JANGAN REMEHKAN WANITA GENDUT

JANGAN REMEHKAN WANITA GENDUT
BAB 90 cedera fatal


__ADS_3

Najwa dan Alan sudah tiba di rumah sakit . Sesuai jadwal , Alan akan membuka perban di mata nya . Dokter Dody masuk ke ruangan di ikuti seorang perawat .


" Bagaimana tuan Alan , anda siap . ?? " kata dokter Dody .


" Siap . . ! " kata Alan mantap .


Dokter Dody mulai melepas perban lapis demi lapis . setelah semua perban di lepas , Dokter Dody menarik kapas dari kedua mata Alan .


" Tuan bisa membuka mata pelan-pelan . . ! " kata dokter Dody . Najwa menatap Alan yang mencoba membuka mata nya perlahan dengan di iringi doa .


" ya Allah , semoga mata Alan baik-baik saja . . ! " batin Najwa .


Tanpa sadar Najwa menahan nafas nya saat melihat Alan yang tidak bereaksi saat kedua mata nya benar-benar terbuka .


" Dokter , kenapa lampu nya di matikan . . ?? " kata Alan mengerjapkan mata nya beberapa kali .


Deg . .


Najwa menutup mulutnya dengan jantung yang berdegup kencang saat mendengar apa yang di ucapkan Alan


" Ruangan ini sangat terang . kenapa Alan mengatakan kalau lampu di matikan . Apa jangan-jangan . . . " batin Najwa . Dia melirik dokter Dody yang masih memperhatikan Alan .


" Tuan coba anda tutup mata lagi dan buka dengan perlahan . . . !! " kata dokter Dody . Alan menuruti perintah dokter .


" Masih gelap dok . apa lampunya sudah bisa di nyalakan . .?? " kata Alan . Najwa terdiam di tempatnya dengan setetes airmata yang meluncur di pipi nya .


" Tuan , apa benar anda tidak bisa melihat apa-apa . . ?? " kata dokter Dody menyalakan senter kecil ke retina mata Alan .


" Apa maksud dokter , , ?? jangan bilang kalau . . . . " ucapan Alan terhenti , raut wajahnya tampak memerah .


" Tuan dan nyonya Alan , setelah saya memeriksa retina mata tuan Alan , dengan berat hati saya harus mengatakan kebenaran nya . . tuan Alan mengalami kebutaan , karena retina mata tuan Alan mengalami luka yang cukup serius akibat serpihan kaca yang masuk ke mata nya . . ! " kata dokter .


" hehe , , Sudah ku duga kalau aku akan benar-benar buta . . ! " kata Alan terlihat putus asa .


" Dokter , luka di mata suami saya masih bisa di sembuhkan , kan dok . . ?? " kata Najwa serak menahan sesak di dada nya .


" Melihat dari kerusakan nya , masih ada kesempatan untuk menyembuhkan luka nya , hanya saja . . . " dokter muda itu terlihat ragu .


" kenapa dokter . ? " kata Najwa


" hanya saja tingkat kesembuhan nya hanya 10%. .! " kata dokter Dody menatap Najwa yang terlihat antusias .


" 10% , harapan untuk sembuh cukup besar . . Alan , kamu jangan khawatir , ya . kita akan sama-sama berusaha untuk kesembuhan kamu . . kita berjuang bersama-sama , ya. . !! " kata Najwa terlihat antusias .


" 10% , apa itu harapan yang besar, Wawa . . aku merasa angka itu hanya sebuah mimpi . . ! " kata Alan terlihat putus asa . Najwa terenyuh melihat keputusasaan Alan . Dia melangkah mendekati Alan dan menggengam tangan nya erat .


" sekecil apapun harapan , akan menjadi besar jika kau iringi dengan semangat untuk sembuh . . ! " kata Najwa menatap mata Alan yang menatap kosong ke depan .


" Aku tidak yakin . .! " kata Alan .


" Al , , sebesar apapun harapan jika kau berputus asa , semua nya akan sia-sia . . Al , coba kamu bayangkan Ruby , bagaimana perasaan nya jika Daddy yang selama ini dia banggakan ternyata berputus asa seperti ini . . Apa kau ingin melewatkan setiap moment tumbuh kembang gadis kecil dan centil kesayangan kita , dengan terpuruk seperti ini . . ?? " kata Najwa mencoba memberi semangat pada Alan . Alan terdiam mendengarkan ucapan Najwa , perlahan Najwa merasa genggaman nya di balas oleh Alan dengan erat .


