
" boleh saya yang membersihkan luka Bima , bibi. . ? " kata Laura sopan . Rita tersenyum dan memberikan handuk kecil pada Laura .
" Bu , biar saya yang membersihkan luka Najwa . . ! " kata Alan meraih sebuah handuk kecil . Rita meneteskan cairan antiseptik pada air hangat dan membuat nya menjadi dua . Laura dan Alan mengambil masing-masing satu mangkok air hangat .
Alan mencelupkan handuk , setelah memerah nya sedikit , perlahan akan menempelkan handuk basah itu pada luka Najwa di sudut bibir Najwa .
" Ssshh , ,aaaw. . ! " jerit Najwa pelan saat luka nya terasa perih .
" maaf , , .! " kata Alan . Alan mencoba membersihkan luka Najwa dengan sambil meniup nya pelan , tatapan Najwa tertuju pada wajah Alan yang sangat dengan wajah nya .
" Jika sedang seperti ini . Apa aku salah , jika aku berharap agar kita bisa seperti ini selama nya . . ! " batin Najwa .
" Wawa , aku tahu suami mu ini tampan . Jangan terlalu lama lihatin nya , nanti kamu terpesona . . ! " goda Alan. Najwa mencubit paha Alan pelan dengan di iringi tawa Alan yang renyah . Rita dan Yongki tersenyum melihat keakraban anak dan menantu nya . Setelah Bima dan Najwa di obati , Najwa balik membersihkan luka Alan di kening nya . azan magrib berkumandang bertepatan dengan selesai nya mengobati luka Alan .
" apa kalian masih sanggup sholat , nak . . ? " kata Rita .
" Masih sanggup kok Bu . . ! " kata Bima .
" Kalau begitu , ayo kita sholat dulu . . ! " ajak Yongki .
" Najwa " Libur " dulu bu . . ! " kata Najwa .
" Ya sudah , kamu minum dulu teh nya , ya. Biar enakan . . ! " kata Bu Rita .
" ibu udah masak . . ? " kata Najwa .
" nasi sama sambel goreng nya udah , tinggal masak semur jengkol nya aja . Nanti setelah sholat baru ibu masak. . ! "
" Biar Najwa aja , Bu . ! "
" Gak usah , kami istirahat aja . .! kata Rita .
__ADS_1
" Gak apa-apa kok , Bu . Najwa masih sanggup masak kok . .! " kata Najwa .
" Ya sudah kalau mau nya begitu . ayo , Laura , kita ambil wudhu dulu . ! " ajak Rita .
" Iya , bi . ! "
Laura mengikuti langkah Bu Rita menuju kamar mandi . Mereka bergantian mengambil air wudhu , setelah itu giliran para laki-laki yang mengambil wudhu . Tak lama terdengar lantunan bacaan sholat dengan Yongki yang menjadi imam .
Najwa langsung menuju dapur , dia memulai ritual memasak nya . Wangi bumbu yang di tumis menguar di sekeliling rumah . Suara dentingan spatula dan panci yang beradu terdengar berirama dari dapur . Dengan cekatan dan bersenandung kecil , Najwa menikmati waktu memasak nya sampai tak menyadari kalau ada sepasang mata tajam nan indah yang memperhatikan nya dari belakang . Alan menyandarkan bahu nya ke sisi pintu seraya tersenyum melihat aktivitas Najwa ,.
" Ok , semur nya udah Mateng , sekarang tinggal. . . aaakhh
gubraak . .
" Astaghfirullah , Wawa . .! " teriak Alan langsung berlari menghampiri Najwa saat melihat Najwa melangkah mundur ketika dia membalik badan nya.
" aaaw . . ! " rintih Najwa memegang pinggang nya yang terkena sudut meja .
" kok kamu bisa jatuh . ? memang kamu lihat apa sampe kaget begitu .? " kata Alan membantu Najwa berdiri .
" kamu sih , , diam-diam di situ . aku kan jadi kaget . ssshh , aaw , pinggang ku. . ! " rintih Najwa seraya mengusap pinggang nya.
" Jadi kamu kaget lihat aku berdiri di sana . . ? astaga , Wawa . . ! " akan terkekeh .
" Ada apa , ,? tadi ibu dengar ada suara benda jatuh . ? " kata Rita di sertai yang lain yang baru masuk ke dapur .
" ya Allah Wawa . . terus ada yang sakit . .? " kata Rita mendekati Najwa .
" Pinggang Wawa Bu , kepentok sudut meja . . Atit Bu . . ! " kata Najwa manja .
" Haha , dasar , udah tua masih aja manja . Sudah , kamu duduk aja biar ibu sama Laura aja yang siapin makan malam . .! "
Bima menggelar tikar di lantai . Alan lalu menuntun Najwa duduk . Laura tampak sibuk mondar mandir membawa semua peralatan makan , nasi dan lauk . Bima menata nya dengan rapi . Setelah semua nya siap , mereka makan dengan tenang dan santai dalam suasana lesehan .
S
k
i
p
Setelah makan malam , mereka kembali bersantai di ruang tamu . Minuman hangat dan beberapa camilan sudah terhidang di atas meja . Yongki kembali membahas tenang apa yang telah pada mereka hingga membuat mereka babak belur . Bima di bantu oleh yang lain , menceritakan semua kejadian yang mereka alami . Serta bagaimana Alan yang tadi nya buta , kini kembali bisa melihat setelah mendapat pukulan di kepala nya.
__ADS_1
" Jadi kalian di serang di tengah jalan. .? " kata Rita dengan wajah serius.
" Iya ,Bu . Dan untung nya kami tidak ada yang terluka parah . .! " kata Bima .
" Tapi kalau gak salah , Abang tadi nyebut nama Hendra pada pemimpin preman itu , Bu . . ! " timpal Najwa . Rita seketika menoleh pada Bima . Tatapan mata nya tiba-tiba berubah dingin . Bima mengangguk pelan , tapi Najwa masih bisa menangkap isyarat itu .
" Oh iya , Bima , lalu Laura ini siapa . .? " kata Yongki membuyarkan pikiran Rita yang sudah berkelana entah kemana .
" Sebenar nya , kami datang ke sini , karena Bima ingin mengenalkan Laura pada ayah dan ibu . Dan Bima juga berniat untuk meminta restu pada ayah dan ibu untuk hubungan kami . Jika ayah dan ibu setuju , Bima ingin menikahi Laura . . ! " kata Bima dengan menunduk , begitu pula dengan Laura . Seperti nya mereka belum sanggup jika menerima sebuah kenyataan pahit nanti nya. Apalagi saat merasakan kalau Rita langsung berdiri dari tempat nya setelah mendengar ungkapan Bima .
" jadi gadis ini , kekasih mu ,Bima . . ? " kata Bu Rita sedikit tinggi , hingga Yongki dan Najwa terlihat sedikit terkejut .
" Iya ,Bu . . ! " jawab Bima pelan .
" Sudah berapa lama kalian saling kenal . ? " kata Rita
" Sudah beberapa tahun , Bu . . ! " jawab Bima .
" APA . . ?!! jadi kamu diam-diam menjalin hubungan dengan seorang gadis di belakang ibu . . ?? " kata Rita semakin tak terkendali .
" Bu , ,
" bangun . . . bangun . . . !! ". kata Bu Rita menarik bahu Bima hingga Bima berdiri . Najwa menatap Laura dengan iba saat melihat Laura diam tertunduk .
" Bu , dengerin Bima dulu . .Bima . .
PUUUKH . . . .
B
E
R
S
A
M
B
U
__ADS_1
N
G