" Kau benar , Wawa . Aku ingin sembuh , aku tidak mau melewatkan waktu yang berharga dengan anak-anak . Wawa , berjanjilah untuk tetap menjaga anak-anak , selama keadaan ku seperti ini . aku akan tetap memberi kalian tunjangan setiap bulan . .! " kata Alan memancing reaksi Najwa . Najwa tersenyum melihat Alan yang kembali bersemangat . Dia mengangkat genggaman mereka dan menepuk-nepuk tangan Alan .


" Tanpa kamu minta , aku akan tetap menjaga dan merawat anak-anak . Dan aku juga akan merawat kamu sampai kamu kembali pulih dan seterusnya . Untuk masalah tunjangan yang kamu katakan tadi , jangan selalu menilai setiap perbuatan ku dengan materi . cukup kau hargai posisi ku sebagai istri mu . itu sudah lebih dari cukup . . ! " kata Najwa lembut . Sebuah kehangatan menyeruak di hati Alan . Hati nya merasa tenang saat mendengar ucapan Najwa .


Najwa lalu berkonsultasi dengan dokter spesialis mata atau oftalmologis atas saran dokter Dody . Dokter Dody juga merekomendasikan seorang dokter oftalmologis yang cukup terkenal . Seorang dokter muda bernama Amira , menyambut kedatangan Najwa dan Alan . Setelah dokter Amira mengajukan beberapa pertanyaan mengenai sakit Alan , dokter Amira mengatakan kalau cedera yang di alami Alan , hanya bisa lewat operasi .


" Semakin cepat kita mendapatkan donor mata , semakin cepat pula kita bisa melakukan operasi . . ! " kata dokter Amira . Najwa menatap Alan yang masih menatap kosong ke depan .


" Tapi jika tuan dan nyonya setuju , selama kita menunggu untuk mendapat donor mata , tuan bisa menjalani terapi untuk pencegahan agar mata yang terluka tidak mengalami infeksi . . ! " saran dokter Amira .


" Al , kamu setuju kan kalau kamu ikut terapi . . ini demi kebaikan kamu , ya . . !! " bujuk Najwa .


" baiklah , , !! " kata Alan setuju . Najwa tersenyum senang mendengar persetujuan Alan . dokter Amira membuatkan jadwal terapi untuk Alan . Setelah semua nya selesai , Najwa dan Alan pamit .


___________


Mobil yang di tumpangi Alan memasuki halaman mansion . Najwa turun lebih dulu lalu menuntun Alan menuju pintu utama . Sayup-sayup mereka mendengar suara tawa anak-anak yang riang . Najwa menuntun Alan mendudukkan nya di sofa .


" Al , kamu mau minum apa ? apa kita langsung makan siang aja . . ? " tanya Najwa seraya menatap Alan yang memakai kacamata hitam untuk melindungi mata nya .


" Aku lapar . . Apa kamu sudah memasak . . ? " kata Alan .


" Belum sih . Tapi baiklah , aku akan memasak untuk makan siang kita . Kamu mau makan apa . . ? " kata Najwa mengerti maksud Alan .


" semur ayam . . ! " kata Alan tampak bersemangat . Najwa tersenyum melihat nya.


" Baiklah , , sementara aku memasak , apa kamu mau tetap disini atau ke kamar untuk istirahat . . ? " tanya Najwa berusaha agar membuat Alan nyaman .


" Aku ingin duduk di ruang makan . . ! " kata Alan . Najwa sedikit mengernyit .


" Baiklah . . ayo . .! " Najwa menuntun Alan ke ruang makan dan mendudukkan nya di kursi yang biasa dia tempati .

__ADS_1


" kamu mau camilan. . ? " kata Najwa . Alan menggeleng . Setelah itu Najwa mulai meyiapkan semua bahan yang di perlukan untuk memasak sesuai permintaan Alan hingga Najwa larut dalam kegiatan nya.


Tanpa Najwa sadari , dari balik kacamata hitam itu , Bola mata Alan bergerak mengikuti pergerakan Najwa . Dia tersenyum tipis melihat Najwa yang cekatan dalam memasak . Dia sedikit terpesona dengan wajah serius Najwa yang terlihat manis.


" Maaf , Wawa . Aku terpaksa melakukan ini untuk melihat seberapa tulus kamu menerima keadaan ku . .! " batin Alan .


Setelah hampir satu jam berkutat dengan peralatan memasak , semua menu makan siang sudah terhidang di atas meja . hidung Alan tampak kembang kempis mencium aroma masakan Najwa , membuat Najwa sedikit tersanjung .


" Aku panggil anak-anak dulu , ya . . ! " kata Najwa berlalu , dan tak lama terdengar derap langkah memasuki ruang makan .


" Daddy , , , loh kok Daddy pake kacamata hitam . . ?? " kata Brian .


" iya , kok Daddy pake kacamata hitam di rumah . . nanti gak bisa lihat makanan nya loh . . !! " kata Ruby . Alan tersenyum mendengar ocehan anak-anak.


" sayang , mata Daddy kan masih sakit . Jadi Daddy harus pake kacamata supaya mata Daddy gak tambah sakit. . . ! " kata Najwa


" Ooh , begitu . . ! " kata Ruby manggut-manggut . Najwa tertawa pelan melihat tingkah gadis kecil itu .


" mah , Brian mau pake ayam bakar sama sambel . .! " kata Brian menadahkan piring nya . Najwa mengisi piring Brian dengan nasi lalu menambahnya dengan lauk yang di minta Brian .


' makasih mah . . ! " kata Brian . Najwa tersenyum m dan mengacak rambut Brian lembut .


" Adik mau makan pake apa ,. . ? " kata Najwa melirik Ruby .


" Aku mau makan sama semur ayam aja mah . . ! " kata Ruby . Najwa mengambil semur ayam lalu meletakkan nya di depan Ruby .


" makasih mah . . ! " kata Ruby .


" sama-sama , sayang . adik makan sama anty Sandy dulu ya . . ! " kata Najwa . Ruby mengangguk . Najwa mengusap rambut Ruby lembut seraya bersyukur karena anak sambung nya tidak rewel . Lalu dia juga mengambilkan nasi dan semur ayam untuk Alan .


" Sebelum makan , ayo kita baca doa dulu , kakak yang memimpin doa . . ! " kata Najwa . Brian lalu membaca doa sebelum makan . Setelah membaca doa , denting piring dan sendok yang beradu mulai mengisi kesunyian Ruang makan . Najwa menyendok nasi dan lauk , lalu menyodorkan nya ke mulut Alan .


" ayo buka mulut nya . . ! " kata Najwa . Alan membuka mulut nya lalu Najwa menyuapkan nasi . setelah Alan mengunyah makanan nya ,baru Najwa menyuap nasi untuk nya .


" Wa , kamu juga makan , kan . ? " kata Alan .


" Iya , ini aku juga makan . Tenang aja , piring kita di pisah kok . . ! " kata Najwa .


" Apa gak repot kalau makan dengan dua piring . ? " kata Alan .


" Gak apa-apa . . ayo makan lagi . . ! " Najwa kembali menyuapi Alan . di saat Suasana tenang , tiba-tiba mereka di kejutkan dengan kedatangan bik Sarmi yang tergopoh-gopoh .


" Maaf , tuan , nyonya . Di depan ada tamu , katanya nama nya Bima . . ! " kata bik Sarmi .


" Selamat siang , semua nya . . ! " sapa Bima yang baru saja masuk ke ruang makan .


" Uncle Abang . .


" Abang . . ! "


Najwa dan Brian sontak bangkit dan berlari memeluk Bima . Bima dengan senyum yang lebar balas memeluk adik dan keponakan nya .


" Ayo bang , Sekalian aja makan siang . . ! " kata Alan tetap duduk , Tapi suara nya tetap ramah pada Bima .


" Ayo bang , duduk . . ! " kata Najwa .


" hy , gadis kecil yang imut . makan yang banyak ,ya . Biar cepat gede dan makin cantik . . ! " sapa Bima pada Ruby .


" Iya om . . ! " kata Ruby bersemu .


" Panggil aja kayak Brian , ya . . ! " kata Bima tersenyum seraya duduk di kursi di samping Alan . Najwa mengambilkan nasi dan lauk untuk Bima .


" Ayo dimakan , bang .! " kata Najwa .


Mereka kembali melanjutkan makan siang mereka . Diam-diam Bima melirik Najwa yang menyuapi Alan dengan sabar .


S


k


i


p


Setelah makan siang , mereka berkumpul di ruang tamu . Brian tampak menempel pada Bima , sedangkan Ruby hanya duduk diam di samping Najwa dengan terus menatap Bima .


" Gimana hasil pemeriksaan hari ini . . ? " kata Bima .


" mata ku mengalami cedera yang cukup fatal , bang . Dan untuk pulih kembali , aku harus menjalani operasi setelah mendapatkan donor mata . . . ! " kata Alan . Bima melirik Najwa yang terlihat tenang .


" Lalu kecelakaan yang menimpa mu , apa sudah di selidiki . . ? " tanya Bima .


" Aku menganggap kalau itu hanya lah kecelakaan biasa , jadi aku tidak mengusut kecelakaan itu . . ! " kata Alan .

__ADS_1


" Tapi aku merasa jika ini bukan kecelakaan biasa . aku akan menyelidiki kasus kecelakaan ini . . serahkan semuanya pada ku . . ! " kata Bima .


" Terima kasih bang . . ! " kata Alan .


" bang , gimana kabar ibu sama ayah. ? aku belum sempat menghubungi mereka . . ! " kata Najwa sedikit merasa bersalah .


" kabar mereka baik . Abang datang kesini ingin menjenguk Alan sekaligus juga ingin mengabari kalau ibu dan ayah akan pindah ke kota , mereka menyetujui permintaan mu dulu . . ! " kata Bima .


" Alhamdulilah . .akhirnya ayah sama ibu pindah juga . jadi aku gak terlalu repot kalau mau menemui mereka . . ! " kata Najwa senang.


" Jadi nenek sama kakek akan pindah ke rumah mamah , uncle . ? " kata Brian tampak berbinar .


" Iya , Brian . nanti Brian bisa main sama nenek sama kakek . . ! " kata Bima


" horee . . nanti Brian akan ajak adik main sama kakek . . ! " kata Brian heboh .Najwa dan Bima terkekeh .


" oh ya , Dan untuk rumah peninggalan alm paman , mereka menyewakan nya pada salah satu sepupu almh bibi . Kamu masih ingat sama Bi Aida , kan . . ? " kata Bima .


" Bik Aida , ibu nya Ilham kan . ? " kata Najwa


" Benar . . mereka satu keluarga menempati rumah kamu di kampung . gak apa-apa kan .? " kata Bima .


" Gak apa-apa kok . justru bagus kalau yang menghuni bukan orang jauh . Terus kapan ibu dama ayah pindah . .? " kata Najwa


" Mungkin satu minggu lagi , mereka menunggu pelunasan ganti rugi sawah mereka . Sawah ayah terkena proyek pabrik tekstil , kebetulan kamu meminta mereka untuk pindah makanya mereka setuju untuk ganti rugi sawah . ! " Najwa mengangguk paham .


" Mah , lihat , adik ngantuk . hahah . ! " kata Brian tertawa pelan melihat Ruby yang sudah terpejam .


" Sandy , tolong pindahin Ruby ke kamar nya ya. ! " pinta Najwa . Sandy langsung menggendong Ruby dan membawa nya ke kamar di lantai dua .


" Mah , Brian juga mau ke kamar . Brian juga ngantuk . ! " kata Brian .


" Ya udah . . ! _ kata Najwa mengusap rambut Brian . Brian lalu beranjak .


" oh iya , Abang gak bisa lama-lama , Abang ada pertemuan dengan klien . Abang langsung pamit ya . Makasih makan siang nya . Abang sudah lama rindu dengan masakan kamu . . Alan , aku pamit dulu . . jaga kesehatan . . ! "


" Makasih bang . . hati-hati di jalan .maaf aku gak bisa nganter Abang ke depan . . ! " kata Alan .


" gak apa-apa . .! " kata Bima menepuk pelan bahu Alan .


" Al , aku nganter Abang ke depan dulu , ya . . ! " kata Najwa .


" Iya . . ! " kata Alan . Najwa mengikuti langkah Bima menuju pintu utama . Sebelum masuk ke mobil , Bima menatap Najwa lekat .


" ada apa bang ? " tanya Najwa heran .


" Dek , apa kamu bahagia menikah dengan Alan . . ? " tanya Bima .


" segala sesuatu nya butuh proses , bang . Aku dan Alan menikah mendadak tanpa ada proses perkenalan . memang Untuk sekarang kami tidak memiliki perasaan apa-apa . Tapi kami sudah sepakat untuk mencoba menjalani semua nya demi anak-anak yang membutuhkan peran orang tua . Untuk ke depan nya , biarlah waktu yang akan menjawab nya . . ! " kata Najwa . Bima tersenyum dan memeluk Najwa .


" Kalau kamu ada apa-apa atau butuh bantuan , kamu langsung hubungi Abang , ya . . ! " kata Bima mencium puncak kepala Najwa .


" Iya , bang . . . ! " kata Najwa membalas pelukkan Abang nya .


" Abang pergi dulu . .jaga diri baik-baik . . ! " kata Bima melerai pelukkan nya . Najwa mengangguk .


" hati-hati bang . . ! " kata Najwa . Bima mengangguk lalu melirik Damar yang berdiri tak jauh dari mereka .


" Damar , jaga mereka . . ! " kata Bima .


" Baik , bos . . ! " kata Damar .


Bima lalu masuk ke mobilnya . Setelah mengklakson sekali , Lamborghini hitam itu melaju dengan cepat .


B


E


R


S


A


M


B


U


N


G

__ADS_1


__ADS_2